Mengapa Anak Butuh Apresiasi dari Orangtua?

by - April 20, 2018


"Kadang aku malas berprestasi, buat orangtuaku apa yang kulakukan adalah hal biasa. Sudah sepatutnya anak memang seperti itu."

Saya ingat betul, ucapan di atas itu diucapkan seorang teman ketika kami sedang ngobrol-ngobrol di kantin sekolah, jaman SMU dulu. Saya juga ingat betul kalau Bapak saya tidak pernah memberikan satu pun pujian pada saya atau pun saudara saya lainnya. Kami dituntut untuk memiliki nilai bagus, rajin, tapi itu semua bukan prestasi. Itu semua kewajiban yang harus dilaksanakan seorang anak.

Sementara ibu meski seorang wanita yang pendiam,  lebih banyak membaca, sering tertawa atau memeluk anaknya sambil  bilang: Hebat, setiap anak-anaknya menunjukkan hasil kerjanya. Entah itu nilai PR yang bagus, atau hal sederhana lainnya. Meski respon  itu kadang hanya sekilas, hanya berupa wajah senang, tapi membuat kami ingat sampai sekarang. Mengapa?

Blogger Gathering Lotte Choco Pie
Pernahkah terbersit pertanyaan atau pemikiran di kepala kita, bahwa sebagai orangtua kita harus memberikan apresiasi kepada anak? Tahukan kedasyatan sebuah apresiasi orangtua kepada anak?  
Saya sendiri awalnya tidak terlalu memikirkan efek dari apresiasi, jika anak-anak menunjukkan sesuatu yang menurut mereka luarbiasa, meski kadang buat saya biasa sekali, saya akan berseru 'WOW' atau 'KEREN!' , memeluknya dengan gembira atau hanya menunjukkan mimik kagum. Saya pikir ini hanya sebagai ekspresi biasa orangtua kepada anaknya agar anak gembira, namun ternyata ada banyak hal yang bermanfaat sekali bagi anak yang menerima apresiasi dengan baik dari orangtuanya.

Tentu pengetahuan ini saya dapat dari acara gathering Lotte Choco Pie, Minggu - 12 April 2018 kemarin di kawasan Kemang, bersama Komunitas Emak Blogger. Acara yang selalu diperbolehkan membawa keluarga karena memang acara ini ditujukan untuk orangtua dan anak, kali ini dalam rangka campaign terbaru #PremiumMomenstogether.

Menghadirkan para narasumber:

  • Anna Surti Ariani, Ahli Psikolog Anak
  • Oci  Maharani, Brand Manager Lotter Choco Pie
  • Carissa Puteri, Brand Ambassador Lotte Choco Pie
Acara dibuka dengan Carissa sharing kebersamaannya dengan Quenzino yang sudah berusia 4 tahun, tumbuh menjadi anak yang tampan dan pemberani. Meski sebagai artis dan Que memiliki suster yang menjaganya full, tapi Carissa tetap selalu meluangkan waktu untuk Que, seperti yang dikatakannya:




"Sepadat apapun rutinitas, saya mencoba menemani anak saya untuk melakukan hal-hal kecil, seperti menemaninya belajar bahkan hanyak untuk mewarnai atau membaca buku. Kadang-kadang saya bahkan terkejur dengan prestasinya dan menyadari betapa jauh dia telah tumbuh. Saya bersyukur bahwa Lotte Choco Pie menemukan momen premium saya dengan anak dalam rutinitas harian kami."
Nah, jadi rasanya terlalu ya, kalau sampai kita yang mungkin hanya di rumah atau aktifitas ke kantor sampai tidak bisa meluangkan waktu  berdua anak. Tetapi memang sih, saya merasakan sendiri sebagai ibu rumah tangga plus, ketika anak baru 1-2 betapa saya bisa fokus mendampingi mereka, begitu detail hingga membuatkan metode belajar dari mengenal warna hingga membaca.



Namun ketika jumlah anak menjadi tiga, mereka bertumbuh sesuai usianya, ada yang ABG, ada yang anak-anak, ada yang balita, rasanya untuk fokus satu-satu karena kondisi psikologi mereka berbeda, itu tidak mudah banget. Seperti ketika saya bermain lego dengan Pendar, otomatis kakak-kakaknya asyik sendiri dengan dunianya yang sesuai dengan tahap usianya.

Ketika saya asyik ngobrol bersama Lintang yang melewati tahap ABG tentang pergaulan teman-temannya di sekolah, otomatis ke dua adiknya akan malas bergabung karena tidak nyambung. Mungkin juga tidak asyik buat didengarkan karena usianya anak SD dan balita, dan hal ini kadang membuat saya merasa bersalah. Sebab sedikit saja lengah, salah satu dari mereka bisa tenggelam di handphone, ini yang tidak saya inginkan.

Sesekali bermain atau asyik dengan handpone buat saya tidak masalah, tetapi jika jadi terus-menerus, say no! Saya punya batasan untuk anak-anak bermain di dunia maya, dan hal ini tidak mudah karena kita harus mau capek, mau lelah mengisi waktu anak-anak.

Dampak Apresiasi Harian Anak-Anak




Memang membesarkan anak di era ini tidak mudah, banyak tantangan tersendiri, seperti yang diucapkan oleh Oci:
"Membesarkan anak di era ini tentu memiliki tantangan tersediri dan membutuhkan perhatian khusus dari Ibu. Dengan tema campaign baru tahun ini, #PremiumMomenstogether kami berharap ibu-ibu Indonesia dapat lebih sadar akan pencapaian harian anak-anak mereka. Tentunya Lotte Choco Pie sebagai camilan keluarga hadir untuk  menyempurnakan waktu premium itu."
Ibu-ibu lebih sadar akan pencapain harian mereka, inilah yang disebut Anna Surti sebagai apresiasi orangtua kepada anaknya, meskipun hal-hal kecil. Mengingatkan saya pada cerita di awal artikel ini, dan memang ada banyak orangtua yang ketika dilaporkan hasil prestasi anak hanya sepintas selalu. Melihat sekilas, lalu bilang 'OK' tapi mata tidak fokus, ekspresi tubuh tidak merespon dengan baik.

Anna Surti mengatakan, meski hanya sekilas tetapi jika kita fokus dan benar-benar intens pada apa yang anak sampaikan, lalu ekspresi wajah kita mengungkapkan kebanggaan atau rasa gembira, itu sudah membuat anak merasa mendapat apresiasi yang positif. Apa yang dirasakan anak ini yang perlu ditumbuhkan ke arah positif.

Kadang anak hanya menunjukkan hal-hal kecil yang mungkin tidak berarti bagi kita, ditunjukkan pula disaat kita lelah atau ada masalah di kantor. Wah, kalau ini memang PR banget ya,  buat kita merespon dengan positif. Kalau diingat-ingat, meski saya sering merespon positif, tapi jika dalam posisi seperti itu saya juga pernah begitu acuh dan plate. Sedih.

"Tolong tatap mata anak, dengarkan sepenuh  hati. Berikan apresiasi kepada anak dengan tulus. Tinggalkan handphone dulu."
Hayo, siapa yang lebih sayang handphone ketimbang anak? Sekecil apapun yang mereka lakukan, letakkan handphone demi masa depan anak kelak. Anak bisa melipat baju, menjemur baju, memakai sepatu, menggambar meski tidak sempurna, dan hal-hal kecil  lainnya, jangan lupa untuk ibu memberi apresiasi. Memberi apresiasi juga merupakan kedekatan ibu dan anak tanpa mengenal usia, ini yang menjadi catatan saya. Mengingat tiga anak saya rentang usianya berbeda.

"Ketika orangtua menyadari dan menghargai prestasi anak-anak mereka, anak-anak akan termotivasi untuk melakukan hal-hal yang lebih positif. Dengan keterikatan yang  baik antara ibu dan anak, aspek pertumbuhan sosial dan psikologis mereka akan tumbuh, dan itu akan menjadi kunci kesuksesan mereka di masa depan."

Ucapan Anna Surti Ariani, Ahli Psikolog Anak membuka mata kita akan pentingnya apresiasi orangtua kepada anak. Acara gathering pun ditutup dengan kegiatan orangtua menghias bingkai foto bersama anak, Lotte Choco Pie memang selalu memiliki ide untuk membentuk kebersamaan ibu dan anak.





Voting #PremiumMomenstogether, Raih Hadiah Family Trip Ke Jepang

Dalam rangka mendukung kedekatan ibu dan anak, Lotte Choco Pie kali ini mengadakan TVC dan kampanye online Premium Moment, together mulai tanggal 12 April sampai 13 Mei 2018. Caranya mudah sekali yaitu, dengan memilih  salah satu dari tiga vidio Carissa Putri dan Que di website : https://lottechocopieindonesia.com/activity

Siapa tahu beruntung bisa dapat hadiah grandprize ke Jepang, WOW!

Saya sendiri sudah memilih vidio dengan tema 'homework', karena memang saya lebih sering menemani anak-anak di rumah saat para kakak mengerjakan PR dan adiknya ikutan asyik menggambar atau main lego. Moment ini salah satu moment yang bisa mengumpulkan ketiga anak saya tanpa batasan usia, hehehe. Kalau Moms mau pilih vidio yang mana, langsung ke websitenya saja ya.

You May Also Like

83 komentar

  1. Setuju mak. Jangan sampai anak2 pelarian ke handphone krn bonding sama kita kurang :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullilah hape anak-anak minjem ortunya jadi ritmenya gak parah, klo si Pendar untung standart aja lihat hape responnya

      Hapus
  2. Kadang ada pikiran dikasih pujian mulu ntar malah jadi sombong dan maunya dipuji mulu ya? Eh ternyata gak gitu ya, tetep harus diapresiasi kegiatan hariannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku klo kritik ke anak juga pedes kok, mak. Jadi mereka tahu juga sih mana yang ok dan gak ok wkwkwk

      Hapus
  3. Iyes mak siapa tau beruntung dan aku pilih video homework hehe.

    BalasHapus
  4. Tatap anak dan abaikan hanpdhone. Makjleb banget tuh materi pas acara lotte choco pie gathering itu :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku kalau ditanya video mana, aku pilih video homework, mba :)

      Hapus
    2. Klo kita lagi ngebuzz hal ini sering kuta lakukan, bibur merespon, mata ke hape,hiks

      Hapus
  5. Dulu, ini yang saya rasakan
    Ternyata kurangnya dukungan, dan pujian dari orang tua bisa membuat anak malas berprestasi ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, meski tetap ya petlu kritikan anak biar maju

      Hapus
  6. Kadang sebuah pelukan bisa jadi apresiasi yang sangat dibutuhkan anak

    BalasHapus
  7. Memang perlu banget mengapresiasi anak agar anak semakin percaya diri dan bangga

    BalasHapus
  8. Hiks..iya mba sedih kalau udah berbuat baik tapi ortu datar aja

    BalasHapus
  9. Bonding dengan anak-anak dan orang tercinta memang harus selalu dijaga ya mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mb indah agar menjadi kenangan hingga mereka dewasa

      Hapus
  10. Nah,itu. Pas lagi urgent banget menyelesaikan urusan kerjaan lewat ponsel, pas anak lagi butuh banget perhatian. Kadang jadi ga fokus..

    BalasHapus
  11. Meskipun hal kecil, tapi kalau itu apresiasi buat anak pasti sangat berarti, dan tentu anak jadi senang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,mb kecuali.ketika anak sudah mulai besar, perlu juga kritikan yang membangun

      Hapus
  12. anak akan merasa dihargai ya kalau kita mengapresiasi apa yang telah emreka lakukan

    BalasHapus
  13. Setuju banget, apresiasi ke anak itu perlu, walau pencapaian dia sesederhana seperti menyusun mainan baloknya dll. tapi bisa menimbulkan motivasi dan energi positif tersendiri ke anak, saya juga ikutan senang kalau si anak menampakan wajah bahagia karena diapresiasi, seperti " wah kamu hebat ! toss dulu " - thx untuk sharingnya mba :)

    BalasHapus
  14. Duh emang kadang handphone tu susah ditaro ya xD. Dari yang paling penting sampai yang paling enggak penting. Kita memang harus belajar disiplin juga supaya bisa bonding ya mbaa

    BalasHapus
  15. Bener banget klo kita hrs batasin anak2 pegang gadget yah. Krucils dirumah cuma blh pegang HP tiap sabtu dan minggu aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyesss, mak. Krucils doyan hape atau ga memang sumbernya orangtua

      Hapus
  16. HP tetap godaaan terberat yaa...
    ampuun deh hihi...
    gimana duuung :P

    BalasHapus
  17. Hayo siapa sayang henpon hayoooo wkwkwwk
    Iya anak tu butuh perhatian. Luangin waktu cuma lima menit sekadar kasi jawaban pertanyaan atau muji mereka aja udah senneg banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walau kadang kita ga kinsisten ya, apalagi jelang DL, dudududu

      Hapus
  18. Kadang lupa mngapresiasi harian anak krn merasa sdh semestinya mereka bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perasaan banyak.ortu sering gitu ya, mb. Ah, kita memang harus banyak.belajar

      Hapus
  19. AKu perhatikan anak2ku juga jadi tambah semangat saat diapresiasi, meski apresiasinya hanya berua pujian, anak pinterrr..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, mereka jadi termotivasi menunjukkan kemampuannya

      Hapus
  20. Hadiahnya mantap banget ke jepang, anak2 pasti seneng tuh kalau diajakin liburan ke jepang sama mamahnya, vote ah.

    BalasHapus
  21. setuju banget, kita ngga boleh pelit memberi apresiasi teehadap prestasi anak anak ya maaak.. supaya mereka tau kalo kita tulus menyayangi mereka dan juga sebagai bentuk motivasi kita supaya mereka lebih semangat lagi berprestasi yaaa

    BalasHapus
  22. saya setuju agar anak diberi apresiasi, kadang suka kesal sendiri klo ada ibu-ibu suka bentak-bentak dan merendahkan anaknya

    BalasHapus
  23. Reminder buat aku yang masih malas memuji anak-anak, bagian handphone tuh yaa pas banget..yes simpan gadget dulu saat berkomunikasi dengan anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayuk,mulai memuji,nu. Anak-anakmu kan pinter-pinter. Si kaka kalau dipuji suaranya senyumnya lebaaar banget, jadi kangen

      Hapus
  24. Kasian ya kalau anak sudah berprestasi tapi gak diapresiasi oleh orangtua. Minimal ortunya dulu lah ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mereka bisa iri klo lihat teman-temannya dapat apresiasi ortunya

      Hapus
  25. Ibu harus pinter-pinter jaga mood ya. Karena anak bisa menilai kondisi kita juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya,makanya suami harus berpetan bikin istri happy juga

      Hapus
  26. kadang anak-anak juga ga paham sih di apresiasi atau bukan tp yg penting bagi mereka lihat ayah bunda senyum dengan hasil mrk meski itu udah nyerakin rumah haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meteka merasakannya mak, dikasih respon (apresiasi) atau gak, bangeet itu

      Hapus
  27. Aku termasuk anak yang jarang diapresiasi sama orangtua, meski SD sampe SMA masuk 3 besar dan sempet dapet beasiswa. Tapi reaksi orangtua lempeng ae hahahaha pelajaran dari situ, aku jadi cukup royal memuji darell

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdullilah Aie ga nurun playe ya,biasa kesalahan di masa kecil bisa efek nurun

      Hapus
  28. Salut sama ibu bekerja yang juga tetap menomorsatukan kedekatan sama keluarga, khususnya anak.
    Jangan sampai kondisi tidak enak di tempat kerja dibawa ke rumah apalagi dilampiaskan ke anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener tuh,mak. PR buat kita ibu beketja,termasuk aku

      Hapus
  29. Apresiasi bukan hanya ke orang dewasa aja yah mbak, ke anak-anak juga perlu. Supaya makin percaya diri dan menambah energi positif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih penting banget kevanak-anak dulu ya biar jadi pondasi dewasa kelak

      Hapus
  30. penghargaan untuk anak tak melulu berbentuk hadiah. senyuman dan pelukan orang tua yang sangat sangat berharga untuk biah hati. setuju sama beberapa fakta diatas

    BalasHapus
  31. hiks sedih dengan ucapan temannya mbak eni di atas :(

    bener lho, apresiasi ortu sekecil apapun gede artinya buat anak termasuk hanya dengan tersenyum dan ngomong "hey kamu keren banget berani maju baca puisi di depan kelas"

    BalasHapus
  32. Tulisan di awal postblog ini kok jadi bikin inget murid saya dulu. Pernah dia curhat, katanya nggak punya motivasi karena ibunya terutama nggak merhatiin dia. Kok untung ni anak tetap jadi anak baik. Walau buat dia apapun mending dilakuin standar aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ga salah aku pun pernah baca kisah hidup artis Shanaz Haque deh, ngalamin hal seperti ini dari alm Ayahnya dan dia terluka sekali. Sampai kemudian dia tahu klo ayahnya memberi apresiasi jauh di dalam hatinya setelah si ayah alm. Makanya sekarang mb Shanaz care banget jadi ibu

      Hapus
  33. Setuju. Tinggalkanlah hp sejenak demi anak di jangka panjang.

    BalasHapus
  34. Kadang dengerin anak ngomong masih suka sambil pegang hape, hiks. Makasih sharingnya mak

    BalasHapus
  35. Apresiasi emang perlu banget buat anak, ya. Kadang kita suka nggak sadar karena memang sudah seharusnya si anak bisa melakukan hal itu, padahal dia berjuang keras untuk bisa melakukannya tapi ketika bisa kita malah nggak kasih apresiasi.

    Thank's for remind, Mbak.

    BalasHapus
  36. Benar bangat Mba Eni, kedekatan ibu dan anak itu penting, dan setuju bahwa pujian berupa ucapan dan pelukan adalah salah satu bonding yang bagus untuk kedekatan ibu dan anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Awan PR orangtua untuk jadi yang baik bagi anak-anaknya panjang ya

      Hapus
  37. Wah acara keren..ngingetin banget ya..kadang ortu suka keasyikan main hape walau katanya buat kerjaan, tapi kadang malah nyakitin hati anak dengan mengabaikannya atau bahkan sampai membentak karena merasa terganggu duh...Jangan sampai ya.. :)

    BalasHapus
  38. Saya percaya anak yang sering mendapatkan apresiasi dari ornagtuanya akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri juga bahagia, karena inget banget waktu kecil sering dapat pujian jika saya berhasil mendapatkan juara juga hal-hal kecil yang saya lakukan selalu berkesan buat mama papa :)

    BalasHapus
  39. bagus banget topik acaranya nih. keren! bener2 menohok, sesuai fakta dan kondisi saat ini. thanks for sharing ya mba, mataku sampe ber-kaca2 bacanya, jd ikut introspeksi diri jg. semoga semakin bnyk orangtua yg sadar dan ingat selalu pentingnya menghargai anak yaaaa

    BalasHapus
  40. "Kadang aku malas berprestasi, buat orangtuaku apa yang kulakukan adalah hal biasa. Sudah sepatutnya anak memang seperti itu." kok aku sedih baca kalimat pembukanya huhu. smoga kita orang tua yang mampu mengapresiasi prestasi anak kita ya mba

    BalasHapus
  41. Aku setuju banget kalo anak harus diapresiasi mbak. Untuk penyemangat mereka juga, jadi mereka merasa bahwa mereka diperhatikan oleh orang tuanya dan apa yang mereka lakukan itu berarti di mata orang tua.

    BalasHapus
  42. Ya Allah kalimat pembukanya, sedih.. Huhu memang dalam kenyataannya ada anak yang merasa tidak ada apresiasi dari orang tuanya dan membuat mereka malas untuk berusaha. Toh tidak dianggap, begitu kata mereka.

    BalasHapus
  43. Ini bener2 kena ya buat mama2 jaman now. Kadang kalau g ada ilmu kayak gini masih tetep cuek aja

    BalasHapus