Monday, August 15, 2016

Lomba 17 Agustus Anti Mainstream

Sumber gambar: futuready.com
Setiap tahun Indonesia merayakan hari kemerdekaannnya pada tanggal 17 Agustus, bermacam cara untuk merayakan hari kemerdekaan tersebut dilakukan masyarakat baik di kota maupun perdesaaan. Bangsa Indonesia begitu eforia menyambutnya, bahkan seingat saya dari kecil perayaan 17 Agustus itu sampai dibuat panggung khusus yang menyuguhkan aneka kreasi pemuda-pemudi. Mulai dari  tari-tarian tradisional sampai modern, pembacaan puisi, teater musikal, sampai pertunjukan musik band setempat. Panggung dihias sedemikian rupa.

Serunya persiapan untuk urusan panggung ini dipersiapkan jauh-jauh hari, sebulan sebelum tanggal 17 Agustus, termasuk para pengisi acaranya. Mereka berlatih menari, teater, musik, hingga ketika hari H acara benar-benar meriah. Panggung hiburan 17 Agustus biasa diadakan satu lingkup RT, namun penonton yang datang dari berbagai tempat hingga Lurah setempat ikut diundang menjadi tamu kehormatan, acara mulai pukul 7 malam dan usai pukul 12 malam.

Panggung hiburan 17 Agustus specail diadakan di tanah lapang atau lapangan hingga bisa menampung banyak penonton. Sayang, seiring waktu kebiasaan merayakan 17 Agustus dengan panggung hiburan menghilang. Remaja-remaja saat ini sudah tidak sekreatif dulu, sebab untuk mewujudkan panggung hiburan 17 Agustus tidak mudah. Cukup menguras waktu dan tenaga, juga ide-ide dan keberanian untuk tampil. Kalau pun masih ada, mungkin hanya di daerah-daerah tertentu. Setidaknya di Jakarta yang tahun 1990-2000an masih marak panggung hiburan 17 Agustus, kini sudah tidak terdapat lagi.

Saat ini yang masih berlangsung dengan meriah dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia adalah perlombaan. Nyaris di setiap RT atau wilayah-perkomplekan mengadakan perlombaan. Perlombaan melibatkan ibu-ibu, bapak-bapak, remaja sampai anak-anak. Untuk ibu-ibu biasa lomba menghias tumpeng, lomba joget berpasangan sambil membawa balon di kening, lomba menangkap belut.  Untuk bapak-bapak sampai remaja lelakinya panjat pinang, sepak bola, dan untuk anak-anak lomba makan kerupuk, balap karung, sepeda hias, memindahkan kelereng, kostum khas perjuangan, memasukkan pensil dalam botol.

Lomba-lomba itu sudah biasa, dari tahun ke tahun nyaris sama itu-itu saja, bahkan lomba panjat pinang yang menurut saya luarbiasa mulai jarang diadakan. Padahal rasanya kita perlu sesuatu yang berbeda ya, "lomba 17an anti mainstream" sehingga masyarakat disuguhkan sesuatu yang tidak biasa dan menambah semarak perayaan 17 Agustus, seperti yang pernah saya baca di website futuready.com...wiih, seru bangeeet. 

Sumber gambar: futuready.com
Oya, futuready.com itu adalah broker asuransi online pertama yang memegang lisensi resmi dari OJK dengan KEP-518/NB.1/2015 tanggal 18 Juni 2015, dan juga merupakan bagian dari AEGON, salah satu perusahaan Asuransi terbaik di dunia yang berbasis di Denn Haag, Belanda. Kalian bisa memilih produk-produk Asuransi terbaik dari berbagai perusahaan Asuransi termuka, karena Futuready menawarkan informasi yang ringkas, jujur dan tidak memihak. Asyik kan, gak semua agen asuransi jujur loh saat menawarkan asuransi sehingga kita sebagai nasabah sering gagal paham dan akhirnya justru merasa dirugikan. Saya sendiri pernah mengalami hal itu, maka adanya futuready.com ini sangat membantu.

Nah, dari membaca artikel lomba 17 Agustus di futuready.com itu seharusnya anak muda mulai kreatif nih, untuk menciptakan lomba yang berbeda di perayaan kemerdekaan Indonesia yang ke-71. Setidaknya mungkin dengan memvariasikan lomba yang sering diadakan sehingga terasa berbeda. Beberapa lomba yang menurut saya lomba "lomba 17an anti mainstream"  , beberapa tentu saja dari ide yang muncul di kepala saya:

1.      Lomba lari sambil pegang belut

Pasti seru nih, karena tingkat kesulitan memegang belut itu sudah pernah saya rasakan. Sangat licin, apalagi yang memiliki sense rasa geli tinggi pasti begitu menyentuh belut langsung merinding. Bisa kebayang gak, bagaimana usaha keras lari sambil pegang belut agar tidak lepas sampai garis finish?

2.     Lomba makan kerupuk dikasih saos sambal (special buat yang anak ABG)

Mereka harus memakan habis kerupuk bersaos sambal tanpa minum hingga kerupuk habis. Sepanjang lomba akan disuguhkan ekpresi wajah-wajah kepedasan yang lucu.

3.     Lomba main bola pakai sarung, satu sarung dua orang (untuk bapak-bapak dan remaja laki-laki)

Heboh banget, bayangin satu sarung berdua berusaha menggiring bola agar gol. Tanpa kerjasama dan emosi yang stabil bisa jadi jutsru berdua jatuh tergulung sarung.

Dan, mungkin banyak lagi ide-ide kreatif yang akan memeriahkan perayaan 17 Agustus tahun ini.


4 comments:

  1. KEbayang yang lomba makan kerupuk pake sambel hahaha...lucu juga y idenya mba :p

    ReplyDelete
  2. Aq mau deh ikutan lomba makan krupuk pake sambel. Eh ini ABG ya? Duh berasa masih ABG *ambil kaca

    ReplyDelete
  3. Rahmah: wkwkw kayaknya kalau ibu-ibujuara satu semua ya makan kerupuk pakai sambal

    ReplyDelete
  4. Aku mau lomba makan kerupuk sambil pakai nasi mba Eni. Hihii

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.