Sunday, December 6, 2015

Piknik Murah Meriah... Taman Tabebuya


Taman Tabebuya

Siapa sih yang butuh piknik?

Gak cuma anak-anak, emak-emak yang rawan penyakit 'jenuh' butuh sangat yang namanya piknik. Tapi masa piknik harus menungu tanggal muda terus, padahal jenuhnya itu pasti di tanggal-tanggal tua. Dimana segala penjuru seakan menjenuhkan, secara emak-emak merangkap menteri keuangan, bagian pembelian...tsaaaah.

Tapi di Jakarta piknik itu gak murah, ngemall yang tujuannya cuma jalan-jalan aja bisa membuat dompet tipis. Ya iyalah, belum minum-makan, yang harganya gak bisa dibilang murah. Belum lagi kalau mata jatuh cinta tapi gak kebeli, yang ada pulang bukan hilang jenuh. Tapi, ada kejenuhan baru: Ngimpiin baju atau sepatu yang tadi di mall...hahahaha





Nah, ternyata di ujung Jakarta Selatan, tepatnya di Jl.Moh.Kahfi I- Ciganjur, Jagakarsa-Jakarta Selatan, terdapat tempat piknik yang cukup luas, Taman Tabebuya. Letakknya tepat di jalan menurun yang terkenal disebut, turunan Herman Susilo. Pas di depan jalan, sehingga ketika kita melintas dengan kendaraan, akan terlihat jelas Taman Tabebuya. Kendaraan umum yang lewat cuma angkot biru M20, jurusan Ciganjur-Pasar Minggu.




Cantiiik, begitu kesan yang disuguhkan saat melihat Taman Tabebuya. Dari halaman depan disambut kolam yang ditumbuhi bunga teratai, beberapa angsa sering berenang-renang di sana. Taman terbentang dipenuhi hamparan rumput tertata rapi, beberapa kursi duduk tersedia, jembatan dengan kali kecil di bawahnya, terdapat gazebo yang digunakan sebagai perpus mini, dan playground yang menyediakan beberapa permainan anak: Ayunan, perosotan, jungkat-jungkit.


Play Ground
Pengunjung selain bisa menikmati makan lesehan dengan tikar di tepi kolam, atau hamparan rumput di taman, tentu bawa sendiri hehehe. Juga bisa joging, mengajak anak-anak mencari ikan di kali kecil, memberi makan ikan  mas di kolam, dan...ehmmm, buat foto-foto bersama pasangan keren nih. Atau berduaan dengan pasangan, sementara anak-anak asyik bermain di playground maupun di hamparan rumput.

Keren Loh, Buat Foto ala-ala After Wedding
Bahkan saya melihat, tidak hanya keluarga dengan anak-anak mereka, pasangan muda (alhamdullilah, sejauh itu saya tidak melihat pasangan muda model pacaran yang mesra-mesraan, alay), sepasang manula, tapi juga seperti sekelompok komunitas yang membuat acara  pertemuan di taman Tabebuya. Mereka menggelar tikar, asyik diskusi, tertawa, foto-foto, sementara yang bawa anak, anak-anak mereka bebas bermain. Kalau begini, lumayan ideal sebagai tempat KOPDAR komunitas yang membernya banyak emak-emak seperti saya, tidak harus merepotkan salah satu rumah member yang ketempatan. Atau, tidak perlu harus ketemuan di mall yang menguras uang, areal minim buat anak pecicilan.



Sampah meski kecil-kecil membuat tidak nyaman



Cuma sayang, diam-diam saya memperhatikan. Ada beberapa kondisi yang bikin 'ngrenes' banget, plus gregetan. Di depan areal playground, ada bangku-bangku yang rindang karena di atasnya ditumbuhi tanaman rambat, bawahnya agak kotor. Entah itu, sampah kertas, daun-daun kotor, plastik, jadi kurang nyaman saat kita duduk sambil mengawasi anak-anak main di playground. Mungkin, karena saya berkunjung masih pukul 10 pagi, areal itu belum dibersihin petugasnya kali ya, kan tamannya cukup luas.



Tempat Sampah Cantik
Sssttttt...padahal tempat sampat cantik-cantik, warna-warna, tersedia nyaris di setiap sudut.



Perpus Mini di Gazebo Yang Menyedihkan

Eh, tapi...saat saya mau mengajak anak-anak ke Gazebo, yang ada perpus mininya. Langsung deh pengen mewek....lah,secara saya dan suamikan pecinta buku, selain bakul buku. Gimana gak nangis, lihat pemadangan yang disuguhkan: Gazebo dari material kayu yang tampak anggun, di dalamnya ada lemari kayu mini yang digunakan sebagai rak buku. Tapiiii...buku-buku itu berserakan di bawah, tidak beraturan di dalam rak. Sampulnya pada copot, halamannya pada sobek-bek. Sepintas, bukan seperti perpus mini, tapi gazebo dengan sampah buku rusak...huhuhuhuhu

Please, Pak Petugas, perhatiin dunk areal ini.




Boleh juga nih, ngajak komitas KOPDAR di sini



Saya yakin kehadiran Taman Tabebuya ini salah satu obat rindu pada piknik dengan dana minim. Sehingga masyarakat begitu membutuhkan tempat-tempat seperti Taman Tabebuya, karena itu selain Pak Petugas kebersihan di sana, masyarakat juga sebagai object utama yang HARUS MENJAGA KEBERSIHANNYA. 





Info:
Jika anda mengajak keluarga ke Taman Tabebuya sebaiknya jangan lupa:
  • Bawalah topi untuk buah hati, karena bermain di taman cukup terkena paparan sinar matahari
  • Bawakan baju ganti, siapa tahu buah hati anda tertarik untuk mencolek-colek air, atau berguling-guling di hamparan rumput
  • Bawa obat untuk mengobati bila si kecil digigit serangga, seperti nyamuk atau semut
  • Bawa alas duduk buat lesehan makan, atau sekedar istirahat di hamparan rumput
  • Di Taman Tabebuya pedagang makanan dan minuman hanya ada di depan gerbangnya, beberapa saja. Menurut saya, dari pada jajan yang belum tentu sehat, sebaiknya bawa bekal sendiri.
  • Jangan lupa bawa kamera
Butuh alternatif tempat piknik lain yang gratis di seputar Jakarta? Yuk, mari ke Taman Pandang Istana...

6 comments:

  1. Aku paling suka bawa anak-anak ke taman kota! Belum pernah ke Tabebuya karena jauh dari rumah... lain kali mau ah ke sana... Semoga perpusnya bisa diperbaiki dan dijaga lebih baik ya koleksinya nanti..

    ReplyDelete
  2. sedih banget liat perpus mininya, padahal tamannya lumayan ok

    ReplyDelete
  3. Makin banyak taman terbuka hijaauuu.. aduh senangnyaaa

    ReplyDelete
  4. Hiks sedih liat perpusnya. Padahal kalau terawat dgn baik bagus banget bisa banyak yg baca" disitu 😢

    ReplyDelete
  5. Mba Eni aku belum pernah kesini. Jadi penasaran nih . Murah meriah tapi nyaman ya

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.