Kenapa Harus Duniaeni?

by - November 21, 2018



Pernah gak ketika mengunjungi blog saya timbul pertanyaan, kenapa nama blognya duniaeni bukan nama asli Eni Martini seperti kebanyakan blog blogger lain? Biar mudah dikenali gitu kalau pakai nama sendiri tanpa tambahan nama lain, kenapa harus pakai duniaeni? Hehehe, kegeeran nih saya, atau mungkin sudah menduga kenapa saya memakai nama duniaeni untuk blog saya? Atau jangan-jangan kalian  tidak pernah memusingkan tentang nama blog saya: Duniaeni, hahaha.

Baiklah, sebenarnya tidak ada cerita yang istimewa untuk sebuah nama duniaeni. Saya katakan tidak istimewa karena tidak ada sebuah peristiwa yang menyebabkan nama itu terbentuk, seperti misalnya nama anak saya yang pertama: Cahyaning Lintang Kinasih. Nama itu terbentuk karena sebuah kisah ketika saya dan suami dalam perjalanan ke Baduy dan melihat ratusan bintang jatuh memenuhi langit.

Waktu itu kami  belum menikah karena masih sepasang sahabat, tepatnya suami saya adalah kekasih sahabat saya (untuk tahu kisah lengkapnya ada dalam buku Soul Travel In Baduy, buku yang diterbitkan Elexmedia). Ratusan bintang jatuh yang kami saksikan di Baduy Luar, Cisadane. Di atas perbukitan sambil minum secangkir kopi aren yakni kopi hitam yang dikasih gula aren.

Peristiwa yang romantis karena berapa tahu kemudian Allah menakdirkan seorang bayi cantik buat kami yang bernama Cahyaning Lintang Kinasih. Ah, jadi ngelantur ini. Setidaknya yang saya sebut istimewa adalah hal-hal yang membekas hingga waktu yang tak terhitung, sementara nama duniaeni itu tidaklah seromantis kisah lahirnya nama putri pertama saya, hehehe.


Awal Menggunakan Nama Duniaeni



Awal menggunakan duniaeni adalah dari ide suami ketika saya akan membuka akun facebook, mungkin sekitar tahun 2009 awal kalau tidak salah. Saat itu saya masih menggunakan lapi di warnet, jadi sekeluarga: Saya, suami, dua anak kami: Lintang yang masih batita dan Pijar yang masih baby ke warnet untuk membuka akun facebook duniaeni, hahaha.

Kalau ingat komikal banget karena brondong petong ada adegan keyboard dijatuhin lintang. Sontak seisi warnet menatap kami dengan berbagai pandangan, mungkin mereka seperti melihat keluarga Shincan, wkwkwkkw. Untung penjaga warnetnya seorang pemuda yang baik hati, buru-buru membantu kami yang sempat grogi karena dijatuhi pandangan berpasang mata dari pengunjung warnet.

Setelah duniaeni digunakan di facebook, menyusul digunakan di media sosial lain yaitu email, twitter, instagram dan akhirnya pada akhir tahun 2015 saat saya memutuskan untuk memasang domain di blog saya yang semula bernama cahyakayangan.blogspot.com menjadi duniaeni.com. Jika ingin tahun mengapa saya sampai memutuskan membuat domain blog saya bisa baca cerita saya: 

Setelah menjadikan nama blog saya duniaeni, rasanya nama itu jadi semakin dekat dan familiar. Meski itu merupakan ide suami tapi filosofi di balik nama duniaeni sangat cocok dan klik buat saya. Untuk lebih jelasnya mengapa duniaeni, barangkali sedikit cerita di bawah ini bisa memuaskan rasa ingin tahu kalian (tsaaah), tapi saya yakin tanpa cerita pun pembaca blog saya tahu mengapa duniaeni.

Kenapa Harus Duniaeni?



Ketika saya belum memiliki facebook suami melihat saya senang berkutat dengan anak-anak meski saya sibuk menulis dan mengelola penerbitan bersama suami dan kawan-kawan. Kemana pun kami pergi selalu membawa anak-anak sampai anak-anak tidur di pameran buku, di kantor penerbitan, dan sebagainya.

Saat memutuskan memiliki akun facebook untuk menjembatani agar saya lebih dekat lagi dengan pembaca buku saya, suami berpikir anak dan buku adalah dunia si istri yakni eni, maka lahirlah nama DUNIAENI. Dimana di facebook tersebut akan membuat pembaca melihat duniaeni, dunia penulis buku yang mereka baca, ada  buku ada anak-anak Eni Martini.



Lalu ketika saya memutuskan untuk membuat blog dan isi blog saya memang hanya seputar buku dan anak-anak, maka suami memutuskan meminta saya menamai blog saya DUNIAENI. Dunia saya yang kemudian tidak hanya buku, anak-anak, tetapi juga segala hal yang berinteraksi dengan saya, seperti even blogger, teman-teman, aneka prodak, dan lain sebagainya.

Hingga Desember 2018 ini sebenarnya ulang tahun www.duniaeni.com yang ketiga, sebagai batita masih dalam tahap pertumbuhan dan masa golden age. Doakan ya, saya bisa terus memberi asupan (tulisan atau konten) yang baik agar blog saya terus bertumbuh dengan baik dan banyak memberi manfaat, aamiin.

You May Also Like

1 komentar

  1. Nama kita mirip-mirip Mba 😆 semoga blog dunia Eni selalu eksis y.

    ReplyDelete