Tuesday, April 5, 2016

Mengolah Udang : Dibuang Sayang

Resep Kaldu

Moms, pasti seringkan mengolah udang? Pasti dong, secara udang ini favorit banyak orang. Selain mengolahnya mudah, masaknya cepat, rasanya lezat, antara gurih dan manis menjadi satu. Karena lezatnya, udang diolah tanpa garam pun lezat, saya pernah memakan udang hanya dengan dibakar tanpa bumbu apa pun. Tapi ingat ya, udang ini mudah sekali rusak. 

Jika kita telat mengolah atau tidak buru-buru memasukkan ke dalam freezer sementara belum siap untuk mengolahnya, maka udang  akan cepat menimbulkan bau tidak sedap. Karena itu selain segera mengolahnya jika sudah membeli, cepat masukkan freezer jika Moms masih menunda untuk mengolahnya.

Juga pandai-pandai dalam memilih udang, berikut ini ciri-ciri udang yang sudah tidak segar lagi:
  • Aroma: Udang yang sudah tidak bagus atau tidak segar mengeluarkan aroma tidak sedap, bahkan aroma busuk. Sebab udang yang segar aromanya seperti ikan segar. Kenali juga udang yang segarnya karena diberi pengawet berbahaya bagi manusia, biasanya udang tampak segar namun tidak berbau seperti ikan, juga tidak berbau busuk. Tapi tidak memiliki bau sama sekali dan lalat tidak merubunginya (udang termasuk yang mudah dihinggapi lalat loh).
  • Warna: Daging udang berwarna orange tua atau kehitaman padahal jenis udang bukan udang hitam. (banyak nih saya lihat sendiri ibu-ibu yang nekat membeli udang bau, biasanya dijual tukang sayur yang tidak menyimpan udangnya ke pendingin atau es. Harganya memang jauh lebih murah, tapi ini sudah tidak layak dikonsumsi. Rasanya pun tidak segurih dan manis udang segar).
  • Berledir&lembek: Udang berledir berlebihan dan sangat lembek. Udang segar tidak banyak berledir dan dagingnya kenyal atau keras.

Nah, setelah memilih dan membeli udang segar, udang akan diolah ya, Moms. Entah, dibuat bakwan, balado udang campur pete, dan banyak lagi. Sering, terutama apabila udang diolah untuk dikonsumsi si kecil, anak-anak biasanya suka sekali udang ditepungi lalu digoreng. Biasanya nih, Moms pasti akan mengguliti udang dari kulitnya yang keras hingga kepalanya yang besar lalu...dibuang deh.

Padahal sayang banget loh, Moms.  Lihat deh, daging sama kulit dan kepalanya pasti banyakan kulit dan kepalanya, kan. Kulit dan kepala udang itu dapat diolah menjadi kaldu yang sedap, baik rasa dan aromanya. Kaldunya bisa buah kuah tekwan, laksa, sop, maupun tomyan. Sementara kalau saya, kaldu udang bisa saya gunakan untuk Mpasi Pendar. 

Berikut ini ya, resep lengkapnya:

Kaldu:
Resep Kaldu

Kulit dan kepala udang yang  sudah dicuci bersih rebus selama satu jam
Bumbui dengan bawang bombay, bawang merah, bawang putih, daun bawang, garam&gula sedikit
Kaldu bisa disimpan di freezer dan dicairkan sewaktu-waktu diperlukan, gunakan sesuai selera.

Resep Mpasi Pendar:

Resep Kaldu


Kaldunya biasa saya panaskan lalu masukkan sayur kukus sesuai selera, kebetulan Pendar sangat suka labu siam, wortel, jagung, kentang, brokoli, ubi, kabocha, labu parang, Cuma tadi saya memasaknya dengan labu siam baby dan wortel lokal. Kebutulan Cuma itu adanya.

Ok, selamat mencoba resepnya ya, Moms. Konon kaldu udang ini dikonsumsi orang dewasa sangat bagus karena bermanfaat untuk:
  • Mengurangi beban kerja liver
  • Menurunkan kolesterol (padahal daging udang mengandung kolesterol tinggi ga sih?)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Baik dikonsumsi bagi penderita thipus (bisa buah kuah buburnya karena biasanya bila kena thipus harus makan yang lembut-lembut ya, Moms).
  • dll


4 comments:

  1. bagaimana kalau udangnya memang sudah bau mbak? apa rasanya tidak akan ngaruh di daur ulang kembali? makasih

    ReplyDelete
  2. Jiah Al Jafara: hayoo, Jiah..kalau punya anak nanti jangan lupa resep ini yo

    ReplyDelete
  3. hidup mulia: Hiiii jangan lah, dikonsumsi daging atau kulitnya kalau sudah bau bahaya banget

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.