Duniaeni Blogger

linkedin facebook twitter pinterest instagram youtube
  • Home
  • About
  • Recognition
  • Disclosure
  • Contact
  • Log

Setiap saya ngobrol dengan teman yang belum memiliki anak mau pun yang sudah memiliki anak, pasti prioritas mereka dalam materi antara memiliki rumah dan pendidikan anak-anak kelak. Skalanya tergantung pilihan masing-masing, namun dua itu memang sangat penting, tapi saya pribadi lebih memikirkan pendidikan anak-anak. Mengapa?



Harta atau Pendidikan?

Karena ketika saya dan suami tidak bisa mewariskan harta seperti rumah, ada ilmu yang sudah saya berikan kepada anak-anak. Ilmu yang kelak bisa mereka jadikan sandaran kehidupan, sementara harta? Jika tidak memiliki ilmu, tidak bisa mengelolanya, akan habis dengan mudah.

Hal ini sudah terbukti dengan nyata saya lihat sendiri, salah seorang teman saya yang dilimpahi harta oleh kedua orangtuanya dan memilih menikah muda tanpa meneruskan pendidikan, karena berpikir harta sudah melimpah. Kini setelah waktu terus berjalan, harta habis, harus mengais hidup dari nol tanpa ilmu yang memadai.

Keadaannya sungguh mengenaskan, jangankan untuk memberikan pendidikan ke anak-anaknya agar kelak bisa menjalani hidup lebih baik, untuk kehidupan sehari-hari saja naik-turun. Karena tanpa ilmu, harta yang dipakai tanpa bisa mengelolanya akan mudah habis oleh waktu yang terbatas.

Berbeda dengan ilmu yang tidak ada batasnya akan terus melekat dalam diri kita selama kita mengamalkan, atau menerapkan ilmu itu dalam kehidupan. Ilmu ini tentu saja didapat dengan bersekolah atau berpendidikan, semakin tinggi pendidikan diraih, akan semakin tinggi ilmu yang dimiliki seseorang.

Begitu Pentingnya Pendidikan Bagi Kehidupan




Jika banyak orang masih berpikiran pendidikan tinggi akan sia-sia bagi seorang wanita, kalau berakhir hanya sebagai ibu rumah tangga alias di rumah saja tidak berkarir di kantor, atau di sebuah instansi lainnya. Tapi saya ingat dulu kata bapak, justru wanita wajib memiliki pendidikan tinggi untuk menolong kehidupannya, meski nanti dia menikah dan jadi ibu rumah tangga.

Dulu sebagai anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara, saya agak kurang paham dengan kata-kata bapak. Tapi saya turuti kata-kata bapak untuk terus sekolah meski bapak tidak mampu membiayai saya kuliah, tapi berbekal kata-kata itu saya berjuang mencari biaya untuk kuliah. Bekerja dari pagi hingga sore, lanjut kuliah malam. Terhitung saya meninggalkan rumah dari pukul tujuh pagi sampai pukul sebelas malam, setiap hari dari Senin hingga Sabtu.

Alhamdullilah, kuliah saya selesai meski penuh dengan jatuh bangun, hingga kemudian saya menikah dan menjadi ibu rumah tangga. Berbekal ilmu yang saya miliki itu saya mendampingi anak-anak di rumah, dan memberdayakan diri sesuai dengan ilmu yang saya punya. Maka ketika keadaan pandemi ini di mana anak-anak banyak yang tidak bisa sekolah dan belajar 100% dari sekolah, peran ibu sangat dibutuhkan.

Juga dimana penghasilan suami terdampak pandemi, karena kemampuan saya memperdayakan diri dari ilmu yang ada, bisa membantu semua kebutuhan yang tidak terpenuh pada saat pandemi ini.

Coba bayangkan, jika dulu saya tidak meneruskan pendidikan? Menyerah oleh stigma masyarakat bahwa ibu rumah tangga tidak perlu pendidikan tinggi. Apakah kondisi pandemi ini bisa terlewati dengan baik-baik?  Terbukti bukan, bahwa pendidikan itu perlu dan ilmu itu sangat bermanfaat bagi masa depan kehidupan.

Pentingnya Merencanakan Biaya Pendidikan

Namun berangkat dari perjalanan saya dalam menempuh pendidikan lebih tinggi, saya tidak ingin terjadi pada anak-anak saya. Dulu, bapak tidak merencanakan pendidikan anak-anaknya. Memang cita-citanya mulia dan tinggi agar anak-anak laki-laki mau pun perempuan harus sekolah setinggi-tingginya.

Tetapi bapak tidak bisa mengelolah keuangannya di masa jaya, bapak tidak memiliki pemikiran pentingnya menyiapkan biaya pendidikan sejak dini, di saat kami kecil. Sehingga ketika usahanya bangkrut di saat anak-anak belum ke jenjang kuliah, masing-masing anaknya seperti ayam kehilangan induknya untuk mencari biaya kuliah. Akibatnya kakak saya tidak bisa kuliah, berutung saya dan adik bisa bangkit dan memaksakan diri untuk bisa ke pendidikan lebih tinggi.

Kini anak-anak saya ada empat orang, pertama masih SMK, kedua SMP, ketiga SD, dan bungsu usia dua tahun. Untuk mereka saya dan suami berusaha merencanakan biaya pendidikan agak ke empatnya bisa maksimal meraih pendidikan lebih dahulu, karena selain kita tidak tahu kapan akan terjatuh, kapan akan berjaya, dan kapan akan dipanggil. Pendidikan anak-anak kadang berubah tidak sesuai target atau harapan.

Seperti kejadian anak pertama saya kemarin, target atau tujuannya masuk SMK Negeri yang otomatis biaya pendidikan lebih hemat. Tapi pada kenyataannya anak saya masuk swasta dengan biaya pendidikan yang cukup tinggi, karena sekolah swasta yang berkualitas memiliki biaya yang tidak murah. Bisa dibayangkan jika kami tidak memiliki perencanaan biaya pendidikan jauh-jauh hari?

PRUCerah Menjadi Jawaban Bekal Dana Pendidikan Tinggi

Bicara tentang perencanaan biaya pendidikan, pasti banyak pertanyaan untuk perencanaan pendidikan anak sejak dini itu seperti apa, bagaimana mengelola dana pendidikan agar tidak terpakai di tengah jalan, berapa besarannya? 

 


 

Nah, belum lama ini tanggal 8 Juli 2021, saya mengikuti peluncuran Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah: Bekal Dana Pendidikan Tinggi Sekaligus Perlindungan untuk Cerahnya Masa Depan Buah Hati, yang diluncurkan oleh Prudential Indonesia. Apa itu PRUCerah?

PRUCerah merupakan asuransi jiwa tradisional berbasis Syariah pertama di industri asuransi jiwa Indonesia yang menawarkan manfaat dana pendidikan bulanan dan tambahan dana pendidikan.

Karena pendidikan yang memadai menjadi penentu bagi lahirnya sumber daya manusia berkualitas dan merupakan tanggungjawab setiap orangtua. Sayangnya, meski sebuah studi mengungkapkan sebanyak 74,7% masyarakat menempatkan pendidikan sebagai prioritas pengeluaran utama di saat pandemi ini, hanya sedikit yang memiliki perencanaan financial.

Untuk itu diluncurkan PRUCerah memiliki tujuan seperti yang dijelaskan oleh Jens Reisch, President Director Prudential Indonesia, “Inovasi PRUCerah yang kami luncurkan hari ini merupakan produk asuransi jiwa yang diharapkan dapat membantu memastikan bahwa perjalanan panjang orang tua untuk memenuhi kebutuhan pendidikan tinggi anak-anak terus terlindungi secara optimal dari berbagai risiko. Inovasi ini juga merupakan wujud keseriusan kami dalam mendukung kemajuan sektor edukasi yang telah menjadi prioritas perusahaan sejak lama, dan bahkan menjadi salah satu pilar utama inisiatif Community Investment Prudential Indonesia.”

 


 

Ditujukan bagi siapakah PRUCerah?

PRUCerah ditujukan bagi orang tua berusia 19-55 tahun yang sedang mempersiapkan pendidikan anak mereka (usia 1-18 tahun) dengan pilihan masa pembayaran kontribusi yang fleksibel yaitu selama 5 tahun atau hingga anak mencapai jenjang pendidikan tinggi. PRUCerah tidak hanya menawarkan manfaat dana pendidikan yang dapat digunakan sebagai bekal untuk pendidikan tinggi, namun juga memberikan manfaat bebas kontribusi ketika orang tua meninggal dunia, menderita cacat total dan tetap atau kondisi kritis.

Sesuai banget kan ya, PRUCerah ini dengan apa yang saya paparkan di awal cerita ini. Orantua harus merencanakan biaya pendidikan anak-anaknya kelak, sehingga ketika ada kejadian yang tidak diinginkan anak masih tetap bisa menempuh pendidikan tinggi untuk beka kehidupannya nanti. Apalagi PRUCerah berbasis Syariah dari Prudential Indoensia yang memiliki komitmen ‘Syariah Untuk Semua’

Untuk informasi lebih lanjut tentang PRUCerah bisa langsung menghubungi:

Kamelia Mohamad

Head of Corporate Communications

PT Prudential Life Assurance

Prudential Tower Jl. Jend. Sudirman Kav. 79 Jakarta 12910

Phone / Fax : 021 2995 8888 / 021 2995 8855

 

July 22, 2021 14 komentar

 

Rasanya hampir semua orang mengeluhkan masalah keuangan atau masalah ekonomi saat pandemi ini, karena imbas dari pandemi Covid 19 yang sudah berjalan setahun ini membuat semua sektor perekonomian mengalami penurunan. Banyak tetangga, teman-teman yang mengeluh karena mengalami pemotongan upah kerja, atau gaji.




Seperti yang dialami tetangga yang suaminya bekerja di sebuah restoran besar yang berada di mall, karena efek pandemi menyebabkan mall sepi, daya beli berkurang, dan karyawan diberlakukan jam kerja work from home atau wfh, otomatis gajinya tidak sebesar sebelum pandemi. Tapi mengalami pengurangain sebanyak 40%,  kondisi ini menyebabkan beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi seperti biasanya.

Padahal menurut cerita tetangga saya, dia memiliki beberapa tagihan yang sedang berjalan. Karena kondisi pandemi diluar dugaaan, maka membuat benar-benar bagai berada di ujung tanduk. Tagihan berbaris rapi setiap bulannya, sementara pemasukan mundur teratur.  Hal-hal seperti ini pasti banyak dialami masyarakat sekarang ini.

Sementara saya dan suami yang memiliki usaha menjual buku online skala kecil, terkena imbas juga. Daya beli masyarakat berkurang jauh, jika sebelumnya buku menjadi kebutuhan yang penting untuk bacaan anak-anak. Maka karena pandemi buku-buku menjadi kebutuhan nomor sekian, jadi kami harus pandai-pandai mencari jalan keluar agar bisnis tetap berjalan,dan kebutuhan rumah tetap berjalan dengan baik.

Nah, ketika ada webinar Ngopi Bareng Bang Amar dengan tema Bijak Merencanakan Keuangan yang diselenggarakan bareng komunitas ISB, saya langsung daftar. Secara kondisi pandemi, berubahan pemasukan, kalau kita tidak bijak mengatur keuangan maka bukan mustahil akan mengalami nasib di ujung tanduk.






Bijak Mengelola Keuangan

Mengudang pembicara Aidil Akbar Madjid-Perencanan Keuangan Senior, membuat Ngopi Bareng Bang Amar ini sangat menarik. Apalagi saya sudah beberapa kali pernah menghadiri acara Bang Aidil, penjelasannya tentang keuangan sangat mudah dicerna, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.




Kali ini Bang Aidil memberikan menjelaskan tentang bedanya keuangan keluarga dan keuangan  usaha. Nah, ini yang sebenarnya masih rancu buat saya dan suami karena kami kadang khilaf menyatukan keuangan keluarga dan keuangan usaha, akibatnya memang terasa sekali. Kami jadi tidak tahu laba bersih, kadang modal kehabisan, atau terpakai untuk kebutuhan keluarga, karena keuangan keluarga tidak sehat.

Jika keuangan keluarga sehat, dan benar dalam menggunakannya, maka keamanan keuangan usaha akan terjaga. Tapi tentu saja keuangan usaha juga harus mencukupi segala hal yang mencakup tentang usaha tersebut. Wah, pusing kan, hehehe. Punya usaha memang harus pandai soal keuangan, tidak hanya sekedar pandai startegi pemasarannya.

Supaya tidak khilaf, Bang Aidil memberi point-point antara keuangan keluarga dan keuangan usaha, dan diharapkan kita harus tegas dalam menerapkannya. Tidak sekedar tahu, dan menuliskan point-point tersebut. Untuk itu biar selaras terjaga dengan baik keuangan keluarga dan keuangan usaha, maka perlu diketahui hal-hal berkut ini:

Keuangan Keluarga:

1. Sehat sehat secara keuangan, dalam arti tidak memiliki hutang melebihi penghasilan. Hutang maksimal jangan melebihi dari 30% gaji. Kalau pun memiliki hutang, berhutang yang baik seperti kredit rumah, kredit kendaraan yang bisa dimanfaatkan untuk disewakan, mau pun dipakai usaha lainnya, hutang modal untuk dikelola sebagai usaha.

2. Bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, sering banget kita tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Untuk bisa membedakannya, ketika akan membeli sesuatu atau barang coba dipikirkan, jika tidak ada barang tersebut apakah kita akan mengalami kesulitan?

Atau misalnya saat pandemi ini, apakah penting membeli baju, sementara kita lebih banyak berkegiatan di rumah? Dengan bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, maka akan meminimalisir pembelian barang-barang yang tidak perlu, yang hanya membuat pengeluaran kita membengkak.

3. Menabung, ini wajib hukumnya, dan menabung harus didahulukan dari kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan lainnya. Jadi menabung dulu, membayar kewajiban-kewajiban, baru kemudian gaji atau uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan lain sebagainya.

4. Berinvestasi, setiap keluarga penting memiliki investasi seperti rumah, tanah. Investasi ini untuk menjaga agar keuangan kita stabil jika suatu saat membutuhkan modal atau dana besar.

5. Apabila punya usaha, keuangan terpisah. Nah, ini setelah point-point di atas, maka jangan lupa untuk memisahkan uang usaha agar tidak terpakai.

Keuangan Usaha:

1. Terpisah dari keuangan keluarga, seperti yang diulas di atas bahwa keuangan usaha tidak boleh dicampur dengan keuangan keluarga. Gunakan rekening yang berbeda, dan jangan lupa membuat sistem administrasi yang rapi.

2. Bisa menentukan biaya, ketika kita membuat usaha maka harus bisa menentukan biaya untuk pembelian produk, ekpedisi, karyawan, listrik, dan lain sebagianya.

3. Bisa menentukan harga jual, tentu saja ketika memiliki usaha kita harus bisa menentukan harga jual agar tidak merugi, dan juga harga tetap sesuai dengan pasaran yang berlaku.

4. Bisa membayar cicilan (bila ada), dalam usaha bisa jadi kita memiliki pinjaman, atau kredit untuk keperluan usaha, dan ini jangan sampai terlewat atau diabaikan agar usaha tetap berjalan.

5. Bisa mengatur cash flow keuangan, makanya seorang pembisnis meski kecil-kecilan harus tetap paham mengelola keuangan.

Dan untuk mengetahui semua keuangan kita sehat atau tidak perlu dilakukan financial check up yang meliputi:

1. Hutang

2. Kekayaam bersih dan Networth

3. Dana Darurat

4. Asuransi

5. Investasi

Ayo, sudahkah kalian melakukan financial check up untuk ke lima point di atas? Hati-hati jangan sampai terjadi  hutang melebihi penghasilan, kekayaan bersih ternyata tidak ada, dana darurat terpakai untuk keinginan, asuransi belum ada, dan investasi nilainya lebih kecil dari hutang-hutang yang dimiliki. Kalau hal ini terjadi, kata Bang Aidil berarti kita dalam kondisi bangkrut.

Untuk itu sebagai jaga-jaga mengelola keuangan kita, bisa menggunakan pedoman rumus mengatur keuangan bulanan, yakni:



1. 10% kebaikan, bisa untuk sedekah, membantu oranglain yang membutuhkan, dan lain sebagianya.

2. 20% masa depan, alokasinya untuk tabungan, asuransi, dana darurat.

3. 30% cicilan, membayar tagihan rumah, kendaraan, dan lain sebagainya.

4 40% kebutuhan, untuk kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain.

Tapi namanya kehidupan kita pasti akan memiliki hutang atau pun cicilan kredit, agar tidak terjerumus dan menggiring kita pada kondisi  bangkrut atau pailit. Maka perhatikan hutang mana yang baik, dan hutang mana yang buruk. Bang Aidil memberikan point-point hutang yang baik, dan hutang yang harus kita waspadai atau hutang buruk.

Hutang Baik:

1. Hutang untuk pendidikan atau hutang untuk dana pendidikan yang bermanfaat besar di masa depan.

2. Kredit rumah karena nilai properti selalu stabil dan mengalami kenaikan.

3. Berinvestasi, tentu saja dengan memilih investasi yang tepat untuk masa depan.

4. Modal usaha, meminjam modal untuk dikelola sebagai modal usaha atau bisnis. Tentu saja harus waspada untuk meminjam modal di instansi yang tepat dan aman.

Hutang Buruk:

1. Kredit Card, karena kemudahannya untuk berbelanja membuat banyak orang justru khilaf untuk membeli barang berdasarkan keinginan, dan menyebabkan hutang bertumpuk.

2. Kredit barang-barang konsumsi, diantaranya kredit kendaraan pribadi.

3. Kredit barang habis pakai, seperti pakaian, tas untuk bergaya.

Mengulas tentang mengelola keuangan memang bikin mikir banyak ya, ternyata tanpa disadari sudah melakukan hal-hal keliru. Tapi Alhamdullilah, sejak pandemi saya tidak lagi konsumsi fashion karena seperti yang dikatakan Bang Aidil, fashion bukan kebutuhan saat kita hanya banyak di rumah saja. Kalau saya sih setuju, kalau kalian?

Tapi tentu saja kondisi pandemi ini banyak orang yang ingin membuka usaha karena peluang usaha saat pandemi cukup banyak, tapi hati-hati dalam hal meminjam modal usaha meski ini merupakan hutang baik. Salah satunya yang harus diwaspadai dengan meruyaknya pinjaman online.

Hati-hati Pinjaman Online

Ketika akan meminjam online hati-hati, dan perhatikan hal berikut ini:

1. Terpercaya

2. Reputable

3. Terdaftar di JK

4. Ada di Platform  (Google Play)

5. Hati-hati pinjol ilegal

Hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih pinjaman:

1. Terpercaya & reputable

2. Terdaftar di OJK

3. Limit relavite besar

4. Cicilan bisa panjang

5. Jaminan

6. Bunga kompetitive

7. Aplikasi (online) di platform (google playstore/ios)

Nah, untuk pinjaman online ini bisa menjadi solusi keuangan saat ini, dimana kita akan mengunakan sebagai modal usaha. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan point-point di atas yang sudah dijabarkan oleh Bang Aidil, salah satu pinjaman online yang aman adalah Tunaiku.

Untuk lebih jelasnya mengenai Tunaiku akan saya ulas. So, jangan lupa baca sampai  tuntas ya!

Solusi Keuangan dengan Tunaiku

Dari webinar Ngopi Bareng Amar ini diinfokan bahwa tingkat partisipasi perempuan Indonesia di bidang kewirausahaan tertinggi di Asia Tenggara. Ini benar banget loh, bisa kita lihat banyaknya para wanita, terutama ibu rumah tangga yang berbisnis secara online, termasuk saya ini.



Hanya masih banyak juga yang maju-mundur cantik karena berbagai alasan, diantaranya kurang percaya diri, bingung harus memulai dari mana, dan satu lagi yang tidak kalah penting yakni terbatas atau tidak adanya modal. Seperti yang saya tulis di atas, pinjaman online bisa  menjadi solusi keuangan di saat ini untuk modal membuka usaha. Ingat ya, jangan dibuat hutang buruk seperti pinjam online buat beli barang konsumsi. Ini bakalan menuju kebangkrutan loh!

Karena meruyaknya pinjaman online yang tidak aman, maka Bank Amar memberikan solusi dengan Tunaiku  yang dalam webinar ini akan dijelaskan oleh Ghaida Nuris Tsara selaku Coordinatir Referral Program Tunaiku Amar Bank.  Apa itu Tunaiku?

Tunaiku adalah platform pinjaman online tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia tbk, yang memberikan solusi financial bagi masyarakat yang kurang terlayani atau belum dilayani Lembaga Keuangan Formal.

Keunggulan Tunaiku:

1. Limit pinjaman cukup besar, yakni Rp 2.000.000- 20.000.000

2. Interest bunga pinjaman 3-4% flat perbulannya

3. Jangka waktu pinjaman mulai 6 hingga 20 bulan

4. Biaya administrasi Rp 540.000 sudah termasuk ke cicilan bulanan

5. Hanya butuh KTP, tanpa jaminan

6. Peminjam mulai usia 21 tahun hingga 55 tahun

Tunaiku sudah menyalurkan dana pinjaman sebesar lebih dari 4,7 triliun untuk membantu kebutuhan produktif, diantaranya:

1. 140.000 customer mernovasi rumah

2. 100.000 customer modal usaha

3. 45.000 customer biaya pendidikan

Tunaiku juga memberi kesempatan bagi kalian untuk menghasilkan uang loh, caranya dengan gabung dalam Referral Program. Apa itu Referral Program?

Program Referral adalah bagian dari progra Tunaiku Amar Bank yang memberikan kesempatan untuk siapa saja agar dapat menjadi pemberi referensi pinjaman Tunaiku.

Agen Referral Tunaiku akan mendapat komisi setiap bulan sesuai dengan skema program Referral yang diikuti. Selain mendapatkan komisi dari Tunaiku, agen Referral juga akan memiliki banyak kenalan baru yaitu para nasabah dan anggota Referral lainnya.

Kewajiban Agen Referral Tunaiku:

1. Menginformasikan Tunaiku secara benar.

2. Membantu proses pendaftaran nasabah jika diperlukan.

3. Tidak berbuat curang atau menyalahgunakan status Referral  seperti: Mengambil ‘uang formulir’, mengatasnamakan Tunaiku, memberikan informasi yang salah mengenai pembayaran, menghilangkan nama Tunaiku dari proses Referral, mengatasnamakan nasabah yang tidak mengajukan aplikasi, dan sebagainya.

4. Apabila Referral memiliki Social Media dengan tujuan untuk mempromosikan kode Referralnya maka format nama Social Media harus: ReferralTunaiku_kode referral.

5. Memberikan edukasi kepada para nasabah terkait pengecekan status pinjaman secara benar.

6. Membantu menginformasikan cara pembayaran cicilan dengan benar.

7. Membantu mengingatkan pembayaran cicilan dengan kesadaran pribadi.

8. Referral BUKAN tim marketing dari Tunaiku, melainkan para pemberi referensi yang terdaftar aktif

Ingin Gabung Referral Program Tunaiku?

So, buat kalian yang mau gabung langsung menjadi Referral Program Tunaiku bisa langsung ke:

Email: admin-referral@amarbank.co.id

Website: https://partner.tunaiku.com

March 21, 2021 24 komentar


Pandemi Covid 19 di Indonesia berjalan hampir satu tahun, kondisi saat ini tidak hanya masih banyak masyarakat yang terpapar Covid 19, tapi juga kondisi perekonomian masih tidak stabil. Karena imbas dari pandemi ini banyak pekerja yang dirumahkan, gaji yang hanya dibayarkan separuh, sementara bagi pelaku bisnis banyak yang mengalami penurunan penjualan secara dratis. Secara garis besar ekonomi masyarakat mengalami krisis.



Tentu saja menghadapi ekonomi seperti ini tidak boleh pasrah atau menyerah, terlebih kondisi pandemi belum tahu akan berakhir kapan. Sementara roda kehidupan terus berjalan, meski kegiatan saat ini banyak dilakukan di rumah, namuan kebutuhan sehari-hari, pembayaran sekolah, pembayaran ini-itu, termasuk budget untuk menjalankan pola hidup sehat selama pandemi. Seperti suplemen, perlengkapan kesehatan masker, handsanitizer, dan lain-lain, membutuhkan pengeluaran yang tidak sedikit.

Untuk itu dibutuhkan ide bisnis agar bisa tetap survive di masa ini. Bisnis yang bisa tetap berjalan meski kondisi ekonomi sedang tidak stabil, dan daya beli masyarakat tidak sekuat dulu. Bisnis tersebut merupakan kebutuhan prioritas yang sedang dicari atau dibutuhkan di masa pandemi. Sehingga masyarakat akan tetap membeli, atau menyisihkan budget meskipun kondisi ekonominya tidak stabil.

Membaca kebutuhan pasar ketika akan berbisnis ini memang sangat penting, agar bisnis yang kita jalankan tidak sia-sia, dan bisa berkembang menjadi penghasilan tambahan atau bahkan menjadi penghasilan utama. Banyak loh, pelaku bisnis baru yang mendulang sukses di saat pandemi ini, karena bisnis yang dijalankan memang produk yang dibutuhkan masyarakat.

January 10, 2021 4 komentar

 

Kalau ditanya sejujurnya tentang perekonomian saat pandemi, pasti hampir semua mengalami imbasnya. Dari skala ekonomi kecil hingga besar mengalami gonjang-ganjing begitu Covid 19 melanda. Suami saya mengalami hingga tiga bulan tanpa penghasilan sama sekali, Alhamdullilah kami masih memiliki dana darurat sehingga tidak sampai kesulitan sekali. Tapi tentu saja tidak semua orang memiliki dana darurat, dana yang disisihkan dari penghasilan dan tidak bisa diutak-atik kecuali benar-benar darurat.


Tapi apakah dana darurat bisa digunakan dalam jangka waktu panjang, karena pandemi sudah berjalan nyaris hampir sembilan bulan lamanya. Kita dituntut untuk terus bertahan meski kondisi perekomian sedang tidak baik, harus bisa banting setir agar penghasilan tetap masuk. Saat ini bisnis online cukup menjanjikan, tapi bisnis tidak asal karena pandemi pembeli mulai cerdas mengeluarkan uang.

Kalau sebelum pandemi bisnis fashion sangat menjanjikan, wanita mana yang tidak tergoda melihat pakaian cantik, apalagi dikasih diskon meski tipis-tipis, pasti akan masuk keranjang belanja. Tapi kalau sekarang? Untuk membeli fashion orang akan berpikir tiga kali, karena situasi pandemi jarang keluar rumah, jarang ada even atau acara, keuangan juga tidak semudah sebelum pandemi. Maka keinginan membeli fashion akan jadi pertimbangan, berbeda jika kita menjual kebutuhan pokok, atau sesuatu yang sedang digemari seperti tanaman hias.

Namun untuk memulai usaha itu semua, banyak orang membutuhkan modal usaha. Disinilah banyak orang terjebak dengan iming-iming pinjaman modal, terutama pinjaman online atau pinjol yang begitu mudah didapat. Meminjam modal diperbolehkan, karena akan membuka jalan keluar dalam menghasilkan uang di masa pandemi ini, asal jangan lupa cerdas dalam meminjam uang terutama pinjam uang secara online, harus yang sudah terdaftar di OJK seperti Tunaiku.

November 22, 2020 No komentar

Asuransi Salam Anugerah


Sekedar kilas balik, saya mau cerita sedikit tapi sebenarnya cerita ini sudah pernah saya tulis. Coba deh baca-baca lagi di artikel sebelumnya, atau bisa juga baca sepotong ceritanya di artikel yang saya tulis ini. Tentang bagaimana saya dan suami memutuskan untuk pelan-pelan menghindari riba, untuk tidak bersintuhan dengan riba. Karena tidak sesuai dengan anjuran agama Islam yang kami anut, salah satunya menghindari riba dengan memutus polis asuransi konvensional yang kami miliki.

Meski tentu saja kami menderita kerugian yang  nilainya cukup besar buat kami, namun tekad sudah bulat. Namun bagaimana pun juga melindungi keluarga dari hal yang tidak terduga itu penting, terlebih pada masa pandemi yang tidak menentu. Terbayang riskannya tanpa proteksi kesehatan untuk keluarga, apalagi penghasilan kami tidak berlebihan. Jadi perlu mempersiapkan keuangan untuk kodisi tidak terduga tersebut

Maka memiliki asuransi sebagai proteksi dini harus dimulai lagi, tentu saja harus sesuai dengan syariat Islam yang tidak mengandung unsur gharar maupun riba seperti asuransi konvesional agar menjadi berkah keluarga, dan tidak sia-sia hijrah kami untuk meninggalkan riba.

Mengenal Asuransi Salam Anugerah Keluarga

Asuransi Salam Anugerah Keluarga merupakan salah satu produk asuransi syariah yang dikeluarkan oleh PT Sun Life  Financial Indonesia (Sun Life Indonesia) dan telah disetujui  dan tercatat oleh  Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Asuransi Sun Life Indonesia mengeluarkan produk asuransi syariah tidak main-main karena memiliki Dewan Pengawas Syariah yakni Prof.Dr.H.Fathurahman Djamil, MA dan Dra Fatma Kartika, M. Sehingga produk asuransi syariah Sun Life Indonesia benar-benar berjalan sesuai dengan prosedur MUI.

Sebagai nasabah yang  benar-benar ingin hijrah menjalani semua hal secara syariah, termasuk investasi asuransi untuk melindungi keluarga tidak perlu kawatir lagi dong. Karena  asuransi Salam Anugerah Keluarga dibawa pengawasan Dewan Syariah. Apalagi prodak asuransi yang satu ini memiliki manfaat unik yang tidak terdapat pada produk konvensional.

Manfaat unik dari Asuransi Salam Anugerah Keluarga


Asuransi Syariah


Pasti jadi penasaran dengan manfaat unik asuransi Salam Anugerah Keluarga, untuk lebih jelasnya berikut ini manfaat tersebut:

1.  Asuransi Salam Anugerah Keluarga satu polis memberikan perlindungan asuransi untuk 4 peserta sekaligus yaitu suami, istri dan dua orang anak. Satu untuk semua, sehingga satu asuransi sudah melindungi seluruh keluarga.

2. Kontribusi asuransi ini terjangkau dan memberikan manfaat perlindungan yang menyeluruh.

3. Asuransi ini dilengkapi dengan asuransi tambahan kesehatan kelas dunia Sun Medical Platinum Syariah yang memiliki manfaat limit booster hingga Rp40 miliar masing-masing untuk seluruh anggota keluarga hingga maksimal 6 orang, suami , istri, dan 4 anak yang syah.

4. Kesempatan untuk bersedekah jariyah dengan berwakaf. Sehingga Insaallah selain memproteksi diri dan melindungi keluarga, juga menjadi berkah keluarga.

Manfaat dan Fitur-Fitur Produk

Agar lebih jelas dengan asuransi Salam Anugerah Keluarga, mari kita mengetahui lebih  detil manfaat dan fitur-fitur produknya:

Manfaat Meninggal Dunia:

1. 100% Santunan Asuransi akan dibayarkan kepada Penerima Manfaat apabila Peserta Pertama meninggal dunia di dalam masa Asuransi

2. 100% Santunan Asuransi akan dibayarkan kepada Penerima Manfaat apabila Peserta Kedua meninggal dunia dalam Masa Asuransi

3. Santunan Asuransi sebesar Rp10 juta untuk setiap Peserta Anak  (maksimal 2 Peserta Anak) yang meninggal dunia di dalam Masa Asuransi

Manfaat Investasi akan dibayarkan apabila:

1. Peserta Pertama dan Peserta Kedua telah Meninggal Dunia dan Polis berakhir

2. Peserta Pertama dan Kedua masih hidup hingga tanggal berakhirnya polis

Manfaat Asuransi Tambahan:

1. Asuransi Kecelakaan*

2. Asuransi Kematian akibat kecelakaan*

3. Santunan Rawat Inap dan Pembedahan

4. Penyakit Kritis*

5. Sun Medical Platinum Syariah

6. Manfaat Pembebasan Kontribusi akibat Pemegang Polis Sakit Kritis/Cacat Total Tetap/Meninggal Dunia*

* Asuransi Tambahan yang hanya dapat diperoleh peserta pertama

Fitur Wakaf :

Asuransi Salam Anugerah Keluarga memang benar-benar bisa melindungi keluarga dan membuat peserta bisa sedekah atau wakaf hingga akhir hidupnya. Secara otomatis selain mementingkan kehidupan dunia, juga menyiapkan kehidupan di akherat. Ada 3 jenis wakaf yang terdapat di asuransi Salam Anugerah Keluarga:

1. Wakaf  Berkala dibayarkan bersamaan dengan pembayaran Kontribusi Asuransi Berskala (KAB) sebesar maksimal 30% dari KAB

2. Wakaf  Manfaat Asuransi maksimal sebesar 45% dari Santunan Kematian pada saat Peserta Meninggal Dunia

3. Wakaf  Manfaat Investasi  maksimal 30% dari Nilai Dana Investasi yang  terbentuk dan dapat dibayarkan pada saat:

- Pemegang Polis melakukan penarikan dana sebagian atau

- Peserta Pertama dari Peserta Kedua telah Meninggal Dunia

Karateristik Produk



1. Usia Masuk Ulang Tahun Terakhir yakni pemegang Polis Pertama dan Kedua berusia 18 tahun hingga 60 tahun dan peserta Anak usia mulai 30 hari hingga 17 tahun.

2. Frekuensi Pembayaran Kontribusi dapat dipilih oleh peserta, bulanan, 3 bulanan, 6 bulanan, dan tahunan

3. Pembayaran menggunakan pembayaran mata uang rupiah.

4. Periode Komitmen selama  5 tahun

Ujrah

Ujrah meliputi kontribusi dan pembiayaan-pembiayaan asuransi. Ada 3 kontribusi yang peserta bayarkan pada produk ini, sala satunya kontribusi Asuransi Berkala (KAB) yang dibayarkan sesuai dengan Frekuensi Pembayaran Kontribusi, minimal Rp9 juta per tahun. Untuk keterangan lengkapnya dapat diliat di gambar berikut ini:



Resiko Produk

Setiap produk tentu saja memiliki resiko, karena itu sebelum memutuskan untuk membeli teliti lebih dahulu. Berikut ini beberapa resiko asuransi Salam Anugerah Keluarga:




My Sun Life Indonesia Memudahkan Calon Nasabah

Sun Linfe Indonesia

Setelah mengetahui asuransi Salam Anugerah Keluarga dengan jelas, jika tertarik untuk mengetahui lebih lanjut dan memiliki produk asuransi Salam Anugerah Keluarga bisa melalui aplikasi mobile My Sun Life sehingga tidak harus datang ke kantor Sun Life Indonesia, mengingat kondisi sedang pandemi. Melalui My Sun Life Indonesia ini bisa memantau status dan manfaat polis termasuk harga unit dan kinerja dana, melakukan transaksi polis serta status pengajuan polis, hingga pengajuan klaim secara online.

Semoga info ini bermanfaat, dan selamat hijrah menuju yang lebih baik dengan memberikan perlindungan keluarga secara syariah.

 

October 10, 2020 26 komentar


Pernah mendengar sebuah kalimat beikut ini : Pada hakikat dan fitrahnya manusia akan hidup damai dan sejahtera apabila hidupnya jauh dari riba.

Senarnya selain membaca kalimat tersebut, saya tahu bahwa riba merupakan hal yang tidak dianjurkan dalam Islam. Sebagai penganut agama Islam tentu saja saya juga mengerti hukumnya riba, tapi dalam hidup ini banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan riba dan masih sulit untuk ditinggalkan. Riba sudah seperti keseharian banyak orang diluar kesadaran. Bahkan ada yan terpaksa terkena riba karena tekanan kehidupan dan lain sebagainya.

Termasuk saya dan suami yang diluar sadar menjalani kehidupan bersintuhan dengan riba, salah satunya menggunakan modal dengan bunga riba, memiliki asuransi konvensional. Namun karena ingin mendapat berkah keluarga dan melindungi keluarga dari hal-hal yang tidak dianjurkan dalam agama Islam kami bertekad untuk mengurangi hubungan dengan riba satu persatu. Kami ingin benar-benar bisa hijrah menjadi lebih baik, meski akan menghadapi beberapa resiko.

Hijrah dengan Produk Syariah Untuk Kebaikan Keluarga

Asuransi Sun Life

Memutuskan untuk tidak lagi melakukan pinjaman modal kerja dengan riba, dan memutus polis asuransi konvensional. Efeknya? Awal-awalnya tentu saja bukan tidak ada rintangan, tapi mungkin ini ujian apakah kami mampu hijrah dengan sungguh-sungguh. Tidak sekedar ikut-ikutan ingin menghindari riba tapi tidak siap dengan hal-hal yang terjadi, seperti kerugian materi.

Karena memutuskan polis sebelum waktunya pada asuransi konvensional, kami menanggung kerugian yang cukup besar.  Tapi hal tersebut adalah resiko yang sudah sama-sama disepakati di awal polis, harusnya asuransi diselesaikan sesuai ketentuan di polis sehingga manfaat perlindungannya dapat diambil dengan maksimal. Namun keputusan sudah bulat untuk keluarga tercinta.

Lalu keputusan untuk tidak memiliki modal dengan riba, membuat usaha kami tersendat karena tidak bisa membeli produk dengan kuantitas besar. Modal yang kami miliki sangatlah terbatas, bisa-bisa dengan kondisi seperti ini modal tidak akan kembali. Usaha mungkin akan berhenti di tengah jalan, apalagi kondisi pandemi ini memang serba sulit. Tapi apa yang terjadi?

Ternyata ada teman yang meminjamkan kami modal untuk usaha tanpa bunga atau riba. Meski modal yang diberikan tidak sebesar pinjaman dengan riba, tapi sungguh ajaib. Karena ternyata sangat membantu, tidak hanya membuat usaha saya dan suami berjalan lancar. Kami juga bisa membantu oranglain yang membutuhkan, sungguh ini berkah luarbiasa. Karena hijrah yang kami lakukan bisa membawa kebaikan di sekitar juga.

Untuk asuransi mengingat kondisi pandemi melindungi keluarga dari hal-hal yan tidak terduga itu penting. Maka kami mencari asuransi yang aman secara Islam, yakni Asuransi Syariah. Asuransi yang bisa menjadi pilihan untuk melindungi  keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satu asuransi syariah yang bisa menjadi pilihan adalah asuransi Salam Anugerah Keluarga produk syariah dari Asuransi Sun Life Indonesia.

Asuransi Salam Anugerah Keluarga Asuransi Pilihan Keluarga

Sun Life Indonesia

Asuransi Salam Anugerah Keluarga merupakan salah satu produk syariah dari Asuransi Sun Life Indonesia sebagai solusi perindungan dan perencanaan keluarga.  Produk asuransi ini tidak hanya merupakan Asuransi Jiwa, tapi juga Asuransi Kesehatan, yang membuat nasabanya memiliki kesempatan untuk bersedekah jariyah dengan berwakaf. Masyaallah, double-double manfaatnya.

Untuk lebih tahu keunggulannya bisa disimak beberapa keunggulan asuransi Salam Anugerah Keluarga berikut ini:

Asuransi Sun Life Indonesia

1. Satu Polis asuransi dasar memberikan perlindungan asuransi untuk 4 peserta sekaligus yakni suami, istri, 2 anak.

2. Kontribusi yang terjangkau dengan perlindungan yang menyeluruh

3. Dilengkapi asuransi tambahan kesehatan kelas dunia Sun Medical Platinum Syariah dengan manfaat limit booster hingga Rp40 miliar masing-masing untuk seluruh keluarga hingga maksimal 6 peserta

4. Terdapat 7 asuransi tambahan lainnya yang dapat dipilih untuk memaksimalkan perlindungan

5. Kesempatan untuk bersedekah jariyah dengan berwakaf

Untuk keunggulan asuransi Salam Anugerah Keluarga ini sangat bermanfaat dalam melindungi keluarga, terutama di saat kondisi pandemi. Juga membuat hati lebih tenang karena syariah bukan merupakan produk asuransi yang terkena hukum riba. Insaallah, akan membawa banyak kebaikan untuk keluarga dan kebaikan untuk sekitar seperti cerita kebaikan yang saya tulis di atas.

Kalau kalian punya cerita kebaikan hijrah bisa diikutkan dalam lomba “Kisah Pembawa Anugerah” yang diadakan di media sosial Sun Life loh. Dan, jika tertarik untuk membeli produk asuransi Salam Anugerah Keluarga bisa langsungg download aplikasi My Sun Life Indonesia. Selain terdapat berbagai info produk Sun Life Indonesia, agen syariah akan melayani info apa yang dibutuhkan oleh calon nasabah.

Semoga cerita kebaikan ini bermanfaat ya.

October 04, 2020 22 komentar

 Hampir tujuh bulan melewati masa pandemi ini, apa yang sudah kalian lakukan dan raih?

Pernah timbul pertanyaan itu, atau malah menjadi bagian orang-orang yang mengeluh kondisi pandemi ini? Sejujurnya saya termasuk bagian dari orang-orang yang (pernah) mengeluh ketika kondisi pandemi membatasi banyak hal, salah satunya kesulitan membuat konten di media sosial karena terbatasnya kondisi di rumah. Maklum membuat konten adalah pekerjaan yang saya tekuni selama ini.

Jika biasanya bisa mengambil foto di lokasi yang saya butuhkan, atau melakukan perjalanan ke suatu tempat yang  bisa menghasilkan konten. Ini karena pandemi otomatis bepergian adalah hal yang sebisa mungkin dihindari, apalagi jika membawa anak. Karena kebetulan konten-konten saya tentang keluarga dan anak-anak. Maka keterbatasan itu membuat saya awalnya mengeluh.

Tapi apakah masalah akan kelar dengan mengeluh? Apakah keluhan merupakan jalan keluar disaat tidak berdaya? Kita boleh mengeluh karena itu manusiawi, tapi jangan menjadikan keluhan sebagai akhir dari semuanya. Sehingga tanpa kita sadari sudah kehilangan kreativitas yang sebenarnya kita miliki untuk mewujudkan impian kita. Betul apa betul?

September 24, 2020 2 komentar

Indonesia merupakan negara dengan mayoritas beragama Islam, hal ini membuat produk syariah sangat diminati sekali. Saya pribadi sebagai umat muslin sangat mendukung produk yang berbasis syariah, karena produk syariah mengusung  berbagai aspek yang baik nilai manfaat dan bagi hasilnya melalui proses yang halal. Atau proses yang penuh kehati-hatian sehingga diharapkan tidak merugikan kedua belah pihak.


Kadang saya membayangkan jika ekonomi syariah sudah berjalan dengan baik di Indonesia, tentu akan membuat umat muslim semakin nyaman dalam bertransaksi, tidak menduga-duga tentang hukumnya halal atau tidak, berkah atau tidak, amanah atau tidak. Keragu-raguan justru membuat kita tidak tenang juga, kan? Alih-alih mau membeli produk jadi malah kepikiran nilai-nilai syariahnya.

Karena sesungguhnya yang  halal-halal lebih berkah keluarga. Semua pasti ingin apa yang diberikan ke keluarga atau orang-orang yang tersayang menjadi berkah. Kehidupan yang penuh berkah Insaallah akan lebih nyaman dan bahagia. Salah satu produk yang syariah tersebut adalah  Asuransi Salam Anugerah Keluarga, produk yang melindungi keluarga dan dikeluarkan oleh Sun Life Indonesia. Untuk lebihh mengenal produk satu ini, yuk baca sampai tuntas!
September 20, 2020 13 komentar
Newer Posts
Older Posts

Followers

About Me


Just Married


Tentang Aku

Tentang Eni Martini

Tentang DUNIAENI

Read More

Created with by ThemeXpose