>

Kuliner Hits Semarang dan Surabaya

By duniaeni.com - April 20, 2019



Kuliner Ngehits di Kota Semarang

Bercerita tentang kuliner di Indonesia seakan tidak ada habisnya, ya? Yakin deh, ada banyak cerita mulai dari namanya, rasanya, sampai filosofinya. Jadi tidak sekedar kuliner yang dimakan selesai. Tapi justru hal ini  yang menarik untuk dibahas dan menjadi ciri khas setiap kota di Indonesia seperti kuliner Tahu Pong dari Semarang.

Tahu Pong termasuk kuliner legendaris dan menjadi kuliner khas dari Kota Semarang yang sudah dikenal sejak tahun 1930. Merupakan resep peninggalan budaya peranakan, dinamakan Tahu Pong karena dalam tahunya kosong, tidak padat seperti tahu kebanyakan. Namun ada juga yang mengatakan Pong merupakan bahasa Hokkian Selatan, Phong yang memiliki arti sebenarnya yakni menggembung. Tahu Pong memang bentuknya menggembung meski dalamnya kosong.

Istimewanya Tahu Pong Kota Semarang, karena disajikan dengan tahu emplek, telur, gimbal udang dengan saos petis udang yang rasanya khas banget, eksotik. Petisnya ini yang konon membuat citra rasa sendiri sehingga Tahu Pong Kota Semarang masuk jajan kuliner hits yang legendaris dan menjadi salah satu kuliner khas Kota Semarang. Selain Tahu Pong ada lagi Lumpia, sangking hitsnya sampai Kota Semarang dikenal juga dengan Kota Lumpia.

Sebenarnya Lumpia ini masih sama juga dengan Tahu Pong merupakan kuliner yang resepnya dari peranakan atau Tiongjoa karena konon resepnya dibuat oleh orang Tiongjoa yang menikah dengan orang Jawa, dan  menetap di Semarang. Ada cerita romantisnya loh, tentang Lumpia, hehehe. Jadi sekitar tahun 1600 ada seorang pedagang Tiongjoa dari Provisi Fu Kien bernama Tjao Thay Yoe yang merantau ke semarang dan berjualan kuliner sejenis martabak yang laris sekali.

Lumpia Semarang - Wikipedia

Saat itu ada juga seorang perempuan Jawa bernama Wasi yang juga berjualan kuliner sejenis martabak yang sama larisnya, Namun kulier yang mereka jual memiliki citra rasa yang  berbeda, martabak Tjao Thay Yo memiliki citra rasa asin dengan isian rebung dan daging babi cincang. Sementara martabak Wasi berisi daging ayam cincang, telur, udang, yang memiliki citra rasa manis. Lalu keduanya menikah dan resepnya digabungkan menjadi Lumpia. Namun karena perkembangannya Lumpia Semarang banyak yang menyukai, maka isian daging cincangnya menggunakan daging ayam.

Selain Tahu Pong, Lumpia, Semarang memiliki banyak lagi kuliner hits. Sudah tidak asing lagi pastinya dengan Mie Kopyok, Bandeng Presto, Tahu Petis, Spekoek, Kue Moaci, Roti Ganjel Rel, Wingko Babat, dan banyak lagi kuliner lezat khas Semarang yang bisa dinikmati maupun dijadikan oleh-oleh. Untuk Roti Ganjel Rel ini  memang bentuknya seperti bantalan rel kereta api dan jadi hidangan wajib saat pawai bulan ramadhan loh.

doc; Wikipedia

Membahas kuliner Semarang karena kebetulan saya sedang ke rumah sepupu di Semarang, pasti bikin pengen ikutan ke Semarang ya, hehehe.Untuk harga pun semua rata-rata sangat ramah di kantong, Roti Ganjel Rel harganya tidak lebih dari Rp20.000, bahkan Winko Babat sebungkus harganya  mulai Rp2000. Oh, Indonesiaku negerinya indah, kulinernya juga murah. Selain ke Semarang, saya juga akan ke Surabaya, karena di sana ada Tante. Dibanding dari Jakarta ke Surabaya, jaraknya lebih dekat dari Semarang, jadi sekalian saja mampir.

Surabaya ini juga memiliki kuliner yang tidak kalah ngehits dan memiliki cerita seperti kuliner di Semarang. Bikin saya tidak sabar untuk hunting kuliner di sana, soal harga pasti tidak kalah ramahnya di kantong. Karena memang di Indonesia rata-rata kuliner daerahnya masih murah, meski sudah ngethits hingga mancanegara.

Kuliner yang Hits di Kota Surabaya

Trantaaam...benarkan, kuliner khas Kota Surabaya  cukup banyak yang lezat. Siapa yang pernah ke Surabaya pasti pernah mencicipi Rujak Cingur. Ini  kuliner yang menjadi ciri khas Kota Surabaya selain sebagai Kota Pahlawan, karena hitsnya. Dibalik keunikan rasanya yang menggunakan bahan utama cingur atau hidung sapi, Rujak Cingur konon memiliki cerita.

Rujak Cingur -Wikipedia

Kuliner Rujak Cingur sebenarnya bukan asli dari Surabaya, karena dulu dibawa oleh seorang bernama Abdul Rozak dari Masiran. Rujak Cingur awalnya dari hidung onta, tapi karena di Surabaya tidak ada onta yang dikonsumsi maka diganti dengan hidung sapi yang memiliki tekstur sama yakni kenyil-kenyil. Rasanya pun jauh lebih lezat dibanding menggunakan hidung onta. Seporsi Rujak Cingur rata-rata harganya sekitar Rp30.000.

Selain Rujak Cingur, kuliner Surabaya yang wajib dicoba adalah Rawon Setan Mba Endang, Sambal Bu Rudi, Nasi Goreng Jancuk., Baso Omen. Nama-nama kuliner itu cocok buat penggemar pedas, tapi buat yang tidak terlalu suka pedas, bisa memilih untuk mencicipi Es Krim Zangrandi, Sate Klopo Ondemohen, Tahu Tek.



Sebelum semakin penasaran buat yang lagi di Semarang atau ada di Semarang, langsung deh jadwalin jalan-jalan ke Surabaya. Selain menggunakan transportasi kereta api, bisa naik bus dengan memesan tiket bus Semarang Surabaya. Kalau tidak salah di website Traveloka untuk harga tiket bus Semarang Surabaya kelas eksekutif seharga Rp100.000 saja.

Mengenai fasilitas busnya setahu saya bus terbaru dengan fasilitas AC dan kursi sofa yang empuk berjarak lapang, sehingga kaki tidak pegal untuk perjalanan cukup lama sekalipun. Busnya juga rata-rata beroperasi dari pagi hingga malam, jadi bisa lebih longgar untuk menentukan perjalanannya. So, selamat menikmati kulineran.

  • Share:

You Might Also Like

15 komentar

  1. Aku biasanya beli bandeng presto dan lumpia kalau lagi ke Semarang, Kak. Wah, ternyata banyak pilihan kuliner lainnya yess, bisa lah nanti dicoba hehehe.

    ReplyDelete
  2. Enyak enyaaaakk semua :D
    Kalo traveling memang kudu LUPAKAN DIET
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  3. asik tuh kalau hanya 100 ribu, jadi kalau main ke SUrabaya bisa sekalian ke semarang ya mbak, kulineran

    ReplyDelete
  4. Semuanya aku yess, kecuali rujak cingur..hihi.. entah kenapa blm berani nyoba, padahal kata temen enak.. mungkin krn sugesti geli aja..

    ReplyDelete
  5. lumpia semarang itu paliiiiing aku sukak :D. tiap kali mudik ke solo, kan lewatin semarang tuh mba, aku slalu minta suami berhenti demi bisa icip lumpia dulu. mudik thn inipun kami bakal ke solo lg, dan bakal singgah juga ke semarang. ga sabar mau icip2 lumpianya. kalo tahu pong aku kurang doyan. :p. tetep lumpia lbh enak hahahah

    ReplyDelete
  6. Aku asli malang duh kalau pulang kesana emang paling top makan rujak cingur deh...

    ReplyDelete
  7. Belum lm.sy k.semarang dan saya sudah coba lumpia nv, besar ya satu aja bikin kenyang .tahu gimbal ny juga enak saya suka

    ReplyDelete
  8. Tahu gimbal udang ini nih kuliner khas yang pasti selalu kusempetin beli saat ke Semarang ...

    Ngga peduli, perut masih kerasa kenyang abis makan masakan lain ..., tetep aja dihayoin ajaaa nyantap tahu gimbal udang ...

    Enak rasanya .. , daaan sering ngangenin 😁

    ReplyDelete
  9. Keren banget artikel nya.. sangat menginspirasi reader.. tulisannya bagus dan menginspirasi sekali :D :D
    anime terbaik

    ReplyDelete
  10. Keren banget artikel nya.. sangat menginspirasi reader.. tulisannya bagus dan menginspirasi sekali :D :D
    anime terbaik

    ReplyDelete
  11. Kok perutku jadi krucuk-krucuk bun liat makannan itu di atas hahaha
    kangen lunpia semarang deh jadinya, dimakan ama daun bawangnya enak.
    Makanan Surabaya juga lezat. Mauuu

    ReplyDelete
  12. Terakhir ke Semarang aku beli tahu bakso, itu juga juarak enaaakkk

    ReplyDelete
  13. Oh yaa...?
    Busnya berjarak lapang?
    Jadi pingin nyoba naik Bus Bandung-Surabaya.

    Kuliner Indonesia memang is da best~

    ReplyDelete
  14. Kalo ke Semarang tidak lupa beli lumpia, awalnya dikasih oleh2 sama temanku terus ketagihan

    ReplyDelete
  15. Jadi kangen Semarang nih, kalau mudik saya selalu mampir nginep sehari di Semarang,, seneng banget jelajah kulinernya

    ReplyDelete