BPJS Kesehatan Semakin Berinovasi di Era Digital

by - May 28, 2019


Era Digital Sudah Menjadi Lifestyle Masyarakat Indonesia

Setelah lama tidak mengulas tentang BPJS Kesehatan, sekarang saya akan mengulas kembali, semoga infonya bermanfaat ya. Terutama tentu saja bagi peserta  JKN-KIS (Kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat), juga bagi yang bertanya-tanya apa kabar BPJS Kesehatan? Insaallah kabarnya baik, dan terus  berinovasi sesuai dengan perkembangan jaman digitalisasi. Karena JKN-KIS selalu terus mencoba membuat terobosan baru demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.



Dalam kesempatan mendapat undangan acara Public Expose BPJS Kesehatan Tahun 2019 di Ballroom IGM  Bratanuh Lantai III, BPJS Kantor Pusat Jakarta, Jumat (24/05) kemarin, saya menyimak ucapan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris:

"Kita tidak bisa melawan arus perkembangan teknologi informasi,  menghindar atau bahkan menolaknya. Berbagai layanan digital yang tumbuh di era JKN-KIS akan mendobrak dan mengubah cara berpikir masyarakat, lebih jauh akan membawa revolusi besar dalam tatanan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia."

Saya mengamini apa yang dikatakan Fachmi, karena saat ini memang arus perkembangan digital sudah menjadi seperti lifestyle di Indonesia. Karena memang digitalisasi ini sangat memudahkan masyarakat, selain juga membuat waktu lebih efisien, sebagai contoh menabung pun sekarang dengan sistem digital. Sehingga kita tidak perlu antri, shopping bisa sambil kerja karena semua bisa secara online.

Maka BPJS Kesehatan sudah selayaknya mengembangkan sayap ke digitalisasi seperti yang dikatakan Fachmi, "Hal tersebut harus mulai diadaptasi oleh pihak yang terlibat program JKN-KIS. Mulai dari peserta, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya. Kita harus siap berubah menuju digitalisasi pelayanan kesehatan.


Game Changer Dunia Kesehatan




Inovasi di era digital tersebut meliputi digitalisasi sistem pelayanan dan pembiayaan kesehatan dengan mengembangkan aplikasi Mobile JKN. Ayo, apakah para peserta JKN-KIS sudah mendownload aplikasi Mobile JKN? Segera dowload deh, karena ini bermanfaat sekali dimana peserta JKN-KIS tidak perlu membawa kartu JKN-KIS kemana-mana untuk berjaga-jaga atau ribet menyimpan agar tidak hilang.

Karena Mobile JKN memuat data peserta JKN-KIS sehingga ketika akan berobat atau meminta rujukan tinggal menyodorkan aplikasi Mobile JKN di hape. Tidak hanya memuat data satu peserta saja, tapi satu keluarga peserta JKN-KIS, sangat praktis bukan? Termasuk riwayat medis peserta terekap dengan baik di Mobile JKN sehingga memudahkan ketika akan berobat lebih lanjut. Tanpa perlu mengingat-ingat riwayat pengobatan atau sakit kepada tenaga medis yang menangani.

Ada 5 ekspektasi peserta dari pelayanan JKN terhadap, diantaranya:

1. Kemudahan memperoleh informasi terkait program JKN-KIS
2. Kemudahan dan kecepatan mendaftar
3. Kemudahan dan kepastian membayar iuran
4. Mendapat jaminan di fasilitas kesehatan
5. Menyampaikan keluhan dan memperoleh solusi

Dalam hal ini BPJS Kesehatan  meluncurkan Mobile JKN yang merupakan one stop service yang masih terus berkembang secara digitalisasi yang kini dapat digunakan untuk:

1. Memperoleh informasi
2. Mendaftarkan diri
3. Membayar iuran
 4. Mengetahui informasi kepesertaan
5. Memperoleh informasi kesehatan

Dimana kedepannya akan dikembangkan sistem antrian pelayanan kesehatan, seperti yang saya tulis di atas bahwa ini memudahkan masyarakat dan merupakan Game Changer Dunia Kesehatan yang menurut Fachmi akan dijadikan pelopor di bidang pelayanan kesehatan.

Dari sisi kemudahan pendaftaran telah dikembangkan banyak kanal pendaftaran khususnya berbasis teknologi informasi yakni masyarakat bisa mendaftar secara online melalui Mobile JKN maupun melalui BPJS Kesehatan secara Care Center 1500400. Selain juga mengembangkan elektronik data badan usaha (e-Dabu) untuk pendaftaran peserta kategori Pekerja Penerima Upah (PPU) yang memudahkan pemberi kerja untuk mendaftarkan serta meng-update data peserta. Jadi tidak hanya masyarakat secara personal, yang memiliki karyawan atau pekerja pun dimudahkan dalam mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.

Dari sisi kemudahan dan kepastian pembayara iuran, dapat dilakukan melalui autodebit baik melalui bank maupun no-bak via aplikasi Mobile JKN, e-commerce, dll. Saat ini sebanyakn 86..735 kanal pembayaran iuaran dapat dipilih dan ianfaatan peserta JKN-KIS.

Dari sisi pelayanan kesehatan, pemanfataan teknologi dikembangan mulai dari penggunaan aplkasi health facilities information system (HFIS), rujukan online, klaim digital (vedika), pemanfaatan finger print di fasilitas keseharan serta deteksi potensi fraud melalui analisa data klaim (defrada). Pengembangan ini diimplementasikan agar pelayaan kesehatan yang diterima oleh peserta efektif, efesien namun tetap mengedepankan mutu dan kualitas. Finger print kata Fachmi bermanfaat untuk menghindari penyalahgunaan data peserta.

Dari sisi kemudahan menyampaikan keluhan BPJS Kesehatan mengembangkan aplikasi sistem indormasi penanganan pengaduan (SIPP) yang teritegrasi  baik di fasilitas kesehatan, kantor cabang BPJS Kesehatn, Mobile JKN, NPJS Care Center 1500400, Website dan LAPOR!. Pengelolaan pengaduan ini mendapat apresiasi darii kementerian PANRB di tahun 2018. BPJS kesehatan menjadi 10 lembaga terbaik dalam pengelolaan pengaduan pelayanan publik.

So, semoga ke depan BPJS Kesehatan terus  berinovasi dan memudahkan masyarakat, dan jangan lupa masyarakat untuk rutin membayar iuran JKN-KIS yang merupakan pembiayaan dengan sistem gotong royong agar BPJS Kesehatan bisa terus berperan melayani masyarakat Indonesia.

You May Also Like

0 komentar