Tuesday, August 16, 2016

D’Kandang Farm Amazing: Piknik sambil Belajar


Sebenarnya agak telat nih saya mengulas ini, habis si bungsu Pendar yang kini berusia 20 bulan semakin aktif, menguras energi. Apalagi karakternya lebih  keras dari kakak-kakaknya, jadi saya berasa belajar lagi. Belajar tentang emosi saya, emosi si kecil, supaya gak salah dalam menghadapinya. Maklum emak-emak kalau sudah capek, banyak kerjaan, anak berulah bisa tumbuh 3 cula di kepala...mungkin napas aja keluar api wkwkwkkw

Baiklah, kali ini saya akan berbagi cerita seru saat piknik bersama anak-anak dan sepupu-sepupunya (keponakan saya) ke D’Kandang pasca lebaran kemarin. Seru?  Seru dong, ini gak sekedar piknik loh tapi banyak muatan educatifnya. Sayang banget ya, saya baru tahu D’Kandang baru-baru ini padahal lokasinya dari rumah saya tidak jauh, sekitar 15-30 menit ditempuh dengan motor. Tempatnya lokasinya di sini:

D’Kandang Farm Amazing
Jalan Penarikan 07/02, Pasir Putih, Sawangan, Jawa Barat


Ampun deh ya, padahal Kuntum Nusery yang jauh di Bogor saja sudah saya kunjungi , masa ini lokasi piknik serupa yang dekat di mata baru saya ketahui. Kenapa? Ya, karena lokasinya tersembunyi  dan entah kenapa di Depok gaungnya kurang, kurang ngeboom. Lebih ngeboom kolam renang Aladin yang menurut saya biasa saja, apa karena D’Kandang kurang promo ya atau karena lokasinya menjorok ke dalam tanpa tanda-tanda yang heboh. Kayak Kebun Binatang Ragunan tuh heboh banget kan, ada maskot Kingkong gede banget, atau Kuntum Nusery , dan tempat piknik lainnya.

D’Kandang Farm Amazing



Ok lah, kita mulai aja ya.. jadi kunjungan perdana ini sempat membuat kita celingukan. Awalnya sih ada tanda-tanda letak D’Kandang tapi pas mendekati lokasi justru tidak ada tanda-tanda seperti tempat piknik. Bahkan suami nyaris melajukan motornya kalau tidak mendadak mata saya menangkap plang kecil bertuliskan lokasi D’Kandang hanya tinggal 100m. Plang tidak menonjol itu menunjuk arah menjorok ke dalam, jalannya masih tidak beraturan dan di kanan kiri terdapat rumah-rumah seperti dipemukiman penduduk sederhana. Hati bertanya-tanya, seperti apa ya kira-kira D’Kandang?

Trantaaam...dan ternyata terpampang keren banget loh. Parkirannya bersih, bangunan menuju loketnya bagus, ada tulisan D’Kandang yang besar. Sepertinya baru dibangun ya melihat kondisi bangunannya, gress  banget. Entah, kalau belum dibangun seperti apa atau sama hanya dipulas biar tambah keren.

Untuk menuju loket pembayaran tiket kita harus menaiki anak tangga semen, hati-hati ya yang bawa anak-anak kecil karena curam banget dan Pendar nyaris meluncur kalau tidak segera saya sambar tubuhnya. Maklum, batita ini hobby banget melakukan sesuatu di tempat-tempat yang menurutnya baru dan menarik.

Tiket Permainan di D’Kandang


Di loket kita dihadapkan beberapa pilihan paket permainan, harganya mulai Rp70.000-500.000, tapi ada juga yang hanya bayar  tiket masuk saja sebesar Rp.10.000 baik dewasa  maupun anak-anak yang diberi bonus sekantong yogurt segar isi 5 pcs. Dari pengalaman saya ke sana, sebaiknya yang baru pertama kali berkunjung jangan memilih paket kecuali anda benar-benar tahu atau yakin anak anda akan atau mau melakukan permaian tersebut. Sebab, Mba Lintang yang membeli tiket terusan sebesar Rp.70.000 dan mendapat tiga jenis permainan: memberi makan kelinci, memberi susu anak domba atau cempek, dan berkuda. Saat saya tanya dia yakin memilih permainan itu, namun ternyata...saat di lapangan,  melihat tingkah polah anak domba yang lincah, mengejar Mba Lintang dengan semangat-mungkin karena lapar kalap melihat botol berisi susu segar ya... putri saya kabur ketakutan wkwkwk.

Mba Lintang pun menolak meneruskan untuk memberi susu anak domba, sementara tiket tidak bisa ditukar, nilainya lumayan loh Rp.25.000, memang tiket terusan lebih murah tapi kalau ada permainan yang tidak mau dimainkan, jatuhnya sayang banget. Untung, karena mengajak keponakan tiketnya bisa dialihkan. Jadi sebaiknya beli lah  tiket di lapangan atau dilokasi permainan sesuai pilihan anak saat sudah terjun langsung. Harga setiap permainan kisaran Rp10.000-30.000.

Serunya D'Kandang Amazing Farm






Oya, lokasi D’Kandang cukup indah dan tidak terlalu berjauhan. Di sana kita bisa menjadi petani dengan memetik dan menanam sayur-menanam padi, membajak. Menjadi peternak dengan menangkap ikan langsung di kolam, menaiki atau memandikan kerbau, berkotor-kotor langsung dengan lumpur. Berkuda, naik delman, outbond, dan di sana terdapat dimana kita bisa belajar (ada guide yang menjelaskan dengan ramah) tentang ayam, segala jenis ayam, penyakit-penyakit ayam, mengenali telur yang baik dan sudah tidak layak konsumsi, proses dari telur hingga menjadi ayam, dsb. Seru dan bagus banget buat anak-anak, banyak hal baru yang mereka akan ketahui tentang ayam.

Pendar gak kalah heboh karena untuk pertama kalinya dia melihat langsung kerbau bule, pertama melihat hewan sebesar itu berendam di air dan berdiri tidak jauh darinya..Wow! Pendar mengkeret ketakutan wkwkwk. Namun lama-lama dia berani dan memanggil ...Mooow. Untuk pertama kali juga Pendar memegang kelinci dan anak domba, berkejaran di hampara rumput sambil memberi makan. Sepertinya hari ini menjadi hari dengan pengalaman baru buat batita saya.

Sementara Mba Lintang, Mas Pijar dan kedua sepupunya menikmati sekali petualang di D’Kandang. Sayang, mereka tidak bisa memenuhi keinginan untuk menangkap ikan karena setelah berkeliling menghabiskan tiket terusan dan main outbond (Flying fox), FTV, mandi air mancur, plus ada acara leyeh-leyeh istirahan sambil makan bekal kami, hari sudah sangat sore. Salah kami juga sih, datang setelah habis zuhur karena belum tahu sikon di D’Kandang. Sebaiknya memang jangan terlalu siang jika ingin menikmati banyak permainan di sana.

Sekilas Info Lainnya Tentang D'Kandang

Terdapat banyak saung-saung buat padangan (makan bersama)
Sayangnya, lokasi D’Kandang menurut kami tidak terlalu luas hehehe. Mungkin kalau lebih luas lagi akan terasa lebih asyik sehingga saat menaikin delman bisa berkeliling lebih jauh lagi, atau bisa menanam padi di sawah lebih  luas lagi yang lebih luas juga. Namun, cukup mengasikan lah buat piknik educatif bagi anak-anak, keluarga dan acara pertemuan dalam suasana santai. Apalagi di sana banyak terdapat tempat-tempat yang aman dari hujan untuk acara kumpul atau istirahat makan, lokasi mushollah untuk sholat banyak dan bersih-tersedia lengkap peralatan sholatnya, toilet atau kamar mandi juga banyak, tempat cuci tangan juga banyak, tempat sampah bertebaran sehingga tidak membuat kita membuang sampah sembarangan. Intinya banyak hal mempermudah pengunjung.

Sebenarnya resto atau penjual makanan banyak sih, cuma kami belum tahu kisaran harganya jadi memutuskan untuk membawa menu lengkap dari rumah yang dinikmati ramai-rami, seru. Cuma sempet ngintip harga es cream berukuran kecil seharga Rp15.000, jajanan yang murah banget sih yogurt. Kami beli berkantung-kantung pas di pintu loket meski suka mendapat gratis sebungkus isi 5 pcs. Habis murah, sebungkus itu harganya Rp5000, yang botolan Rp.6000, sementara di dalam harganya Rp8000. Kenapa ya? Padahal di satu tempat, kok harga bisa beda di depan dan di dalam, ini yang membuat agak sedikit kecewa sih.


Pukul 5 sore kami pun memutuskan pulang setelah anak-anak mandi bersih karena habis main mandi air mancur. Tahu gak? Saat pulang ada adegan ngambek karena mereka masih mau main terus, apalagi rencana menangkap ikan belum kesampaian. Setelah dibujuk kalau D’Kandang akan tutup dan kapan-kapan kita balik lagi, anak-anak pun mau pulang dengan senyum dan  lagi-lagi...mereka membeli yogurt. Anak-anak saya suka banget yogurt meniru ibunya hehehe.


5 comments:

  1. Jadi tiket masuknya ceban doang ya. Transportasi umum ada yang lewat situ nggak, Mbak? Kali aja ntar pas ke Depok bisa mampir ke sana.

    ReplyDelete
  2. wah cocok banget untuk wisata edukasi ini,... pengen coba kesini, tiket murah lagi....

    ReplyDelete
  3. Triani Retno A: sepertinya ga, mb. kalau dari Depok gak jauh, mending naik mobil ojek online

    ReplyDelete
  4. ali shodiqin:bener, murah untuk ukuran mainan yang bisa bikin tambah cerdas si kecil

    ReplyDelete
  5. Anakku juga pernah kesini waktu TK, emaknya malah belum..

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.