Duniaeni Blogger

linkedin facebook twitter pinterest instagram youtube
  • Home
  • About
  • Recognition
  • Disclosure
  • Contact
  • Log

 


Nama gue Pak Sardi, enam puluh satu tahun, pensiunan nelayan. Sekarang gue cuma duduk di teras, ngopi, dan lihat laut dari kejauhan karena lutut gue sudah tidak mengizinkan gue naik perahu lagi. Istri gue sering bilang, gue terlalu banyak mengamati urusan orang lain. Mungkin istri gue benar. Tapi kalau gue tidak mengamati, tidak ada yang akan tahu apa yang terjadi di rumah sebelah selama hampir dua tahun itu.

Tentang Kampung Kami

Kampung kami namanya Dusun Kalongan. Terletak di pesisir selatan Jawa, sekitar dua belas kilometer dari Parangtritis. Bukan desa wisata. Bukan desa yang ada di peta mana pun yang dijual di toko buku. Kami hanya ada di mulut ke mulut, dan bahkan itu pun jarang.

Penduduknya sekitar dua ratus jiwa. Hampir semua nelayan atau istri nelayan. Rumah-rumah menghadap ke utara membelakangi laut, karena nenek moyang kami bilang tidak sopan memandang laut selatan terlalu lama. Laut itu punya pemilik, dan pemiliknya tidak suka ditatap.

Gue lahir di sini. Gue akan mati di sini, dan selama enam puluh satu tahun hidup di tempat ini, gue sudah terbiasa dengan hal-hal yang orang kota akan sebut tidak masuk akal. Ombak yang bersuara seperti nama seseorang di malam tertentu. Bau kemenyan yang datang dari arah laut waktu angin bertiup dari selatan. Nelayan yang hilang dan ditemukan tiga hari kemudian di pantai yang berbeda  dalam kondisi selamat tapi tidak bisa mengingat apapun yang terjadi selama tiga hari itu.

Kami tidak membicarakan hal-hal itu dengan keras. Kami hanya tahu bahwa ada aturan-aturan tidak tertulis yang harus diikuti kalau mau hidup tenang di tanah ini. Salah satunya adalah : jangan terlalu dekat dengan orang yang baunya sudah berubah.

Tentang Rumah Sebelah

Rumah di sebelah kanan rumah gue sudah kosong selama tiga tahun sebelum akhirnya ada yang menempatinya lagi. Pemilik lamanya pasangan tua, Pak Marno dan istrinya pindah ke Wonogiri ikut anak mereka. Rumahnya ditinggal begitu saja, kuncinya dititipkan ke gue. Lalu suatu hari, sekitar pertengahan 2020, ada perempuan yang datang ke rumah gue, dan bilang dia sudah menghubungi keluarga Pak Marno dan menyewa rumah itu. Perempuan itu namanya Lastri.

Usianya waktu itu mungkin sekitar tiga puluh tahunan. Gue tidak bisa terlalu tepat karena ada sesuatu yang aneh dengan wajahnya dari pertama kali gue lihat, wajahnya terlihat lebih tua dari tubuhnya, atau mungkin sebaliknya, gue tidak bisa memutuskan. Dia datang sendirian, tidak ada suami, tidak ada anak, tidak ada keluarga yang mengantar. Hanya dia dan satu koper besar, satu tas ransel, dan satu bungkusan yang dibungkus kain jarik hitam yang dia pegang sepanjang waktu, tidak pernah diletakkan, tidak pernah dilepas dari tangannya.

Istri gue nyiapin teh dan mengajak ngobrol seperti biasa. Lastri ramah, bicaranya pelan, menjawab pertanyaan dengan cukup tapi tidak berlebihan.

Dari mana asalnya — Cilacap.

Kenapa pindah ke sini — Mau tenang, katanya. Mau dekat laut.

Kerja apa — Tidak kerja, katanya. Masih ada simpanan.

Waktu istri gue masuk ke dapur, gue sempat menatap bungkusan jarik hitam yang ada di pangkuan Lastri. Dari celah lipatannya, gue lihat sesuatu yang hitam dan panjang menjuntai keluar. Rambut.

Bulan Pertama

Lastri jadi tetangga yang baik di bulan pertama. Tidak berisik. Tidak mengganggu. Sesekali memberi ikan kalau dapat rezeki lebih dari pasar. Sesekali mampir ngobrol sebentar di pagi hari. Tapi ada dua hal yang gue notice sejak hari pertama. Pertama, Lastri tidak pernah menjemur pakaian di siang hari.

Ini hal kecil. Tapi di kampung pesisir seperti ini, menjemur pakaian adalah aktivitas pagi yang tidak bisa tidak dilakukan. Angin laut dan matahari adalah kombinasi terbaik untuk mengeringkan baju yang susah kering karena udara lembab sepanjang waktu. Semua orang menjemur pakaian di pagi sampai siang. Lastri menjemurnya setelah maghrib.

Gue tanya suatu hari — dengan santai, basa-basi tetangga biasa.

Dia bilang kulitnya sensitif. Tidak tahan panas matahari langsung.

Gue terima jawaban itu. Waktu itu.

Kedua, Setiap malam Jumat, ada bau yang datang dari rumah Lastri. Bukan bau masakan. Bukan bau rokok. Bau kemenyan. Dicampur sesuatu yang lebih berat dan lebih manis bunga, mungkin, tapi bunga yang sudah layu, bukan yang segar. Gue kenal bau itu.

Di kampung pesisir selatan, bau itu bukan hal yang sepenuhnya asing. Ada orang-orang yang melakukan laku tertentu pada malam-malam tertentu membakar kemenyan, menaruh sesaji, mengirimkan doa ke leluhur atau ke sesuatu yang lebih tua dari leluhur. Gue tidak tanya soal itu. Di sini, ada hal-hal yang lebih sopan untuk tidak ditanyakan.

Bulan Ketiga Sesuatu Berubah

Perubahan itu tidak datang tiba-tiba. Datangnya pelan, seperti air pasang yang naiknya tidak terasa, sampai tiba-tiba lutut kamu sudah basah. Yang pertama berubah adalah penampilan Lastri. Bukan berubah menjadi lebih buruk, tapi justru sebaliknya dan itu yang membuat gue dan istri gue membicarakannya diam-diam.

Lastri terlihat lebih muda dari bulan ke bulan. Kulitnya lebih cerah, matanya lebih bersinar, cara jalannya berubah lebih ringan, lebih percaya diri. Istri gue bilang mungkin udara laut cocok sama dia. Gue tidak bilang apa-apa, tapi gue mengamati lebih cermat.

Yang kedua berubah adalah frekuensi bau kemenyan itu. Kalau sebelumnya hanya malam Jumat, sekarang hampir setiap malam. Dan intensitasnya lebih pekat. Kadang pagi hari gue bangun dan sisa baunya masih ada di udara, seperti menempel di serat kayu rumah gue yang berbatasan langsung dengan rumah Lastri.

Yang ketiga, dan ini yang paling membuat gue tidak nyaman adalah suara. Sekitar bulan ketiga, gue mulai dengar suara dari rumah Lastri di tengah malam, bukan suara keras. Justru sangat pelan seperti seseorang sedang berbicara dengan ritme yang konstan bukan percakapan biasa, tapi seperti mantra, atau hitungan, atau keduanya. Suaranya selalu berhenti tepat sebelum azan subuh.

Pertemuan dengan Mbah Parti

Mbah Parti adalah perempuan tertua di kampung kami. Usianya tidak ada yang tahu pasti dia sendiri bilang sudah lupa, tapi yang jelas dia sudah ada sejak sebelum orang tua gue lahir. Dia tinggal di ujung kampung, dekat muara sungai kecil yang mengalir ke laut. Rumahnya selalu harum serai dan jahe. Gue pergi ke sana suatu sore, pura-pura mampir karena anak buah Mbah Parti baru dapat tangkapan besar dan gue mau beli ikan. Tapi tujuan gue yang sesungguhnya adalah bertanya.

Gue ceritakan tentang Lastri. Tentang bau kemenyan. Tentang suara di tengah malam. Tentang perubahan penampilan yang membuat gue tidak nyaman. Mbah Parti mendengarkan sambil memilah ikan. Tidak memandang gue, tangannya terus bergerak. Waktu gue selesai cerita, dia diam lama. Lalu dia tanya satu hal.

"Rambuté, Kang. Rambuté Lastri — panjang ta?"

Gue bilang iya. Sangat panjang sampai pinggang, hitam pekat.

Mbah Parti mengangguk pelan.

"Lan saben esuk, ana rambut panjang ing ngarep omahe?" (Dan setiap pagi, ada rambut panjang di depan rumahnya?)

Gue diam. Gue baru sadar bahwa memang ada. Gue sudah lihat berkali-kali tapi tidak pernah menghubungkannya dengan apapun. Hanya selalu gue anggap rambut yang rontok terbawa angin.

"Iku dudu rambut sing rontok, Kang," kata Mbah Parti pelan. (Itu bukan rambut yang rontok, Kang.)

"Iku rambut sing wis dienggo. Sing wis diobong. Sisiné." (Itu rambut yang sudah dipakai. Yang sudah dibakar. Sisanya.)

Gue tanya — dipakai untuk apa.

Mbah Parti akhirnya menatap gue. Matanya yang sudah sangat tua itu menatap gue dengan ekspresi yang gue tidak bisa baca dengan tepat,  antara kasihan dan waspada.

"Ritual Rambut Sewu, Kang. Nanging iki dudu Rambut Sewu sing biasa. Iki Rambut Sewu Segoro." (Ritual Rambut Sewu, Kang. Tapi ini bukan Rambut Sewu biasa. Ini Rambut Sewu Segoro.)

Gue tidak pernah dengar istilah itu sebelumnya. Mbah Parti menjelaskan dengan singkat dan dengan nada suara yang membuat gue merinding meski udara sore itu panas. Rambut Sewu Segoro (Rambut Sewu Laut) adalah varian dari ritual yang sama tapi dilakukan di daerah pesisir selatan, di mana kekuatan laut digunakan sebagai amplifier. Sebagai penguat ritual yang sama jelasnya bekerja, kata Mbah Parti, tapi dengan harga yang berbeda.

"Yen Rambut Sewu biasa mbayar karo awake dewe — Rambut Sewu Segoro mbayar karo liyané." (Kalau Rambut Sewu biasa membayar dengan dirinya sendiri — Rambut Sewu Segoro membayar dengan orang lain)

Gue tanya — orang lain yang mana.

Mbah Parti tidak menjawab.Dia hanya menatap ke arah kampung ke arah rumah Lastri yang bisa dilihat dari sini kalau cuaca cerah. Dan gue menyadari bahwa pandangan itu bukan mengarah ke rumah Lastri, tapi ke rumah-rumah di sekitarnya.

Bulan Kelima Tetangga Mulai Sakit

Hal pertama yang gue notice adalah istri Pak Kumis,  tetangga dua rumah dari Lastri,  tiba-tiba jatuh sakit. Bukan sakit yang bisa dijelaskan dokter puskesmas. Badannya lemas, rambutnya rontok, nafsu makannya hilang. Dokter bilang mungkin anemia, kasih suplemen. Seminggu tidak membaik. Dibawa ke rumah sakit kabupaten, semua hasil laboratorium normal. Tapi dia terus melemah.

Yang kedua adalah anak Pak Hadi, laki-laki dua belas tahun  tiba-tiba tidak mau makan dan tidak mau bicara selama hampir seminggu. Matanya kosong. Duduk di teras seharian menatap ke arah rumah Lastri tanpa ekspresi. Dokter bilang mungkin trauma psikologis, orangtua Hadi tidak tahu trauma apa yang anaknya alami.

Yang ketiga adalah kejadian yang gue sendiri tidak mau terlalu lama memikirkan. Suatu pagi gue bangun lebih awal dari biasanya. Jam empat kurang, langit masih hitam, gue keluar ke teras untuk ngecek perahu tetangga yang gue ikut jaga karena pemiliknya sedang ke luar kota. Dan dari teras gue lihat Lastri, dia berdiri di tepi pantai sendirian. Rambutnya terurai panjang dan tampak bergerak meski tidak ada angin yang cukup kencang untuk menggerakkannya seperti itu.

Tangannya terentang ke kedua sisi. Telapak tangannya menghadap ke atas, wajahnya menghadap ke laut. Dan dari jaraknya sekitar lima puluh meter dari tempat gue berdiri,  gue bisa lihat ada sesuatu di tangannya yang terbakar pelan. Merah kecil di masing-masing telapak tangan. Gue berdiri diam sangat lama, lalu Lastri menolehkan kepalanya ke arah gue. Bukan karena gue bersuara. Gue tidak bersuara. Gue tidak bergerak, tapi dia tahu gue ada.

Dia menatap gue dari kejauhan itu selama beberapa detik, lalu dia senyum. Gue yang sudah enam puluh satu tahun hidup di kampung pesisir ini dan sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan,  untuk pertama kalinya dalam ingatan gue yang panjang itu, gue masuk ke dalam rumah dengan cepat dan mengunci pintu.

Percakapan yang Seharusnya Tidak Terjadi

Seminggu setelah kejadian di pantai itu Lastri datang ke rumah gue. Sore hari, membawa pisang goreng, senyumnya lebar. Istri gue persilakan masuk dan buatkan teh, gue duduk di kursi seberang. Berusaha terlihat biasa. Lastri ngobrol santai, nanya soal kondisi laut belakangan ini. Nanya soal tetangga yang sakit. Nanya soal jadwal hajatan yang katanya bulan depan ada. Gue jawab semuanya pendek-pendek.

Lalu Lastri berhenti sebentar minum tehnya. Menatap gue dengan mata yang gue tidak bisa baca.

"Pak Sardi sering bangun pagi ya," katanya pelan.

"Biasa, Bu. Nelayan."

"Sering ke pantai juga?"

"Kadang-kadang."

Lastri mengangguk. Senyumnya tidak berubah. "Pak Sardi tahu, kan, di sini ada aturan tidak tertulis soal melihat sesuatu di pantai sebelum subuh?"

Gue tahu ke mana arah pembicaraan ini, tapi gue tetap diam.

"Kata orang-orang tua di sini," lanjut Lastri dengan nada yang sangat santai, sangat datar, "Kalau seseorang melihat sesuatu yang bukan urusannya di pantai sebelum subuh dan dia diam saja, tidak cerita ke siapa-siapa biasanya tidak ada masalah. Semua baik-baik saja."

Dia berhenti sebentar.

"Tapi kalau dia cerita ke tetangga, ke orang tua kampung, ke siapapun,  biasanya ada harga yang harus dibayar."

Istri gue waktu itu sedang di dapur, tidak dengar percakapan ini.

Gue menatap Lastri. Lastri menatap gue kembali.

"Bapak sudah cerita ke siapa-siapa?" tanyanya.

Suaranya masih lembut. Masih senyum. Tapi matanya —Matanya sudah tidak sama dengan mata manusia yang gue kenal.

"Belum," kata gue. Itu bohong.

Yang Terjadi pada Mbah Parti

Tiga hari setelah percakapan itu, Mbah Parti sakit mendadak parah. Tidak ada yang bisa menjelaskan. Perempuan yang selama puluhan tahun tidak pernah sakit lebih dari masuk angin biasa itu tiba-tiba tidak bisa bangun dari kasur. Badannya dingin, matanya setengah terbuka, napasnya berat. Cucu-cucunya panik dan membawanya ke rumah sakit.

Sebelum dibawa, dalam kondisi setengah sadar itu, Mbah Parti memegang tangan cucu tertuanya dan berbisik sesuatu. Cucu itu yang gue kenal baik karena sering bantu gue di perahu dulu menceritakan ke gue apa yang Mbah Parti bisikkan. Katanya Mbah Parti bilang :

"Ojo kandakke Pak Sardi. Ojo kandakke. Wis kasep." (Jangan beritahu Pak Sardi. Jangan beritahu. Sudah terlambat.

Dua Minggu Terakhir

Mbah Parti tidak kembali ke kampung. Dia meninggal di rumah sakit empat hari setelah dirawat. Dokter bilang organ-organnya mengalami kegagalan yang tidak bisa dijelaskan secara medis untuk seseorang yang kondisi fisik sebelumnya tidak ada masalah berarti. Istri Pak Kumis perlahan membaik setelah Mbah Parti meninggal.

Anak Pak Hadi kembali normal, dan Lastri — Lastri terlihat lebih sehat dari sebelumnya. Lebih bercahaya, lebih muda. Lebih kuat. Seperti ada sesuatu yang dipindahkan. Gue amati semua itu dari teras gue, sambil ngopi, sama seperti biasanya. Gue tidak cerita ke siapa-siapa lagi, tapi gue terus mengamati.

 

Karena ada satu hal yang gue notice dalam beberapa hari terakhir ini hal yang belum pernah gue ceritakan kepada siapapun dan baru sekarang gue tuliskan pertama kalinya. Setiap pagi, waktu gue menyapu teras ada rambut panjang di depan pintu rumah gue. Bukan satu dua helai, ta[I puluhan. Hitam, tersusun rapi. Gue sapu, gue buang.

Keesokan paginya ada lagi. Gue tanya istri gue apakah dia tahu dari mana rambut-rambut itu. Istri gue menggeleng bingung.

"Lho, Pak — itu kan rambut Bapak sendiri."

Gue terdiam.

Gue pegang sehelai rambut yang tersisa di sapu gue. Gue lihat dengan teliti. Hitam pekat, panjang hampir semester, dan gue baru ingat satu hal yang selama ini tidak pernah gue permasalahkan, rambut gue sudah putih semua sejak dua belas tahun lalu.

Dusun Kalongan, pesisir selatan Jawa. Ritual Rambut Sewu Segoro tidak meminta rambut dari lakunya. Ia meminta rambut dari yang paling dekat dengan pelakunya, yang paling sering melihat, yang paling banyak tahu.. Dan yang paling tidak pernah curiga bahwa sejak malam pertama Lastri datang ke kampung ini ritual itu sudah berjalan, Pak Sardi sudah menjadi bagian darinya tanpa pernah diminta, tanpa pernah tahu.

June 06, 2026 No komentar

 


Rasanya aroma Idul Fitri masih berbekas di hati ya, bahkan susah move on buat saya, kalian gimana? Kumpul sanak famili dari luar kota, hidangan makanan lezat dan beragam kue lebaran, tidak ketinggalan baju lebaran ikut memeriahkan suasana. Tapi yang tidak kalah terkesan sholat Idul Fitri bersama keluarga, dan juga para tetangga, dimana setelahnya saling bersalam-salaman. Duh, meriahnya!

Tapi sebentar lagi kita akan merayakan Idul Adha yang tidak kalah meriahnya, sholat Idul Adha bersama keluarga dan tetangga, memasak hidangan lezat, dan tentu saja berbagi kurban pada yang membutuhkan. Ayo, sebentar lagi kita akan Idul Adha nih, kalian sudah berkurban belum? Sebagai firman allah SWT dalam Surah Al-Kautsar ayat kedua tentang perintah berkurban yang berbunyi: Fa Shalli Lirobbika Wan-har (Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!)

Hukum kurban pada hari raya Idul Adha adalah Sunnah Muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang sudah mampu secara finansial. Tersedia jenis hewan kurban yang dapat menyesuaikan budget kita. Mau tahu lebih detailnya biar kalian bisa menjadi salah satu hamba Allah yang berkurban? Yuk, simak artikel saya sampai habis yaaa…

The Kurban Series 2026

Tanggal 2 Mei 2026, saya ikut hadir pada acara The Kurban Series yang diadakan lembaga filantropi terpercaya Dompet Dhuafa di Cibis Park, yang diramaikan oleh berbagai komunitas kendaraan, seperti vespa, sepeda ontel, motor gede, dan diramaikan bintang tamu pelawak terkenal Indo Warkop. Dompet Dhuafa telah menyalurkan hewan kurban secara amanah dan transparan dari tahun ke tahun.

Berkurban Sesuai Kemampuan

The Kurban Series 2026 ini mengangkat tema “Siapkan Kendaraan Terbaik Versimu”, dimana makna tersebut adalah kita semua bisa menyesuaikan kurban sesuai dengan kemampuan masing-masing, sebab kemampuan kita adalah keikhlasan yang tulus, yang mana di mata Allah SWT tentu terbaik bagi umatnya masing-masing. Misal, tahun ini baru dimampukan berkurban kambing, jangan mensia-siakan kesempatan berkurban, dan menunggu sampai bisa membeli sapi.



Indro Warkop menceritakan meski dia anak seorang Jenderal tapi kala itu hidupnya sederhana, tidak mewah sekali, ikut membantu bisnis catering ibunya. Dia pun melakukan kurban sesuai dengan kemampuannya, mulai dari kambing atau domba hingga sapi. Pokoknya yang terpenting bisa berkurban, karena berkurban seperti menyiapkan kendaraan terbaik buat di akherat nanti. Tentu saja Indro pernah berkurban melalu Dompet Dhuafa, merasa puas karena selain hewan kurbannya terbaik, penyalurannya tetap sasaran, dan pelaporannya jelas.

Bisa Kurban Unta Melalui Dompet Dhuafa

Bapak Ahmad Juwaini selaku ketua YDDR pun menyampaikan pentingnya menyiapkan kendaraan terbaik kelak, salah satunya dengan  memastikan hewan kurban kita disalurkan sesuai syariat, jantan, lolos quality control, tidak asal membeli hewan kurban, dan menyalurkan tidak tepat sasaran. Untuk itu Dompet Dhuafa memastikan hewan kurban yang disalurkan itu PASTI:

  • Pasti sesuai syariat
  • Jantan
  • Lolos quality control
  • Distribusi hingga pelosok negeri
  • Pelaporan cepat



Nah, di tahun ini kata Bapak Ahmad, ada tambahan fitur yaitu Kurban Express untuk membantu pendistribusian kurban ke tempat-tempat yang para pekurban ingin melihat hewan kurbannya. Gong’nya tahun ini Dompet Dhuafa menyediakan Unta, dan sudah berlangsung di di Timur Tengah dan Afrika. Namun sampai hari ini masih berusaha untuk memungkinkan kurban Unta di Indonesia, dank urban tahun ini difokuskan untuk wilayah-wilayah di Indonesia yang terkena dampaki banjir serta longsor di Aceh dan Sumatera.

Program Tebar Hewan Kurban

Selain itu Dompet Dhuafa juga mempunyai program Tebar Hewan Kurban (THK) yang dijelaskan oleh Ali Bastoni selaku Ketua Kurban 1447H, bahwa THK merupakan program ekonomi sosial yang mengelola dan mendistribusikan hewan kurban ke daerah terpencil dan pelosok nusantara yang sudah dimulai sejak 1994, mencakup 30 Provinsi di Indonesia. Selain itu juga ke negara lain yang minoritas muslim, sedang mengalami konflik, dan terpapar bencana. Tahun ini diutamakan ke Sudan, Myanmar, dan Palestina.




Dompet Dhuafa dalam program ini tidak sekedar mendistribusikan kurban secara merata loh, tapi juga memberdayakan peternak di Indonesia, karena hewan kurban dirawat oleh peternak pilihan, para peternak ini dilibatkan dalam pemilihan hewan kurban, quality control, dan monitoring distribusi oleh tenaga ahli. Jadi benar-benar berkurban melalui Dompet Dhuafa ini terbaik sih menurut saya. 

Berikut keuntungan berkurban di Dompet Dhuafa:

  1. Distribusi ke wilayah yang membutuhkan
  2. Menyejahterakan peternak lokal untuk dapat mandiri dan berdaya
  3. Hewan kurban berkualitas yang layak dikurbankan sesuai syariat Islam dan melewati quality control yang ketat
  4. Hewan kurbanbenar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan
  5. Pekurban mendapatkan laporan secara berkala mulai dari persiapan, info lokasi, dan proses pemotongan sampai pendistribusian.

Oya, sebagai info pada tahun 2025 kemarin Dompet Dhuafa telah mendistribusikan 28.445 ekor setara domba atau kambing kepada 2.356.920 jiwa penerima manfaat di 20 provinsi, 286 kabupaten/kota, dan 3 mancanegara. Titik sebaran kurban dipilih berdasarakan: Wilayah miskin, tertinggal dan pedalaman, belum pernah menikmati hewan kurban, dan wilayah bencana atau rentan konflik.

Keseruan Acara Kurbanaval The Kurban Series

Luarbiasakan gerakan Dompet Dhuafa dalam mengajak berkurban, saya dan teman-teman pun tidak terasa mengikuti acara Kurbnaval The  Kurban Series ini hingga malam. Menyimak program Dompet Dhuafa, mendengarkan sharing para narasumber yang tidak hanya Indro Warkop, tapi juga ada dari perwakilan komunitas, melihat konvoi beragam jenis kendaraan, yang ditutup pertunjukan musik




Oya, tidak ketinggalan Dompet Dhuafa bagi-bagi hadiah lewat menjawab pertanyaan MC tentang materi yang tadi dibawakan para narasumber. Alhamdullilah, saya kebagian hadiahnya dan dapat mukena traveling serta sajadah yang cantik sekali. Sementara hadiah doorprize kurban 1 domba kambing dan 1/7 sapi diraih dua wanita yang hadir dalam acara itu, salah satunya teman saya, Afrilentin. Masyallah, rejeki berkurban di 2026. Semoga saya menyusul tahun depan, hehehe.




Buat kalian yang sudah dimampukan menyiapkan kendaraan di akherat kelak bisa langsung pilih hewan kurbanmu di website Dompet Dhuafa, tidak perlu repor, cukup pilih, transfer, hewan kurban dan pendistribusiannya, Insallah terbaik.


May 05, 2026 8 komentar

 


Setahun lalu, adik saya mengabarkan kalau dia terkena batu ginjal dampak dari kurang asupan air putih, dan harus menjalani operasi batu ginjal ketika dilaser tiga kali batu ginjalnya tidak hilang. Operasinya tidak cukup sekali, karena ternyata terdapat dua batu ginjal di kanan- kiri yang  sudah tidak bisa ditangani dengan laser.

Saat menjenguknya ke rumah sakit, adik saya bercerita banyak sekali penyesalan, karena abai terhadap asupan air putih. Kebiasaannya mengasup air berwarna dan berasa, seperti kopi, soft drink, dan beragam minuman manis lainnya, sudah menjadi gaya hidupnya selama bertahun-tahun. Memang keluarga kami ada genetik batu ginjal, karena alm Bapak dulu juga sakit batu ginjal, tapi tetap penyebab utama terjadinya batu ginjal karena asupan minum yang tidak sehat.

Harusnya saya mengetahui alm Bapak dan adik yang sakit karena jarang mengasup air putih, menjadi sadar diri untuk menjaga kesehatan dengan rutin minum air putih sesuai kebutuhan tubuh. Namun, sepertinya manusia kalau belum kejadian belum sadar, sehingga dokter memeriksa kalau kandungan darah saya kekurangan air putih.

Huhuhu, sejujurnya saya sudah menyadari akan ada dampak negatifnya dengan pola minum air putih yang tidak bagus, tapi sering khilaf. Namun, kali ini menyadari anak masih kecil-kecil, saya juga merawat ibu yang sudah lansia dan sakit-sakitan, mendampingi suami yang butuh kehadiran saya, jadi saya harus sehat, Bismillah…

Ternyata Tidak Semua Air itu Sama

Tapi ternyata nih, tidak semua air itu sama, meski sama-sama bening, sama-sama segar saat diminum. Saya pribadi awalnya mengira air putih yang saya asup yang penting bening, tidak berbau, dan rasanya segar, pasti bagus untuk diminum, dan minum air putih sesuai kebutuhan, maka ginjal otomatis sehat. Kalian juga kebanyakan berpikir seperti ini kan?

 Saya baru tahu kalau air putih itu ada yang namanya air murni. Kalian penasaran juga kan, apa itu air murni dan apa bedanya dengan air mineral, yang mana kita semua sudah paham banget nih kalau air mineral itu bagus buat tubuh. Tapi ternyata ada air murni yang jauh lebih bagus manfaatnya buat ginjal kita.

Mengenal  Air Murni dan Manfaat Air Murni

Air murni atau air demineral dapat membantu detoks tubuh, karena molekulnya yang lebih ringan sehingga lebih mudah menyerap zat sisa metabolisme. Otomatis hal ini akan meringankan beban ginjal yang berfungsi menyaring darah sekitar 200 liter per hari untuk membuang limbah metabolism, racun, dan kelebihan cairan melalui urine.


Air dimeneral

Jadi bisa dibayangkan jika kita kekurangan asupan air putih, maka kerja ginjal akan sangat berat. Tapi dengan mengasup air murni sesuai kebutuhan tubuh dapat meringankan kerja ginjal, sebab tidak mengandung endapan mineral anorganik yang sulit diproses tubuh. Nah, air murni ini juga bisa jadi sebagai detox air putih.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan mineral harian dalam tubuh kita, tentu saja tidak hanya mengharapkan dari air minum. Karena sebenarnya secara maksimal kebutuhan mineral dalam tubuh  daiapat dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, seperti dari sayur mayur, buah, dan protein. Kalian bisa browsing atau tanya ahli kesehatan untuk makanan yang banyak mengandung mineral.

Setelah membaca artikel ini tentang air murni, semudah itu tubuh kita sehat? Kuncinya adalah memiliki pola hidup dan pola makan yang sehat, juga memahami air yang sehat untuk ginjal kita. Pertanyaannya, bagaimana kita mendapatkan air murni untuk memenuhi kebutuhan murni saat ini?

AlexaWater Air Minum Sehat Bandung


Alex Water


Air murni yang kita butuhkan didapat dengan mengasup AlexaWater. Kenapa, harus Alexa Water karena memiliki keunggulan:

  • Pengiriman langsung dari pabrik ke rumah tanpa perantara agen distribusi, menjamin keaslian produk.
  • Dikirim menggunakan mobil tertutup untuk melindungi air dari paparan sinar matahari langsung, debu, dan polusi asap kendaraan.
  • Layanan Gratis Ongkir.
  • Gratis peminjaman galon bagi pelanggan setia.
  • Pengiriman terjadwal otomatis setiap minggu, sehingga stok air di rumah/kantor tidak pernah kosong.

Jadi tunggu apalagi buat kalian yang tinggal di sekitar Bandung nih. Kabar gembiranya, Alexa Water menyediakan Harga Khusus untuk segmen: Corporate, Industri, Sekolah, dan Kantor yang ingin berlangganan rutin. Cocok banget untk distributor air minum kantor, mengingat pekerja kantor lebih banyak duduk, kadang abai minum air putih. Mengasup air murni bisa jadi membantu menjaga kesehatan ginjal.



Dan, kalian buat kalian yang ingin mendapatkan atau berlangganan air murni bisa langsung mengunjungi website resminya ALEXA Water untuk info labih lanjut ya. Atau langsung menghubungin admin untuk pemesanannya di:

Lokasi: Kantor distribusi : Jl. Candrawulan 4 No. 33, Turangga, Bandung.

WhatsApp: 08222 100 9575


Semangat hidup sehat!



 

 

 

 

 

 

April 28, 2026 9 komentar

 




Siapa yang merasakan seluruh badan sakit semua karena capek saat bulan Ramadan, jelang lebaran, dan sesudah lebaran?

Saya rasa sebagai seorang ibu yang menjadi garda depan dunia dapur merasakan seperti yang saya rasakan, yaitu badan sakit semua karena capek. Bangun sebelum subuh, masak  atau menghangatkan lauk-pauk dan menyiapkan sahur, setelah itu beberes bekas sahur. Keesokannya masak lagi menyiapkan makanan untuk berbuka, dan menunya tentu agak beda dari sehari-hari agar semangat saat buka dan sahur.

Kemudian jelang lebaran dari hunting baju lebaran untuk keluarga, makanan untuk lebaran dari makanan ringan seperti kue-kue kering, sampai makan berat diantaranya opor ayam, semur daging, sambal goreng kentang hati, rendang, dan ketupat. Kebayang nggak sih, badan rasanya sudah seperti remah-remah, hehehe.

Massage By Mecapan, Pijat Panggilan ke Rumah

Jenis Layanan Massage By Mecapan




Alhamdullilah, saya dapat rekomendasi temen di group WA buat minta bantuan Massage By Mecapan, layanan pijat profesional, kalau ada keluhan capek, badan remuk redam. Tidak perlu kemana-mana tinggal hubungin saja admin Mecapan buat booking jenis layanan. Saat saya WA adminnya untuk meminta layanan pijat, ditanya selain body massage, apakah mau layanan lainnya? Karena ternyata Message By Mecapan memiliki berbagai macam layanan loh.

Beberapa treatment yang tersedia di antaranya:

  1. Body Massage
  2. Totok Wajah, Reflexy (Reflexology)
  3. Kerokan, Bekam, Pregnancy Massage
  4. Mom & Baby Massage, hingga Family Massage.

Wah, menarik juga nih, setelah melihat daftar harganya saya memilih untuk  treatment Body Massage, dan Totok Wajah, Reflexy (Reflexology). Kebetulan saya melakukan treatment sehari menjelang lebaran. Badan sudah terasa capek sekali selama sebulan ini, dan besok lebaran saya ingin terlihat fresh, bisa keliling silaturahmi tanpa keluhan capek atau letih.

Pengalaman Massage By Mecapan




Setelah konfirmasi jenis treatment dan waktunya melalui WA admin Mecapan, tidak lama therapis Mecapan datang, tentu saja wanita ya. Durasi menunggunya tepat waktu, mungkin karena disesuaikan lokasinya, kebetulan lokasi saya di Jagakarsa, Jakarta Selatan dan terapisnya di Ciganjur, jarak tempuh yang tidak makan waktu lama.

Berikut tools yang dibawa oleh therapis:

  • Kain alas
  • Kemben/kain penutup badan
  • Massage oil
  • Lotion/Massage cream
  • Handuk
Tapi boleh jika kita ingin memakai massage oil dan lotion milik sendiri, jadi benar-benar nyaman sih menurut saya. Therapisnya juga ramah dan komunikatif, cara memijatnya bisa disesuaikan jika ingin kuat atau perlahan. Treatment yang saya pilih memiliki durasi 90 menit, jadi selesai melakukan treatment rasanya badan dan wajah relaks  banget.

Kesibukan saya selama sebulan di bulan Ramadan, lalu jelang lebaran ini yang membuat tubuhnya saya lelah, seketika terasa lebih ringan. Memang pijat tardisional menggunakan pijatan tangan itu membantu meredakan ketegangan otot, melancarkan peredaran darah, dan memberikan efek relaksasi. Hasilnya? Kelar pijat saya tidur nyenyak doooong.

Tentang Message By Mecapan




Rekomend sih buat saya, kalian harus coba deh. Apalagi habis pulang mudik, capeknya pasti dua kali lipat. Mecapan bikin kita tidak perlu lagi menghadapi antrean atau menunggu terlalu lama di tempat pijat. Juga memberikan kenyamanan lebih karena pelanggan dapat menikmati treatment di rumah sendiri, sehingga suasana menjadi lebih santai dan privat. Ditambah therapisnya sudah profesional atau terlatih secara resmi.

Dan, Selain menghemat waktu, layanan pijat panggilan juga dinilai lebih praktis dari segi biaya. Jika pergi ke tempat pijat atau spa, pelanggan biasanya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi. Massage By Mecapan itu sudah beroperasi sejak tahun 2020 loh, dan dikenal dengan tagline Free Ongkir di area JABODETABEK, Bandung, dan Yogyakarta. Kurang hemat gimana lagi tuh?

Cuss buruan deh, mau relaksasi langsung hubungi Official WhatsApp +62 851-5680-1561 (Admin Jenni), atau buat info promo bisa mengintip akun Instagram resmi @massagebymecapan. Saat ini, layanan Massage By Mecapan tersedia di:

  • JABODETABEK
  • Bandung
  •  Yogyakarta


March 25, 2026 16 komentar

 

Bulan Ramadan tentu saja bulan yang didambakan banyak umat muslim, bahkan dirindukan kehadirannya setiap tahun. Tapiii, siapa yang  pusing memikirkan menu yang disukai keluarga, dan cara masaknya praktis saat sahur? Sebab jam sahur itu selain jam ngantuk, juga merupakan jam malas makan. Untuk itu agar masak lebih praktis aku pilih memasak pakai Rice Cooker.

Berdasarkan pengalaman tahun lalu saat Ramadan, saya mau membagikan pada kalian menu praktis sahur yang bisa dibikin pakai Rice Cooker, dijamin gak perlu ribet lama di dapur, dan anti gagal. Pokoknya acara masak di dapur jadi sat-set, dan makan sahur jadi semangat.




Mengapa Makan Sahur itu Penting?

Sebelum saya bagikan menu sahur praktis yang bisa dibikin atau dimasak tanpa ribet, saya sharing sedikit ya tentang pentingnya makan sahur. Supaya kalian, para ibu semangat 45 buat menyiapkan menu, dan mengajak anggota keluarga makan sahur, hehehe. Asli deh, kita ini para ibu jadi garda depan saat bulan Ramadan. 

Anak-anak sering sulit atau enggan bangun dan makan sahur, ada saja alasan mereka. Mulai dari mengantuk, malas makan karena menunya kurang menarik, merasa kuat berpuasa meski tidak sahur. Padahal bangun dan makan sahur itu sangat penting karena memiliki pahala yang besar dari Allah SWT, diantaranya Allah SWT dan malaikat-Nya bersholawat kepada orang yang sahur, semua ibadah yang dilakukan pada saat sahur mulai dari makan sahur, berzikir, sholat malam, memiliki pahala berkali lipat, termasuk menyiapkan makan sahur loh.

Makan sahur juga sebagai bekal energi selama berpuasa, dan membuat tubuh tetap terhidrasi, serta mencegah terjadinya hipoglikemia yang bisa menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, sulit berkonsentrasi sepanjang hari. Apalagi kegiatan kita meski di bulan Ramadan tetap berjalan sepanjang hari.

Bagaimana, masih malas buat sahur? Jangan dong, apalagi kalau menunya menggoda, dijamin kegiatan sahur jadi moment yang seru dan ditunggu. Yuk, simak menu dan cara masaknya!

Menu Praktis Sahur yang Bisa Dibikin Pakai Rice Cooker

Ini dia beberapa menu yang bisa dibikin atau dimasak dengan praktis, dan bisa kalian coba langsung nanti saat sahur:




Tomyam Kuah Udang: Masukkan kuah rebusan udang yang sudah disiapkan sebelumnya ( bisa disimpan di freezer, pakai jika dibutuhkan), masukkan bumbu instan tomyam (bisa dibeli di mini market/supermarket), masukkan bakso ikan, udang, jamur enoki, suki cidea, tambahkan daun jeruk, daun sereh, garam, penyedap, dan perasan jeruk nipis. Klik ‘Cook’, setelah matang sajikan selagi panas.

Nasi Uduk: Siapa yang tidak kenal nasi uduk, aromanya yang harum, rasanya yang gurih, bikin nafsu makan. Masak beras seperti biasa, lalu  tambahkan santan kelapa, daun salam, sereh, lengkuas, garam dan penyedap secukupnya. Klik ‘Cook’, aduk nasi setelah agak matang, tutup kembali. Setelah matang, siap sajikan. Bisa ditambah lauk telur ceplok atau ayam goreng, lezat disantap hangat.

Mie Kuah Bakso: Masukkan air secukupnya, setelah panas masukkan lada bubuk, bawang putih geprek, kaldu bubuk, garam, mie telur, dan bakso, tes rasa. Jika sudah pas, klik “Cook’ hingga mie lunak. Sajikan mie kuah selagi hangat dengan potongan daun seledri, bawang goreng, dan saos sambal.

Sudah kebayang kan, kelezatan dan praktisnya menghidangkan menu di atas saat sahur? Tapi pakai alat masaknya jangan salah pilih ya, Ibu-Ibu. Kalau saya kebetulan pakai Rice Cooker Miyako, yang warna ungu cantik, selain anti lengket, anti gores, kesayangan Nikita Willy. Juga terbukti loh, kalau Miyako Nanoal ini awettttt plus ramah di kantong, dambaan para ibu deh.




Semoga dengan resep  praktis, sat-set ini bisa menjadi solusi rajin bangun dan makan sahur. Semangat ya, Ibu-Ibu hebat! Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan.

 

 

 


February 24, 2026 19 komentar

 

Apa yang terpikir dalam benak kalian ketika membayangkan wewangian yang merupakan paduan parfum dan fashion? Apakah parfum yang dikemas dalam wadah yang estetik, atau wadah yang didesain sangat special menggambarkan keindahan dunia fashion yang glamour, dengan aroma yang mewah dan menggoda?

Setidaknya memang seperti itu ketika melihat two. by BEAUTYNOW dan mencium aromanya, tapi sebaiknya sebelum semakin berkhayal jauh, baca terlebih dahulu ulasan saya dalam artikel ini mengenai two. by BEAUTYNOW.

Perjalanan Lahirnya two. by BEAUTYNOW


Saat Fragrance Bertemu Fashion

Pada tahun 2021, BEAUTYNOW memperkenalkan mahakarya pertamanya: one. by BEAUTYNOW, diciptakan bersama Jessica Mila. Dengan mantra “Be the one. United one. Indonesia.”, wewangian pertama ini menjadi simbol individualitas, kebersamaan, dan kebanggaan Indonesia, sekaligus menjadi awal perjalanan BEAUTYNOW dalam dunia aroma.

Kini, BEAUTYNOW melanjutkan kisahnya dengan bab berikutnya: two. by BEAUTYNOW. Kalian pasti penasaran dong, seperti apa aromanya? Apakah tidak jauh berbeda seperti one, atau merupakan aroma baru yang jauh lebih menggoda.

Tentu saja dengan two. by BEAUTYNOW memasuki dimensi kreatif baru, tempat parfum dan fashion saling berpadu. Sehingga tidak hanya tentang wewangian, tapi juga penampilan yang mendukung untuk tampil memesona sebagai wanita. Jika kalian pernah memiliki atau melihat tampilan one, maka akan melihat perbedaannya.

One dengan sentuhan putih lembut dan pink pada one, identitas visual kini berkembang menjadi putih dan biru lautan, diperkaya dengan aksen emas. Biru merefleksikan Indonesia sebagai Negeri Lautan luas, menyatukan, dan selalu bergerak. Emas menambahkan kedalaman dan keanggunan, melambangkan kemewahan craftsmanship dan kekayaan budaya parfum.

Memang ya, BEAUTYNOW menghadirkan parfum selalu dengan filosofi kebudayaan Indonesia yang kental, yang membuat parfum jadi spesial dibandingkan parfum lainnya. Apalagi dengan  berkolaborasi bersama Frances.RTW, rumah mode Jakarta yang merancang dan memproduksi koleksinya sendiri dengan tujuan meningkatkan nilai diri pemakainya melalui keanggunan yang effortless. Filosofi gaya versatile dan chic mereka, “from Mondays to Sundays”, selaras dengan esensi BEAUTYNOW, yakni: scent, soul, signature.

Kemasan two. by BEAUTYNOW

Menurut kalian kemasan two. seperti apa, apakah mewah? Unik? Atau pada umumnya parfum berkelas? Lagi-lagi seperti sebelumnya, untuk kemasannya pun memuat beberapa filosopi yang sebagai pengguna parfumnya harus tahu, agar tidak sekedar menghirup aroma wanginya, memiliki kemasannya yang cantik. Mari sama-sama kita ulas secara detail:




Lihat Tanda Merah yang merupakan Evolusi Identitas Aroma Pada botol two., dimana logo BEAUTYNOW tampil dalam warna merah sebagai  evolusi yang dipilih dengan sangat sengaja. Setelah identitas pink pada one., warna merah ini menandai peralihan menuju aroma yang lebih berani, lebih mendalam, dan lebih kuat. Merah melambangkan intensitas. Merah mengekspresikan kepercayaan diri. Merah merefleksikan karakter parfum yang tegas dan ekspresif. Warna ini adalah energi yang menjadi simbol seorang wanita yang melangkah penuh percaya diri. Dengan two., logo merah menjadi tanda kekuatan modern dan kehadiran yang tak terlupakan.

Wow, setuju tidak kalian dengan filosofi warna merah pada kemasan two.? Kalau saya pribadi, sangat setuju karena sebagai wanita kita memang diharapkan tampil penuh percaya diri, modern, dan tidak terlupakan. Entah, dengan karya atau kreativitas kita, yang membuat dunia melihat dengan nyata.

Tentang Aromanya



Top Notes Pear dan mandarin berkilau dengan sentuhan lemon yang bersih, dipertegas dimainkan oleh pink pepper yang playful.

Heart Notes Blackcurrant mengalir seperti sutra, rose mekar hangat di kulit, heliotrope berbisik couture, dan jasmine musk bergerak dengan keanggunan effortless.

Base Notes Cedarwood memperkokoh keanggunannya, vanilla menghangat seperti coat yang terstruktur rapi, dan musk menetap, fluid, unforgettable, timeless.

Pantaslah jika two. adalah perpaduan wewangian dan fashion, karena Ia tidak mengikuti fashion. Dialah yang menciptakannya. Dan ke mana pun ia melangkah, runway mengikutinya. Kalian bisa bayangkan itu ketika memakai two. , baik ketika memejamkan mata dan membuka mata. Yes!

Di mana pun ia melangkah, di situlah runway tercipta. Ketukan hak sepatunya membelah hiruk pikuk kota, meninggalkan jejak kilau pear dan mandarin, dipertegas sentuhan playful pink pepper dan kesegaran lemon yang bersih. Siluetnya terselimuti blackcurrant bak sutra, rose mekar di kulitnya, dan heliotrope berbisik seperti couture yang diciptakan hanya untuk dirinya. Jasmine musk bergerak bersamanya, fluid, effortless, unforgettable. Saat lampu meredup, cedarwood menjaga keanggunannya, vanilla menghangatkannya seperti coat yang terjahit.

sempurna, dan musk menetap seperti jejak dari momen yang tersembunyi. Ia tidak mengikuti fashion, dialah yang menentukannya.

Review Pribadi untuk two.

decant two.

Kebetulan saya mendapat decant parfum two. ini, dan senang banget bersempatan mencoba terlebih dahulu sebelum membelinya. Menurut saya ketika pertama kali menyemprotkan two. ke pergelangan tangan, aroma yang kuat keluar adalah lemon, baru kemudian perlahan rose, jasmine musk, dan menguat cedarwood, vanilla. Secara keseluruhan wanginya begitu mewah.




Saat saya berwudhu, siraman air yang mengguyur percikan parfum di pergelangan tangan masih tetap bertahan, dan ketika malam hari saya pakai ke pakaian tidur, wanginya stabil hingga saya terbangun di pagi hari.

Untuk two. yang berukuran 50ml dibandrol harga Rp 509.900, buat saya ini sangat ramah sekali di kantong. Pastikan jika kalian wanita yang ingin tampil penuh percaya diri, modern, dan tidak ingin dilupakan, miliki segera two. by BEAUTYNOW x Frances EDP, sudah bisa didapatkan di Tokopedia, dan ecommerce lainnya.


December 23, 2025 12 komentar
Older Posts

Followers

About Me


Just Married


Tentang Aku

Tentang Eni Martini

Tentang DUNIAENI

Read More

Created with by ThemeXpose