Tuesday

PEREMPUAN MENJELANG MALAM

PEREMPUAN MENJELANG MALAM
Selalu hari menjelang malam setiap kudapati perempuan itu
Yang berdiri tengadah dengan kedua bola mata menatap bintang-bintang
Dan telunjuknya menghitung ribuan cahaya-cahaya di atas langit itu
Dan merogohi kantung celananya yang gombrang menggelembung
Dan melompat seperti melontari sesuatu hingga keringat membuahi wajahnya
Lalu terduduk dalam lelah, namun terbingkai senyum
Dan baru menjelang pagi ketika bintang-bintang itu redup sinarnya
Dan menghilang…
Tertatih-tatih ia pergi…

Saat kutanya pada menjelang malam berikutnya…
Mengalun cerita dari bibir perempuan itu
Yang bentuknya merekah persis buah delima
Dengan bola mata berkaca-kaca
Yang bulat seperti buah almond
Dengan wajah sendu yang keningnya meruyak bulu-bulu lembut
Ia cantik dan kehilangan kekasihnya
Pria yang dicintai sepenuh jiwa…
Entah kemana…

Maka pada bintang-bintang yang menguasai jagad ketika malam
Ia titipi berjuta-juta surat pada kekasihnya
Tak kunjung balasan
Tak kunjung lelah
Hingga aku menangis menjelang malam melihat ulahnya…
Dan berdoa akan hujan yang menenggelamkan bintang-bintang…

Bangka, 26 April 2002

2 comments:

  1. wedeeeeh puisi dr taon 2002? wuakakak...keep posting jeng!

    ReplyDelete
  2. wah saya masih suka mlongo kalo baca atau dengerin orang berpuisi hehe....

    ReplyDelete