>

Cara Hidup Sehat Dengan Pangan Aman

By duniaeni.com - November 14, 2019


Siapa suka gorengan, jajanan junk food, aneka minuman manis-manis yang diracik dengan nama-nama hits kekinian?


Jika kalian bagian dari yang suka banget jajanan seperti itu, maka mulai sedikit hati-hati yuk. Maklum, saya juga termasuk yang suka jajan gorengan, junk food, minuman manis-manis, meski sudah cukup lama mulai insyaf alias membatasi jajanan yang memang hanya mengenyangkan sesaat, tapi memberi efek panjang yang negatif. Bisa baca tulisan saya ini : Cara Mengenali dan Mencegah Stroke, bagaimana pola hidup sehat yang salah satunya menjaga pola makan  itu penting sekali.

Selain memperhatikan jenis-jenis jajanan yang bisa berefek negatif dalam jangka panjang, kita juga harus memperhatikan hal lain seperti masa expired, legalitas produk, kualitas, dan lain-lain. Nah, banyak banget loh jajanan di luar yang tidak memiliki tanggal expired, ijin BPOM, dan dijual bebas dengan harga sangat murah mulai Rp2000.

Sebenarnya masyakat sadar gak sih pentingnya setiap produk pangan yang dibeli memiliki masa expired, ijin BPOM?

Saya sebagai masyarakat awam, terus-terang sering juga tidak berpikir panjang. Ada jajanan banyak yang beli, rasanya enak, selesai makan tidak ada efek apa-apa (dalam jangka pendek), ikutan beli. Tapi sekarang saya mulai benar-benar hati-hati dalam mengkonsumsi pangan, terlebih sebagai seorang ibu menjadi penentu asupan di rumah sehat atau tidak. Ada 4 anak di rumah saya yang merupakan anak-anak bangsa,  dan keluarga ehat itu menjadi cikal masyarakat sehat.

Badan POM Kampanye Keamanan Mutu dan Gizi Pangan

Kok tetiba saya membahas tentang pangan sehat?


Dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Badan POM mengampanyekan Keamanan Mutu dan Gizi Pangan. Di era digital ini semua dimudahkan untuk mendapatkan produk pangan dan obat yang dijual melalui online, dimana masyarakat dituntut harus lebih cerdas lagi memastikan produk yang dibelinya.


Karena penjualan secara online itu lebih bebas, lebih memberi segala kemudahan, sehingga jika masyarakat tidak cerdas dan Badan POM tidak berupaya mencegah terjadinya hal-hal tidak diinginkan, seperti dijualnya obat secara bebas yang seharusnya dengan resep dokter. Atau pangan yang belum mendapat ijin Badan POM. 

Ngobrol Asyik Milenial Bersama BPOM, Makan Sehat Ala Generasi Cerdas

Untuk mengkampanyekan kemanan mutu dan gizi pangan itu maka Badan POM mengundang para blogger dan adik-adik SMA di Mitra Terrace, 9 November 2019 kemarin. Acara dengan narasumber:


Dr.Ir. Penny K.Lukito, MCP - Kepala Badan POM
Prof.Dr.Purwiyatno Hariyad - Guru Besar Teknologi Pangan IPB

Acara berjalan seru sekali, dan memang tepat sasaran kalau adik-adik SMA perlu disounding tentang pangan yang sehat. Karena mereka sudah melek digital, sudah bisa melakukan belanja online dan termasuk generasi yang mudah dimasuki hal-hal baru yang  hits seperti minuman dengan pemanis yang kini banyak bertebaran. Menurut Ibu Penny ini bisa mengandung gula tinggi dan mengancam diabetes dikemudian hari.


Termasuk junk food yang harganya terjangkau ini sudah jadi gaya hidup remaja yang harus diwaspadai. Masa depan bangsa ini ada di tangan anak-anak bangsa, bagaimana jika ternyata mereka kelak mengindap penyakit degeratif yang diakibatkan pola makan salah sejak dini. Maka memberi pengetahuan tentang pangan yang sehat itu penting sekali.

Langkah Badan POM dalam Keamanan Pangan Masyarakat
1. Badan POM juga berkerjasama untuk menjawab tantangan industri 4.0 denganAsosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan beberapa marketplace seperti Bukalapak, Halodoc, Klik Dokter, Grab, dan Gojek. Kerjasama ini dilatar belakangi hasil pengawasan Badan POM melalui tim Cyber Patrol yang menunjukkan bahwwa banyak produk Obat dan Makanan yang tidak memenuhi standart keamanan, manfaat, dan mutu yang diperjualbelikan melalui berbagai platform marketplace.
2. Badan POM membuat terobosan penerapan 2D barcode untuk menghindari pemalsuan atau diversi. Dengan melakukan scan barcode melalui aplikasi BPOM Mobile, konsumen dapat memastikan legalitas produk obat atau makanan.
3. Badan POM bekerjasama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Dimana hoak makanan, obat dapat dilaporkan langsung.
4. Menyebar luaskan atau kampanyekan tentang pentingnya keamanan pangan agar tidak menimbulkan penyakit dikemudian hari.
5. Badan POM tak bosan mengimbau masyarakat untuk selalu CEK KLIK sebelum membeli produk yaitu: Cek Kemasan, Label, Izin Edar, Kadaluwarsa.

Badan POM juga memberikan 5 kunci membeli pangan yang aman:
1. Beli pangan yang aman
2. Simpan pangan secara aman
3. Siapkan pangan secara seksama
4. Sajikan pangan secara aman
5. Bersih selalu

Kalau membaca 5 kunci membeli pangan yang aman, saya jadi takut membeli makanan dan minuman sembarangan yang ada di  pinggir jalan atau di warung-warung yang terbuka. Dimana kadang saya melihat lalat hijau hingga di makanannya, debu lalu pinggir jalan yang bisa dengan mudah jatuh kemakanan tanpa penutup. Tangan-tangan pembeli yang dengan bebas mengambil makanan matang yang dijual, tangan-tangan yang pasti tidak cuci tangan.

Du, du, du, jangan bayangkan lagi apakah nutrisinya tetap baik karena pasti aneka bakteri hingga menjadi satu dengan makanan yang siap kita santap. Yuk, mari kita hidup sehat dengan memperhatikan pangan yang masuk ke dalam tubuh kita. Jangan asal beli karena enak, apalagi  karena murah. Ingat, sakit itu mahal sekali harganya. Selain materi, kehidupan kita juga jadi korban.

Jika menemukan berita-berita terkait produk makanan berbahaya yang belum jelas kebenarannya, masyarakat dapat langsung menghubungi Badan POM melalui Hallo BPOM 100533 atau berbagai platform media sosial official Badan POM.

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Klo lagi lapar suka khilaf mba, main sikat aja yang nemu di jalan :)

    ReplyDelete