Mengolah Udang : Dibuang Sayang ~ Duniaeni

Tuesday

Mengolah Udang : Dibuang Sayang

Resep Kaldu

Moms, pasti seringkan mengolah udang? Pasti dong, secara udang ini favorit banyak orang. Selain mengolahnya mudah, masaknya cepat, rasanya lezat, antara gurih dan manis menjadi satu. Karena lezatnya, udang diolah tanpa garam pun lezat, saya pernah memakan udang hanya dengan dibakar tanpa bumbu apa pun. Tapi ingat ya, udang ini mudah sekali rusak. 

Jika kita telat mengolah atau tidak buru-buru memasukkan ke dalam freezer sementara belum siap untuk mengolahnya, maka udang  akan cepat menimbulkan bau tidak sedap. Karena itu selain segera mengolahnya jika sudah membeli, cepat masukkan freezer jika Moms masih menunda untuk mengolahnya.

Juga pandai-pandai dalam memilih udang, berikut ini ciri-ciri udang yang sudah tidak segar lagi:
  • Aroma: Udang yang sudah tidak bagus atau tidak segar mengeluarkan aroma tidak sedap, bahkan aroma busuk. Sebab udang yang segar aromanya seperti ikan segar. Kenali juga udang yang segarnya karena diberi pengawet berbahaya bagi manusia, biasanya udang tampak segar namun tidak berbau seperti ikan, juga tidak berbau busuk. Tapi tidak memiliki bau sama sekali dan lalat tidak merubunginya (udang termasuk yang mudah dihinggapi lalat loh).
  • Warna: Daging udang berwarna orange tua atau kehitaman padahal jenis udang bukan udang hitam. (banyak nih saya lihat sendiri ibu-ibu yang nekat membeli udang bau, biasanya dijual tukang sayur yang tidak menyimpan udangnya ke pendingin atau es. Harganya memang jauh lebih murah, tapi ini sudah tidak layak dikonsumsi. Rasanya pun tidak segurih dan manis udang segar).
  • Berledir&lembek: Udang berledir berlebihan dan sangat lembek. Udang segar tidak banyak berledir dan dagingnya kenyal atau keras.

Nah, setelah memilih dan membeli udang segar, udang akan diolah ya, Moms. Entah, dibuat bakwan, balado udang campur pete, dan banyak lagi. Sering, terutama apabila udang diolah untuk dikonsumsi si kecil, anak-anak biasanya suka sekali udang ditepungi lalu digoreng. Biasanya nih, Moms pasti akan mengguliti udang dari kulitnya yang keras hingga kepalanya yang besar lalu...dibuang deh.

Padahal sayang banget loh, Moms.  Lihat deh, daging sama kulit dan kepalanya pasti banyakan kulit dan kepalanya, kan. Kulit dan kepala udang itu dapat diolah menjadi kaldu yang sedap, baik rasa dan aromanya. Kaldunya bisa buah kuah tekwan, laksa, sop, maupun tomyan. Sementara kalau saya, kaldu udang bisa saya gunakan untuk Mpasi Pendar. 

Berikut ini ya, resep lengkapnya:

Kaldu:
Resep Kaldu

Kulit dan kepala udang yang  sudah dicuci bersih rebus selama satu jam
Bumbui dengan bawang bombay, bawang merah, bawang putih, daun bawang, garam&gula sedikit
Kaldu bisa disimpan di freezer dan dicairkan sewaktu-waktu diperlukan, gunakan sesuai selera.

Resep Mpasi Pendar:

Resep Kaldu


Kaldunya biasa saya panaskan lalu masukkan sayur kukus sesuai selera, kebetulan Pendar sangat suka labu siam, wortel, jagung, kentang, brokoli, ubi, kabocha, labu parang, Cuma tadi saya memasaknya dengan labu siam baby dan wortel lokal. Kebutulan Cuma itu adanya.

Ok, selamat mencoba resepnya ya, Moms. Konon kaldu udang ini dikonsumsi orang dewasa sangat bagus karena bermanfaat untuk:
  • Mengurangi beban kerja liver
  • Menurunkan kolesterol (padahal daging udang mengandung kolesterol tinggi ga sih?)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Baik dikonsumsi bagi penderita thipus (bisa buah kuah buburnya karena biasanya bila kena thipus harus makan yang lembut-lembut ya, Moms).
  • dll


14 komentar:

  1. bagaimana kalau udangnya memang sudah bau mbak? apa rasanya tidak akan ngaruh di daur ulang kembali? makasih

    ReplyDelete
  2. Jiah Al Jafara: hayoo, Jiah..kalau punya anak nanti jangan lupa resep ini yo

    ReplyDelete
  3. hidup mulia: Hiiii jangan lah, dikonsumsi daging atau kulitnya kalau sudah bau bahaya banget

    ReplyDelete
  4. waaah asikk nih..tapi kaldunya kira2 jadi amis hak mba? Atau kbantu dari remmpah2 yg dicemplungin itu yaa

    ReplyDelete
  5. Anakku suka banget makan udang mba. Tapi harganya lumayan mahal ya walau hanya seperempat. Hehehe. Makasih tipsnya mba

    ReplyDelete
  6. benar-benar dibuang sayang, malah jadi yang tersayang-sayang :-D
    akan kupraktikan bun kelak jika ada kejadian begini :-D

    ReplyDelete
  7. kalau lg rajin, aku nyimpen kaldu udang buat bikin tekwan. enakk

    ReplyDelete
  8. Mamaku juga gitu biasanya. Kepala udang nggak langsung dibuang tapi dibuat kaldu, tambahi sayur gambas, enak!

    ReplyDelete
  9. Boleh banget dicoba, kalo saya air kandungan ditambahkan ke adonan pempek, di goreng, makyuz

    ReplyDelete
  10. Ohhhh jadi masih bisa dijadiin kaldu ya ? Makasih banyak ya, Mbak

    ReplyDelete
  11. Wiii...
    selama ini aku kudet ternyata, mba.
    Cuma ditepung sama dibumbu asam manis.

    Atau bahan campuran nasi goreng.

    Ternyata kepalanya bisa bermanfaat lebih yaa..daripada dibuang.

    Haturnuhun tipsnya, mba.

    ReplyDelete
  12. Belum pernah bikin kaldu udang buat MPASI anak2.. anak kedua alergen, tapi yg ketiga belum tau. Boleh nih dcoba, jd lebih variatif y mb, tfs..

    ReplyDelete
  13. Kalau yang alergi udang kasian juga ya jadi ga bisa menikmati makanan lezat ini :)

    ReplyDelete

CATEGORIES

>

Pentingnya Tidur Nyenyak

Efek Tidur Nyenyak Pada Si Kecil Selama ini kalau membahas tentang pentingnya tidur nyenyak, pasti  yang akan dikupas tuntas adalah rit...

Cari Artikel

Instagram

Twitter

Follow Me

Powered by Blogger.