Monday, May 16, 2016

Museum Zoologi: seperti masuk dalam buku Ensiklopedia Hewan

Bogor

Weekend kemarin disertai dua hari libur nasional, jadilah long weekend buat anak-anak. Kebetulan kita sudah punya rencana lama untuk main ke Bogor, beberapa kali ke sana belum pernah ke Kebon Raya Bogor. Pernah sih nyaris masuk, sudah antri di depan loket tapi mendadak hujan besar sekali sampai sore, jadi berjam-jam kita cuma ‘canun’ plus berteduh di depan gerbang Kebun Raya Bogor yang megah itu. Padahal  jauh-jauh dari Jakarta, setidaknya berkereta  45 menit ditambah angkot.

Maka sabtu kemarin, tanggal 8 Mei 2016 jadilah kita berangkat ke Bogor dengan naik kereta api , seorang bayar @Rp.2000, murahkan? Cuma karena pakai tiket elektrik jadi harus membayar @Rp12.000, nanti begitu pulang tiket bisa kita tukarkan di loket dengan uang @Rp.10.000.

Sebenarnya gak simpel banget deh , harus antri menukarkan kartunya satu-satu. Kalau empat orang, berarti empat kartu. Begitu juga kalau mau isi ulang, kenapa gak kayak busway saja ya, satu kartu diisi ulang bisa buat rame-rame, sistemnya tinggal potong sesuai harga tiket perorang , kan lebih simpel saat isi ulang. Sebenarnya kalau kita sering naik kereta api, tiket ini tidak perlu ditukarkan uang lagi jadi kalau mau kita pakai tinggal isi ulang saja. Cumaaa, karena kami tidak terlalu sering naik kereta api, terutama anak-anak jadi ya antri deh tukar kartu.


BOGOR

Bogor

Akhirnya setelah naik kereta selama 25 menit Depok-Bogor, sampailah kita di Stasiun Bogor. Wah, sepanjang perjalanan Pendar (17m) heboh banget, kalau dulu dia masih begitu kecil jadi lebih banyak tidur atau ASI di kereta, kali ini dia sama sekali tidak tidur-juga tidak ASI tapi heboh melihat pemandangan dari jendela, bercanda dan Mba Lintang – Mas Pijar.

Begitu sampai stasiun Bogor, jajan-jajan sebentar, beli roti Maryam, gemblong (gemblong yang di jual di pinggir jalan dekat stasiun Bogor ini beda-rasanya jauh lebih lezat, harganya Rp5000.- dapat 3 gemblong ukuran kecil), tahu, langsung deh cusss naik angkot ke arah Kebun Raya Bogor (KRB). Seperti biasa Bogor macet banget padahal jalan arah KRB sudah dibuat oneway. Duh, gara-gara oneway nih jadi muter plus tragedi Pijar gak kuat naik angkot (mual), terpaksa kita turun di jalan buat cari tempat rest dan makan (baru dateng makan).

Di sinilah terjadi tragedi yang bikin betis cenut-cenut karena oneway itu ternyata menuju pintu utama KRB jadi muter jauh. Jiyah...Pijar sini pakai acara minta turun dan jalan kaki. Tapi akhirnya sampai juga kok, kali ini yang mau kita bahas langsung Museum Zoologi ya... Kebun Raya Bogornya menyusul ^_^ 

MUSEUM ZOOLOGI

Bogor

Untuk memasuki museum Zoologi kita membayar karcis masuk sebesar Rp14.000 utuk turis domestik, untuk turis asing sebesar Rp.25.000, tiket sudah termasuk ke KRB. Jarak museum Zoologi dari pintu depan KRB sangat dekat.

Museum Bogor

Saat memasuki gedungnya yang sebenarnya tidak terlalu luas, kita disuguhkan aneka hewan dari serangga hingga hewan besar yang diawetkan. Ada berbagai macam kupu-kupu dalam bingkai  kaca yang sangat cantik, ada hewan besar seperti badak, kerbau, gajah (untuk gajah hanya ada kepalanya yang digantung di dinding, dll.

Museum Zoologi

Museum Zoologi


Hewan-hewan tersebut dibuat seperti kondisi aslinya saat hidup, jadi ketika kita melihatnya seperti melihat di kehidupan nyata saat mereka masih hidup. Selain hewan-hewan yang diawetkan masih dalam bentuk sempurna, ada juga hewan-hewan yang berupa kerangka.

Museum Zoologi

Sayang, Pendar dalam kondisi tertidur kalau terjaga pasti rusuh hahaha, secara dia sangat mengagumi aneka hewan. Termasuk Kingkong yang wajahnya sangat seram, Pendar bukannya takut justru takjub. Waktu itu kami melihatnya di Kebun Binatang Ragunan.

Museum Bogor

Selain aneka binatang darat, di Zoologi ada juga paus biru. Tentu saja hewan ini hanya berupa kerangka yang sangat besaaaaaaar, karena besarnya di bawah kerangka paus biru bagian mulut dan perutnya diletakkan seperangkat meja yang muat 5 orang dewasa...saaaayang ponsel buat fotonya lowbat jadi gak bisa ambil fotonya.

Selain kerangkanya, ada juga balen paus biru yang besar-besar. Balen itu gunanya untuk menyaring planton yang masuk ke mulut paus bersama air laut, karena air yang masuk akan dibuang kembali. Sementara platon akan jadi menu yang lezat untuk paus biru...sungguh Allah SWT maha besar ya, sebab paus biru memang tidak memiliki gigi.

“Aku sudah tahu, Bu, paus biru tidak punya gigi,” kata Pijar saat Ibu bacakan tulisan yang berada dibawah balen yang diawetkan. Balen itu mengisi rongga mulut Paus ada 250-500 buah...ckckckck kebayang besarnyakan? Sebab balen itu menyerupai semacam tulang pipih dengan ujungnya yang mirip sapu, bayangkan kalau berjajar sebanyak 250-500 buah?

“Tahu dari mana, Pijar?”
“Film Finding Nemo, tapi Mamas kira itu sapu karena kelihatannya halus gitu kalau di film..” kata Pijar sambil memegangi balen yang diselubungi lapisan plastik tebal agar tidak rusak jika dipegang-pegang pengunjung.

Asyik diskusi ini itu dengan anak-anak tentang binatang-binatang di museum Zoologi, membuat tidak terasa kalau hari beranjak sore. Kami pun sudah selesai bolak-balik mengelilingi museum Zoologi, Pendar masih nyenyak tidur di pangkuan Ayahnya (Ayah akhirnya nyerah menunggu di luar karena dari awal dapat jatah gendong Pendar), Pijar juga mulai menyerah-sudah berapa kali dia mengelilingi museum Zoologi tadi, tapi Lintang...dia bolak-balik menghilang karena atusiasnya dengan berbagai hewan yang menurutnya museum Zoologi ini seperti buku Ensiklopedia Hewan wkwkwkkw.

Akhirnya hanya Lintang yang masih asyik di dalam museum, kami menunggu di luar sambil duduk istirahat (maklum selain karena tadi turun angkot sebelum sampai tujuan, keliling KRB lumayan luasss). Memang museum Zoologi recomend buat anak-anak, tidak sekedar tahu dari membaca tentang hewan-hewan di Indonesia tapi juga melihat langsung dan membaca keterangan yang tertera di setiap hewan-hewan yang diawetkan di sana.

Ayuk, Bunda...ajak putra-putri anda ke Museum Zoologi sekarang juga dan tunggu cerita selanjutnya tentang Kebun Raya Bogor.


2 comments:

  1. museum zoologi memang bisa menjadi tempat belajar ttg berbagai macam hewan buat anak2 ya mba...

    ReplyDelete
  2. anak-anaku suka diajak ke museum zoologi

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.