Duniaeni Blogger

linkedin facebook twitter pinterest instagram youtube
  • Home
  • About
  • Recognition
  • Disclosure
  • Contact
  • Log

 

When people talk about the best Indian restaurant in Ubud, it is easy to picture an elegant dining room with premium prices and long queues of tourists. I used to think the same. But the best meal does not always come from the fanciest place or the restaurant everyone talks about. Sometimes, the most memorable flavors are found in small cafés that quietly focus on good food instead of hype. That's basically what we call a hidden gem.  

This time, I want to talk about one hidden gem where you can enjoy authentic Indian flavors without breaking the bank.




A Humble Indian Street Food Café on Jalan Sukma

Tucked along the lively Jalan Sukma area in Ubud, you'll find a humble Indian street food café called Chai of the Tiger. But wait a second, dont skip. This is the best Indian restaurant in Ubud, at least in my opinion. It does not stand out with a grand entrance, but it is easy to recognize from the "Chai of the Tiger, Indian Fusion" sign at the front. Another giveaway is the welcoming scene inside, where travelers often gather, chat, and spend time together long after their meals.

Chai of the Tiger focuses on Indian street food. The menu features a range of chaat dishes like Pani Puri and Papdi Chaat, a few curries such as Butter Chicken, plus drink options like chai and lassi. There are also freshly made naan, rice dishes, chai, and other beverages to complete the meal.

The Taste That Won Me Over

When I first walked into this restaurant, I expected nothing more than a good Indian meal. Similar to what I had enjoyed at other Indian restaurants. But what I found, however, went far beyond that. The first bite of my Butter Chicken here immediately caught my attention. The curry was creamy, rich, and layered with spices that complemented rather than overpowered one another. Paired with warm naan, every bite felt comforting and deeply satisfying. 




I also ordered Papdi Chaat, a popular street food snack with crisp wafers, yogurt, chutneys, and fresh herbs. The combination of crunchy, creamy, sweet, tangy, and savory flavors was unlike anything I had tried before. It was bold, yet everything remained perfectly balanced. 

That meal completely changed my expectations. Despite its humble appearance, Chai of the Tiger delivered one of the most memorable dining experiences of my Bali trip. For me, that is exactly what makes it the best Indian restaurant in Ubud. 

More Than Just Great Food

Great food is only part of the reason I would call Chai of the Tiger as the best Indian restaurant in Ubud. The atmosphere here is what truly sets this place apart. From the moment I sat down, the café felt relaxed and genuinely welcoming. Conversations flowed naturally between travelers, and it was not unusual to see people staying long after their plates were empty. 

Some were sharing stories, while others enjoyed a friendly board game together. It never felt like a place where people simply came to eat and leave. That warm, unhurried atmosphere made the entire experience more memorable and, for me, completed everything I look for in the best Indian restaurant in Ubud. And, the best part is that the food at this restaurant is 100% halal, as there is no pork—only chicken.

If you're curious to check it out, you'll find Chai of the Tiger at Jl. Sukma Kesuma No. 25, Ubud, Bali. Its sign and vibrant atmosphere make it easy to spot.


August 13, 2026 No komentar

 



Kini saya benar-benar bisa intens olahraga lagi justru setelah kepala 4 plus. Mungkin terkesan telat, tapi saya percaya lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Harus berjuang melepas rasa mager, bosan, dan nyerah pada dampak pasca olahraga. Sebab pasca berolahraga umumnya kita bisa mengalami DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness, rasa nyeri dan kaku otot akibat adanya robekan mikroskopi pada serat otot, dan ini sering bikin kapok atau malas olahraga lagi.

Padahal itu proses alami saat tubuh memperbaiki jaringan otot agar lebih kuat lagi. Jangan menyerah karena DOMS, apalagi memasuki usia 40 tahun ke atas wanita itu mengalami transisi hormonal atau perimenopouse. Kondisi ini membuat turunnya kadar estrogen, melambatnya metabolisme, serta meningkat beragam penyakit, seperti kardiovaskular dan oesteoporosis. Jadi olahraga salah satu solusi untuk meringankan semua itu.

Gejala Penurunan Fungsi Tubuh dan Mata

Memang setiap manusia akan melewati proses menua, menurunnya beragam fungsi  tubuh,  yang kadang kita lalai menyadari atau justru mengabaikannya, karena merasa masih bisa melewatinya. Padahal ketika fase itu makin bertambah, dan kondisi semakin memburuk, baru kita merasa menyesal. Untuk itu mari kenali gelaja penurunan fungsi tubuh di usia kepala 4 lebih, diantaranya:

  • Metabolisme Melambat, berat badan naik dengan mudah dan perut menjadi membuncit, meskipun pola makan tidak berubah.
  • Nyeri Sendi dan Kaku, otot dan sendi tersa lebih kaku akibat menurunnya fungsi estrogen yang menjaga kelenturan.
  • Penurunan Massa Otot dan Tulang, resiko awal penurunan kepadatan tulang (osteopenia atau osteoporosis.
  • Gangguan Tidur atau Insomnia, susah nyenyak  di malam hari atau sering terbangun yang memicu rasa lelah di siang hari.
  • Penurunan Fungsi Mata, Penuruan fungsi mata di usia 40 tahun ke atas terjadi karena mata tua yang membuat hilangnya kelenturan lensa mata secara alami, makanya jadi sulit melihat objek dekat. Kondisi ini juga sering disertai penurunan kestabilan air mata atau mata kering.

Ternyata, kebanyakan fokus pada kesehatan tubuh, gejala mata kering ini kadang disepelein, karena awalnya terasa keluhan biasa, yaitu mata sepet, perih, lelah (SePeLe). Orang awam banyak yang mengira karena ngantuk tidak bisa tidur, kebanyakan nonton di depan layar kaca, solusinya cuci muka, bahkan ada yang sampai mengusap mata berkali-kali.

Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Saya sendiri termasuk yang sepelein gejala mata kering yang terjadi karena sering melihat layar komputer dan hape, karena kebetulan kerjaan saya banyak berkutat di media sosial. Juga terjadi saat olahraga karena paparan angin yang membuat air mata cepat menguap, dan debu yang mengiritasi, sehingga kehilangan kelembapan alami, memicu perih, serta kemerahan.

Jika disepelein atau dibiarkan berisiko berbahaya bagi kesehatan mata, karena dapat menimbulkan hal-hal di bawah ini:

  • Kerusakaan Kornea: Mata kering karena kekurangan pelumasan yang jika dibiarkan membuat lapisan kornea akan terkikis atau mengalami abrasi.
  • Infeksi Kronis, Permukaan mata yang kering akan rentan mudah disusupin bakteri atau kuman penyebab infeksi.
  • Gangguan Penglihatan: Luka atau jaringan parut pada kornea akibat kekeringan yang parah dapat menurunkan ketajaman penglihatan.
  • Kerusakan lapisan air mata, akibat debu halus yang menggores atau mengganggu komponen minyak dan air mata, jika dibiarkan akan membuat tidak stabil atau kerusakan lapisan air mata.

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh dan Mata


Jadi mari, jangan hanya fokus menjaga kesehatan tubuh, tapi juga mata, agar di usia lansia nanti bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas.

  • Atur pola makan, perbanyak serat, sayur, buah yang mengandung vitamin A, C, E, Zat Besi, Lutein, dan protein rendah lemak. Kurangin gula, garam, dan makanan olahan.
  • Rutin Olahraga, lakukan olaraga fisik yang ramah sendi, tapi memperkuat otot, seperti latihan beban ringan hingga sedang squat, push-up, dan lunges, untuk mencegah penurunan massa otot (sarkopenia).
  • Jaga kualitas tidur, tidur cukup 7-8 jam setiap malam untuk memulihkan hormone dan metabolisme tubuh.
  • Kelola Stres, lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, dan membentuk pertemanan atau komunitas yang positif, perbaiki hubungan dengan pasangan atau keluarga.
  • Istirahatkan Mata, jika masih banyak bekerja atau beraktivitas di layar  komputer maupun ponsel, biasakan setiap 20 menit istirahatkan mata dengan melihat object sejauh 20 kaki, atau melihat tumbuhan yang hijau selama 20 detik.
  • Gunakan Pelindung UV, baik di luar maupun ketika menatap layar komputer dengan mengenakan kacamta anti sinar ultraviolet.
  • Pemeriksaan Mata Rutin, lakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis mata untuk mendeteksi dini risiko presbiopi (mata tua) atau glaucoma.
  • Rawat Mata/Cegah Mata Kering, jangan biarkan mata kering berlarut, rawat dengan Insto Dry Eyes.

Mengapa Insto Dry Eyes Solusi Atasi GejalaMata Kering?




Insto Dry Eyes dapat mengurangi gejala mata kering karena mengandung bahan aktif hydroxypropyl methycellulose (hipromellose) yang bertindak sebagai air mata buatan. Zat ini melumasi permukaan mata, menahan kelembapan lebih lama,  dan meredakan gelaja mata kering seperti sepet, perih, lelah, yang banyak disepelein. Cara penggunaannya cukup praktis, tinggal tetesi Insto Dry Eyes, jika merasakan adanya gejala mata kering.

Karena desain kemasan botol plastik yang mungil, bisa dibawa saat olahraga ooutdoor, dengan dimasukkan ke dalam saku baju maupun tas olahraga mini. Jangan khawatir tumpah, tutupnya anti bocor, meski terguncang-guncang saat dibawa berolahraga. Saya beli #InstoDryEyes di Indomaret dapat harga 17.900 rupiah dengan ukuran isi tetap 7,5 ml, kemasan terbaru dalam dus yang lebih modern serta dinamis dengan warna khas dominasi biru.

Alhamdullilah, bisa menjaga kesehatan tubuh dan mata di usia 40 tahun lebih ini dengan baik. Pokoknya selain tubuh sehat, mata wajib sehat dengan #BebasMataKering , dan #MataSePeLeJanganSepelein sebab risikonya tidak main-main. So, lebih baik menjaga daripada mengobati. Selain lebih mahal, belum tentu bisa benar-benar jadi sembuh seperti sediakala karena faktor usia.


August 07, 2026 No komentar

 

Perlu dipahami bahwa menjadi tamu VIP dalam sebuah acara perusahaan bukan sekadar mendapatkan tempat duduk khusus, atau fasilitas eksklusif. Posisi tersebut juga membawa ekspektasi tertentu, mulai dari etika, penampilan, hingga kesiapan berinteraksi dengan berbagai pihak. Tidak sedikit tamu VIP yang berasal dari kalangan eksekutif, mitra bisnis, investor, media, maupun pembicara yang menjadi representasi sebuah organisasi. 




Persiapan yang matang akan membantu Anda tampil lebih profesional sekaligus menghargai penyelenggara acara. Berikut sembilan hal yang sebaiknya dipersiapkan sebelum menghadiri acara perusahaan sebagai tamu VIP.

1. Pelajari Agenda Acara Terlebih Dahulu

Luangkan waktu untuk membaca rundown atau agenda yang dikirim panitia. Dengan memahami susunan acara, Anda dapat mengetahui kapan sesi registrasi, presentasi, networking, makan malam, maupun sesi foto bersama berlangsung.

Persiapan sederhana ini juga membantu Anda mengatur waktu kedatangan sehingga tidak terlambat, terutama jika ada penyambutan khusus untuk tamu VIP. Hal ini menjadi semakin penting apabila acara diselenggarakan di kota besar yang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai event bisnis nasional, seperti Jakarta, sehingga Anda dapat menyesuaikan jadwal perjalanan dan mengantisipasi kondisi lalu lintas sejak awal.

2. Kenakan Busana Sesuai Dress Code

Setiap acara perusahaan biasanya memiliki tingkat formalitas yang berbeda. Ada yang menerapkan business formal, business casual, hingga cocktail attire. Mematuhi dress code menunjukkan rasa hormat kepada penyelenggara sekaligus mencerminkan profesionalisme. Pastikan pakaian bersih, rapi, nyaman dikenakan, dan sesuai dengan karakter acara.

3. Siapkan Dokumen atau Identitas yang Dibutuhkan

Beberapa acara mewajibkan para tamu menunjukkan undangan digital, QR code, kartu identitas, atau kartu nama, saat registrasi. Mempersiapkan dan menyimpan seluruh dokumen tersebut dalam satu tempat akan mempercepat proses check-in, dan menghindari antrean yang tidak perlu.

4. Datang Lebih Awal

Jangan datang mefet waktu, apalagi sampai terlambat. Datang sekitar 20–30 menit sebelum acara dimulai, ini akan memberi banyak keuntungan. Anda memiliki waktu untuk registrasi, mengenali lokasi, menemukan tempat duduk, hingga berbincang santai dengan panitia atau tamu lain sebelum acara resmi dimulai. Jika lokasi acara berada di pusat bisnis dengan mobilitas tinggi, menggunakan layanan sewa mobil dapat menjadi pilihan yang lebih praktis, karena memberikan fleksibilitas dalam mengatur waktu keberangkatan dan rute perjalanan.

Kedatangan lebih awal juga membantu mengantisipasi kendala lalu lintas, atau proses pemeriksaan keamanan yang terkadang memerlukan waktu tambahan, maupun jika terjadi hal diluar perkiraan.

5. Persiapkan Materi Perkenalan Singkat

Sebagai tamu VIP, Anda kemungkinan akan bertemu banyak profesional dari berbagai perusahaan. Karena itu, siapkan perkenalan singkat mengenai nama, jabatan, organisasi, dan bidang pekerjaan. Perkenalan yang ringkas membuat percakapan terasa lebih natural, dan memudahkan orang lain mengenal Anda tanpa terkesan berlebihan.

6. Perhatikan Etika Selama Acara

Etika merupakan salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam acara bisnis. Hindari memotong pembicaraan, gunakan ponsel seperlunya, serta berikan perhatian penuh ketika pembicara sedang menyampaikan materi. Jika mendapat kesempatan bertanya atau memberikan sambutan, sampaikan pendapat secara singkat, jelas, dan relevan dengan topik yang sedang dibahas.

7. Siapkan Kartu Nama atau Kontak Digital

Walaupun pertukaran kontak kini banyak dilakukan melalui LinkedIn atau QR Code digital, kartu nama tetap menjadi alat networking yang praktis dalam berbagai acara perusahaan. Pastikan informasi yang tercantum masih terbaru, sehingga calon relasi dapat menghubungi Anda dengan mudah setelah acara selesai.

Pada beberapa acara berskala besar khususnya di Ibu Kota, terutama pada acara peluncuran produk, perayaan pencapaian perusahaan, atau seremoni pembukaan yang banyak digelar di ibu kota, dekorasi berupa bunga standing Jakarta juga kerap digunakan sebagai bentuk apresiasi dari mitra bisnis. Memahami konteks acara semacam ini dapat membantu Anda membuka percakapan ringan dengan tamu lain sebelum memasuki diskusi yang lebih profesional.

8. Jaga Sikap Saat Sesi Networking

Networking bukan sekadar memperbanyak kenalan, tetapi membangun hubungan profesional yang berkualitas. Dengarkan lawan bicara dengan baik, hindari mendominasi percakapan, dan fokus mencari kesamaan kepentingan yang dapat menjadi awal kerja sama. Apabila memungkinkan, catat nama atau perusahaan yang menurut Anda berpotensi menjadi relasi penting untuk ditindaklanjuti setelah acara.

9. Lakukan Follow Up Setelah Acara

Banyak peluang bisnis justru muncul setelah acara berakhir. Oleh karena itu, kirimkan ucapan terima kasih melalui email atau LinkedIn kepada pihak yang sempat berdiskusi dengan Anda. Follow up sederhana dalam waktu 24–48 jam, dapat memperkuat kesan profesional sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa mendatang.

Menjadi tamu VIP di acara perusahaan berarti membawa citra diri maupun organisasi yang Anda wakili. Dengan mempersiapkan agenda, penampilan, etika, hingga strategi networking, Anda dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Persiapan yang baik tidak hanya membuat Anda lebih percaya diri, tetapi juga meningkatkan peluang membangun hubungan profesional yang bermanfaat dalam jangka panjang.


August 05, 2026 7 komentar

 

Apakah kalian menyadari bahwa cara menemukan produk baru kini jauh berbeda dibandingkan lima, atau sepuluh tahun lalu? Dulu, banyak orang mengenal produk melalui iklan televisi, brosur, pameran, atau rekomendasi langsung dari teman. Sekarang, perjalanan konsumen jauh lebih dinamis. Seseorang bisa mengenal sebuah produk hanya karena melihat video berdurasi 30 detik, membaca ulasan di marketplace, atau bahkan menemukan unggahan pengguna biasa di media sosial, seperti Tiktok, Instagram.

Perubahan perilaku ini tidak terjadi begitu saja. Semakin mudahnya akses internet, berkembangnya berbagai jenis media sosial, serta meningkatnya kepercayaan terhadap pengalaman pengguna lain, telah mengubah cara orang mengambil keputusan sebelum membeli. Berikut sembilan cara masyarakat modern menemukan produk baru yang kini semakin dominan:




1. Melalui Video Pendek di Media Sosial

Platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts telah menjadi "etalase digital" baru. Banyak orang tidak lagi mencari produk secara aktif, tetapi justru menemukannya ketika sedang menikmati konten hiburan, atau konten lain yang mereka gemari.

Algoritma media sosial mampu menampilkan produk yang sesuai dengan minat pengguna berdasarkan aktivitas mereka sebelumnya. Akibatnya, proses menemukan produk terasa lebih alami dibandingkan melihat iklan konvensional, seperti iklan televise, ataupun brosur. Sehingga Hal ini dimanfaatkan oleh banyak digital marketing agency untuk membantu brand menjangkau audiens yang lebih spesifik melalui konten video yang relevan dengan kebiasaan pengguna.

2.  Membaca Review dari Pengguna Asli

Kini konsumen lebih percaya pada pengalaman pengguna dibandingkan slogan promosi.

Sebelum membeli, banyak orang mencari ulasan atau  review berupa foto, video, maupun komentar yang menunjukkan bagaimana produk digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Review seperti ini dianggap lebih jujur karena menampilkan kelebihan sekaligus kekurangan produk. Pola yang sama juga terlihat pada produk, atau layanan yang tergolong baru, termasuk platform crypto, di mana calon pengguna cenderung mempelajari pengalaman orang lain terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mencoba, agar terhindar dari hal-hal tidak diinginkan.

Menurut laporan BrightLocal Local Consumer Review Survey 2025, sebagian besar konsumen membaca ulasan online sebelum memutuskan membeli produk, atau menggunakan suatu layanan. Kebiasaan ini menunjukkan bahwa review telah menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

3. Rekomendasi dari Kreator Konten

Influencer bukan lagi satu-satunya sumber rekomendasi. Saat ini banyak konsumen lebih menyukai kreator dengan komunitas yang lebih kecil, tetapi memiliki hubungan yang dekat dengan pengikutnya. Micro-influencer sering dianggap lebih autentik, sehingga rekomendasinya terasa lebih dapat dipercaya dibandingkan promosi yang terlalu komersial.

4. Fitur Pencarian di Marketplace

Marketplace tidak lagi hanya menjadi tempat bertransaksi. Banyak orang membuka marketplace hanya untuk melihat produk terbaru, membandingkan harga, membaca spesifikasi, hingga mengecek penilaian, atau pengalaman pembeli. Bahkan tanpa niat membeli saat itu juga, dan aktivitas tersebut sering berakhir dengan penemuan produk yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

5. Konten "How-To" dan Edukasi

Alih-alih mencari produk tertentu, banyak pengguna memulai dengan mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Misalnya, seseorang mencari cara mengurangi panas di dalam rumah, cara menyimpan makanan lebih awet, atau cara mengatur ruang kerja yang lebih nyaman. Dari konten edukatif tersebut, mereka kemudian mengenal berbagai produk yang dapat membantu menyelesaikan kebutuhan tersebut. Pendekatan seperti ini membuat konsumen merasa menemukan produk melalui solusi, bukan melalui promosi.

6. Forum dan Komunitas Online

Forum diskusi, seperti grup Facebook, Discord, menjadi tempat bertukar pengalaman antarpengguna. Rekomendasi yang muncul dalam komunitas biasanya lebih mendalam karena berasal dari orang-orang yang benar-benar menggunakan produk tersebut dalam jangka waktu tertentu. Tidak jarang produk yang belum terlalu populer justru dikenal luas berkat pembahasan di komunitas.

7. Mesin Pencari yang Semakin Pintar

Cara menggunakan mesin pencari juga telah berubah. Jika dulu orang mengetik nama produk, sekarang mereka lebih sering mengetik kebutuhan atau masalah yang ingin diselesaikan, seperti "sepatu yang nyaman untuk berdiri seharian" atau "lampu hemat listrik untuk kamar kerja". Mesin pencari kemudian menampilkan artikel, video, ulasan, hingga perbandingan produk yang relevan. Dari sinilah konsumen mengenal berbagai merek baru yang sebelumnya belum pernah mereka dengar.

8. Rekomendasi Berbasis Algoritma

Platform digital kini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal. Riwayat pencarian, produk yang pernah dilihat, hingga kebiasaan berbelanja digunakan untuk menyarankan produk lain yang dianggap sesuai dengan preferensi pengguna.

Menurut McKinsey & Company, personalisasi yang didukung data mampu meningkatkan keterlibatan pelanggan sekaligus mendorong keputusan pembelian karena rekomendasi menjadi lebih relevan dengan kebutuhan masing-masing individu.

9. Konten dari Pengguna Biasa (User-Generated Content)

Salah satu perubahan terbesar saat ini adalah meningkatnya pengaruh konten buatan pengguna. Foto sebelum dan sesudah penggunaan produk, video unboxing, pengalaman memakai produk selama beberapa bulan, hingga cerita sederhana di media sosial sering kali lebih menarik perhatian dibandingkan iklan profesional.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen semakin bergeser kepada pengalaman nyata. Ketika banyak orang membagikan pengalaman positif secara sukarela, produk tersebut lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli lainnya.

Kesimpulan

Cara masyarakat menemukan produk baru telah mengalami transformasi besar. Jika dahulu informasi lebih banyak datang dari perusahaan melalui iklan, kini konsumen justru menemukannya melalui pengalaman pengguna lain, algoritma digital, komunitas online, hingga konten edukatif.

Perubahan ini menunjukkan bahwa proses menemukan produk tidak lagi bersifat satu arah. Konsumen kini berperan aktif mencari informasi, membandingkan berbagai pilihan, dan memanfaatkan beragam sumber sebelum mengambil keputusan. Bagi pelaku bisnis, memahami perubahan perilaku tersebut menjadi langkah penting agar produk lebih mudah ditemukan di tengah persaingan digital yang semakin ketat.

 


August 05, 2026 1 komentar

 

Siapa yang di rumah memiliki lemari khusus untuk alat kebersihan?

Lemari alat kebersihan sering menjadi tempat menyimpan sapu, pel, ember, cairan pembersih, lap, sikat, vacuum cleaner, hingga stok tisu dan plastik sampah. Karena fungsinya lebih ke area servis, dan agar tidak berantakan atau berceceran, serta menganggu pemandangan di rumah. Sayangnya, bagian ini sering tidak terlalu diperhatikan dibanding ruang utama, seperti ruang tamu atau kamar tidur.

Padahal, lemari alat kebersihan bisa menjadi titik rawan rayap jika berada di area lembap, menempel ke dinding, dan menggunakan material kayu atau kayu olahan. Apalagi jika di dalamnya ada lap basah, kardus produk, atau rak kayu yang jarang dibersihkan.


Kenapa Lemari Alat Kebersihan Bisa Rawan Rayap?




Mungkin hal ini belum banyak dipahami dan disadari, kalau area penyimpanan alat kebersihan biasanya dekat dengan sumber air, seperti kamar mandi, dapur, laundry, atau area belakang rumah. Jika pel, lap, atau ember masih basah saat disimpan, kelembapan bisa bertahan lebih lama di dalam lemari.

Sementara rayap menyukai tempat yang lembap, gelap, dan jarang terganggu. Jika lemari terbuat dari MDF, particle board, plywood, multipleks, atau kayu solid, material tersebut tetap mengandung selulosa yang bisa menjadi sumber makanan rayap.

Pel dan Lap Basah Bisa Memperburuk Kondisi

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah menyimpan pel atau lap dalam kondisi belum benar-benar kering. Akibatnya, bagian dalam lemari menjadi lembap, dan berbau apek. Kelembapan yang terus terjebak bisa membuat material lemari melemah. Jika ada celah kecil di lantai atau dinding, rayap bisa memanfaatkan jalur tersebut untuk masuk ke area lemari.

Kardus Produk Pembersih Jangan Ditumpuk Terlalu Lama

Perlu jadi perhatian juga, beberapa produk kebersihan biasanya masih disimpan bersama kardusnya, seperti stok tisu, deterjen, sabun lantai, atau perlengkapan rumah tangga lainnya. Kardus mengandung selulosa inilah yang sangat disukai rayap.

Jika kardus diletakkan langsung di lantai lemari yang lembap, bagian bawahnya bisa rusak lebih dulu. Dari situ, risiko rayap bisa menyebar ke rak kayu, atau bagian dalam lemari. Sehingga menyebabkan kerusakan perlahan, namun pasti yang tidak disadari.

Bagian Bawah Lemari Sering Jadi Titik Awal

Selain kardus pembungkus produk yang  tersimpan dalam lemari alat kebersihan memicu rayap. Bagian bawah lemari alat kebersihan pun paling perlu diperhatikan, karena dekat dengan lantai. Jika lantai sering basah akibat pel, rembesan, atau cipratan air, area ini bisa menjadi lebih rawan.

Coba perhatikan, apakah ada tanda seperti serbuk halus, kayu mengelupas, bagian bawah lemari terasa lunak, atau pintu lemari mulai sulit ditutup? Jika ada tanda-tanda tersebut, sebaiknya tidak diabaikan. Bisa saja kerusakan sudah terjadi dari bagian dalam material.

Dinding Belakang Lemari Perlu Dicek

Lemari alat kebersihan sering ditempatkan menempel ke dinding agar tidak memakan ruang. Namun, posisi ini membuat bagian belakangnya jarang terlihat. Jika dinding belakang lemari lembap, cat mengelupas, atau ada retakan kecil, area tersebut perlu diperiksa. Rayap bisa bergerak melalui celah dinding menuju bagian belakang lemari tanpa terlihat dari depan.

Tanda Rayap di Lemari Alat Kebersihan

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan adalah muncul jalur tanah kecil di sudut dinding, serbuk halus di bawah lemari, kardus mudah hancur, rak terdengar kopong, atau bagian bawah lemari mulai rapuh.

Jika lemari berbau lembap dan ada bagian kayu yang terasa lunak, jangan langsung dianggap hanya karena sering terkena air. Periksa juga kondisi lantai, dinding, dan barang yang disimpan di dalamnya.

Cara Mengurangi Risiko Rayap pada Lemari Alat Kebersihan




Langkah pertama, adalah pastikan pel, lap, dan sikat benar-benar kering sebelum disimpan. Hindari memasukkan alat yang masih basah ke dalam lemari tertutup.

Kedua, jangan menyimpan kardus terlalu lama di dalam lemari. Gunakan wadah plastik atau organizer yang lebih mudah dibersihkan dan tidak mudah menyerap lembap.

Ketiga, beri jarak antara lemari dan dinding agar sirkulasi udara lebih baik. Jarak kecil ini juga memudahkan pengecekan jika muncul tanda awal rayap.

Jika mulai muncul tanda seperti jalur tanah, serbuk halus, kardus rusak, atau bagian bawah lemari mulai rapuh, layanan anti rayap medan bisa menjadi pilihan untuk membantu mencegah kerusakan menyebar ke bagian rumah lainnya.

Kesimpulan




Lemari alat kebersihan bisa menjadi area rawan rayap jika sering lembap, banyak menyimpan kardus, dan jarang diperiksa bagian bawah serta belakangnya. Karena area ini sering dianggap hanya sebagai tempat servis, tanda awal rayap sering terlambat diketahui.

Dengan menyimpan alat dalam kondisi kering, mengurangi kardus, menjaga ventilasi, dan rutin memeriksa area sekitar lemari, risiko kerusakan akibat rayap bisa dikurangi sejak dini.

 


July 29, 2026 No komentar

 

Siapa yang ingat tanggal 23 Juli kemarin adalah Hari Anak Nasional?

Alhamdulliah, banyak yang ikut merayakan Hari Raya Anak Nasional, termasuk Dompet Dhuafa, lembaga filantropi islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya, welasasih (filantropis) dan wirausaha sosial ini, melalui program BesTeam (Bestian Sama Yatim) menghadirkan Indonesia Dream Festival 2026 dengan tema "1000 Dreams, One Festival".

Indonesia Dream Festival 2026




Festival ini dirancang sebagai ruang yang menggabungkan edukasi, kreativitas, budaya, permainan, serta pengalaman inspiratif yang mendorong anak-anak yatim dan dhuafa untuk berani bermimpi, mengenali potensi diri, menampilkan bakat terbaik, serta membangun karakter melalui nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan kebersamaan.

Indonesia Dream Festival juga menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak melalui program pemeriksaan kesehatan mata dan pemberian kacamata gratis bagi anak yang membutuhkan, serta penyaluran berbagai bantuan penunjang seperti santunan, paket school kit, dan bentuk dukungan lainnya sebagai upaya membantu mereka meraih masa depan yang lebih baik.

Senangnya, saya dan teman-teman blogger berkesempatan ikut hadir menyaksikan acara Indonesia Dream Festival 2026, yang diadakan tanggal 26 Juli 2026, di Pasa Raya Blok M. Menampilkan finalis-finalis Indonesia Dream Festival 2026, yang terdiri dari lomba menyanyi, Menari, dan Dai Cilik. Peserta berasal dari berbagai daerah, karena memang lomba untuk seluruh anak Indonesia, tanpa dipungut biaya apapun. Bahkan para finalis diberikan tiket gratis bersama mendamping, untuk ikut final acaranya.

Saya sempat ngobrol dengan pendamping peserta lomba nyanyi dari Semarang,  yang merupakan Neneknya. Elfano Akbar, sudah yatim sejak usia 4 tahun, bakat menyanyi tumbuh ketika diajak Neneknya ke suatu acara, dan diminta untuk bernyanyi. Ternyata keterusan sampai cucunya berusia 7 tahun, dan dalam Indonesia Dream Festival 2026 ini cucunya meraih juara 2 loh.

Ragam Acara di Indonesia Dream Festival 2026




Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2024, tingkat kemiskinan nasional berada di angka 8,85%, menurun dari 9,36% pada tahun sebelumnya. Namun, angka ini masih setara dengan sekitar 24 juta jiwa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Data ini menunjukkan bahwa meski ada penurunan, kemiskinan masih menjadi persoalan serius, terutama bagi kelompok rentan seperti anak yatim.

Karena itu kegiatan Dompet Dhuafa ini menjadi salah satu hal yang positif untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat anak yatim. Apalagi di Indonesia Dream Festival 2026 selain menghadirkan Talent Zone yang merupakan panggung apresiasi yang menampilkan para grand finalis Indonesia Dream Talent dari berbagai daerah yang sebelumnya telah mengunggah penampilan mereka melalui Reels Instagram dan lolos seleksi awal. Juga ada zone-zone lain, yaitu:

Bestian Kindness Zone untuk menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi sejak usia dini melalui berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan oleh anak-anak.

Dream Zone dengan memberikan pengalaman eksploratif kepada anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengenal berbagai profesi, keterampilan, serta peluang masa depan sehingga mereka memiliki keberanian untuk bermimpi dan mulai mengenali potensi dirinya.

Play Zone dengan menghadirkan ruang bermain yang sehat, aktif, dan edukatif melalui permainan tradisional Indonesia untuk melatih kerja sama, sportivitas, komunikasi, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Care Zone dengan memberikan layanan kesehatan yang mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.








Dompet Dhuafa juga memberikan apresiasi dalam BesTeam Award melalui program BesTeam kepada individu, komunitas, perusahaan, maupun figur publik yang telah menunjukkan komitmen, kepedulian, dan kontribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak yatim di Indonesia.

Dan, acara diramaikan juga dengan  dongeng, sulap, serta talkshow mengusung tema "Bekal Hebat untuk Meraih Mimpi", sesi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa setiap cita-cita tidak hanya diraih melalui keberanian untuk bermimpi, tetapi juga melalui bekal yang kuat berupa kesehatan, karakter yang baik, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Kemudian puncak acara menghadirkan Quinn Salman. Terlihat sekali adik-adik yang hadir merasakan kegembiraan bersama.

Semoga Dompet Dhuafa yang sudah berjalan lebih tiga dekade (33 tahun) ini, dan  berkontribusi menghadirkan layanan bagi pemberdayaan dan pengembangan umat melalui lima pilar program, yaitu pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial kebencanaan, dakwah dan budaya, serta CSR. Terus mendapat dukungan dari masyarakat, agar bisa terus mengembangkan sayap kebaikannya.

Oya, Dompet Dhuafa juga menerapkan tata kelola sesuai prinsip GCG (transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran) dan memastikan organisasi berjalan sesuai regulasi, kepatuhan syariah dan ketentuan-ketentuan lainnya. Jadi jangan ragu, jika kalian ingin berpartisipasi dan berbagi bareng Dompet Dhuafa.

Public Relation Dompet Dhuafa

Philanthropy Building

Jl. Warung Jati Barat No.14

Jakarta Selatan 12540,

 Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi :

U.P : Corcom Dompet Dhuafa, Bani (+62852 1942 7407)


July 27, 2026 4 komentar
Older Posts

Followers

About Me


Just Married


Tentang Aku

Tentang Eni Martini

Tentang DUNIAENI

Read More

Created with by ThemeXpose