Tips Menjaga Kesehatan Tubuh dan Mata Ketika Usia Kepala 4 Plus

by - August 07, 2026

 



Kini saya benar-benar bisa intens olahraga lagi justru setelah kepala 4 plus. Mungkin terkesan telat, tapi saya percaya lebih baik telat daripada tidak sama sekali. Harus berjuang melepas rasa mager, bosan, dan nyerah pada dampak pasca olahraga. Sebab pasca berolahraga umumnya kita bisa mengalami DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness, rasa nyeri dan kaku otot akibat adanya robekan mikroskopi pada serat otot, dan ini sering bikin kapok atau malas olahraga lagi.

Padahal itu proses alami saat tubuh memperbaiki jaringan otot agar lebih kuat lagi. Jangan menyerah karena DOMS, apalagi memasuki usia 40 tahun ke atas wanita itu mengalami transisi hormonal atau perimenopouse. Kondisi ini membuat turunnya kadar estrogen, melambatnya metabolisme, serta meningkat beragam penyakit, seperti kardiovaskular dan oesteoporosis. Jadi olahraga salah satu solusi untuk meringankan semua itu.

Gejala Penurunan Fungsi Tubuh dan Mata

Memang setiap manusia akan melewati proses menua, menurunnya beragam fungsi  tubuh,  yang kadang kita lalai menyadari atau justru mengabaikannya, karena merasa masih bisa melewatinya. Padahal ketika fase itu makin bertambah, dan kondisi semakin memburuk, baru kita merasa menyesal. Untuk itu mari kenali gelaja penurunan fungsi tubuh di usia kepala 4 lebih, diantaranya:

  • Metabolisme Melambat, berat badan naik dengan mudah dan perut menjadi membuncit, meskipun pola makan tidak berubah.
  • Nyeri Sendi dan Kaku, otot dan sendi tersa lebih kaku akibat menurunnya fungsi estrogen yang menjaga kelenturan.
  • Penurunan Massa Otot dan Tulang, resiko awal penurunan kepadatan tulang (osteopenia atau osteoporosis.
  • Gangguan Tidur atau Insomnia, susah nyenyak  di malam hari atau sering terbangun yang memicu rasa lelah di siang hari.
  • Penurunan Fungsi Mata, Penuruan fungsi mata di usia 40 tahun ke atas terjadi karena mata tua yang membuat hilangnya kelenturan lensa mata secara alami, makanya jadi sulit melihat objek dekat. Kondisi ini juga sering disertai penurunan kestabilan air mata atau mata kering.

Ternyata, kebanyakan fokus pada kesehatan tubuh, gejala mata kering ini kadang disepelein, karena awalnya terasa keluhan biasa, yaitu mata sepet, perih, lelah (SePeLe). Orang awam banyak yang mengira karena ngantuk tidak bisa tidur, kebanyakan nonton di depan layar kaca, solusinya cuci muka, bahkan ada yang sampai mengusap mata berkali-kali.

Mata SePeLe Jangan Disepelein!

Saya sendiri termasuk yang sepelein gejala mata kering yang terjadi karena sering melihat layar komputer dan hape, karena kebetulan kerjaan saya banyak berkutat di media sosial. Juga terjadi saat olahraga karena paparan angin yang membuat air mata cepat menguap, dan debu yang mengiritasi, sehingga kehilangan kelembapan alami, memicu perih, serta kemerahan.

Jika disepelein atau dibiarkan berisiko berbahaya bagi kesehatan mata, karena dapat menimbulkan hal-hal di bawah ini:

  • Kerusakaan Kornea: Mata kering karena kekurangan pelumasan yang jika dibiarkan membuat lapisan kornea akan terkikis atau mengalami abrasi.
  • Infeksi Kronis, Permukaan mata yang kering akan rentan mudah disusupin bakteri atau kuman penyebab infeksi.
  • Gangguan Penglihatan: Luka atau jaringan parut pada kornea akibat kekeringan yang parah dapat menurunkan ketajaman penglihatan.
  • Kerusakan lapisan air mata, akibat debu halus yang menggores atau mengganggu komponen minyak dan air mata, jika dibiarkan akan membuat tidak stabil atau kerusakan lapisan air mata.

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh dan Mata


Jadi mari, jangan hanya fokus menjaga kesehatan tubuh, tapi juga mata, agar di usia lansia nanti bisa menikmati hidup yang lebih berkualitas.

  • Atur pola makan, perbanyak serat, sayur, buah yang mengandung vitamin A, C, E, Zat Besi, Lutein, dan protein rendah lemak. Kurangin gula, garam, dan makanan olahan.
  • Rutin Olahraga, lakukan olaraga fisik yang ramah sendi, tapi memperkuat otot, seperti latihan beban ringan hingga sedang squat, push-up, dan lunges, untuk mencegah penurunan massa otot (sarkopenia).
  • Jaga kualitas tidur, tidur cukup 7-8 jam setiap malam untuk memulihkan hormone dan metabolisme tubuh.
  • Kelola Stres, lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, dan membentuk pertemanan atau komunitas yang positif, perbaiki hubungan dengan pasangan atau keluarga.
  • Istirahatkan Mata, jika masih banyak bekerja atau beraktivitas di layar  komputer maupun ponsel, biasakan setiap 20 menit istirahatkan mata dengan melihat object sejauh 20 kaki, atau melihat tumbuhan yang hijau selama 20 detik.
  • Gunakan Pelindung UV, baik di luar maupun ketika menatap layar komputer dengan mengenakan kacamta anti sinar ultraviolet.
  • Pemeriksaan Mata Rutin, lakukan pemeriksaan mata rutin ke dokter spesialis mata untuk mendeteksi dini risiko presbiopi (mata tua) atau glaucoma.
  • Rawat Mata/Cegah Mata Kering, jangan biarkan mata kering berlarut, rawat dengan Insto Dry Eyes.

Mengapa Insto Dry Eyes Solusi Atasi GejalaMata Kering?




Insto Dry Eyes dapat mengurangi gejala mata kering karena mengandung bahan aktif hydroxypropyl methycellulose (hipromellose) yang bertindak sebagai air mata buatan. Zat ini melumasi permukaan mata, menahan kelembapan lebih lama,  dan meredakan gelaja mata kering seperti sepet, perih, lelah, yang banyak disepelein. Cara penggunaannya cukup praktis, tinggal tetesi Insto Dry Eyes, jika merasakan adanya gejala mata kering.

Karena desain kemasan botol plastik yang mungil, bisa dibawa saat olahraga ooutdoor, dengan dimasukkan ke dalam saku baju maupun tas olahraga mini. Jangan khawatir tumpah, tutupnya anti bocor, meski terguncang-guncang saat dibawa berolahraga. Saya beli #InstoDryEyes di Indomaret dapat harga 17.900 rupiah dengan ukuran isi tetap 7,5 ml, kemasan terbaru dalam dus yang lebih modern serta dinamis dengan warna khas dominasi biru.

Alhamdullilah, bisa menjaga kesehatan tubuh dan mata di usia 40 tahun lebih ini dengan baik. Pokoknya selain tubuh sehat, mata wajib sehat dengan #BebasMataKering , dan #MataSePeLeJanganSepelein sebab risikonya tidak main-main. So, lebih baik menjaga daripada mengobati. Selain lebih mahal, belum tentu bisa benar-benar jadi sembuh seperti sediakala karena faktor usia.


You May Also Like

0 komentar