>

Sehat Dengan Obat HJ Generik

By duniaeni.com - November 17, 2017


Stigma Obat Generik Di Masyarakat

"Lama banget sembuhnya, Ibu beliin Ayah obat generik ya?"
"Iya, habis memang itu yang diresepkan dokter, merk obat generik."
"Beliin Ayah obat paten biar lekas terasa efeknya, kalau obat generik efeknya lama."
Itu percakapan bulan lalu saat suami sedang tidak fit dan dokter meresepkan obat yang ternyata merknya merupakan obat jenis generik. Tentu saja harganya jauh lebih murah, bahkan saat menebusnya saya sedikit terlongo, "Kok murah bener ya?"

Namun yang jadi pertanyaan, benarkan obat generik kurang mujarab, obat paten lebih tokcer? Sebab, ini memang hal  yang sudah tertanam dalam pikiran sebagian masyarakat Indonesia tentang obat generik. Berapa bulan lalu ipar saya melahirkan dengan proses operasi karena kondisi ibu yang tidak memungkinkan untuk lahir secara spontan atau normal.

Saat saya menjenguk, adik ipar terus merintih dan meminta suaminya, yakni adik bungsu saya untuk menebuskan obat paten. "Memang obat yang sudah diberikan dokter tidak manjur?"Tanya saya.

"Obat yang dicover BPJS kan rata-rata obat generik, Mba En. Kurang ampuh buat ngilangin rasa sakit, aku mau obat paten saja ah." Jadilah suaminya meminta resep obat paten sama dokter dan tentu saja jadi merogoh kocek lebih yang semula harusnya tercover gratis.

Saya tidak tahu seberapa banyak masyarakat yang memiliki pemikiran demikian tentang obat generik, tetapi beberapa tetangga pun pernah bercerita kalau lebih memilih obat paten ketimbang generik. Apalagi jika sakitnya cukup parah, biar lekas ngefek, kata mereka.

Tapi sepertinya semua itu hanya stigma masyarakat yang belum memahami obat paten dan obat generik. Yuk, ikuti kunjungan saya bersama teman-teman blogger ke pabrik  PT Hexpharm Jaya di Cikarang tanggal 12 November 2017 kemarin. PT Hexpharm Jaya merupakan anak perusahaan dari Pt Kalbe Farma, tbk yang memproduksi obat-obat generik. Asli, seru dan penuh dengan informasi yang Insallah sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama Anda yang masih memiliki pemikiran kiri tentang obat generik, hehehe.


Kunjungan Ke Pabrik  PT Hexpharm Jaya di Cikarang

Cerita Perjalanan PT Hexpharm Jaya

Sampai di PT Hexpharm Jaya Cikarang
Karena perjalanan ke cikarang jauh maka dibuat kesepakatan titik kumpul para blogger yang terdiri dari ibu-ibu ini. Titik kumpul kami di Plaza Semanggi pukul 7 pagi, Alhamdullilah saya tiba pukul setengah tujuh pagi.

Berangkat dari rumah pukul 5 pagi bareng Nunu Halimi, kita mengendarai motor menuju stasiun Depok Baru, lalu naik kereta ke Tebet, dan dilanjut ojek online menuju Plaza Semanggi. Di sana beberapa teman blogger sudah berkumpul, dan pukul 7 tepat hanya satu blogger yang belum sampai. Tentu ini membuat panitia deg-deg ser, tetapi Alhamdullilah 15 menit kemudian yang ditunggu pun datang dan bus melaju menembus kemacetan menuju Cikarang.

Pabrik PT Hexpharm Jaya terlihat cukup asri
Pukul setengah sepuluh kami sampai PT Hexpharm Jaya, disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh pihak PT Hexpharm Jaya. Sebelum acara dimulai kami menikmati coffe break dengan camilan yang sehat. Maklum ke pabrik obat, masa mengasup yang tidak sehat.

Setelah selesai menikmati minuman dan camilan yang disediakan, Bapak Boni Anom selaku Group Product Manager memberikan sambutan dengan mengenalkan secara garis besar PT Hexpharm Jaya yang ternyata sudah berdiri sejak tahun 1971 dengan fokus pegembangan, produksi dan pemasarannya. Sudah lama juga ya, bahkan lebih tua dari usia saya loh. Berarti sudah bisa dipercaya kreadibilitasnya.

Pabrik pertama dulu  berada di Cipanas, kemudian tahun 2012 baru pindah ke Cikarang. Jadi pabrik yang saya kunjungin ini baru berusia 5 tahun dan memang masih sangat terlihat kinclong. PT Hexpharm Jaya ini sudah termasuk 20 perusahaan farmasi terbesar dan 3 perusahaan farmasi generik terbesar di Indonesia. So, sudah pasti menghasilkan obat-obatan yang teruji kualitasnya kan?

Nah, saya baru tahu nih ternyata obat generik itu ada dua jenis, yakni obat generik berlogo dan obat generik bermerek. Misalnya obat generik bermerek, kandungan zat aktifnya diberi merek oleh perusahaan yang membuatnya. Pasti pernahkah mendapat resep antibiotik paten, tapi ketika hanya bisa membeli yang generik dikasih merek lain, seperti Amoxicillin jadi diganti Inemicillin. Meski harga lebih murah, sesungguhnya kandungan zat aktifnya sama-sama Amoxicillin.


Disain kemasan baru Generik HJ
Dalam kesempatan ini juga dikenalkan kemasan baru obat generik produksi PT Hexpharm Jaya, kemasan yang dulunya berwana putih berganti warna menjadi biru dengan nuasa hijau, terasa sejuk dan mudah terlihat mata sih. Kalau dulu kemasan putih berjajar di antara banyak kemasan obat, tidak terlalu terlihat. Kini dengan warna barunya cukup mencolok. Kata dr.Artati warna kemasan baru obat generik produksi PT Hexpharm Jaya memiliki arti warna biru dengan nuasa hijau melambangkan kenyamanan dan harapan untuk sembuh.


Kemasan biru melambangkan kenyamanan

Apa Bedanya Obat Paten Dan Generik

Dr.Artati
Setelah sharing oleh Bapak Budi Anom, selanjutnya oleh dr.Artati yang merupakan Medical Dept Head. Dalam sharing bersama dr. Artati ini saya sempat mengutarakan stigma masyarakat tentang obat generik, dan beliau  menjelaskan dengan cukup mudah dipahami. Semoga juga kalian yang baca artikel ini paham ya. Karena penjelasan ini merupakan bagian terpenting dari artikel ini:

Obat Paten: Obat paten ini dibuat oleh para dokter dan juga ilmuwan yang melakukan riset begitu panjang, minimal 20 tahun. Bayangkan? 20 tahun melakukan riset dengan media yang tentunya tidak murah, tidak mudah. Bisa jadi dalam riset ini ditemukan berapa kali kegagalan, sebelum akhirnya sukses atau berhasil. Maka dari itu obat yang ditemukan tersebut dipatenkan, berapa lama dipatenkannya?

Tentu saja tergantung yang menemukan obat tersebut dan berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk riset atau temuan tersebut. Maka ada obat paten yang dipatenkan begitu lama serta karena itu pula harganya menjadi mahal.

Obat Generik: Obat generik adalah obat paten yang masa patennya sudah  habis, sehingga rumusan dari obat paten tersebut diperbolehkan untuk diproduksi kembali oleh perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti atau pun sejenis. Karena itulah obat generik jauh lebih  murah.

Tapi meski obat generik merupakan rumusan yang sama dari obat paten, para konsumen harus tetap pandai memilih obat generik ya. Karena proses produksi dari awal hingga menjadi obat siap pakai ini menjadi catatan penting apakah obat generik tersebut berkualitas atau tidak. 

Sebagai contoh kecil saja, meski resepnya sama kalau cara produksinya sembarangan, tentu hasilnya tidak akan sama dong. Kalau obat generik produksi PT Hexpharm Jaya layak dipercaya loh, selain sudah aja sejak 1971, cara produksinya cakep (baca artikel ini sampai habis, biar tahu cara produksi PT Hexpharm Jaya).


Menurut dr.Artati PT Hexpharm Jaya melakukan uji bioekuivalensi dan bioavailabilitas untuk mengetahui kualitas obat generik apakah sama dengan obat patennya. Nama obat sendiri terbagi atas 3 kriteria: Nama kimia, nama generik, dan nama dagang.

Standarisasi Produksi Obat dan Penggunaan Teknologi Baru

Untuk sharing ini dibawakan oleh Parlindungan, Site Head PT Hexpharm Jaya, Bapak Parlindungan menjelaskan untuk memproduksi obat, harus menjamin kualitasnya. Untuk itu tidak sembarangan, PT Hexpharm Jaya menerapkan berapa hal berikut ini:

Sistem Yang Handal:

1. Good Manufacturing Practice, PT Hexpharm Jaya memakai standart PIC/S, Pharmaceutical Invection Convention/Scheme.

2.  Sistem Managemen Mutu ISO 9001:2015, ini merupakan sistem managemen dengan tujuan mengetahui, apakah perusahaan yang memproduksi suatu prodak menghasilkan prodak yang bermutu dan seusai spesifikasi yang sudah ditetapkan. Karena itu obat generik produksi PT Hexpharm Jaya sudah diekspor ke Singapura, Hongkong, Myamar.

3. Sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001:2007

4. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004

5. Lean Manufacturing dan Total Productive Management (TPM),  sistem managemen ini untuk mengetahui, apakah PT Hexpharm Jaya memiliki keunggulan yang kompetitif dalam productivity, quality, cost, delivery, moral, safety, environtment. Sehingga dari mutu prodak, kualitas, sampai harga produk jauh lebih kompetitif.

Infrastruktur Yang Handal:

1. Mesin yang digunakan untuk produksi merupakan mesin dengan teknologi canggih&terbaru. Jadi meski pun mesin yang digunakan tidak semua diimpor, karena memang ada yang dari lokal tetap harus didisain dengan teknologi canggih dan terbaru. PT Hexpharm Jaya menggunakan mesin produksi selain dari Jerman, memakai mesin lokal agar harga obat generik semakin lebih murah.

2. Fasilitas laboratorium yang sangat menunjang, sehingga dari awal memeriksa bahan-bahan, meracik obat hingga memproduksi menjadi obat siap pakai berjalan sesuai standart yang ditetapkan dan menghasilka obat yang berkualitas.

3. HVAC, PWG, Clean Stream, IPAL, hal ini menjamin pabrik tidak menghasilkan limbah yang mencemari lingkungan karena produksi sesuai dengan speks.

Selain semua yang di atas, sudah jelas PT Hexpharm Jaya sudah mengantongi sertifikat BPPOM, ini bagian terpenting dari semua prodak yang kita konsumsi. Pantas PT Hexpharm Jaya sudah bisa mengekspor prodak obatnya, karena selain sangat berkualitas, bis amemproduksi lebih dari 500 juta tablet per bulan. Ck, ck, ck,  saya jadi membayangkan proses produksinya.

Terjun Langsung Melihat Produksi Obat Generik PT Hexpharm Jaya

Selesai sharing bersama Bapak Budi Anom, dr.Artati, Bapak Parlindungan, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, para blogger akan dibawa berkeliling pabrik untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana obat-obatan generik diproduksi oleh PT Hexpharm Jaya. Yuhuuu, pasti seru sekali. Selama ini saya tidak membayangkan obat-obat yang pernah saya konsumsi itu pembuatannya dengan cara yang tidak mudah, banyak melalui beberapa proses seperti penjelasan di atas.

Memperagakan cara memakai atribut
Namun sebelum benar-benar keliling, kami para blogger diberi pengetahuan sekilas tentang tata cara mengunjungi pabrik bagian produksi dan cara pakai atributnya yang mirip mahasiswa kedokteran gitu atau seperti astronot, hehehe. Berikut tata cara memasuki pabrik bagian produksi:

 1. Mengenakan pakaian lengkap mulai dari penutup kepala, masker, sampai alas kaki, atau singkatnya kita wajib memakai atribut memasuki area produksi. Atribut ini dipakai dengan tujuan apa yang kita pakai, seperti pakaian, sepatu, termasuk rambut tidak mengkontaminasi area produksi obat. Apalagi kita habis dari perjalanan jauh, maka selain atribut ada juga acara cuci tangan.

2. Melepaskan semua perhiasan mulai dari anting, cincin, gelang, jam tangan, pernak-pernik jilbab. Karena dikawatirkan terjatuh atau tercecer bisa mengkontaminasi prodak dan ini tentu sangat berbahaya.

Aneka Mesin Penunjang Produksi Dengan Teknologi Modern

Bagian Quality Control

Atribut masuk ruang Quality Control
Blogger dibagi dua kelompok, saya kelompok pertama  di dampingin oleh Ibu Titis dengan kunjungan pertama ke bagian Quality Control. Untuk memasuki bagian Quality Control setiap pintu utama ada kunci yang hanya terbuka oleh sidik jari orang tertentu, jadi karwayan pun tidak sembarangan wara-wiri. Uniknya jika membuka pintu satu dan akan membuka pintu ke dua, tetapi pintu satu belum tertutup rapat atau terkunci otomatis. Maka pintu dua tidak bisa dibuka meski dengan sidik jari yang legal. Benar-benar terjamin keamanannya.

Quality Control ini mirip berada dalam lab riset kimia gitu, hehehe. Semua terlihat sibuk dengan berbagai peralatan yang canggih-canggih. Saya sampai terkagum-kagum sama mesin yang  bisa deteksi kandungan obat hanya dengan ditempelkan. Jadi dengan ditempelkan sebuah alat, tanpa dibuka kemasannya, dapat tertera detil kandungan obat. Jika ada zat yang salah pun akan terdeteksi, ck ck ck.

Suasana di ruang Quality Control
Hanya ditempel alat, bahan obat didalam kemasan bisa diketahui dengan detil kandungannya
Ada lagi mesin semacam CPU bentuknya, fungsinya seperti almari penyimpanan, jadi jika di dalamnya diisi bahan-bahan obat, ditinggal begitu saja akan bekerja sendiri. Kandungan obat dan data lain-lainnya yang terkandung akan muncul sendiri di layar monitor yang tersambung disebelahnya. Praktis dan keren ya!

Air yang dihilangkan kandungan mineralnya
Oya, yang menarik air yang digunakan untuk pencampuran obat pun air yang mahal, mahal karena prosesnya panjang. Sebab air itu sudah dihilangkan kandungan mineralnya agar tidak mengkontaminasi bila bertemu dengan zat tertentu di dalam obat. Air ini boleh diminum kalau terpaksa, tetapi tidak boleh rutin karena tidak baik buat tubuh.

Bagian Produksi


Memasuki ruang produksi lebih ketat

Kelompok satu siap-siap menu ruang produksi
Selesai  memasuki bagian Quality Control, kami dibawa ke bagian Produksi. Di bagian Produksi atribut yang sudah kami kenakan untuk memasuki ruang Quality Control didouble dengan atribut khusus memasuki ruang Produksi, rasanya jadi agak-agak 'engap' gitu karena masuk ruang produksi harus pakai masker. Ternyata karena di ruang Produksi itu bau obatnya menyengat sekali, bahkan untuk yang berhubungan langsung mengolah obatnya memakai masker yang mirip mahluk planet.


Perhatikan masker yang dikenakan

Tahu gak apa yang terlintas dalam kepala saya? Kekaguman yang membuat saya berbisik ke  teman blogger: "Salut ya, mereka bekerja pasti karena cinta. Kalau gak, mana tahan bekerja dalam ruang hening, bergelut dengan aroma obat dan rumus-rumus yang 'jelimet' setiap hari." Rasanya jadi semakin menghargai setiap butir obat deh.

Ruang Menimbang Kandungan Obat

Ruang menimbang kandungan obat ini cukup spesial karena tertutup dan memiliki sirkulasi udara yang searah agar kandungan obat yang terdiri dari serbuk halus tidak saling terkontaminasi. Mesin penimbang bila sedikit saja kurang atau tidak pas, maka tidak akan keluar print out barcode sehingga pekerja terus melakukan kurang-tambah yang berkali-kali.


Sibuk menambah dan kurangkan bahan agar tepat


Print Out Barcode

Ruang Pengolah Obat


Di belakang itu kantong-kantong bahan obat siap diolah
Setelah ditimbang dan keluar print out barcode, bahan-bahan obat diolah dengan mesin-mesin canggih. Dari tepung dicampur air, dikeringkan, sampai berbentuk tablet. Ini masih butuh proses timbang tablet agar diketahui berat pertablet.
Menimbang tablet


Pengeringan bahan obat

Setelah berbentuk tablet maka selanjutnya adalah proses membungkus obat yang menggunakan mesin sangat canggih buatan Jerman. Jadi mesin itu bisa mendeteksi bila ada tablet yang riject meski sudah dibungkus rapi atau ada kebocoran pada pembungkusan, sekecil apapun akan terdeteksi. Luarbiasa ya?


Mesin yang bisa mendeteksi riject pada produksi obat
Lebih luarbiasa banyak sekali mesin-mesin canggih dibagian produksi yang buatan lokal, selain dapat meminimalkan biaya produksi sehingga harga obat jauh lebih murah. Hal ini bertanda hasil kerja anak bangsa ini sudah canggih. Bikin geleng-geleng memang kalau pakai mesin lokal hemat banget katena harganya sepertiga dari harga mesin asal Jerman, dasyat!

Setelah lolos deteksi mesin, selanjutkan obat akan dipacking ke dalam kemasan box-box ukuran sedang, baru kemudian box-box tersebut dimasukkan ke dus besar yang nantikan akan siap dikirim ke pemesan  baik di dalam maupun luar negeri.


Sibuk mengemas obat 




Siap dipacking ke dalam dus besar 

Dus-dus besar berisi obat yang sudah siap dikirim

Jangan Salah Pilih Obat Generik

Selesai keliling pabrik ada banyak ilmu yang mengisi kepala saya, salah satunya adalah kepercayaan untuk memilih obat generik. Sampai rumah akan saya sampaikan ke suami, kalau obat generik itu bukan obat sembarangan hanya karena harganya murah sekali. Proses memproduksinya dari awal hingga sampai ke pasaran bisa dilihat dari ulasan saya di atas.


Testimoni Obat HJ Generik


Obat pereda nyeri produksi HJ Generik
Obat ini pereda nyeri produksi HJ Generik, mau tahu harganya gak? 10 tablet hanya 5000 rupiah saja, lalu khasiatnya? Suami saya sudah mencoba untuk meredakan nyeri sakit gigi, hasilnya? Alhamdullilah, mantab. Semoga tidak hanya suami saya ya, yang  mulai terbuka wawasannya mengenai obat generik. Masyarakat harus semakin mendukung obat generik, selain menyembuhkan, obat generik juga membuat kantong tidak jebol, kan? Hehehe.

Tetapi meski obat generik bagus, jangan sembarangan memilih obat generik. Pilihlah yang diproduksi oleh perusahaan farmasi terpercayaan seperti  PT Hexpharm Jaya. So, kalau kalian apakah masih ragu dengan obat generik?



  • Share:

You Might Also Like

22 komentar

  1. Iiih sama banget deh stigmanya sama yg saya pikirkan selama ini. Berarti ngaco banget ya punya pikiran spr itu. Makin jelaa nih setwlah baca ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak sih, mak, yang berpikir begitu termasuk keluargaku. Makanya nih rajin educasi mereka karena aku lihat sendiri pabriknya kan

      Delete
  2. Aku dah kenal obat generik sejak tahun 2005-an pas eyangku stroke mbak, kebetulan budheku perawat jd paham aja obat buat eyang yg ini itu sama aja. Jd ya percaya2 aja kalau generik lbh oke. Cuma emang selama ini bertanya2 kok bis amurah. Alhamdulillah wes terjawab knp murah dr acara kmrn :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dari dulu pake obat generik justru kena stigma, obat generik lebih aman karena kandungannya tidak sekeras obat paten, wkwk. Duh, masyarakat nih ya dapat info simpang siur

      Delete
  3. Nggak ragu, karena pas periksa, yang dapat juga obat generik dan selalu ada hasilnya. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener deh, apalagi aku sudah ke pabriknya langsung

      Delete
  4. Suatu pengalaman yang sangat mengesankan buat say abisa mengunjungi pabrik itu mbaa :)

    ReplyDelete
  5. Senang ya boleh bawa kamera hahaha tetap pose pose dan pose. One monent in time in HJ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berasa anak sekolah berkunjung ke pabrik ya, kakak

      Delete
  6. Setelah berkunjung ke pabrik ini sekarang jadi makin yakin ya kalau obat generik sama kualitas nya dengan obat paten.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mel, moga masyarakat yang baca artikel ini pun demikian ya

      Delete
  7. Semoga sehat selalu ya, tapi kalau sedang dikasih sakit tak perlu ragu minum obat generik. Toh khasiatnya ternyata sama dengan obat paten, apalagi obat generik produksi PT Hexhaparm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul,berkualitas ya, sis. Nanti melahirkan jangan lupa minta obatnya generik

      Delete
  8. Obat generik tapi bikinnya rumit ya, kirain obat generik tuh bikinnya ga serumit ini. Bahkan standar mutunya pun banyak bgt ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus rumit karena standartnya memang tidak main-main, kan obat untuk mengobati. Klo bikinnya asal....bahaya

      Delete
  9. Aku yakin obat generik juga manjur! Pernah beberapa kali pakai dan Alhamdulillaaaah hasilnya okeee mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, katena memang sama dengan paten, mba kandungannya

      Delete
  10. Kalau obat begitu mudah dijual belikan bahaya. Memang perlu dibuat mekanisme yg jelas. Semoga masyarakat dan tenaga medis lebih bijak dalam menggunakan obat.

    ReplyDelete
  11. Makin paham nih setelah berkunjung ke pabrik obat generik ya. Jadi bisa meringankan biaya pengobatan kelas menengah ke bawah

    ReplyDelete
  12. Aku juga beberapa kali minum obat generik. Khasiatnya oke banget kok jadi ga ragu lagi deh. APalai udah berkunjung ke Hexpharm dan melihat sendiri proses produksinya. Mantap.

    ReplyDelete
  13. Nice ya, jadi banyak tau ttg produksi obat generik. Memang ada sebagian orang yang ogah makan obat generik lantaran gengsi, bukan karena memang nggak cocok dg kondisi penyakitnya. Padahal proses pembuatannya pun detail banget ya.

    ReplyDelete