Sunday, January 24, 2016

Lancar Menyapih




Hi Moms apa kabar? Sering denger gak, kalau orang nyapih anak ada yang pakai popolan dari tukang urut bayi? Gak cuma popolan, tapi juga ada yang disembur lah, dimantra-mantra lah. Jadi itu popolan semacam ramuan jamu gitu, dipopolkan ke nepel. Konon, karena rasanya pahit si kecil jadi nolak ASI, tapi ada juga yang bilang selain karena pahit, karena sudah dibaca-bacain jadi si kecil takut melihat PD sang ibu, haduwwwww. (Dalam penglihatan si kecil, nepel ibunya apaan ya? Ups! Abaikan pertanyaan inih yah).

Tapi bener gak sih, masih ada yang nyapih pakai acara seperti itu?
Gene hari!!

Eitsss, jangan salah. Ini beneran, tetangga saya anaknya usia 3 tahun dan cerita saat nyapih dia ke tukang urut bayi, dibaca-bacain dan malamnya si anaknya ketakutan lihat PD ibunya. Jadilah, sukses nyapih si kecil. 
“Mba Eni, nanti kalau nyapih Pendar ke sana saja. Dijamin sukses deh, gak lama anak lupa ASI.”

Ehmmm, tahu gak? Saya mau sharing sedikit tentang MENYAPIH. Memang meski anak saya 4, saya punya pengalaman menyapih baru sekali. Loh kok? Iya, yang pertama gagal ASI hanya sampai 4 bulan dua minggu,langsung ke sufor. Yang kedua, Pijar, saya baru berhasil menyapih. Yang ketiga? Si kecil berpulang ketika usia 5 bulan, masih ASI... Lalu yang ke 4, belum disapih, kan baru 14 bulan. Lagi gencar-gencarnya ASI meski  sudah Mpasi.

Bagaimana cara saya  menyapih? Apakah dengan berbagai tehnik popol? Banyak loh, selain dipopol ramuan tukang urut atau sembur, ibu-ibu akal-akalan mempopol nepelnya dengan kunyit, obat merah, brotowali, bahkan...rhemason, Gubrak!!! Apa gak panas itu nepel (gak sanggup saya membayangkannya).

Alhamdullilah dalam hal menyapih meski baru pertama kali, lancar. Tidak ada acara popol mempopol maupun sembur-menyembur berikut mantra-matra. Berikut ini tips saya dalam lancar menyapih:

  • Saya dan suami memberi pengertian kepada Pijar bahwa sudah waktunya tidak ASI: Adek, sudah gede. Malu dung kalau masih ASI.
  • Tidur Pisah. Pijar tidur bersama si Ayah. Jangan dibilang tidur lancar ya, Moms. Tangisan malam, rengean, dsb terjadi. Si Ayah mengakali setiap Pijar terbangun, diberikan UHT kotak yang langsung sedot hingga kenyang. Awalnya nolak, tapi lama-lama mau. Selain susu, camilan juga disediain. Camilan kesukaannya.
  • Siang hari dialihkan dengan kesibukan main, setiap ingat ASI dikasih susu UHT, begitu terus.
Selama berapa hari prosesnya?
7 hari. Ya, Pijar selama 7 hari tidur bersama Ayah dan diberi UHT serta camilan, baru kemudian reda. Tidak bangun malam lagi minta ASI, kalau lah terbangun sebentar diberi UHT, tidur lagi. Tidak  mencari ibu di malam hari, siang juga sudah mulai asyik bermain dengan mainanya.

Lalu, apakah MENYAPIH itu berjalan semudah itu?

Tidak. Menyapih ASI selain menyapih si kecil juga menyapih perasaan si Ibu. Sungguh, saya merasa galau, rindu. Rasanya saat malam hari masa menyapih itu, setiap dengar rengean Pijar...pengen nyusul dan menyusui lagi. Tugas suami yang ngepush niat awal menyapih, mengingatkan kalau masa-masa malarindu itu adalah tahap kritis menyapih. Jika ibu bisa melewati, maka si anak juga bisa melewati dengan baik.

NOTE:
Jangan sekali-kali menyapih anak dengan paksaaan hingga perpisahan antara anak dan ASI terjadi efek PATAH HATI

Maka satu minggu itu saya juga berjuang menyapih diri untuk tidak mencari si kecil untuk disusui. Jadi lancar menyapih juga penting peran Ayah, selama ini jika Ayah berperan sebagai Ayah ASI, maka kelak setelah masa menyapih tiba....Ayah juga menjadi Ayah Sapih. Lalu untuk mencegah PD bengkak karena stop ASI, hari pertama menyapih saya minta resep obat dari Spog yang dulu membantu saya melahirkan Pijar. Aman, langsung tanpa acara bengkak atau PD sakit. Ini perlu diperhatikan loh, dulu tetangga saya PD'nya sampai bengkak, infeksi, demam tinggi karena saat menyapih tidak ditangani dengan baik. 

Atau kalau mau pakai cara tradisional, bisa dengan dikompres lembaran kol putih atau kubis. Ganti setiap lembaran kol putih atau kubis layu. Lancarkan, kalau tahu caranya? Jadi apa masih mau pakai acara sembur-menyembur dan popol-mempopol, Moms, untuk menyapih si kecil?

Itu kisah 7 tahun lalu. Kini, saya tengah menyusui Pendar yang berusia 14 bulan, 10 bulan lagi saya akan menyapihnya. Haduwww, nano-nano deh bayanginnya...tapi lega, karena sudah punya pengalaman sebelumnya.


SAPIH

2 comments:

  1. Saya dulu menyapih si kecil pas dia umur 2 tahun. Memang rasanya gampang-gampang susah, tapi itu harus dilakukan. Untungnya suami siap sedia juga. :)

    ReplyDelete
  2. @Anisa: iya, mak..peran suami penting

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.