>

Dukung Gerakan '1 Juta Iya Boleh' Untuk Anak Unggul Indonesia

By duniaeni.com - April 10, 2019



"Ibu, Abang boleh main hujan-hujanan sebentar aja?"
"Gak boleh, nanti Abang batuk pilek gimana?
"Ibu, Abang boleh pegang kucing?"
"Gak boleh, bulunya berbahaya. Apalagi kucing liar,  kotor."
"Ibu, Abang boleh main siang-siang di luar?"
"Gak  boleh, panas, nanti Abang hitam."

Jangan Asal Bilang 'Tidak Boleh' Pada Si Kecil

Keeanu anak Mama Nunu

Ups! Benar gak sih, para ibu-ibu sering banget bilang 'Gak boleh', ketika si Kecil ijin sesuatu seperti contoh di awal tulisan saya ini? Itu baru tiga permintaan si Kecil yang sebenarnya masih banyak lagi, dari mulai main tanah, main air, dan lain sebagainya. Dimana kita sebagai ibu-ibu berpikir itu gak boleh, alasannya kira-kira apa ibu-ibu kalau kita bilang 'Gak boleh'?

Alasannya seperti yang saya tulis itu ya, yang nanti sakit, nanti kotor, dan lain-lain. Tapi sebenarnya betul gak sih, kita melarang si Kecil seperti itu? Terus-terang saya pun sering sekali mengatakan 'Gak boleh' ketika Abang Pendar (4.5 tahun) ijin untuk melakukan ini-itu. Dia tidak pernah putus asa untuk meminta ijin ini-itu setiap hari, bahkan kadang melanggar larangan saya seperti ijin main air.

Padahal saya melarang karena malas membersihkan lantai yang kotor oleh air, efeknya Abang Pendar malah jadi anak pembangkang melanggar larangan saya. Dududu, berarti apa yang saya katakan tidak benar atau tidak tepat seperti dikatakan oleh Drs. Hendra Jamal, M.Si, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Atas Kesehatan dan Kesejahteraa Kementerian pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia saat saya hadir di acara Dancow Advanced Excelnutri+ Merayakan Kesuksesan Gerakan '1 Juta Iya Boleh' dan Luncurkan Modul 'Iya Boleh' Untuk Anak Unggul Indonesia, 6 April 2019  di Citos:




 "Orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter generasi mendatang."

Lalu apa yang sudah saya lakukan sebagai ibu, melarang anak melakukan hal-hal yang sebenarnya merupakan tahap keingintahuan mereka. Melarangnya karena sebenarnya saya malas membersihkan efek dari apa yang dilakukan anak seperti lantai yang kotor, kecemasan yang berlebihan seperti bulu kucing liar yang kotor, terik matahari yang membuat kulitnya hitam, main air hujan yang bisa menyebabkan batuk pilek.

Padahal sebagai orangtua kita tidak boleh asal melarang apa yang anak lakukan atau anak ingin lakukan. Kata Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K),M.Si,  ada saatnya orangtua mengatakan tidak boleh pada anak, tapi dalam kondisi yang tepat karena memang berbahaya bagi anak. Itu pun diungkapkan orangtua dalam bahasa yang tepat, bukan langsung mengatakan 'Tidak boleh' atau 'Gak boleh'.

Sukses deh saya banyak salah dalam mendampingi anak-anak selama ini,  bagaimana dengan ibu-ibu? Apakah sama seperti yang saya alami?

Rayakan Kesuksesan Gerakan '1Juta Iya Boleh'

Mulai Biasakan Ucapkan 'Iya Boleh' Ke Si Kecil



Makanya senang banget bisa ikut hadir di acara Dancow Advanced Excelnutri+ Merayakan Kesuksesan Gerakan '1 Juta Iya Boleh' dan Luncurkan Modul 'Iya Boleh Untuk Anak Unggul Indonesia ini. Sayang, Abang Pendar  tidak jadi ikut karena malamnya demam dan paginya harus istirahat. Jadi deh saya datang tanpa Si Kecil, untung ada Keenu atau yang biasa saya panggil 'Embul', anak Mama Nunu yang menghibur hati, hehehe.

Acara Dancow kali ini menghadirkan para narasumber yang senior-senior di bidangnya seperti Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K),M.Si, Prof.Dr.dr.Saptawati Bandosono, M.Sc, Psikologi Ratih Ibrahim, jadi materi yang disampaikan sungguh bermanfaat sekali untuk disimak para undangan yang mayoritas ibu-ibu seperti saya, yang mungkin saja tidak menyadari sering berkata 'Tidak boleh' atau 'Gak boleh'. Kalimat yang justru membatasi, bahkan  menghalangi tahap eksplorasi si Kecil.

Gerakan 'Iya Boleh' yang dikampanyekan Dancow memang bertujuan untuk mendukung pentingnya orangtua memahami tahap eksplorasi dan sosialisasi si Kecil agar dapat tumbuh berkembang menjadi Anak Unggul Indonesia. Lydia Sahertian, Brand Manager Dancow Advanced Excelnutri+ mengatakan, "Sebagai mitra terpercaya orangtua, Dancow Advanced Excelnutri+ sennatiasa mengedukasi dan mendorong para  orangtua Indonesia untuk berkata 'Iya Boleh' demi mendukung si Kecil bebas bereksplorasi dan mengembangkan potensi mereka."



Jadi membiarkan anak bereksplorasi untuk mengembangkan potensi mereka, jika apa-apa kita larang maka segala hal yang sebenarnya menjadi potensi mereka tidak berkembang dengan baik. Coba ingat kembali masa  kecil kita, saya ingat betul kedua orangtua saya membiarkan saya bermain tanah dan menjadikan media tanah sebagai adonan dodol. Saya berimajinasi menjual dodol, meniru pedagang dodol yang mengadoni dodol.

Saya juga dibiarkan berguling-guling di padang rumput saat hujan deras, merasakan tetes air dan rerumputan di kulit saya. Saya diijinkan mencari ikan-ikan kecil di selokan, merasakan bagaimana gembiranya menangkap ikan, dan ketika dewasa semua itu membuat saya mudah berimajinasi untuk dituangkan ke dalam bentuk novel, saya tumbuh menjadi penulis novel. Coba, kalau saja dulu saya tidak dibiarkan bereksplorasi, maka bisa saja saya kurang peka dan  kesulitan berimajinasi untuk menulis. Lalu mengapa sekarang saya jarang berkata 'Iya Boleh' kepada anak saya?

"Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila generasi muda dalam usia prroduktif saat itu tidak memiliki kecakapan dan karakteristik yang unggul. Menjadi tanggungjawab kita sebagai orangtua untuk mempersiapkan anak-anak dengan berbagai kecakapan yang sesuai dengan perkembangan zaman, juga membekali mereka dengan karakter yang kuat agar dapat membawa Indonesia semakin maju." ucapan Ratih Ibrahim ini membuat saya semakin menyadari kekeliruan sering mengatakan 'Gak boleh' ke Abang Pendar.

Jadi kangen Abang Pendar yang tidak bisa ikut menemani ibu, apalagi di acara Dancow ini terdapat 5 area bermain yang merupakan area yang mewakilkan potensi anak unggul Indonesia yakni Berani, Cerdas, Kreatif, Peduli, dan Pemimpin. Akhirnya saya menemani Embul bermain perosotan di area Berani.

Sebagai contoh anak unggul Indonesia, Dancow menghadirkan penyanyi cilik Maisha Kanna atau biasa dipanggil Mimi yang juga pemain film anak berjudul 'Ku Lari ke Pantai'. Mimi membawakan lagu 'Ibuku Cantik' dan 'Selamat Pagi'. Gaya bernyanyinya mengingatkan saya dengan penyanyi cilik yang kini sudah menjadi gadis dewasa, Sherina Munaf. Kesuksesan Mimi ini tentu karena peran penting orangtuanya, dimana Ibu Mimi bercerita kalau dia  selalu berusaha mengatakan 'Iya Boleh' anaknya mencoba segala hal selama itu positif.

Dan ternyata nih, dalam jangka waktu  dua bulan sejak diluncurkan Gerakan '1 Juta Iya Boleh' dari Dancow Advanced Excelnutri+ telah berhasil mengumpulkan lebih dari 1 juta 'Iya Boleh' dari orangtua di seluruh Indonesia. Alhamdullilah, berarti orangtua sudah semakin paham pentingnya mendukung eksplorasi dan sosialisasi si Kecil.

Luncurkan Modul 'Iya Boleh' Untuk Anak Unggul Indonesia

Sebagai penutup acara pun diluncurkan modul 'Iya Boleh' yang disambut dengan meriah sekali. Modul ini dibuat oleh tiga pakar:




1. Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K),M.Si
2.Prof.Dr.dr.Saptawati Bandosono,M.Sc
3. Psikologi Ratih Ibrahim

Modul ini membahas tentang Nutrisi, Stimulasi, dan Cinta yang merupakan 3 pilar utama dalam membentuk  anak unggul Indonesia.

Pakar nutrisi Prof.Dr.dr.Saptawati Bandosono,M.Sc mengatakan bahwa ketika anak bereksplorasi, ada banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu, seperti infeksi saluran pernafasan dan diare. Hasil riset menunjukkan 41.9% anak Indonesia sering terkena diare. Oleh karena itu anak harus mendapatkan nutrisi dan perlindungan yang tepat. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan asupan probiotik seperti Lactobacillus rhamnosus yang telat teruji klinis dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran cerna, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementera stimulasi yang baik untuk anak adalah membiarkan anak bereksplorasi, tentu saja seperti yang dikatakan Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K),M.Si, si Kecil tetap perlu didampingi seperti mengenal gadget. Perbolehkan, tapi didampingi dan hanya boleh paling lama anak beriteraksi dengan gadget, televisi, total sehari selama 2 jam, selebihnya anak harus beraktifitas. Dan cinta, anak-anak dibesarkan butuh cinta dengan banyak memeluk dan menciumnya.


Bagaimana ibu-ibu tertarik dengan modul 'Iya Boleh' untuk anak unggul Indonesia? Bisa didownload gratis loh di sini. Yuk, mari menjadi bagian dari ibu yang mendukung '1 Juta Iya Boleh'.

  • Share:

You Might Also Like

30 komentar

  1. Iya juga ya, saya sering juga nih ngelarang anak main kotor-kotor. Takutnya ada kuman dan jadinya malah sakit. Terus kalau main malahan sering diajak ke mall. Kalau begitu terus kapan anak bisa bereksplorasi lebih jauh? Jadi koreksi banget nih tulisannya.

    ReplyDelete
  2. aku nih yg masih PR mbak. masih sering bilang "jangan" ke anak. hehe

    ReplyDelete
  3. Aku mendukung 'Iya boleh' 😘😘 Biarkan anak2 bereksplorasi sesuai minat dan bakatnya. Main apa, dg siapa yg penting ada pengawasan secara bijak dari orangtua. Bagus nih kita bs baca2 e book nya ya trus ada Dancow Parenting Center 😘

    ReplyDelete
  4. Aku suka banget nih Campaign #IyaBoleh bikin aku belajar juga, bahwa sebaiknya kita sebagai orang tua jangan melarang anak untuk melakukan sesuatu. Mendingan, kalau anak mau melakukan sesuatu yang dikira bahaya, diberi pengertian, atau kalau ngga bahaya, biarkan anak mencoba...dan merasakan efeknya hehehheee....

    ReplyDelete
  5. Hehehe jadi kesindir saya mama Eni, dulu saya sering banget bilang gak boleh sama anak anak. Sejak tahu manfaat mengatakan kalimat positif jadi saya merasa nyesel banget deh.

    Alhamdulillah seneng banget bisa menjadi bagian dari gerakan iya boleh karena manfaatnya banyak banget. Baik bagi saya juga buat saki.

    ReplyDelete
  6. klo anak-anak dilarang biasanya anak bakal penasaran lebih baik diperbolehkan asal dipantau btw anaknya lucu sekali mba , gembul gembul gimana gitu he he

    ReplyDelete
  7. Aku tuh kadang terlalu sering bilang jangan ke anak. Jadinya anak juga mau eksplor apapun ksdang ya takut. Kalau ada program ini jadi membantu sekali untuk sosialisasi

    ReplyDelete
  8. Keren ya udah 1 juta aja yang dukung gerakan iyaboleh. Yaa ampun mbul anakku mejeng di sini..

    ReplyDelete
  9. Waakks jleb banget bagian jangan main siang2 nanti item ��
    Padahal dulu aku main siang, item juga sih, tp gedenya nggak ��

    Wah aku jadi penasaran mau lihat modul dancownya.

    ReplyDelete
  10. anak mmang seharusnya jangan terlalu banyak dilarang ya mba jadi membatasi kreatifitasnya, kalau bahaya baru deh dilarang kalau saya sih dna dikasih pengertian

    ReplyDelete
  11. Bener juga ya mbk, terkadang orang tua memang terlalu banyak larangan yang membuat anak menjadi minim kreatfitas. Mungkin juga karena kekhawatiran orang tua yang berlebihan.
    Semoga saya bisa untuk membiasakan bilang "iya boleh".

    ReplyDelete
  12. Tetangga saya dulu ada yang anaknya mau ngapa2in serba dilarang.. kalau lagi main bareng diluar selalu diteriak2kin gk boleh ini itu. anaknya sepantaran anak saya, kelihatan banget beda perkembangannya, terutama dalam hal motoriknya..

    ReplyDelete
  13. Iya boleh...aku juga ikutan deh kampanye ini...Kadang suka kebiasaan bilang jangan sih...kebanyakan khawatir, malah diikutin sama anak jadi khawatir juga. Padahal kalau kita ngizinin dan sama-sama bereksplorasi dan main sama anak kan seru juga ya

    ReplyDelete
  14. Bilang iya boleh untuk anak itu memang agak ngeri-ngeri sedep Mak. Tapi demi perkembangan anak, sebagai ibu kita harus berani dan meyakinkan diri bahwa anak tidak akan apa-apa ketika kita bilang iya boleh. Tapi tentu masih harus diawasi.

    ReplyDelete
  15. Wowww, oke banget emang gerakan yg diinisiasi Dancow ini
    Sangat enlightening buat ortu Indonesia...!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  16. Iya juga sih, Mbak.. Kadang orang tua melarang anak bermain yang kotor-kotor karena malas membersihkannya lagi. Entah itu lantai, baju anak-anak atau perlengkapan lainnya.


    Karakter seperti apa yang nantinya akan dimiliki oleh buah hati, memang benar tergantung dari orang tuanya. Kasih sayang, cinta dan sebagainya dari orang tua yang akan melekat pada anak.


    Waah, saya juga mau dong, modul 'Iya Boleh' untuk belajar.. Terus yang kerennya itu modul dirancang oleh 3 pakar yang ahli di bidangnya dan mengerti tentang perkembangan anak.

    ReplyDelete
  17. Kl anak selalu atau seringkali mendengar kt "jangan" biasanya dia aka jd penasaran. Sejsuh itu tdk membahayakan diri dan sekitar, biarkan saja anak berekplorasi yg positif. Ini salah satu cara carara tdk langsung menjadikan anak mandiri dan bertanggungjawab pd diri sendiri. Itu versi bunda.

    ReplyDelete
  18. Iya mbak, saya tuh kalau anak main kotor2an malas nyuci bajunya dan ngepel lantainya, hihihi... Download modulnya ah, makasih ya :)

    ReplyDelete
  19. Wah, mantap banget nih sampe dibikin modul demi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak. Saku pun kadang melarang ini itu sih, semoga setelah baca belajar dari modul ini jadi makin ngerti kebutuhan eksplorasi anak-anak. terima kasih shaing-nya...

    ReplyDelete
  20. Anak-anakku udah gede-gede, tadinya kirain bakal lebih santai. ternyata ya sama deg2annya. Wkwkwk. Tiap ngasi kepercayaan ngebolehin sesuatu, juga kudu diikuti konsekuensi "menjaga" mereka dari kemungkinan-kemungkinan buruknya. Haha.... tantangan ngasuh gak bakal ada habisnya.

    ReplyDelete
  21. Dulu pas kecil senang banget loh kalo

    "Ma, boleh mandi hujan?"

    Dan jawabannya boleh. Uwuw happy! Mandi hujan pake kolor doang tuh jadi kayak memori tak terlupakan, mba. hehe

    Dan aku yakin sih, kalo orangtua sering bilang "iya boleh" ke anak-anak, bakal makin banyak memori indah yang bakal anak-anak punya. :)

    ReplyDelete
  22. Dg berkata iya boleh.. Pastinya akan muncul sugesti positif dalam psikologis anak ya mba. Di masa depan dy jd lebih berani untuk tantangan.

    ReplyDelete
  23. wahh harus baca modulnya nihh...biar bisa lebih percaya diri bilang iya sama anak secara masih suka worry kl anak2 kenapa2

    ReplyDelete
  24. Wah keren banget ya orangtuamu mba,mengijinkan anaknya bereksplorasi jadi imajinatif dan kreatif ya anaknya..seru artikelnya..

    ReplyDelete
  25. Saya ini berasal dari keluarga yang apa-apa serba tidak boleh sama ibu, Mbak En. Tapi alhamdulillahnya sekarang banyak cara untuk belajar jadi berusaha mengontrol kata itu. Masih harus berusaha lagi, sih. Karena penting banget bagi anak untuk bereksplorasi

    ReplyDelete
  26. Wkwkwk...lucu juga yaa...
    Alesan Mama kalau gak boleh main siang-siang.

    Aku juga gitu iih..
    Tobatnya rada lama niih...berusaha kasih penjelasan yang baik dulu.

    ReplyDelete
  27. Keren banget deh gerakan ini. Gerakan simpel yang efeknya bisa sangat bermanfaat buat anak Indonesia. Semoga semakin banyak yang ikut ya. Biar anak-anak Indonesia bisa berkembang optimal :)

    ReplyDelete
  28. There are times when kids cannot do things because we don’t allow them to do so. Let’s give them ample space to explore the world

    ReplyDelete
  29. Kalau anak mba Eni yang bayi ikut aku, iya bolehin aja ya hehe.
    Ama anak bolehin aja ya mau main apapun, yg penting ibu ngeliatin

    ReplyDelete