Sunday, August 14, 2016

Repotnya Mencari Sepatu si Ayah


Sumber gambar: Mapemall
Saya termasuk penyuka sepatu loh, dari sebelum menikah-apalagi dulu saya bekerja di kantor yang membuat banyak kesempatan untuk mengenakan sepatu berbagai model.  Dari model flatshoes hingga high heels saya suka, dari yang style modern hingga etnik. Jadi dibanding beli baju atau tas, saya lebih suka membeli sepatu. Rasanya ada kepuasan tersediri kalau bisa memiliki sepatu yang saya lihat menarik. Ada sensasi senang melihat barisan sepatu di rak dalam berbagai model.

Acara hunting sepatu jadi lebih menyenangkan kalau ada toko yang sale, saat masih single dulu  toko online belum semarak jadi kalau pulang kantor pas malam weekend bareng teman deh blusukan ke mall-mall yang lagi sale sepatu. Diskon mulai 50% sampai 50%+20%, benar-benar hemat di kantong. Buged buat sepasang sepatu bisa jadi dua pasang sepatu.

Bahkan karena senangnya mengoleksi sepatu, beberapa teman yang butuh ke suatu acara sering meminjam-tentu saja teman yang memiliki ukuran kaki sama dengan saya. Sebenarnya sih, hal ini kurang mengasyikan ya karena kalau urusan meminjam itu ada yang berakhir sulit mengembalikan. Pernah, sepatu kesayangan saya model gladiator dengan warna broken white dipinjam sahabat, sampai berbulan-bulan tidak dikembalikan dan tahu-tahu diganti dengan sepatu miliknya. Alasannya, karena dia jatuh  cinta sama sepatu saya, tentu saja ini sangat mengecewakan.

Bicara soal sepatu, ternyata jodoh saya-suami bukan pria penyuka sepatu...

Suami Dan Sepatu

Kenapa suami saya bukan termasuk pria penyuka sepatu, karena sama seperti pertama kali bertemu hingga kini kami menikah selama dua belas tahun, alas kaki yang dimilikinya hanya dua pasang, yaitu: sandal sehari-hari dan sepatu kemana saja. Saya sebut sepatu kemana saja, sebab buat jalan-jalan sampai ke sebuah acara sepatunya itu-itu saja. 

Bukan saya abaikan, tapi sudah capek memberi masukan untuk ganti sepatu baru atau beli lagi yang model lain, biar ada variasi. Apa tanggapannnya? Iya, Bu. Sudah hanya sebatas itu, tapi tetap saja di rak sepatunya hanya ada sepasang sepatu itu yang lama-lama sudah semakin tidak sedap di mata.

Alasan yang sebenarnya, suami saya paling enggan ke mall atau toko sepatu. Malas dengan suasana yang bising, bingung dengan ratusan pasang sepatu-yang mana yang harus dia pilih. Serasa buang-buang waktu kalau harus telaten memilih, apalagi mencobanya. Makanya kalau punya satu sepatu setia selamanya. Padahal menurut saya itulan kesenangannya, berburu sepatu diantara lautan sepatu. Mencoba sepatu-sepatu yang sekiranya unik-mahal yang tidak terbeli, cuci mata melihat berbagai model sepatu. Tapi memang susah ya, bicara soal kesenangan pada seseorang yang tidak terlalu menyukai hal itu.

Sepatunya Para Pria

Sumber gambar: Mapemall

Apakah saya tidak pernah mencarikan atau membelikan sepatu buat suami? Tentu saja pernah, bahkan beberapa kali-saya ingat betul nasib sepatu tersebut. Yang pertama sepatu brand lokal yang cukup ternama, yang kedua sepatu impor. Untuk sepatu pertama dengan diskon 50%, dan sepatu kedua sama sekali tidak diskon-cukup mahal untuk  ukuran saya, namun dua-duanya modelnya tidak terlalu disukai suami. Jelas dia tidak suka, saya membelinya diam-diam, tahu-tahu di rumah sudah ada sepatu baru.

Namun karena suami kurang suka, jadilah kedua sepatu itu usang dimakan waktu. Rasanya? Huhuhu, nyesek. Tapi memang mencari sepatu pria itu gampang-gampang susah, dibanding sepatu wanita lebih kaya sepatu wanita modelnya. Agak susah mencari yang sesuai selera suami sementara dia tidak suka diajak ke mall untuk membeli sepatu.


Untung, sekarang banyak toko online-dimana kita bisa shopping widow tanpa harus keluar rumah dan berkutat dengan keramaian atau kepadatan, seperrti toko online  mapemall.com yang juga menyediakan aneka model sepatu pria. Tinggal duduk di depan komputer atau dimana pun sambil mengutak-atik ponsel kita bisa shopping dengan mudah. Cocok banget deh buat tipe-tipe seperti suami saya yang enggan dengan keramaian, toko online juga tidak kalah menarik menyediakan potongan harga.


0 comments:

Post a Comment

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.