Duniaeni Blogger

linkedin facebook twitter pinterest instagram youtube
  • Home
  • About
  • Recognition
  • Disclosure
  • Contact
  • Log

 


Nama gue Pak Sardi, enam puluh satu tahun, pensiunan nelayan. Sekarang gue cuma duduk di teras, ngopi, dan lihat laut dari kejauhan karena lutut gue sudah tidak mengizinkan gue naik perahu lagi. Istri gue sering bilang, gue terlalu banyak mengamati urusan orang lain. Mungkin istri gue benar. Tapi kalau gue tidak mengamati, tidak ada yang akan tahu apa yang terjadi di rumah sebelah selama hampir dua tahun itu.

Tentang Kampung Kami

Kampung kami namanya Dusun Kalongan. Terletak di pesisir selatan Jawa, sekitar dua belas kilometer dari Parangtritis. Bukan desa wisata. Bukan desa yang ada di peta mana pun yang dijual di toko buku. Kami hanya ada di mulut ke mulut, dan bahkan itu pun jarang.

Penduduknya sekitar dua ratus jiwa. Hampir semua nelayan atau istri nelayan. Rumah-rumah menghadap ke utara membelakangi laut, karena nenek moyang kami bilang tidak sopan memandang laut selatan terlalu lama. Laut itu punya pemilik, dan pemiliknya tidak suka ditatap.

Gue lahir di sini. Gue akan mati di sini, dan selama enam puluh satu tahun hidup di tempat ini, gue sudah terbiasa dengan hal-hal yang orang kota akan sebut tidak masuk akal. Ombak yang bersuara seperti nama seseorang di malam tertentu. Bau kemenyan yang datang dari arah laut waktu angin bertiup dari selatan. Nelayan yang hilang dan ditemukan tiga hari kemudian di pantai yang berbeda  dalam kondisi selamat tapi tidak bisa mengingat apapun yang terjadi selama tiga hari itu.

Kami tidak membicarakan hal-hal itu dengan keras. Kami hanya tahu bahwa ada aturan-aturan tidak tertulis yang harus diikuti kalau mau hidup tenang di tanah ini. Salah satunya adalah : jangan terlalu dekat dengan orang yang baunya sudah berubah.

Tentang Rumah Sebelah

Rumah di sebelah kanan rumah gue sudah kosong selama tiga tahun sebelum akhirnya ada yang menempatinya lagi. Pemilik lamanya pasangan tua, Pak Marno dan istrinya pindah ke Wonogiri ikut anak mereka. Rumahnya ditinggal begitu saja, kuncinya dititipkan ke gue. Lalu suatu hari, sekitar pertengahan 2020, ada perempuan yang datang ke rumah gue, dan bilang dia sudah menghubungi keluarga Pak Marno dan menyewa rumah itu. Perempuan itu namanya Lastri.

Usianya waktu itu mungkin sekitar tiga puluh tahunan. Gue tidak bisa terlalu tepat karena ada sesuatu yang aneh dengan wajahnya dari pertama kali gue lihat, wajahnya terlihat lebih tua dari tubuhnya, atau mungkin sebaliknya, gue tidak bisa memutuskan. Dia datang sendirian, tidak ada suami, tidak ada anak, tidak ada keluarga yang mengantar. Hanya dia dan satu koper besar, satu tas ransel, dan satu bungkusan yang dibungkus kain jarik hitam yang dia pegang sepanjang waktu, tidak pernah diletakkan, tidak pernah dilepas dari tangannya.

Istri gue nyiapin teh dan mengajak ngobrol seperti biasa. Lastri ramah, bicaranya pelan, menjawab pertanyaan dengan cukup tapi tidak berlebihan.

Dari mana asalnya — Cilacap.

Kenapa pindah ke sini — Mau tenang, katanya. Mau dekat laut.

Kerja apa — Tidak kerja, katanya. Masih ada simpanan.

Waktu istri gue masuk ke dapur, gue sempat menatap bungkusan jarik hitam yang ada di pangkuan Lastri. Dari celah lipatannya, gue lihat sesuatu yang hitam dan panjang menjuntai keluar. Rambut.

Bulan Pertama

Lastri jadi tetangga yang baik di bulan pertama. Tidak berisik. Tidak mengganggu. Sesekali memberi ikan kalau dapat rezeki lebih dari pasar. Sesekali mampir ngobrol sebentar di pagi hari. Tapi ada dua hal yang gue notice sejak hari pertama. Pertama, Lastri tidak pernah menjemur pakaian di siang hari.

Ini hal kecil. Tapi di kampung pesisir seperti ini, menjemur pakaian adalah aktivitas pagi yang tidak bisa tidak dilakukan. Angin laut dan matahari adalah kombinasi terbaik untuk mengeringkan baju yang susah kering karena udara lembab sepanjang waktu. Semua orang menjemur pakaian di pagi sampai siang. Lastri menjemurnya setelah maghrib.

Gue tanya suatu hari — dengan santai, basa-basi tetangga biasa.

Dia bilang kulitnya sensitif. Tidak tahan panas matahari langsung.

Gue terima jawaban itu. Waktu itu.

Kedua, Setiap malam Jumat, ada bau yang datang dari rumah Lastri. Bukan bau masakan. Bukan bau rokok. Bau kemenyan. Dicampur sesuatu yang lebih berat dan lebih manis bunga, mungkin, tapi bunga yang sudah layu, bukan yang segar. Gue kenal bau itu.

Di kampung pesisir selatan, bau itu bukan hal yang sepenuhnya asing. Ada orang-orang yang melakukan laku tertentu pada malam-malam tertentu membakar kemenyan, menaruh sesaji, mengirimkan doa ke leluhur atau ke sesuatu yang lebih tua dari leluhur. Gue tidak tanya soal itu. Di sini, ada hal-hal yang lebih sopan untuk tidak ditanyakan.

Bulan Ketiga Sesuatu Berubah

Perubahan itu tidak datang tiba-tiba. Datangnya pelan, seperti air pasang yang naiknya tidak terasa, sampai tiba-tiba lutut kamu sudah basah. Yang pertama berubah adalah penampilan Lastri. Bukan berubah menjadi lebih buruk, tapi justru sebaliknya dan itu yang membuat gue dan istri gue membicarakannya diam-diam.

Lastri terlihat lebih muda dari bulan ke bulan. Kulitnya lebih cerah, matanya lebih bersinar, cara jalannya berubah lebih ringan, lebih percaya diri. Istri gue bilang mungkin udara laut cocok sama dia. Gue tidak bilang apa-apa, tapi gue mengamati lebih cermat.

Yang kedua berubah adalah frekuensi bau kemenyan itu. Kalau sebelumnya hanya malam Jumat, sekarang hampir setiap malam. Dan intensitasnya lebih pekat. Kadang pagi hari gue bangun dan sisa baunya masih ada di udara, seperti menempel di serat kayu rumah gue yang berbatasan langsung dengan rumah Lastri.

Yang ketiga, dan ini yang paling membuat gue tidak nyaman adalah suara. Sekitar bulan ketiga, gue mulai dengar suara dari rumah Lastri di tengah malam, bukan suara keras. Justru sangat pelan seperti seseorang sedang berbicara dengan ritme yang konstan bukan percakapan biasa, tapi seperti mantra, atau hitungan, atau keduanya. Suaranya selalu berhenti tepat sebelum azan subuh.

Pertemuan dengan Mbah Parti

Mbah Parti adalah perempuan tertua di kampung kami. Usianya tidak ada yang tahu pasti dia sendiri bilang sudah lupa, tapi yang jelas dia sudah ada sejak sebelum orang tua gue lahir. Dia tinggal di ujung kampung, dekat muara sungai kecil yang mengalir ke laut. Rumahnya selalu harum serai dan jahe. Gue pergi ke sana suatu sore, pura-pura mampir karena anak buah Mbah Parti baru dapat tangkapan besar dan gue mau beli ikan. Tapi tujuan gue yang sesungguhnya adalah bertanya.

Gue ceritakan tentang Lastri. Tentang bau kemenyan. Tentang suara di tengah malam. Tentang perubahan penampilan yang membuat gue tidak nyaman. Mbah Parti mendengarkan sambil memilah ikan. Tidak memandang gue, tangannya terus bergerak. Waktu gue selesai cerita, dia diam lama. Lalu dia tanya satu hal.

"Rambuté, Kang. Rambuté Lastri — panjang ta?"

Gue bilang iya. Sangat panjang sampai pinggang, hitam pekat.

Mbah Parti mengangguk pelan.

"Lan saben esuk, ana rambut panjang ing ngarep omahe?" (Dan setiap pagi, ada rambut panjang di depan rumahnya?)

Gue diam. Gue baru sadar bahwa memang ada. Gue sudah lihat berkali-kali tapi tidak pernah menghubungkannya dengan apapun. Hanya selalu gue anggap rambut yang rontok terbawa angin.

"Iku dudu rambut sing rontok, Kang," kata Mbah Parti pelan. (Itu bukan rambut yang rontok, Kang.)

"Iku rambut sing wis dienggo. Sing wis diobong. Sisiné." (Itu rambut yang sudah dipakai. Yang sudah dibakar. Sisanya.)

Gue tanya — dipakai untuk apa.

Mbah Parti akhirnya menatap gue. Matanya yang sudah sangat tua itu menatap gue dengan ekspresi yang gue tidak bisa baca dengan tepat,  antara kasihan dan waspada.

"Ritual Rambut Sewu, Kang. Nanging iki dudu Rambut Sewu sing biasa. Iki Rambut Sewu Segoro." (Ritual Rambut Sewu, Kang. Tapi ini bukan Rambut Sewu biasa. Ini Rambut Sewu Segoro.)

Gue tidak pernah dengar istilah itu sebelumnya. Mbah Parti menjelaskan dengan singkat dan dengan nada suara yang membuat gue merinding meski udara sore itu panas. Rambut Sewu Segoro (Rambut Sewu Laut) adalah varian dari ritual yang sama tapi dilakukan di daerah pesisir selatan, di mana kekuatan laut digunakan sebagai amplifier. Sebagai penguat ritual yang sama jelasnya bekerja, kata Mbah Parti, tapi dengan harga yang berbeda.

"Yen Rambut Sewu biasa mbayar karo awake dewe — Rambut Sewu Segoro mbayar karo liyané." (Kalau Rambut Sewu biasa membayar dengan dirinya sendiri — Rambut Sewu Segoro membayar dengan orang lain)

Gue tanya — orang lain yang mana.

Mbah Parti tidak menjawab.Dia hanya menatap ke arah kampung ke arah rumah Lastri yang bisa dilihat dari sini kalau cuaca cerah. Dan gue menyadari bahwa pandangan itu bukan mengarah ke rumah Lastri, tapi ke rumah-rumah di sekitarnya.

Bulan Kelima Tetangga Mulai Sakit

Hal pertama yang gue notice adalah istri Pak Kumis,  tetangga dua rumah dari Lastri,  tiba-tiba jatuh sakit. Bukan sakit yang bisa dijelaskan dokter puskesmas. Badannya lemas, rambutnya rontok, nafsu makannya hilang. Dokter bilang mungkin anemia, kasih suplemen. Seminggu tidak membaik. Dibawa ke rumah sakit kabupaten, semua hasil laboratorium normal. Tapi dia terus melemah.

Yang kedua adalah anak Pak Hadi, laki-laki dua belas tahun  tiba-tiba tidak mau makan dan tidak mau bicara selama hampir seminggu. Matanya kosong. Duduk di teras seharian menatap ke arah rumah Lastri tanpa ekspresi. Dokter bilang mungkin trauma psikologis, orangtua Hadi tidak tahu trauma apa yang anaknya alami.

Yang ketiga adalah kejadian yang gue sendiri tidak mau terlalu lama memikirkan. Suatu pagi gue bangun lebih awal dari biasanya. Jam empat kurang, langit masih hitam, gue keluar ke teras untuk ngecek perahu tetangga yang gue ikut jaga karena pemiliknya sedang ke luar kota. Dan dari teras gue lihat Lastri, dia berdiri di tepi pantai sendirian. Rambutnya terurai panjang dan tampak bergerak meski tidak ada angin yang cukup kencang untuk menggerakkannya seperti itu.

Tangannya terentang ke kedua sisi. Telapak tangannya menghadap ke atas, wajahnya menghadap ke laut. Dan dari jaraknya sekitar lima puluh meter dari tempat gue berdiri,  gue bisa lihat ada sesuatu di tangannya yang terbakar pelan. Merah kecil di masing-masing telapak tangan. Gue berdiri diam sangat lama, lalu Lastri menolehkan kepalanya ke arah gue. Bukan karena gue bersuara. Gue tidak bersuara. Gue tidak bergerak, tapi dia tahu gue ada.

Dia menatap gue dari kejauhan itu selama beberapa detik, lalu dia senyum. Gue yang sudah enam puluh satu tahun hidup di kampung pesisir ini dan sudah terbiasa dengan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan,  untuk pertama kalinya dalam ingatan gue yang panjang itu, gue masuk ke dalam rumah dengan cepat dan mengunci pintu.

Percakapan yang Seharusnya Tidak Terjadi

Seminggu setelah kejadian di pantai itu Lastri datang ke rumah gue. Sore hari, membawa pisang goreng, senyumnya lebar. Istri gue persilakan masuk dan buatkan teh, gue duduk di kursi seberang. Berusaha terlihat biasa. Lastri ngobrol santai, nanya soal kondisi laut belakangan ini. Nanya soal tetangga yang sakit. Nanya soal jadwal hajatan yang katanya bulan depan ada. Gue jawab semuanya pendek-pendek.

Lalu Lastri berhenti sebentar minum tehnya. Menatap gue dengan mata yang gue tidak bisa baca.

"Pak Sardi sering bangun pagi ya," katanya pelan.

"Biasa, Bu. Nelayan."

"Sering ke pantai juga?"

"Kadang-kadang."

Lastri mengangguk. Senyumnya tidak berubah. "Pak Sardi tahu, kan, di sini ada aturan tidak tertulis soal melihat sesuatu di pantai sebelum subuh?"

Gue tahu ke mana arah pembicaraan ini, tapi gue tetap diam.

"Kata orang-orang tua di sini," lanjut Lastri dengan nada yang sangat santai, sangat datar, "Kalau seseorang melihat sesuatu yang bukan urusannya di pantai sebelum subuh dan dia diam saja, tidak cerita ke siapa-siapa biasanya tidak ada masalah. Semua baik-baik saja."

Dia berhenti sebentar.

"Tapi kalau dia cerita ke tetangga, ke orang tua kampung, ke siapapun,  biasanya ada harga yang harus dibayar."

Istri gue waktu itu sedang di dapur, tidak dengar percakapan ini.

Gue menatap Lastri. Lastri menatap gue kembali.

"Bapak sudah cerita ke siapa-siapa?" tanyanya.

Suaranya masih lembut. Masih senyum. Tapi matanya —Matanya sudah tidak sama dengan mata manusia yang gue kenal.

"Belum," kata gue. Itu bohong.

Yang Terjadi pada Mbah Parti

Tiga hari setelah percakapan itu, Mbah Parti sakit mendadak parah. Tidak ada yang bisa menjelaskan. Perempuan yang selama puluhan tahun tidak pernah sakit lebih dari masuk angin biasa itu tiba-tiba tidak bisa bangun dari kasur. Badannya dingin, matanya setengah terbuka, napasnya berat. Cucu-cucunya panik dan membawanya ke rumah sakit.

Sebelum dibawa, dalam kondisi setengah sadar itu, Mbah Parti memegang tangan cucu tertuanya dan berbisik sesuatu. Cucu itu yang gue kenal baik karena sering bantu gue di perahu dulu menceritakan ke gue apa yang Mbah Parti bisikkan. Katanya Mbah Parti bilang :

"Ojo kandakke Pak Sardi. Ojo kandakke. Wis kasep." (Jangan beritahu Pak Sardi. Jangan beritahu. Sudah terlambat.

Dua Minggu Terakhir

Mbah Parti tidak kembali ke kampung. Dia meninggal di rumah sakit empat hari setelah dirawat. Dokter bilang organ-organnya mengalami kegagalan yang tidak bisa dijelaskan secara medis untuk seseorang yang kondisi fisik sebelumnya tidak ada masalah berarti. Istri Pak Kumis perlahan membaik setelah Mbah Parti meninggal.

Anak Pak Hadi kembali normal, dan Lastri — Lastri terlihat lebih sehat dari sebelumnya. Lebih bercahaya, lebih muda. Lebih kuat. Seperti ada sesuatu yang dipindahkan. Gue amati semua itu dari teras gue, sambil ngopi, sama seperti biasanya. Gue tidak cerita ke siapa-siapa lagi, tapi gue terus mengamati.

 

Karena ada satu hal yang gue notice dalam beberapa hari terakhir ini hal yang belum pernah gue ceritakan kepada siapapun dan baru sekarang gue tuliskan pertama kalinya. Setiap pagi, waktu gue menyapu teras ada rambut panjang di depan pintu rumah gue. Bukan satu dua helai, ta[I puluhan. Hitam, tersusun rapi. Gue sapu, gue buang.

Keesokan paginya ada lagi. Gue tanya istri gue apakah dia tahu dari mana rambut-rambut itu. Istri gue menggeleng bingung.

"Lho, Pak — itu kan rambut Bapak sendiri."

Gue terdiam.

Gue pegang sehelai rambut yang tersisa di sapu gue. Gue lihat dengan teliti. Hitam pekat, panjang hampir semester, dan gue baru ingat satu hal yang selama ini tidak pernah gue permasalahkan, rambut gue sudah putih semua sejak dua belas tahun lalu.

Dusun Kalongan, pesisir selatan Jawa. Ritual Rambut Sewu Segoro tidak meminta rambut dari lakunya. Ia meminta rambut dari yang paling dekat dengan pelakunya, yang paling sering melihat, yang paling banyak tahu.. Dan yang paling tidak pernah curiga bahwa sejak malam pertama Lastri datang ke kampung ini ritual itu sudah berjalan, Pak Sardi sudah menjadi bagian darinya tanpa pernah diminta, tanpa pernah tahu.

June 06, 2026 1 komentar

 




Siapa yang merasakan seluruh badan sakit semua karena capek saat bulan Ramadan, jelang lebaran, dan sesudah lebaran?

Saya rasa sebagai seorang ibu yang menjadi garda depan dunia dapur merasakan seperti yang saya rasakan, yaitu badan sakit semua karena capek. Bangun sebelum subuh, masak  atau menghangatkan lauk-pauk dan menyiapkan sahur, setelah itu beberes bekas sahur. Keesokannya masak lagi menyiapkan makanan untuk berbuka, dan menunya tentu agak beda dari sehari-hari agar semangat saat buka dan sahur.

Kemudian jelang lebaran dari hunting baju lebaran untuk keluarga, makanan untuk lebaran dari makanan ringan seperti kue-kue kering, sampai makan berat diantaranya opor ayam, semur daging, sambal goreng kentang hati, rendang, dan ketupat. Kebayang nggak sih, badan rasanya sudah seperti remah-remah, hehehe.

Massage By Mecapan, Pijat Panggilan ke Rumah

Jenis Layanan Massage By Mecapan




Alhamdullilah, saya dapat rekomendasi temen di group WA buat minta bantuan Massage By Mecapan, layanan pijat profesional, kalau ada keluhan capek, badan remuk redam. Tidak perlu kemana-mana tinggal hubungin saja admin Mecapan buat booking jenis layanan. Saat saya WA adminnya untuk meminta layanan pijat, ditanya selain body massage, apakah mau layanan lainnya? Karena ternyata Message By Mecapan memiliki berbagai macam layanan loh.

Beberapa treatment yang tersedia di antaranya:

  1. Body Massage
  2. Totok Wajah, Reflexy (Reflexology)
  3. Kerokan, Bekam, Pregnancy Massage
  4. Mom & Baby Massage, hingga Family Massage.

Wah, menarik juga nih, setelah melihat daftar harganya saya memilih untuk  treatment Body Massage, dan Totok Wajah, Reflexy (Reflexology). Kebetulan saya melakukan treatment sehari menjelang lebaran. Badan sudah terasa capek sekali selama sebulan ini, dan besok lebaran saya ingin terlihat fresh, bisa keliling silaturahmi tanpa keluhan capek atau letih.

Pengalaman Massage By Mecapan




Setelah konfirmasi jenis treatment dan waktunya melalui WA admin Mecapan, tidak lama therapis Mecapan datang, tentu saja wanita ya. Durasi menunggunya tepat waktu, mungkin karena disesuaikan lokasinya, kebetulan lokasi saya di Jagakarsa, Jakarta Selatan dan terapisnya di Ciganjur, jarak tempuh yang tidak makan waktu lama.

Berikut tools yang dibawa oleh therapis:

  • Kain alas
  • Kemben/kain penutup badan
  • Massage oil
  • Lotion/Massage cream
  • Handuk
Tapi boleh jika kita ingin memakai massage oil dan lotion milik sendiri, jadi benar-benar nyaman sih menurut saya. Therapisnya juga ramah dan komunikatif, cara memijatnya bisa disesuaikan jika ingin kuat atau perlahan. Treatment yang saya pilih memiliki durasi 90 menit, jadi selesai melakukan treatment rasanya badan dan wajah relaks  banget.

Kesibukan saya selama sebulan di bulan Ramadan, lalu jelang lebaran ini yang membuat tubuhnya saya lelah, seketika terasa lebih ringan. Memang pijat tardisional menggunakan pijatan tangan itu membantu meredakan ketegangan otot, melancarkan peredaran darah, dan memberikan efek relaksasi. Hasilnya? Kelar pijat saya tidur nyenyak doooong.

Tentang Message By Mecapan




Rekomend sih buat saya, kalian harus coba deh. Apalagi habis pulang mudik, capeknya pasti dua kali lipat. Mecapan bikin kita tidak perlu lagi menghadapi antrean atau menunggu terlalu lama di tempat pijat. Juga memberikan kenyamanan lebih karena pelanggan dapat menikmati treatment di rumah sendiri, sehingga suasana menjadi lebih santai dan privat. Ditambah therapisnya sudah profesional atau terlatih secara resmi.

Dan, Selain menghemat waktu, layanan pijat panggilan juga dinilai lebih praktis dari segi biaya. Jika pergi ke tempat pijat atau spa, pelanggan biasanya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi. Massage By Mecapan itu sudah beroperasi sejak tahun 2020 loh, dan dikenal dengan tagline Free Ongkir di area JABODETABEK, Bandung, dan Yogyakarta. Kurang hemat gimana lagi tuh?

Cuss buruan deh, mau relaksasi langsung hubungi Official WhatsApp +62 851-5680-1561 (Admin Jenni), atau buat info promo bisa mengintip akun Instagram resmi @massagebymecapan. Saat ini, layanan Massage By Mecapan tersedia di:

  • JABODETABEK
  • Bandung
  •  Yogyakarta


March 25, 2026 16 komentar

 


Siapa yang memiliki gudang di rumah? Sebenarnya setiap orang membutuhkan gudang di rumah, karena beberapa barang yang belum dibutuhkan, atau barang yang kelak akan dibutuhkan, seperti koper, peralatan maupun perabotan pesta, dan sebagainya, butuh disimpan di tempat yang aman dan tentu saja tidak mengganggu keindahan rumah. Bayangkan, jika barang-barang tersebut diletakkan begitu saja di kamar, di ruang tamu. Pasti merusak pemandangan.

Jadi fungsi gudang itu sendiri selain untuk menampung barang-barang yang belum terpakai, atau hanya terpakai pada waktu tertentu, sebenarnya gudang juga berfungsi untuk menghindari barang-barang bertumpuk di tempat yang tidak pas, sehingga mengganggu kerapian rumah. Setuju? 

Apalagi yang memiliki usaha, pasti sangat membutuhkan gudang, sebab stok barang-barang yang akan dijual itu tidak bisa diletakkan sembarangan. Selain lebih aman karena tersimpan rapi di gudang yang bisa dikunci, juga memudahkan dalam mengkoordinasi atau mencatat barang yang keluar dan masuk, sehingga meminimalisir kerugian.


Mengapa memilih Kitarack?


Manfaat Gudang


Nah, berikut ini beberapa manfaat gudang yang bisa jadi pertimbangan ketika kalian mulai membangun rumah atau akan menempati rumah:

  1. Barang-barang yang belum terpakai atau hanya terpakai pada waktu tertentu akan tersimpan lebih aman dan rapi di gudang.

  2. Membuat rumah lebih rapi dan luas karena barang-barang tidak berserakan atau diletakkan asal.

  3. Memudahkan menemukan barang-barang lama yang dibutuhkan

  4. Mencegah rumah dari kecoa dan tikus akibat barang yang diletakkan tidak beraturan 

Saya pun, meski memiliki rumah yang tidak begitu luas, tetap memiliki gudang. Bahkan ketika masih mengontrak rumah, saya mengusahakan ada gudang.  Karena selain untuk menyimpan barang-barang yang hanya dipakai sesekali, suami yang memiliki usaha distributor buku dan toko buku online, membutuhkan gudang untuk menyimpan buku-buku yang dijualnya.

Pernah kejadian waktu masih di rumah orangtua, di mana dus-dus buku yang besar-besar diletakkan di ruang  tamu, di kamar, di sembarang tempat, karena rumah orangtua tidak ada

gudang. Kami menderita kerugian cukup besar, sebab buku-buku dirusak kecoa, rayap, akibat ruangan tempat menyimpan dus-dus buku tersebar di rumah. Kami juga jadi tidak nyaman karena rumah orang tua jadi sempit dan terkesan berantakan.


Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Membuat Gudang di Rumah?


Ketika pertama kali memutuskan pisah rumah dari orangtua, yang saya dan suami pikirkan adalah memiliki ruang untuk gudang walau kecil. Setelah menentukan ruangan untuk gudang, selanjutnya memikirkan agar barang yang disimpan di gudang tetap rapi, tertata, dan bisa memuat banyak. Kami trauma saat mengingat kejadian buku-buku banyak rusak karena kecoa dan rayap.

Awalnya saya menginginkan rak gudang dari kayu jati belanda yang ringan dan estetik, tapi suami bilang rak untuk gudang dari kayu itu tidak praktis, kurang tepat. Suami yang paham soal pergudangan, karena sehari-hari mengunjungi gudang buku klien, rak yang tepat untuk gudang itu rak gudang besi siku.




Rak gudang besi siku ini selain bisa dipasang sesuai kebutuhan dan luas ruangan yang ada, juga mudah dipindah-pindahkan karena bisa copot pasang secara praktis, cocok sekali untuk gudang kecil yang tidak begitu luas sekalipun. Tapi ternyata memilih rak gudang besi siku itu tidak bisa asal, harus tepat. 


Rak Gudang Besi Siku Kitarack




Rak gudang besi siku ini banyak sekali dijual di mana-mana, bahkan di toko-toko pinggir jalan, tapi belum tentu kualitasnya bagus. Suami saya pernah membeli di toko pinggir jalan, custom menyesuaikan kebutuhan gudang di rumah, ternyata besinya mudah berkarat, rak palletnya melengkung saat dibebani dus-dus berisi buku-buku. Asli, kecewa rasanya.

Karena itu, begitu mendapatkan rekomendasi rak gudang besi siku dari Kitarack yang proses perakitannya bisa dilakukan oleh teknisi profesionalnya, jadi buat yang belum berpengalaman memasang rak gudang besi siku tidak perlu khawatir. Desainnya juga apik, bahkan ditempatkan di ruang kerja cocok, karena memiliki banyak pilihan warna dan ukuran, dan terpenting besinya  dan rak palletnya kuat dan kokoh.

Bahkan Kitarack juga menyediakan solusi tata letak rak yang efisien, semacam desain interior gitu kali ya, hehehe. Jadi ruangan gudang benar-benar terorganisir dan maksimal. Pokoknya kalau kalian melihat rak gudang besi siku di Kitarack, baru menyadari deh, tidak harus rak kayu yang esthetic untuk membuat gudang kita cantik. 

Buat intip-intip koleksinya, kunjungi official websitenya https://kitarack.co.id/ atau bisa langsung ke akun Instagram-nya di @kitarack.official







March 04, 2025 11 komentar

 

Sekarang konsol game menjadi salah satu perangkat yang sangat digemari oleh para gamers kasual yang memiliki mobilitas tinggi. Sebuah Konsol Game yang baik tentu saja harus menggabungkan berbagai faktor, diantaranya performa, desain portabel, dan daya tahan baterai yang mumpuni atau tahan lama.

Salah satu pilihan menarik yang dapat dijadikan pilihan adalah ASUS ROG Ally X, karena konsol game ini dirancang khusus untuk gamer yang suka bermain game santai selama perjalanan, atau saat berada di luar rumah.



Berikut ini adalah beberapa keunggulan dari ASUS ROG Ally X yang bisa menjadi pertimbangan bagi Anda:

1. Desain Ringan dan Portabel

Untuk seorang gamer kasual yang tidak ingin merasa terbebani dengan perangkat yang terlalu besar atau berat, maka ASUS ROG Ally X adalah pilihan yang ideal. Salah satu keunggulan utama dari ASUS ROG Ally X adalah desainnya yang sangat ringan dan portabel. Memiliki bobot hanya 678 gram, sehingga konsol game ini sangat mudah dibawa ke mana-mana. 

Sehingga membuatnya menjadi pilihan sempurna bagi para gamer yang sering bepergian dan membutuhkan perangkat yang tidak mengganggu mobilitas.  Ukurannya yang kecil juga memastikan konsol ini bisa dimasukkan dengan mudah ke dalam backpack, atau bahkan glove box mobil. 

2. Layar 7 Inci dengan Refresh Rate 120Hz

Layar merupakan salah satu aspek penting dalam sebuah konsol game, dan ASUS ROG Ally X memberikan pengalaman visual yang luar biasa. Memiliki  layar 7 inci beresolusi FHD (1920 x 1080), konsol ini menawarkan tampilan yang tajam dan jelas. Tak hanya itu, ASUS ROG Ally X memiliki refresh rate 120Hz sehingga setiap gerakan dan animasi dalam game akan terasa halus, memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan. Selain itu layar ini juga didukung dengan teknologi FreeSync Premium yang memastikan tidak ada gangguan visual seperti screen tearing selama sesi bermain.

3. Performa Tinggi dengan AMD Ryzen™ Z1 Extreme Processor

Meski memiliki ukuran kecil ASUS ROG Ally X, tapi dibekali dengan performa yang sangat mumpuni. Ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™ Z1 Extreme dengan arsitektur Zen4, konsol ini memiliki delapan inti dan enam belas thread, serta mampu mencapai kecepatan hingga 5.10 GHz dalam mode boost.

Prosesor ini juga dengan GPU AMD Radeon™ Graphics dengan arsitektur RDNA™ 3, yang menawarkan 12 Compute Units (CUs) dan performa hingga 8.6 Teraflops. Membuat  Anda bisa menikmati berbagai game dengan kualitas grafis yang memadai. 

4. Daya Tahan Baterai yang Memadai

Baterai merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah konsol game portabel. ASUS ROG Ally X dibekali dengan baterai berkapasitas 80WHrs yang memungkinkan Anda untuk bermain game lebih lama tanpa harus sering-sering mengisi daya. Ditambah dengan kemampuan pengisian daya melalui USB Type-C dengan adaptor 65W, proses pengisian daya menjadi lebih cepat dan praktis.

5. Sistem Operasi Windows 11 Home dan Dukungan Game Pass

ASUS ROG Ally X berjalan dengan sistem operasi Windows 11 Home, memberikan fleksibilitas dan kompatibilitas yang luas untuk berbagai jenis game. Hal ini memungkinkan gamer untuk mengakses banyak game dari berbagai platform. Konsol ini juga dilengkapi dengan penawaran Xbox Game Pass selama 3 bulan. 

6. Fitur Haptik dan Kontrol yang Nyaman

ASUS ROG Ally X memiliki sistem kontrol yang nyaman seperti tombol A, B, X, Y, D-pad, dan dua stik analog berukuran penuh. Konsol ini dirancang untuk memberikan kenyamanan ekstra selama bermain. ASUS ROG Ally X juga dilengkapi dengan trigger analog Hall Effect yang memberikan respons lebih presisi. 

7. Konektivitas yang Lengkap

Konektivitas adalah hal penting lainnya bagi gamer kasual yang sering bepergian atau traveling. ASUS ROG Ally X mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth® 5.2, memastikan koneksi internet yang stabil dan lancar saat bermain game online. Tentu penggunan Wi-Fi 6E memungkinkan Anda bisa mengakses jaringan dengan kecepatan tinggi, dan latensi rendah yang penting saat memainkan game multiplayer. 

Selain itu, adanya berbagai port seperti USB Type-C dan microSD card reader juga memberikan fleksibilitas dalam menyambungkan berbagai perangkat tambahan. Ini contohnya seperti controller atau media penyimpanan eksternal.

Nah, berdasarkan semua keunggulan di atas tentunya adalah pilihan konsol game yang sangat cocok untuk gamer kasual yang sering bepergian. Desain yang ringan, performa tinggi, dan daya tahan baterai yang cukup lama, memungkinkan Anda bermain game dengan nyaman kapan saja dan di mana saja. Layar 7 inci dengan refresh rate 120Hz dan dukungan FreeSync Premium menjamin pengalaman bermain yang mulus dan memuaskan. 

Ditambah dengan sistem operasi Windows 11 Home dan akses Xbox Game Pass, ASUS ROG Ally X membuka akses ke berbagai game yang bisa dimainkan dengan mudah. Jika Anda mencari konsol game yang fleksibel dan portable, maka tentu ASUS ROG Ally X adalah pilihan yang sangat layak untuk dipertimbangkan. Untuk yang berminat memilikinya, bisa langsung  membelinya di Marketplace, seperti Tokopedia. 

 

December 11, 2024 14 komentar

 

Sejak pindah ke Jagakarsa, kami tidak lagi menggunakan AC, kenapa? Karena kondisi di Jagakarsa sangat berbeda dari rumah kami di Depok. Di Depok kami tinggal di perumahan yang pohon-pohon besarnya masih satu-dua, mungkin karena perumahan baru dibangun. Selain itu, cuaca Depok jauh lebih panas dibanding di wilayah Jakarta Selatan.


Kipas Angin Miyako


Sementara di Jagakarsa yang terletak di Jakarta Selatan, kami tinggal tidak jauh dari hutan kecil yang menjadi situs budaya Betawi, dikelilingi sungai kecil yang airnya cukup deras, terutama ketika hujan. Pohon-pohon yang tumbuh di sekitar rumah kami merupakan pohon-pohon besar yang berusia puluhan, mungkin ada yang ratusan tahun. Ada pohon cemara tua yang tinggi sekali, ada pohon-pohon jati yang tinggi dan rindang, dan banyak lagi jenis pohon besar yang dilindungi karena langka.

Bisa dibayangkan seperti apa cuaca di rumah kami sekarang? Adem, yes! Bukan itu saja, bahkan ketika turun hujan, suasana di dalam rumah seperti ada AC nya karena dingin sekali sampai kami harus mandi air hangat dan berselimut tebal. Tapi, sudah setahun ini cuaca berubah jadi panas banget, bahkan sampai saya tidak tahan tidur dengan berselimut.

Baca berita, katanya kulminasi matahari tepat di atas garis lintang yang sejajar dengan pulau jawa, jadi suhu panas sangat terasa sekali di tempat saya tinggal yang masuk pulau jawa kan. Mau pasang AC bukan solusi ya, karena harganya lumayan (punya kami yang dulu sudah dijual hehehe), listriknya juga jadi lebih boros banget, lalu kalau musim panas sudah reda kayaknya gak kepakai kan sayang ya.

Kipas Angin Miyako Atasi Cuaca Panas

Sebenarnya di rumah ada kipas angin yang cukup membantu mengatasi cuaca panas di dalam rumah, tapi mati karena terbakar. Jadi karena cuaca panas, durasi pemakaian lebih banyak, tahu-tahu kipas angin mati dan tercium aroma seperti kabel terbakar. Ternyata motor kipas kepanasan dan terbakar, satu lagi kipas angin yang kami miliki hembusan anginnya kurang terasa.

Meski sudah dipasang ke angka paling tinggi hembusan anginnya tidak terasa, mesin malah jadi mudah panas karena dinyalakan di paling tinggi, dan cukup lama. Ngeri kan, kalau kejadian motor kipasnya terbakar lagi. Ditambah suara kipas anginnya kenceng banget, bikin gak nyaman di telinga.

Ada teman yang menyarankan untuk mencoba Kipas Angin Miyako, kebetulan kami punya rice cooker dari Miyako Indonesia yang harganya terjangkau tapi awet lama. Otomatis tertarik untuk mencoba kipas anginnya, satu brand otomatis kualitas sama-sama bagus dong. Apalagi temen cerita kalau Kipas Angin Miyako miliknya sudah lama, tapi masih bagus hembusan anginnya, sehingga tidak harus diletakkan dekat kipas tapi tetap terasa. Suaranya juga tidak bising, kata teman saya.




Wah, langsung dong saya hunting, dan naksir berat sama Kipas Angin Miyako tipe KAS-1618 B GB BK. Suka sama tipe ini karena desainnya sesuai banget, yaitu berwarna Hitam elegan, dilengkapi kaki kipas berbentuk silang yang tidak memakan tempat  karena rumah kami tidak terlalu luas, dengan tinggi rendah kipas dapat diatur. Jadi bisa diletakkan di tiap sudut rumah, tanpa mengganggu aktivitas.

Mengapa Memilih Kipas Angin Miyako?

Memang apa saja sih kelebihan Kipas Angin Miyako? 




Buat kalian yang mencari kipas dengan kondisi cuaca yang akhir-akhir ini panas sekali, bisa menjadikan Kipas Angin Miyako sebagai pilihan dengan beberapa kelebihan di bawah ini:

  1. Extra Strong Wind, hembusan angin ekstra kuat, anginnya terasa hingga 11 meter. Makanya meski diletakkan tidak terlalu dekat, hembusan anginnya tetap terasa. Selain itu, kecepatan angin juga dapat diatur sesuai kebutuhan dengan 3 pilihan speed level.
  2. 100% Motor Tembaga
  3. Terdapat Thermofuse  untuk mencegah overheat pada motor yang membuat  tahan lama, tidak mudah terbakar dan putaran lebih kuat sehingga aman dinyalakan lama.
  4. Strong Blade, baling-baling lebih kokoh dan solid
  5. Smooth Sound, suara mesin motor yang tidak bising pada saat beroperasi dan tingkat kebisingan suara hanya sekitar 58.6 dB, sehingga ketika dinyalakan tidak mengganggu tidur.
  6. Height Adjustment, tinggi rendahnya kipas dapat disesuaikan sesuai kebutuhan sehingga cocok diletakkan di sudut-sudut rumah.
  7. Garansi 3 Tahun Motor Kipas, klaim garansi tanpa syarat  

Jadi semakin yakin buat beli kan, apalagi jaringan Service Center Miyako Indonesia tersebar di seluruh Indonesia.

 


November 09, 2024 39 komentar

 

Tampil dengan desain mewah, tipis, ringkas, ringan, sekaligus powerful berkat dukungan prosesor Intel® Core™ Ultra (Series 2) terbaru yang memiliki performa pemrosesan AI hingga 47 TOPs 



 
POIN UTAMA:

  • Desain Mewah dan Tangguh: Hadir dengan desain mewah dan tangguh dibuat menggunakan bahan khusus yaitu ASUS Ceraluminum™.
  • Unleash AI Performance: Merupakan laptop pertama di Indonesia yang ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra (Series 2) terbaru dengan performa NPU hingga 47 TOPs.
  • Audio Visual Terbaik: Dibekali layar berteknologi ASUS Lumina OLED 3K 120Hz serta sistem audio yang didukung speaker bersertifikasi Harman Kardon dan teknologi Dolby Atmos®.
  • Senyap dan Aman: Hadir dengan sistem pendingin canggih yang senyap serta sistem keamanan terbaru yang memaksimalkan kenayamanan penggunaan.

Jakarta, 31 Oktober 2024 – ASUS Resmi memperkenalkan Zenbook S 14 OLED (UX5406) di Indonesia. Zenbook S 14 OLED (UX5406) adalah laptop tipis premium pertama di Indonesia yang ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra (Series 2) terbaru yang juga dilengkapi NPU Intel® AI Boost dengan performa hingga 47 TOPs. Zenbook S 14 OLED (UX5406) juga menjadi laptop AI PC pertama di Indonesia yang menggunakan bahan eksklusif yaitu ASUS Ceraluminum™.

 “Mari sambut kehadiran Zenbook S 14 OLED, laptop tipis premium pertama di Indonesia dengan prosesor Intel® Core™ Ultra (Series 2) dan dibuat menggunakan bahan ASUS Ceraluminum™,” ujar Jimmy Lin, ASUS Southeast Asia Regional Director. “Zenbook S 14 OLED bukan sekadar laptop, tetapi juga merupakan wujud inovasi ASUS yang berhasil menggabungkan performa dan estetika ke dalam sebuah laptop bertenaga AI.”


 

Desain Mewah dan Tangguh

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406)  hadir sebagai laptop tipis premium dengan desain fungsional dan inovatif. Mengusung material eksklusif Ceraluminum™, Zenbook S 14 OLED (UX5406) dirancang untuk memberikan ketahanan sekaligus tampilan elegan. Material ini dikembangkan selama empat tahun dengan penyempurnaan warna, tekstur, dan kekuatan, sehingga menghasilkan laptop tipis dengan ketebalan hanya 1,1 cm. 

Teknologi CNC milling digunakan untuk memproduksi setiap bagian pada bodi Zenbook S 14 OLED memungkinkan pembentukan desain grille geometris yang unik di atas keyboard dan touchpad yang lebih luas, menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman.

 Laptop 14 inci ini juga tampil dengan desain berkelanjutan. ASUS juga menghadirkan sleeve yang terbuat dari poliester daur ulang bersertifikasi GRS, menekankan komitmen ASUS terhadap inovasi ramah lingkungan. Zenbook S 14 OLED (UX5406) hadir dalam dua pilihan warna alami, Zumaia Gray dan Scandinavian White, yang semakin memperkuat kesan elegan dan ramah lingkungan, menjadikan Zenbook S 14 OLED pilihan tepat bagi mereka yang menginginkan laptop premium dengan desain minimalis namun fungsional.

Unleash AI Performance

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406) hadir dengan performa AI tinggi berkat prosesor Intel® Core™ Ultra (Series 2) yang mampu menangani tugas berbasis AI hingga 47 TOPS NPU. Kemampuan ini memungkinkan laptop tipis ini memproses aplikasi cerdas dengan lebih cepat dan efisien, sehingga ideal bagi pengguna yang memerlukan dukungan AI PC untuk produktivitas sehari-hari. Ditambah dengan tombol Copilot yang terintegrasi pada keyboard, pengguna dapat mengakses asisten Windows AI secara langsung untuk menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih praktis.



Selain itu, Zenbook S 14 OLED (UX5406) memiliki desain system-on-chip (SoC) yang memungkinkan motherboard lebih kecil hingga 27%, mendukung efisiensi pendinginan serta stabilitas performa. Dengan RAM LPDDR5X hingga 32GB dan penyimpanan SSD PCIe 4.0, laptop ini mengoptimalkan potensi AI untuk menjalankan aplikasi modern secara mulus. ASUS Zenbook S 14 OLED memastikan bahwa setiap tugas, baik kreatif maupun produktif, dapat diselesaikan dengan mudah berkat dukungan teknologi AI yang andal. 

Audio Visual Terbaik

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406) hadir dengan teknologi layar dan audio canggih yang dirancang untuk memberikan pengalaman visual dan audio kelas premium. Layar sentuh (touchscreen) berteknologi ASUS Lumina OLED 3K 120Hz pada Zenbook S 14 OLED (UX5406) menawarkan resolusi tinggi 2880x1800 pixel yang memastikan detail gambar tajam dan jernih. Hadir dengan color gamut 100% DCI-P3, layar ini mampu mereproduksi warna dengan akurat, didukung sertifikasi Pantone® Validated dan DisplayHDR™ True Black 500 untuk kontras dan kedalaman warna hitam yang optimal.

 Audio juga merupakan salah satu aspek keunggulan Zenbook S 14 OLED (UX5406). Ditenagai empat speaker yang tersertifikasi Harman Kardon dan didukung Dolby Atmos®, laptop tipis ini menghadirkan suara yang kaya dan mendalam. Meski memiliki bodi yang ramping, ASUS berhasil mengoptimalkan sistem audio agar mampu menghasilkan suara dengan kualitas premium, memberikan pengalaman mendengarkan yang imersif dan cocok untuk menikmati musik atau film favorit.

 Berkat kombinasi layar dan sistem audio premiumnya, Zenbook S 14 OLED (UX5406) menjadi pilihan ideal bagi pengguna yang mengutamakan kualitas visual dan audio dalam satu perangkat. Teknologi audio visual premium tersebut telah menjadikan Zenbook S 14 OLED sebagai pendamping sempurna untuk mereka yang menginginkan laptop premium yang tidak hanya fungsional tetapi juga mendukung pengalaman hiburan berkualitas tinggi.



Senyap dan Aman

ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406) dirancang dengan sistem pendinginan inovatif yang memastikan performa tetap optimal dan suhu terjaga meski dalam bodi tipis dan premium. Laptop ini dilengkapi dengan vapor chamber ultra-tipis serta dua kipas IceBlade yang memungkinkan pendinginan efisien tanpa bising. ASUS bahkan menerapkan teknologi ventilasi grille geometris yang unik di atas keyboard untuk meningkatkan aliran udara sehingga sistem pendinginannya dapat bekerja di bawah 25dB. Sistem pendinginan canggih ini membuat Zenbook S 14 OLED tetap nyaman digunakan bahkan dalam beban kerja intensif, menjadikannya pilihan tepat bagi pengguna yang membutuhkan kinerja tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan.

 ASUS Zenbook S 14 OLED (UX5406) juga unggul dalam hal keamanan, dengan hadirnya teknologi yang dirancang untuk menjaga privasi dan perlindungan data penggunanya. Laptop ini mengintegrasikan sistem keamanan Microsoft Pluton yang mampu melindungi data dari ancaman siber dengan menggabungkan lapisan keamanan perangkat keras dan perangkat lunak. Selain itu, fitur Windows Hello dengan kamera IR AiSense memungkinkan login wajah yang aman dan cepat. ASUS juga menghadirkan Adaptive Lock, yang otomatis mengunci layar saat pengguna beranjak, serta Adaptive Dimming yang meredupkan layar ketika tidak dilihat. Fitur-fitur keamanan ini menjadikan Zenbook S 14 OLED sebagai pilihan ideal bagi mereka yang mengutamakan keamanan data di setiap aktivitas.



October 31, 2024 No komentar
Older Posts

Followers

About Me


Just Married


Tentang Aku

Tentang Eni Martini

Tentang DUNIAENI

Read More

Created with by ThemeXpose