Friday

7 Tips Jitu Mencegah Agar Tidak Terkena Diabetes


Banyak gerak cegah pola hidup mager (doc : Anik Nuraeni)

Diabetes menjadi momok masyarakat modern


Coba ingat baik-baik atau sebutkan berapa banyak orang yang Anda kenal meninggal karena diabetes?
 Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada saya, jawabannya lebih dari hitungan tiga jari. Ini untuk yang saya kenal dan ingat saja, entah kalau yang tidak terlalu kenal dan ingat. Lalu jika ditanya, berapa orang yang menderita diabetes di sekitar Anda? Maka dengan perihatin saya menjawab, cukup banyak dengan kondisi yang berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya.

Ada yang sampai menderita kebutaan, sulit berjalan, ejakulasi dini atau impoten, hingga memiliki borok yang sulit sembuh. Diabetes mengubah hidup seseorang yang semula produktif, sukses, optimis, menjadi sosok yang lemah, mudah marah, hingga sampai ada yang menarik diri dari lingkungan sosial. Tidak hanya dirinya yang  menderita, tapi pasangan dan keluarganya akan terimbas efek dari diabetes.

Saya masih ingat, seorang sahabat memiliki ayah yang menderita diabetes. Seorang ayah yang gagah, pengusaha, harus terdampar di kursi roda dengan penglihatan yang mengabur. Tubuhnya yang dulu gagah perlahan kurus kering, emosinya labil, dan sering mengurung diri di kamar. Jika dulu kalau saya dan keluarga kecil saya datang akan disambut gembira, saat ini saya kunjungi ke kamarnya hanya diam. Bahkan  kadang tidak ingin disambangi, kamarnya tertutup rapat.

Dan, satu kisah lagi akibat diabetes...

Seorang teman yang baru memiliki dua orang anak kecil-kecil bercerita sambil menangis, suaminya terkena diabetes. Suami yang belum memasuki usia 40 tahun terancam ejakulasi dini, "Suamiku drop, Ni, bukan sekedar vonis penyakitnya yang ternyata sudah cukup parah, tetapi akibat dari diabetes itu bisa menyebabkan impoten..."


Apakah diabetes hanya penyakit keturunan?

Dulu sepengetahuan saya, banyak orang yang mengatakan bahwa diabetes adalah penyakit keturunan. Sehingga ketika diketahui salah satu keluarga, terutama yang memiliki hubungan darah dekat seperti orangtua, om dan tante, atau kakek dan nenek, banyak yang aware dan merasa dirinya dihantui diabetes sepanjang masa. Seakan sudah menjadi vonis tersendiri, sementara yang tidak memiliki garis keturunan menderita diabetes seolah hidupnya aman dari diabetes. Benarkah demikian?

Jawabannya TIDAK, tetapi diabetes dapat menyerang siapa saja dan siapa saja bisa tidak terkena diabetes meski memiliki darah keturunan dengan penderita diabetes. Serius?

Sebagai contoh nyata adalah kakak sepupu saya, dalam keluarga besar tidak ada yang mengindap diabetes. Rata-rata keluarga besar meninggal karena penyakit tua, tetapi kakak sepupu saya tiba-tiba mengalami luka di kaki tidak sembuuh-sembuh, puncaknya luka itu menjadi lubang besar yang menganga dan ternyata kakak sepupu memiliki penyakit diabetes. Pukulan berat untuk keluarganya.
Alhamdullilah, cepat ditangani dan perlahan lukannya membaik. Tentu saja hal ini tidak mudah karena diabetes adalah masalah pola makan dan gaya hidup. Pola makan dan gaya hidup seperti apa yang bisa memicu munculnya diabete tanpa harus memiliki darah keturunan penderita diabetes?

Yuk, ikuti ulasan saya tentang diabetes, moga bermanfaat:

Penyebab Diabetes

Tanggal 31 Januari 2018 saya hadir di acara Kalbe Luncurkan Alternatif Nutrisi Sebagai Solusi Bagi Penderita Diabetes, yang menghadirkan para narasumber sebagai berikut:




1. dr. Cindyawaty Josito, MARS, MS, SpGK selaku Ahli Gizi Klinis

2. drg. Dyah Erti Mustikawati MPH, Kepala Subdirektorat Diabetes Melitus dan Gangguan Metabolisme

3. Dr. Didah Nur Faridah selaku Kepala Pengembang Layanan Analisis Pangan, IPB

4. FX Widiyatmo, Deputy Director Corporate Businnes Development PT Kalbe Farma Tbk

"Waspadai berat badan karena berat badan yang naik sangat berisiko menderita diabetes. Kenaikan berat badan ini sering tidak disadari oleh banyak orang, terus naik, naik hingga terdekteksi beberapa penyakit. Penyakit diabetes itu memiliki banyak teman-teman baik yang menyertainya, seperti darah tinggi, kanker, stroke, penyakit jantung..." kata dr. Cindyawaty Josito. Temen-temennya atau penyakit penyerta diabetes akan cepat menyerang jika penderita diabetes tidak segera menjaga pola makan dan pola hidupnya.




Soal berat badan ini, serius jadi masalah banyak orang. Kalau mau jujur, saya memiliki teman atau kenalan terutama wanita lebih banyak yang kelebihan berat badan ketimbang yang ideal atau  pun kurus, alasan mereka tentu saja faktor menikah. Faktor menikah ini penyebabnya  bisa karena sudah melahirkan, usia yan semakin bertambah, tidak ada waktu olahraga, benarkah?

Jawabannya ada dalam diri Anda sendiri, namun memang saya pribadi meski masih masuk ranah berat badan ideal, tapi merupakan berat badan paling tinggi yang saya miliki dari sebelumnya, yakni dengan tinggi 160cm berat 57kg memasuki usia kepala 4.

Sebelum menikah berat badan saya 48kg, dan setelah melahirkan anak ke empat mager di 57 kg, ini harus saya waspadai. Faktor melahirkan, usia, dan malas olahraga. Olahraga saya ketika belum menikah dan ketika anak masih 1-3 sangat bagus, setelah anak ke empat ini olahraga ritmenya buruk. Alhamdullilah, masih terbantu pola makan jarang jajan di luar atau makan di restoran cepat saji, mengolah makanan di rumah jauh dari santan, lemak berbahaya seperti jeroan sehingga meski naik pun masih masuk ideal. Tapi tetap was-was akan naik lagi, karena berat badan itu misterius, tahu-tahu booom! Melonjak tinggi di luar kontrol.

Jadi intinya, jangan jadikan status menikah membuat berat badan Anda wajar-wajar saja bertambah gemuk, setidaknya dr. Cindyawaty Josito mengingatkan agar kita waspada dengan berat badan yang disebabkan pola makan dan pola hidup yang tidak sehat. Terutama di era digital yang membuat tubuh jarang beraktifitas, semua bisa dikerjakan dan didapat dari gadget.

"Hidup kita banyak duduk, pergi ke mana-mana ada wifi nyangkut, malas jalan, ini juga dialami anak-anak. Jari bergerak, tapi anggota tubuh lainnya tidak bergerak."
Hadewww, serem juga ya? Karena saya juga kalau dihitung-hitung bekerja sebagai penulis, blogger, banyak banget berhubungan dengan duduk dan smartpone, ditambah olahraga yang tidak terlatur. Harus segera insyaf memang, hiks.

Faktor menyebab diabetes seperti yang dipaparkan dr. Cindyawaty Josito adalah:

  • Pola makan tidak sehat, banyak makan cepat saji, minuman cepat saji, dan sejenisnya
  • Pola hidup tidak sehat, jarang olahraga, kurang tidur, stres, terlalu banyak duduk diam ketimbang gerak, konsumsi alkohol dan merokok.
  • Memiliki keturunan penderita diabetes

Dan, jumlah penderita diabetes di Indonesia semakin banyak, "Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, untuk itu pola hidup sehat diharapkan mulai menjadi fokus perhatian masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari." ujar drg. Dyah Erti Mustikawati.'




"Masyarakat Indonesia harus  bisa mengendalikan penyakit diabetes sedini mungkin, dengan menjalankan olahraga dan tidak merokok yang merupakan kebiasaan dalam pencegahan Diabetes Militus."

Jleb! Tetap ya, olahraga itu penting banget. Mungkin kita tidak merokok, tapi waspada dengan perokok pasif yang disebabkan asap rokok dari seseorang yang merokok. PR terberat saya saat ini selain olahraga rutin, harus terus mengedukasi suami agar stop merokok. Meskipun suami merokoknya di luar rumah, namun tetap penting diedukasi karena mencakup kesehatannya.

"Untuk mengurangi resiko penyakit diabetes, diperlukan adanya keseimbangan antara nutrisi makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya. Kunci dari pencegahan dan penanganan penyakit diabeters tipe 2 adalah dengan menggunakan bahan pangan dengan indeks glikemik redah karena mengurangi kecepatan naiknya gula darah, sehingga memberikan waktu pada sel tubuh untuk memprosesnya," ujar dr. Cindyawaty Josito.

Apa itu Indeks Glikemik?
Indeks Glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan gula darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan rangking pagan menurut efeknya terhadapt kadar glukosa darah (sumber : Wikipedia).

Wah, kalau begitu beras atau nasi, camilan dari terigu dan sejenisnya adalah sumber glikemik tinggi yang sangat berbahaya bagi penderita diabetes, atau sebagai pemicu timbulnya diabetes jika diasup berlebihan. Tapi tahu kan, di Indonesia nasi adalah makanan utama. Bahkan ada yang bilang, saya Indonesia banget kalau tidak ketemu nasi rasanya belum makan. Termasuk saya sih, ehmm.

Lalu adakah sesuatu yang bisa menurunkan indeks glikemik sehingga nasi bisa dikonsumsi dengan baik oleh mayarakat yang menderita diabetes, maupun agar penggemar nasi tidak dihantui diabetes?

Kalbe Luncurkan Alternatif Nutrisi Sebagai Solusi Bagi Penderita Diabetes : H2 Tepung Kelapa

Sudah pernah dengar kalau kelapa adalah pohon yang nyaris semuanya memberi manfaat besar dari mulai akar, batang, daun, bunga, buah? Meski untuk santannya kita harus hati-hati dalam mengasupnya, sebab santan yang salah diolah bisa menyebabkan kolesterol. Nah, PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui brand Health anda Happines meluncurkan prodak baru yang berbahan dasar kelapa, bahkan diberi label 100% pure&natural.




Prodak tersebut H2 Tepung Kelapa yang sudah melalui penelitian dapat menurunkan Indeks Glikemik. Hal ini tentu saja didukung oleh banyak kalangan kesehatan, salah satunya Dr. Didah Nur Faridah :  " Kami secara rutin melakukan penelitian terhadap produk pangan yang dapat bermanfaat dalam mendukung kesehatan masyaraat, salah satunya pengembangan produk pangan yang memiliki serat tinggi dan Indeks Glikemik rendah bagi penderita diabetes.

"Penambahan H2 Tepung Kelapa dengan takaran 25% pada beras putih saat memasak (47 g tepung kelapa pada 185 g beras putih atau setara dengan 6-7 sdm tepung kelapa pada satu cup beras putih), dapat menurukan Indeks Glikemik makanan tersebut menjadi 49 (kategori rendah) dari yang sebelumnya sebesar 89 (kategor tinggi) untuk nasi putih. Dengan mencampurkan H2 Tepung Kelapa saat memasakan nasih putih, nasi putih menjadi lebih ramah bagi penderita diabetes," ujar Widi.




Memangnya seperti apa rasa H2 Tepung Kelapa?
H2 Tepung Kelapa

H2 (Ha Dua) Health & Happiness adalah Brand dari  PT Klabe Farma TBK yang mendukung dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui prodak-prodaknya yang berupa suplemen, skincare, dan pangan yang berbahan dasar alami.


Sebagian prodak pangannya

Salah satu prodak tersebuh adalah H2 Tepung Kelapa yang terbuat dari  kelapa yang tumbuh di perkebunan kelapa terbesar di Indonesia, Riau, daging kelapa yang segar dan matang dikupas dan dibuang kulitnya, kemudian dicuci, digiling, di-vlanch, dikeringkan, dan diayak. Lalu dikemas secara higienis.


H2 Tepung Kelapa
Manfaatnya ketika dicampurkan ke dalam beras maupun makanan yang mengandung karbohidrat dengan Indeks Glikemik tinggi akan membuat kandungan Indeks Glikemiknya menjadi rendah. Saya sudah mencobanya ketika memasak nasi, beberapa teman ada yang kawatir citra rasa nasi akan tidak disukai anak-anak. Tapi ternyata setelah mencoba, nasi justru jadi harum aroma kelapa asli. Anak-anak saya doyan, tidak masalah meski pada tekstur nasi terdapat ampas kelapa halus.

Tapi kata dr. Cindyawaty Josito, "Meski nasi atau sejenisnya sudah rendah Indeks Glikemiknya tetap penderita diabetes menjaga asupan sesuai dengan takaran yang diberikan ahli medisnya."
Setuju sekali, apapun nilainya jadi tidak baik jika berlebihan kan. Untuk itu dukung dan cegah diabetes dengan CERDIK yang merupakan gagasan KEMENKES. Mari mulai hidup sehat dan mencegah diabetes dengan tips berikut ini:

7 tips mencegah agar tidak terkena diabetes diabetes:


Jaga pola makan

1. Kendalikan berat tubuh  demi kesehatan, tidak ada alasan gemuk itu yang penting sehat karena dalam tubuh yang gemuk waspadai lemak jahat pemicu diabetes dan teman-teman baiknya.

2. Jaga pola makan Anda, hentikan kebiasaan jajan di luar terutama di restoran cepat saji, hindari minuman instan yang mengandung gula tinggi. Perbanyak makan serat, buah dan sayur.

3. Hindari kebiasaan pola hidup mager alias malas gerak, minimal sehari 5000 langkah. Jadikan olahraga sebagai salah satu kegiatan rutin.

4. Tidur dengan telatur dan cukup, kurangi kebiasaan tidur larut malam dan bangun siang hari.

5. Perbaiki kehidupan sosialisasi  di dunia nyata dan hubungan dengan pasangan atau keluarga, sehingga Anda bisa mengelola stres dengan baik.

6. CERDIK : Check kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet seimbang, Istirahat cukup, Kelola stres.


7. Bisa menggunakan H2 Tepung Kelapa pada setiap masakan Anda, seperti menanak nasi, membuat camilam kue, agar-agar, ice cream, dan sebagainya.



34 comments:

  1. Saudara jauhnya Bapakku meninggal karena diabetes basah, hikss. Penting bgt mengenal diabetes sedini mungkin ya. Makasih infonya Mba :)

    ReplyDelete
  2. Awalnya aku tenang tenang aja pas ga ada riwayat diabetes, tapi trnyata aku salah. Fiks mba, aku lagi diet seimbang skrg ini. Ga mau hidupku terancam diabetes

    ReplyDelete
  3. Resiko diabetes semakin meningkat kalau dikeluarganya ada yang terkena diabet ya :D

    ReplyDelete
  4. Haduh, dibet sekarang harus diwaspadai ya, apalagi kalau pola makannya nggak sehat. Resiko terkena penyakit ini makin tinggi.

    ReplyDelete
  5. Kita musti jaga kesehatan dari asupan yg masuk tubuh ya kak

    ReplyDelete
  6. semakin banyak orang terdekat yang terkena diabetes, bikin kita hrs lbh aware sm kesehatan ya mba

    ReplyDelete
  7. Tepung kelapa ini menjadi solusi mengkonsumsi nasi dgn sehat ya....tks infonya bermanfaat sekali

    ReplyDelete
  8. H2 tepung kelapa solusi cerdas menjaga diri dari diabetes nih. Nice ulasan.

    ReplyDelete
  9. Saya baru tau tentang H2 Tepung Kelapa ini. Makasih sharingnya Mba Eni..

    ReplyDelete
  10. Ya Allah moga kita seua dijauhkan dr penyakit ini. Skrng emang usahanya mengubah gaya hidup ke lifestyle yg lbh sehat. Salah satunya kurangin karbo atau kalau mau makan nasi campur tepung kelapa ini yo mbak TFS

    ReplyDelete
  11. Ya Allah jadi serem nih kalau harus mengingat orang yang meninggal karena diabetes, mba :(
    Penyakit diabetes memang mematikan ya mba. Yuk kita jaga keluarga kita dan semoga selalu sehat

    ReplyDelete
  12. Ternyata ada ya tepung kelapa di Jakarta

    ReplyDelete
  13. Pas banget ini, tepung kelapanya bisa kusarankan ke ibuku yang juga penderita diabetes, semoga beliau mau..

    ReplyDelete
  14. Hahaha.. tipsnya langsung tunjuk poin ke ade banget nih. Siap, bu.. dilaksanakan tipsnya. Apalagi skrg ada H2 tepung kelapa. Banyak resep yg bahannya tepung kelapa. Aaah makin enak deh dietnya.

    ReplyDelete
  15. huhu...iya benar itu kebanyakan duduk. Udah nemu internet connection langsung deh browsing keliling dunia tapi kitanya cuma duduk aja, kurang gerak.

    ReplyDelete
  16. Kurang gerak banyak duduk bikin ngeri, yuuk ah gerak supaya bisa cegah diabetes

    ReplyDelete
  17. Mertuaku diabet nih, takutnya turun ke suami. Harus ubah pola makan ya mbak.

    ReplyDelete
  18. Di sekeliling saya banyak penderita diabetes dan rata2 memang meninggal karena komplikasi.

    ReplyDelete
  19. Mesti rajin olahraga lagi nih biar gak kena diabetes..

    ReplyDelete
  20. 7 tips nya hrs dipraktekan nih agar diabetes dapat di cegah

    ReplyDelete
  21. Tetangga ebelah rumahku banget juga kena diabetes, kalau lagi kambuh atau sakit suka merintih-rintih, kasian. Tapi sekarang udah meninggal karena si diabetesnya itu. Jadi pengingat banget nih buat aku buat menghindari risiko diabetes.

    ReplyDelete
  22. Ternyata menerapkan pola makan dan gaya hidup yang benar itu ga mudah ya :) Setelah mengikuti acara ini setidaknya kita bisa lebih paham bagaimana kiat2 khusus mencegah penyakit diabetes melitus. Alhamdulillaah sekarang sudah ada solusi dari Kalbe Farma dengan H2 Tepung Kelapa kita berusaha menjaga nutrisi dan asupan terbaik bagi tubuh kita.

    ReplyDelete
  23. Wah iya nih, kudu dihindari. Sebelum terlambat ya mbak :)

    ReplyDelete
  24. Wowh betap kejam ya mbak diabetes ini bisa bikin banyak penyakit mulai kebutaan, borok sampai impotensi hiiiiiii semoga kita bisa mengambil pelajaran ya. Nah kalau tips atasi diabetes nih setuju banget semoga bisa praktek ya, meskipun tidur terlalu larut belum bisa diskip dalma dunia kerja kita hehe.

    ReplyDelete
  25. Kakak ibu saya atau kami sebut Uwa adalah salah seorang pengidap diabetes. Dan akhirnya beliau wafat. Sepupu dan beberapa saudara jauh juga terkena. Gara-gara ini aku jadi aware terhadap diabet.

    ReplyDelete
  26. Aku belom pernah nyobain tepung ini Mak, mau nyari ahh..
    Nah, menjaga BB, pola hidup sehat itu yang selalu aku terapkan ..
    Moga kita dijauhkan dari penyakit diabetes ya

    ReplyDelete
  27. Wah baru tahu nih sama tepung ini. Recomended ya mbak utk mencegah diabetes. Nnti mau beli ah

    ReplyDelete
  28. "Jangan jadikan status menikah berat badan naik itu wajar" duhhh itu kalimat menohok sekali. Aku naik 15 kg langsung dalam waktu ga sampai 3 bulan hanya gara-gara program hamil. Hamilnya belum, gemuknya langsung ahahaha...
    Enggak wajar memang seharusnya. Patut ngerem, jaga pola makan dan gaya hidup.
    Angka diabetes di Indonesia ini setahu aku memang cukup tinggi ya, Mbak. Bukan semata karena keturunan, tapi lebih karena gaya hidup. Apalagi orang Indonesia merasa belum makan nasi artinya belum makan. Harus bisa lebih sehat lagi nih.

    ReplyDelete
  29. Kalo bicara soal timbangan aku udah stress duluan mbaak. Abis jarumnya nganan mulu. Bener2 kesel. Padahal udah coba diet, yg ada bukannya turun malah makin ndut. Hiks... Tfs mba. Jadi semangat lagi utk jaga kesehatan

    ReplyDelete
  30. Jangan suka makan manis/ minum yg manis-manis dengan kalori tinggi..

    Anak muda banyak yg suka minum soft drink bersoda pake susu.ini gak sehat banget..

    ReplyDelete
  31. Pola makan dan pola hidup memang harus dijaga dan diperhatikan ya mbak, agar kita terhindar dari penyakit berbahaya seperti diabetes

    ReplyDelete
  32. Meski masih muda kudu tetep jaga pola makan n pola hidup. Sy juga nerapin diet gula n karbo, gula ini musuh. Lebih baik makan minum yg berasal dr alam kurangi makanan kemasan pabrikan. Ayo hidup sehat

    ReplyDelete
  33. H2 yaa, aku coba cari di kimia farma deh, nau rekomen ke oamankunyg diabet

    ReplyDelete
  34. Aku sdh coba H2Tepung kelapa utk ayahku yg mengidap diabetes. Alhamdulillah dia suka rasanya. Aku campur H2Tepung Kelapa saat memasak nasi.

    ReplyDelete