Friday, June 17, 2016

Jadi Ibu Cerdas Dengan Lindungi Buah Hati Bersama In Harmony Clinic


TALKSHOW: THE VALUE OF PREVENTION IN HEALTHCARE

dr.Kristoforus SpPD&Mami Ubii: The Value Of Prevention In Healthcare

Berapa waktu lalu, tepatnya tanggal 3 Juni 2016, saya berkesemptan datang ke acara Talkshow dengan topik  The Value Of Prevention In Healthcare yang diprakasai Klinik Harmoni ( In Harmony Clinic) dan Blogger Perempuan dengan dua narasumber yang tidak asing lagi buat saya:
  • Grace Melia atau lebih dikenal Mami Ubii, blogger yang merupakan founder komunitas Rumah Ramah Rubella. Namanya familiar karena kami sama-sama satu komunitas blogger di sosmed, dan saya sudah sering membaca catatan blognya yang diberi nama: Diary Mami Ubii, banyak bercerita tentang putri kecilnya yang istimewa.
  • dr.Kristoforus SpPD, founder Klinik Vaksin In Harmony yang juga saya kenal cukup baik, meski hanya di twitter karena beberapa kali berinteraksi, menanyakan tentang vaksinasi atau imunisasi bagi putra bungsu saya, Pendar.

Acara talkshow kesehatan ini, para blogger undangan menyimak pengalaman Mami Ubii bercerita tentang Ubii, putri pertamanya yang bernama panjang Aubrey Naiym Kayacinta yang divonis mengindap Congenital Rubell Sydrome (CRS) akibat saaat hamil trimester ketiga, Mami Ubii tanpa disadari  terkena virus Rubella. Tahukah Moms, apa itu virus Rubella?

Rubella adalah virus dalam kelompok TORCH yang bila menyerang ibu hamil bisa menyebabkan hal yang dialami si cantik Aubrey Naiym Kayacinta atau lebih akrab disapa Ubii. Kebocoran jantung, gangguan pendengaran sangat berat, retardasi psikomotorik dan radang otak. Ihiks, selama acara rasanya air mata saya menggantung di kantung mata. Andai saat itu Mami Ubii tahu dirinya terpapar virus Rubella yang mengancam sangat mematikan bagi janin yang dikandungnya-atau andai sebelum hamil waspada dengan virus Rubella. Andai dan segala andai lainnya pasti sempat menghukum hati Grace Melia atau Mami Ubii.

Menurut dr.Kristoforus SpPD, saya panggil dr. Kristo saja ya biar lebih akrab, sebenarnya virus Rubella bukanlah virus yang berbahaya-virus ini hanya menyebabkan demam pada bayi dan anak-anak, yang sangat berbahaya jika menyerang wanita hamil-berbahaya bagi janin yang dikandungnya, terutama pada kehamilan di bawah 4 bulan. Berbagai efek, seperti yang dialami Ubii akan terjadi, bahkan juga bisa menyebabkan kematian bayi maupun keguguran.

BATUK 1000 HARI ATAU PERTUSIS

Menyimak cerita Mami Ubii, saya jadi teringat cerita kedua orangtua saya, yang apabila menceritakan ini pasti dengan lelehan air mata seakan apa yang diceritakan meninggalkan bekas yang dalam. Bukan ‘seakan’, memang benar-benar berbekas ya... berapakali pun saya mendengar cerita mereka, sama persis bagaimana mereka menceritakan kejadian itu.
Ketika kecil, saya sukses tidak diimunisasi secara lengkap karena Ayah saya tidak menyetujui anaknya diimunisasi. Ketika itu alasannya bukan soal pro dan kontra imunisasi seperti yang semarak di mana-mana saat ini, alasannya begitu sederhana dan naif. Tapi saya yakin, alasan ini masih banyak dialami para orangtua yang awam pengetahuannya soal kesehatan, yaitu: TIDAK TEGA MELIHAT ANAK REWEL EFEK IMUNISASI. Apapun perjuangan Ibu saya untuk membawa saya imunisasi ke Bidan, selalu mendapat pertentangan Ayah sehingga saya hanya diimunisasi 2 jenis imunisasi saja (kalau tidak salah,karena Ibu lupa).

Hingga suatu hari, bayi kecil mereka ini terkena batuk yang tidak sembuh-sembuh dengan obat herbal atau pun obat Bidan. Suara batuk saya seperti lengkingan disertai muntah serta berat badan turun dratis.

“Kamu sudah tinggal tulang sama kulit, Nduk. Hanya matamu yang masih bersinar bulat...”  Kata Bapak, suaranya menahan tangis padahal tengah menceritakan masa yang sudah lama berlalu.

“Kamu bisa hidup itu rasanya ajaib...” 

Ketika asupan sudah sulit masuk dan saya hanya terbaring lemas, mereka membawa saya ke rumah sakit dan... teryata saya terkena batuk 1000 hari atau Pertusis. Dokter memarahi kedua orangtua saya yang nyaris telat membawa saya berobat, meremehkan batuk karena menurut mereka mengira batuk yang dialami putri kecilnya hanya batu biasa. Gejala awalnya juga seperti mirip dengan flu biasa:
  • Pilek
  • Bersih-bersih
  • Demam Ringan
  • Mata seperti kelelahan: merah dan berair

Menjadi berat (pertusis) setelah melewati tahap itu dan batuk menjadi semakin parah sertai efek buruk lainnya.

Lebih parahnya saya tidak memiliki kekebalan karena tidak divaksinasi atau imunisasi DPT. Pertusis ini bisa menyebabkan infeksi saluran napas berat atau pneumonia dan efek berat lainnya seperti kerusakan otak serta kematian. Namun... Alhamdullilah dengan pengobatan dan doa serta tentu saja KEAJAIBAN ALLAH SWT saya dapat disembuhkan secara bertahap. Tapi apakah semua orang memiliki keajaiban tanpa sebuah usaha?

SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJAN

Begitu banyak KEJADIA TAK DIINGINKAN di dunia..
... Sebanyak itu pulalah CARA PECEGAHANNYA!


Mencegah itu lebih baik dari pada  mengobati, kata-kata ini sudah sangat sering kita dengar bukan, selain mengobati lebih mahal. Efek dari terkena penyakit itu bermacam-macam, ada yang  menyebabkan cacat permanen. Misalnya, bagi wanita yang belum pernah terkena virus Rubella namun bersiap akan menikah lalu segera memiliki anak, sebaiknya melakukan pemeriksaaan anti-Rubella IgG dan anti-Rubella IgM. Atau lebih jelasnya konsultasi dokter, biasanya dokter akan memberi vaksinasi dan baru diperbolehkan hamil  3 bulan setelah vaksinasi atau penundaan kehamilan. Begitu juga ibu hamil yang merasa was-was kalau-kalau terkena Rubella, sebaiknya melakukan pemeriksaan secepatnya agar janin anda terlindungi, sebab kita tidak bisa berspekulasi dalam kesehatan demi masa depan buah hati.

Kini banyak kok, pelayanan kesehatan yang siap melayani kebutuhan kita, bahkan secara online sehingga sesibuk apapun dan kondisi dimana pun bisa segera mendapat info. Salah satunya Klinik in Harmony (in Harmony Clinic) yang menyediakan layanan kesehatan profesional, holistik (menyeluruh), dan tentu saja terjangkau. Selain memberikan layanan pengobatan, juga memberikan pelayanan pencegahan. Buat lebih tahunya silakan kunjungi web’nya di sini:

Dr.Kristo sebagai Founder klinik tersebut juga sangat terbuka di sosial media twitter, karena itu mengapa saya jadi familiar terhadap beliau. Salah satunya karena putra bungsu saya telat imunisasi saat kami baru pindahan rumah, beliau dengan ramah menjawab semua pertanyaan saya. Dan, kemudian dua sharing saya dengan dr.Kristo saya tulis di blog (Judul artikel: Imunisasi Yang Terlewat, dan Bila Usia 1 Tahun Imunisasi Dasar Terlewat) agar bermanfaat bagi ibu-ibu yang dengan berbagai alasan mengalami telat imunisasi si kecil. Kata TELAT ini membuat mereka jadi sama sekali tidak mengimunisasi si kecil loh.

Mengapa saya gelisah hanya karena Pendar telat imunisasi CAMPAK?

Sebab, dari cerita kedua orangtua saya-apa yang saya alami waktu bayi, tidak ingin terjadi pada anak-anak saya. Selain asupan nutrisi yang baik, pola hidup sehat, sebagai ibu saya berkewajiban menjaga kesehatan anak-anak untuk masa depannya. Alhamdullilah 3 anak saya diimunisasi semua, memang imunisasi tidak berarti menjaga secara mutlak atau 100%, tapi tentu saja meringankan secara maksimal segala efek yang disebabkan peyakit-penyakit dari virus berbahaya, seperti: 
  • TBC anak
  • Difteri
  • Tetanus
  • Pertusis
  • Campak dll.

Selain Imunisasi Lengkap-Nutrisi Sehat Sangat Perlu

Alhamdullilah, ketiga anak saya tumbuh dengan sehat, bahkan si kecil tidak mudah terkena BAPIL meski lingkungannya sedang terjangkit BAPIL. Jadi, Moms... jangan pernah menunda mencegah penyakit sebelum terlambat, sebab seperti yang diucapkan dr. Kristo pada takshow itu- kalimat yang diambil dari seorang Mahatma Gandhi:


Apa yang akan terjadi dikemudian hari, tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini


Tulisan ini diikutkan dalam:


3 comments:

  1. Baru tahu kalau ada jenis batuk bernama pertusis ituh mbak...
    Dampaknya besar skali ya, jika menunda atau tidak imunisasi.
    Sukses mba Eni ^_^

    ReplyDelete
  2. Khoirur Rohmah: Aamiin, makasih mba
    iya itu dulu byk menyerang anak2 batuk 1000 hari, moga kesini para ortu semakin pintar

    ReplyDelete
  3. aku juga suka ngga tega liat anakku nangis2 sewaktu imunisasi. tapi demi masa depannya kan ya, mbak. :)

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.