Saturday, June 11, 2016

Hati-Hati BAPER


BAPER?

Apaan tuh? Sekarang banyak hal sering disingkat-singkat atau dibuat istilah-istilah dan menjadi bahasa yang fenomena, dari mulai KEPO alias sok tahu atau mau tahu aja, sampai BAPER alias bawa perasaan.  Saya sebut fenomena karena dari teman saya yang  sudah pasti ibu-ibu (baca: usia di atas dewasa hehehe) sampai anak saya yang usia 7 tahun, sering memakai kata itu. Familiar sekali.

Seperti ketika dua anak saya, Lintang (10tahun) dan Pijar (7tahun) tengah main kata-kataan, saat si kakak terlihat marah maka si adik langsung nyeletuk, “Kayak gitu aja baper!” atau kasus lain, saat seorang teman menang lomba ngeblog-ada teman lain (seorang ibu) komen ke saya: “Duh, gue baper nih ngeliat hiruk pikuk yang pada pamer menang lomba. Kapan gue menang?”

Bahkan ketika saya buat status biasa yang mungkin mengena di hati seseorang yang membacanya, tahu-tahu ada komen dibawahnya: “Baper deh baca ini.” Tentu saja saya jadi tidak enak hati, karena maksud menulis status tersebut berbeda dengan presepsi orang tersebut. Tapi kata baper tidak selalu merujuk ke hal-hal yang sensitif, kadang bisa menjadi candaan yang tidak berarti juga. Dilontarkan sebagai guyonan yang mengundang tawa, lalu hilang.

Ketika saya cerita soal makanan yang enak, lalu seorang teman dengan cengegesan bilang, “Aduuh, bikin baper deh gak ikut nyobain.” Atau saat saya dengar anak-anak saya dan teman-temannya main cela-celaan dan mereka teriak ramai-ramai, “Baper! Baper!”

Tahu gak cela-celaan apa? Cela-celaan kata berbalas kata, hehehe...coba maksudnya apa lagi? Seakan setiap kata yang sedang in, sekarang bahasa kerennya ‘kekinian’ selalu menjadi ucapan yang membiasa-terbiasa sehingga sering hilang maknanya. Mereka main mengucapkan tapi tidak pas, menurut saya sih.

Namun dibalik itu, baper di kalangan orang dewasa bisa menjadi boomerang yang menyerang tanpa tersadari. Kok menjadi boomerang? Yap, tahu kah, ketika suatu hari saya menyadari kata BAPER itu kata lain dari penyakit hati. WHAT?

Bukan lagi soal fenomena, kekinian, kata-kataan tidak mengandung arti, baper ini diam-diam bisa menjadi cikal bakal adanya penyakit hati. Saya masih ingat apa yang menyebabkan saya menyadari hal ini...

Suatu hari saya membuat status menang dalam sebuah lomba, mendapat job, lalu kabar angin mengatakan ada yang kasak-kusuk baper. Loh, baper itu bisa jadi bahan kasak-kusuk ya, kenapa? Kenapa ketika kita  merasa baper lalu kita kasak-kusuk? Kemudian ketika seorang curhat kepada saya tentang perasaannya yang baper gara-gara melihat temannya buat status beli baju  braded terus dan...

Suatu hari saya melihat seorang teman yang memiliki usaha seperti saya dan maju sekali, membuat saya tergerak cerita ke suami (mungkin nadanya terbaca bukan cerita, tapi ngeluh): “Ih, keren banget ya, Yah. Dia usaha bukunya maju pesat, bahkan sekarang sudah memiliki pelanggan tetap yang bukan sebagai pembeli biasa tapi penjual. Otomatis belanja perbulan bukan l agi ratusan tapi jut-jut...”

“Ibu baper ya?” anak saya yang pertama nyeletuk, diikuti ucapan Ayahnya yang meski diucapkan plate (nada datar) tapi jleb banget di hati saya, “Ibu jangan sirik, usaha itu selalu turun naik. Jadiin motivasi aja keberhasilan oranglain, biar energinya positif.”

Gubrak! BAPER? SIRIK?

Saya pun mlipir, mencoba membaca apa yang saya pikirkan dan rasakan dari cerita ke suami tadi. Hasilnya? Bener banget, sepertinya tanpa saya sadari saya tengah terjerumus ke dalam perasaan sirik atau iri hati, ini serius. Bukan sekedar kata BAPER yang kekinian itu, tapi efek sesungguhnya di hati saya.

Dan... janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang dilebihkan Allâh kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allâh sebagian dari karunia-Nya. Sungguh Allâh Maha Mengetahui segala sesuatu. (an-Nisâ’/4:32)

Duh, saya jadi ingat sebuah status yang ditulis seorang teman penulis: Setan itu datang di malam hari seperti semut hitam di atas batu hitam. Yag artinya..betapa segala hal bisa setan masukkan ke dalam diri kita dengan sangat tidak terlihat, bahkan terasakan. Seperti BAPER ini, sekilas saja hanya berupa candaan-hal biasa. Lumrah saja kita merasa baper dalam berbagai hal karena sedang kekinian. Semua orang kok bisa baper, semua orang bebas komen baper, karena baper cuma (terlihatnya cuma) sekedar ucapan yang lagi ngetrend dimana-mana.


Saya menjadi salah satu korban kata kekinian itu, atau jangan-jangan sudah banyak korbannya? Di bulan Ramadhan ini semoga saja bisa membersihkan hati kita dari segala penyakit hati, termasuk...BAPER.


7 comments:

  1. baper yang nggak tepat... emang berujung kakna dengki dan iri hati..

    makasih mba..udah mengingatkan..

    ReplyDelete
  2. Nova Violita:sama-sama mba Nova

    ReplyDelete
  3. heheh iya ih baper adalah penyakit hati,, haha.

    Btw soal kepo itu ada singkatannya, sebenernya bahasa inggris sih yaitu Knowing Everything in Particulary Object :D

    ReplyDelete
  4. laili umdatul khoirurosida: Keren ya, sebutannya jadi KEPO wkwkw

    ReplyDelete
  5. Semoga dijauhkan dari penyakit syirik ini. Amin ya robbal Aalaminn
    Padahal aku sering baper gini mbak, hhee setuju kalau kebetulan ada teman yg mendapatkan prestasi lebih bawaannya baper. Padhal aku ga tau tuh gimna usha dia buat brprestasi hhee
    TFS ya mbak :D

    ReplyDelete
  6. Khoirur Rohmah: Aamiin..insallah usaha keras hehehe

    ReplyDelete
  7. banyak tuh yang baperan di sosmed.. perkara dia baperan sih nggak masalah kalo aku.. yang nyebelinn kalo dia yang baper lalu dia nyinyirin orang karnea rasa irinya itu... duh... nyebelin banget deh orang kek gitu

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.