Wednesday, July 27, 2016

Kehebohan Menyambut Lebaran

Suasana pasar menjelang lebaran

Mempersiapkan Hidangan Khas Lebaran


Sebenarnya saya bukan tipe wanita yang suka memasak dan senang di dapur untuk mengolah makanan yang berat-berat khas Indonesia seperti: rendang, opor, gulai, semur daging, sambel goreng hati. Memotong daging saja tidak ahli, pernah mencoba memotong daging sapi dan ternyata salah alur. Jadi seratnya melintang sehingga daging jadi keras saat dikunyah, lalu pernah juga memotong ayam utuh jadi potongan siap dimasak...hasilnya ada beberapa bagian yang hancur karena motongnya salah.

Tapi ketika anak-anak mulai bertumbuh dan mengerti arti lebaran, semua ketidakbiasaan saya dalam memasak itu... HILANG. Makanya jadilah tradisi menyambut lebaran itu dengan masakan Indonesia yang berat seperti dikebanyakan menu-menu lebaran Kebayangkan serunya ke pasar dalam kondisi yang berjubel dan memasak dengan bumbu yang aneka rupa.

Pokoknya WOW deh, karena dari pagi hingga habis buka terakhir saya baru kelar memasak. Sebab semua dikerjakan sendiri dan tentu saja saya didampingi ponsel yang berisi browsing resep-resep rendang, semur daging, sambal goreng hati hehehe.

Tradisi Baju Baru Lebaran


Urusan heboh menyiapkan menu lebaran, adalagi heboh menyiapkan baju baru khas lebaran di Indonesia. Seminggu sebelum hari H (baca: lebaran) saya mengajak anak-anak berbelanja baju di mall-mall yang menyediakan diskon besar, 50+20%! Baju-baju branded jadi jatuh harga, belanja banyak bayar murah, ini seru banget. Berasa dapat harta karung kalau hunting dapat baju bagus dan harganya anjlok. Jarang-jarang kan, bisa belanja baju lebih dari satu kalau bukan menyambut lebaran hehehe. Memang saya tidak membiasakan anak-anak berbelanja baju sering kecuali ada moment-moment tertentu sehingga mereka bisa merasakan perasaan lebih ketika mendapat baju baru. Selain rasa bersyukur tentunya.

Kalau anak-anak sudah pasti mengenakan baju baru maka saya dan suami cukup salah satu saja yang baru, seperti sandal karena memang alas kaki ini cepat benar usang-maklum sering dipakai. Dan, hijab! Wah, saya suka sekali koleksi aneka hijab hehehe...dengan ganti-ganti warna atau motif jilbab satu baju warna hitam bisa terlihat berbeda loh. Atau baju warna lain jadi seperti tidak memakai baju itu-itu saja dengan dimix-max jilbabnya.

Baju-baju baru ini akan saya cuci dua hari sebelum hari H, disetrika rapi dan digantung dalam almari. Pada hari H nanti anak-anak akan dengan manisnya mengenakan baju baru, wajah mereka ceria menyambut lebaran dengan berangkat sholat Ied dulu, baru setelah selesai sholat Ied kami saling halal bi halal, maaf-maafan dengan tetangga sekitar. Selesai dengan tetangga lanjut ke rumah orangtua saya, disana seluruh kerabat akan kumpul jadi satu.

Adat Sungkeman Lebaran

Karena saya dan suami asli Jawa, tepatnya Yogyakarta maka acara halal bi halal di rumah orangtua dengan prosesi sungkeman. Jadi dimulai dari Ibu dan Bapak duduk lalu kami anak-anak, menantu, cucu, semua berbaris untuk sungkem, yang mana selain saling meminta maaf juga saling mendoakan panjang lebar. Di acara ini pula biasanya, Ibu dan Bapak berkesempatan memberi nasehat yang panjang lebar.

Tentu saja ada rasa bahagia dan haru, air mata berlelehan, tumpahlah rasa kangen kami-rasa sedih karena teringat ada banyak salah, dan sebagainya.

Angpao

Sumber gambar: Google

Ini dia tradisi lebaran yang paling ditunggu anak-anak. Sangking ngetop dan ditunggu anak-anak sampai setiap menjelang lebaran kami para orangtua membeli amplop khusus untuk tempat angpao lebaran ini, dan anak-anak meminta tas kecil buat tempat angpao yang terkumpul. Gambarnya lucu-lucu, dari tokoh kartun sampai gambar khas lebaran: ketupat. Jumlah angpao bervariasi mulai Rp.4000.- sampai Rp50.000.- tapi ada juga yang kasih lebih besar lagi, terutama kalau yang memberi dari pihak keluarga sendiri.

Kedua anak saya selesai sungkeman pasti langsung mengajak keliling ke tetangga-tetangga. Kebetulan di wilayah Kakek dan Neneknya ini sudah amat dikenalnya, jadilah seharian anak-anak ikut keliling tanpa mengenal capek.

Selesai keliling, malamnya anak-anak heboh menghitung hasil angpao mereka. Tidak tanggung-tanggung, mereka bisa dapar @Rp.600.000 lebih. Sungguh datangnya lebaran ini membuat semua umat Islam berbahagia, saling memaafkan, berbagi rejeki dan kebaikan. Semoga lebaran tahu depan kami dapat merayakan kembali, aamiin

Yuk, ceritakan juga bagaimana lebaran terhebohmu kemarin dan jangan lupa datang ke acara Diary Hijaber ya


1 comments:

  1. Seru banget Mbk, asyik ya pas bagi-bagi angpau hahha

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.