Our Story

Ceremony

Family

Si Kecil Usia Dua Tahun, Haruskah Langsung Disapih?

by - November 11, 2020

 

Menyapih asi

Ketika si Kecil akan memasuki usia 2 tahun, pasti setiap ibu menyusui mulai menyusun langkah-langkah untuk mulai menyapih si Kecil. Sistem penyapih ini beranekaragam, kalau jaman dulu (mungkin masih juga ada yang mengikuti sistem menyapih ini hingga kini), menyapih si Kecil dengan mendatangi tukang pijat bayi untuk meminta ramuan pahitan yang akan dipopolkan (apply) ke area puting.

Bukan saja si Kecil jadi tidak mau menyusu, tapi menangis. Kalau dipaksa dimenyusu, popolan ramuan tukang pijat itu rasanya sangat pahit. Seminggu proses popolan ini berlangsung sampai si Kecil tidak mau menyusu lagi. Bicara soal popolan ini, selain ramuan pahitan dari tukang pijat bayi, banyak ibu-ibu yang cerita memberikan popolan macam-macam,  mulai dari balsem, obat merah, kunyit, sampai ditutup hansaplast putingnya, hahaha. Sumpah kreatif banget, tapi sebenarnya menyapih dengan metode ini bagus tidak sih?

Menurut psikologi anak maupun pakar parenting, tentu saja metode itu tidak dianjurkan karena tidak ada pesan cinta dalam proses menyapih. Padahal menyusui itu dilalui dengan proses yang tidak mudah, dari bayi terlahir ke dunia hingga bertumbuh menjadi batita yang berkembang dengan kecerdasannya. Batita yang mulai paham untuk diajak berkomunikasi, merasakan berbagai emosi. Alangkah baiknya jika proses menyapih ini dilalui dengan penuh cinta. Ibu-ibu bilang menyapih dengan cinta.

Menyapih yang diawali dengan memberikan pengertian, diberi jeda menyusu dari ritme biasanya, sehingga si Kecil ketika benar-benar tidak diberi ASI memahami kalau memang sudah waktunya tidak ASI lagi. Ibu bisa mengganti jam ASI dengan memberi susu sufor lanjutan untuk usia 2 tahun ke atas, atau UHT, atau snack lain. Semua tergantung keputusan masing-masing ibu.

Tapi sebenarnya haruskah si Kecil disapih ketika memasuki usia dua tahun?

ASI Hingga Usia 2 Tahun Ke Atas 

Sesungguhnya menyapih itu tidak sekedar menyapih si Kecil, ibu menyusui yang terlibat secara emosi dalam proses meyusui juga akan mellow menghadapi masa menyapih ini. Meski menyusui capek dan penuh dengan problematika dari mulai ASI macet karena busui capek dan stres, puting lecet digigit si Kecil ketika akan tumbuh gigi atau akibat posisi menyusui yang salah, payudara bengkak karena ASI tidak keluar dengan baik atau daya hisap bayi belum kuat, dan banyak lagi problema busui lainnya.

Saya pun ketika akan menyapih, ada perasaan mellow yang sulit diungkapkan. Bahkan hari pertama menyapih, ada kerinduan yang tidak bisa dikatakan. Rindu saat berdua si Kecil dengan menyusuinya, terlebih ketika malam hari, rasanya ada yang hilang. Sehingga setiap anak-anak akan memasuki usia 2 tahun saya jadi lebay, hahaha. Serius. Tapi saya yakin para busui juga merasakan seperti apa yang saya rasakan, meski kita sering ya, mengeluh capek menyusui, hehehe.

Apalagi saat proses menyapih lantas membuat si Kecil menangis, mencari saat akan tidur malam hari. Huhuhu, rasanya kalau tidak ingat sedang proses menyapih, ingin memeluk si Kecil dan menyusuinya hingga tertidur. Begitulah hati seorang ibu,  mudah tersentuh dan patah kalau melihat anaknya sedih, hehehe.

Tapi apakah ketika usia 2 tahun si Kecil harus kita sapih?


Jawabannya, tidak juga. Anak-anak saya rata-rata saya sapih ketika sudah usia tiga tahun. Terasa lebih mudah dibanding ketika usia anak-anak masih usia 2 tahun,. Pengalaman saya mau mencoba sapih anak ketika usia dua tahun, eh baru disounding kalau adik sudah besar, sudah waktunya tidak ‘nen’. Langsung nangis bombay, berasa saya abaikan, jadi boro-boro saya pakai sistem popol. Bisa anak saya panik nangis gerung-gerung.

Dan, ternyata ketika anak usia dua tahun tidak harus disapih tepat usia 2 tahun loh, maksudnya tidak saklek pas 2 tahun tidak apa-apa. Karena saya pernah konsultasi saat mengikuti seminar tentang ASI bersama IDAI (Ikatan Dokter Anak), tentang anak saya (saat itu saya sedang menyusui Pendar) yang sudah dua tahun lebih tidak mau disapih. Jujur, saya merasa tidak nyaman dengan rumor para ibu yang bilang jika anak sudah usia  dua tahun masih ASI, tubuhnya susah berkembang karena ASI sudah tidak bagus.

Tapi ternyata itu tidak benar, karena ASI akan tetap bagus tergantung asupan busui, yang berkurang adalah kuantitasnya. Kalau kebutuhan anak sudah tidak bisa dipenuhi ASI saja, itu karena anak semakin berkembang, semakin banyak kebutuhan nutrisinya, ASI sudah tidak bisa mencukupi. Harus ada makanan tambahan yang mengandung nutrisi lebih dari ASI. Jadi jangan terpercaya mitos air ASI basi atau bikin anak kurus setelah anak berusia di atas dua tahun.

Nah, jika ibu belum bisa menyapih si kecil, maka batas maksimal menyusui ASI adalah usia 3 tahun. Jadi ibu bisa sounding si Kecil perlahan disaat pemahamannya lebih bagus, biasa anak usia 2 tahun ke atas sudah lebih paham diajak bicara. So, kalau begini ibu tidak perlu cemas dan terburu-buru menyapih ya ketika si Kecil sudah berusia 2 tahun.

Sambil menunggu si Kecil siap, ibu terus sounding. Pengalaman saya, saat anak saya berusia 3 tahun, lebih mudah melepas ASI. Anak sudah memiliki rasa malu, dan tidak mau dibilang masih nen dengan sendirinya. Tapi ingat ya, jangan lebih dari tiga tahun karena menyusui di atas usia tiga tahun akan mempengaruhi psikologis anak. Salah satunya anak jadi tidak mandiri.

 

 

You May Also Like

1 komentar

  1. Waa gitu, gk perlu saklek ya. Bungsu kami udah 2 thn lebih nih tapi istri masih gak tega nyapihnya. Ternyata asi masih tetap bagus ya, bergantung asupan ibunya

    ReplyDelete