>

Blogtour dan Giveaway 'Ketika Embun Merindukan Cahaya'

By duniaeni.com - April 07, 2018



Bisakah kita searif malam
Mendingin sejenak
Merengang saraf
Menakar rindu bersama setaman embun

Dengan sesekali lirih napas melagukan CINTA
Sejenak mencelupkan diri dalam bejana-Nya
Menyusun kembali perasaan yang berserakan
Merangkai rindu yang berantakan

Puisi di atas ada dalam bab pertama novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya', sejujurnya saya belum pernah membaca satu pun novel karya Hadis Mevlana. Bisa dikatakan ini adalah pertama kali saya membacanya, dan jadi teringat pernah membeli novel pertamanya yang berjudul 'Embun di Atas Daun Maple'. Tetapi bukan untuk saya koleksi dan baca, namun jual karena kebetulan saya memiliki OS buku.

Jadi  tentu saja saya bertanya-tanya siapa itu Sofyan dan Kiara yang konon kisahnya dilanjutkan dalam novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya', novel yang katanya mengulas tentang agama Islam dan Kristen Ortodoks. Terus-terang saya jadi membayangkan Ayat-Ayat Cinta Kang Abik yang mengabadikan dua tokoh bernama Fahri dan Maria, dua manusia beda agama yang saling jatuh cinta. Tapi mungkin berbeda, karena saya membayangkan itu ketika baru membaca covernya saja.




'Ketika Embun Merindukan Cahaya'

Judul              : Ketika Embun Merindukan Cahaya
Penulis            : Hadis Mevlana
Genre Novel   : Religi
Hal                  : 340 halaman
ISBN               : 978-602-0894-97-3
Penerbit          : Tinta Medina

Novel ini banyak memuat puisi-puisi yang bertebaran di beberapa halaman, untuk pembaca yang gemar atau menyukai puisi mungkin akan sangat suka dengan bonus ini. Selain juga banyak membuat kutipan-kutipan ayat-ayat Islam dan Kristen Ortodok. Bolehlah menambah pengetahuan kita akan Kristen Ortodok.

Beware of false prophets, who come to you in the  clothing oh sheep, but inwardly they ravening wolves (Mat 7:15 ), halaman 172.

Bercerita tentang seorang pemuda Teluk Kuantan bernama Sofyan yang dipanggil Fyan dan seorang gadis Kristen Ortodok bermata seindah bidadari dengan nama Kiara. Sofyan pemuda muslim yang mendapat beasiswa study ke Kanada, di sana ia memiliki banyak teman, diantaranya Olivia, Felix, Kiara, dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda, Islam dan Kristen Ortodoks. Sehingga sering terjadi diskusi agama masing-masing.

Diskusi ini yang memperkaya isi novel, membuat pembaca seperti saya jadi sedikit banyak tahu tentang Kristen Ortodoks.

"Coba kau baca ayat 44 sampai 46 Injil Markus pasal 9," pintaku.
Felix membuka ayat yang kumaksud. Ia pun membaca sesaat setelah menemukannya.
"44. [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam]. 45. Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; 46. [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]" Halaman 196
Dari diskusi-diskusi tentang agama ini teman Fyan, yakni Mario tertarik dengan agama Islam, bahkan Kiara sesungguhnya telah memeluk agama Islam, namun disembunyikan dari teman-teman dan keluarganya. Hanya tertentu saja yang mengetahui kalau Kiara sudah menjadi seorang muslimah, hal ini menjadi tragedi cukup menyentak ketika orangtua dan tunangan Kiara mengetahuinya. Bahkan orangtua Kiara sampai jatuh sakit.

Diantara kisah haru biru Kiara dan keluarganya, keributan dengan tunangannya, ada satu kisah yang cukup menarik rasa penasaran tentang penggemar gelar Fyan yang disebut-sebut dalam novel pertamanya. Penggemar gelap Fyan yang mengirimi mawar putih dan puisi-puisi, siapa kah dia? Gadis rahasia yang meminta Fyan untuk menjadikannya istri?

Penasarankan?
Bagaimana kelanjutan perjalanan Kiara dalam mengarungi keindahan Islam, mampukan dia bertahan untuk terus istiqomah diantara tentangan keluarganya, amarah tunangannya, kemana akhirnya hati Kiara berlabuh? Betulkan dia menaruh hari pada Fyan? Lalu, siapa secret admirer yang meneror Fyan?

Buat saya 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' diolah cukup apik, memberi wawasan, memberi pencerahan bahwa meski beraneka ragam budaya dan agama, jika kita saling menghargai, saling ingin memahami makna agama masing-masing, hidup itu indah dan damai. Jadi miris dengan keadaan Indonesia saat ini, dimana isu agama menjadi genderang perang sewaktu-waktu. Sedikit saja terjadi 'kesalahan' akan menjadi pemicu perang medsos, perang demo.

Dalam novel digambarkan dengan nyata bagaimana Felix membenci Islam karena keluarganya dipecah belah oleh Islam, namun sebagai sahabat Felix menilai diri Fyan bukan sebagai Islam yang menghancurkan keluarganya. Fyan adalah sahabat baiknya, dan tidak semua orang Islam berarti jahat. Karena setiap orang apapun agamanya memiliki karakternya masing-masing, ini yang harusnya juga ditanamkan di hati kita terhadap sesama saudara beda agama.

Islam itu indah, bisa diresapi  dengan kalimat Fyan di halaman 121:

"Lagi pula bukan tipeku berdiskusi dengan cara menjelek-jelekan keyakinan oranglain. Bukan sifatku yang ingin memaksa oranglain untuk menyetujui pernyataanku, apalagi masalah keyakinan."
Boleh merasa yakin dan sangat membenarkan apa yang kita anut, tetapi jangan memaksa dengan keras oranglain menyakininya karena itu hanya akan memecah belah umat antar beragama.

Namun ada sisi kekurangan novel ini menurut subyektifitas saya, untuk pembaca yang belum pernah membaca 'Embun di Atas Daun Maple' jadi terkadang meraba-raba runutan di kisah sebelumnya. Terus saya agak kurang mendapat imajinasi Kanada karena isi novel lebih banyak membahas diskusi, saya kan ingin membayangkan sisi keindahan Kanada.

Kemudian greget di konflik tokoh-tokoh yang mengalami masalah kurang menggigit. Saya membayangkan lebih mengharu biru lagi, hehehe. Lebih dramatis gitu. Pembaca kan banyak yang suka drama-drama yang agak menguras emosi. Bagaimana pun misalnya kisah Felix, pasti sangat luluh latak kehilangan keluarga karena Islam, lalu dia bisa begitu dekat dengan Fyan yang Islam. Pasti ada konflik dasyat, semacam trauma kilas balik, dan sebagainya.

Namun dibalik semua subyektifitas saya itu, novel ini tetap bagus untuk dibaca dan bikin penasaran terusss, kenapa? Sebab, lagi-lagi secret admirer ini belum tuntas dan berakhir loh karena Hadis Mevlana akan membuat novel ke tiganya, siap-siap kepo, hehehe. Harapan saya di novel sekuel berikutnya mampu menguras emosi saya dan menjadi semakin cinta dengan Islam, semakin menghargai dengan semua perbedaan budaya dan agama di muka bumi ini.

Mau mendapatkan 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' ?





Ikutan giveawaynya yuk, karena saya akan memberikan satu buah novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' dengan syarat yang mudah banget:

  • Memiliki alamat domisili di Indonesia untuk mengirim bukunya jika menang
  • Follow akun instagram @duniaeni dan @hadismelvana
  • Share link postingan Blogtour dan GA novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' di twitter atau Facebook (bisa pilih salah satu) dengan mention @duniaeni plus jangan lupa tagar #Ketika Embun Merindukan Cahaya
  • Dikolom komentar postingan ini jawab pertanyaan: "Apa sih yang bikin kamu penasaran dengan novel 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' ?"
  • Jangan lupa di bawah jawaban pertanyaan itu tulis data nama kalian dan akun medsos, contoh:
"Penasaran sama si penggemar gelap Fyan"
Eni Martini
IG&Twitter : @duniaeni


Giveaway ini berlangsung dari tanggal 8 April sampai 14 April 2018 dan pemenangnya akan diumumkan di postingan ini juga, yakni tanggal 20 Aprill 2018. Pemenang akan dipilih dengan jawaban paling unik. So, jangan lupa ikutan ya! Insaallah tidak akan menyesal membaca 'Ketika Embun Merindukan Cahaya' karena banyak banget muatan  pengetahuan tentang Islam da Kristen Ortodoks dan lain-lain.

Trantraaaam!!! Akhirnya setelah merenungi jawaban pembaca keren review novel ini, maka PEMENANGNYA ADALAH: 

Fb : Lutfi Yulianto Iyan
IG&Twitter : @lutfiiyan28


SELAMAT&SILAKAN DM ALAMAT KE IG @duniaeni

  • Share:

You Might Also Like

43 komentar

  1. Aku penasaran sama cerita tentang Kristen Ortodox di Kanada.

    Ratna Farida
    IG : @Kimidha2528

    ReplyDelete
  2. Penasaran apakah ceritanya sama antara fahri dan maria ? atau lebih keren lagi

    Siti zulbaidah
    IG : @Siti_zulbaidah
    Twiter : @Szulbaidah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda mba hehehe

      Background tokohnya jg beda
      Maria itu kristen koptik
      Kiara kristen orthodox

      Delete
  3. ibarat islam yang majemuk dengan berbagai mahzab, ternyata kristen juga punya berbagai macam 'aliran'. Saya Yakin menulis tema tentang dua agama Yang berbeda itu berat. Butuh bnyak referensi yang akurat Dan riset mendalam. Jika tema berat ini diracik dalam sebuah novel, tentu lebih menarik . Apalagi dengan setting Kanada. Membaca ulasan singkatnya jadi membuat saya kepo maksimal tentang kisahnya, settingnya juga tentang tema besar yang diramu penulis dalam karyanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sngt berhati2 ktk hrs menuliskannya. Apalagi ini tema yg sgt sensitif.

      Delete
  4. Yang bikin saya penasaran, kisah ini apakah pengalaman nyata Hadis?
    Maksudnya secara nyata apakah Hadis mengalami jadi salah satu tokoh dalam.kisah ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inspired by true story saat sy berhadapan dg tmn2 non muslim mba hehe

      Delete
  5. Kalau baca buku yang judulnya menarik seperti ini kadang membuat kita bisa baca berkali2 ya mbak. Kalau diriku seperti itu. Sampai akhirnya jadi hapal Ceritanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sy prnh dpt DM dr pmbaca novel sblmny "embun di atas daun maple" yg mnceritakn bhw dia smpe lbh dr 5x baca novelnya bolak balik. Wow.

      Delete
  6. Judulnya puitis banget, jadi penasaran nih

    ReplyDelete
  7. Judulnya udah bikin adem rasanya.

    ReplyDelete
  8. Ish bikin penasaran aja nih.. mmm coba aku tebak ya, yg kirim bunga dan puisi itu namanya Kiara bukan? aaarrrghg gemez
    banget sih ka enny..

    ReplyDelete
  9. Penasaran sama Kiara dalam mengarungi keindahan islam..Kayanya seruu nih bukunya ya MAk.

    ReplyDelete
  10. Aku penasaran ama diskusi-diskusinya tentang agama. Sepertinya menarik

    ReplyDelete
  11. Kelupaan belum nyantumin data hehehe

    Dian Radiata
    IG: @adventurose
    Twitter: @adventurose_

    ReplyDelete
  12. Ohya aku juga baca review buku ini di blog lain. Dan aku melihat sisi kritis penulis di review ini haha.

    ReplyDelete
  13. Pas lihat cover dan judul bukunya, saya pernasaran. Karena, mana ada embun yang merindukan cahaya? kalau ada cahaya, embun bakalan hilang..... Pikir saya, isinya tentang seseorang yg merindukan banget kehadiran orang lain, walaupun dia harus mundur, bahkan menghilang. Eh, pas baca resensinya, ternyata isinya tentang islam... Saya suka banget 😍😍 apalagi tentang perbedaan agama...makin penasaran deh jadinya :D Yang paling bikin saya penasaran adalah kisah keislaman Kiara nantinya. Apakah akan tetap istiqomah memeluk islam, ataukah akan kembali memeluk agamanya yg dulu...Apalagi keluarganya juga ada yang sampai jatuh sakit setelah tau kalau dia masuk islam...


    Fb : Lutfi Yulianto Iyan
    IG&Twitter : @lutfiiyan28

    ReplyDelete
  14. Jadi penasaran sama cerita Islam dan Kristen Ortodoks

    IG & Twitter: akuchichie

    ReplyDelete
  15. Dari ulasan sekilas diatas, saya penasaran bagaimana penulis menceritakan Kanada sebagai negara minoritas muslim dan pergulatan batin Kiara dalam menyembunyikan keyakinan barunya.

    Anis Khoir
    @anis_khoir01

    ReplyDelete
  16. Eeeh masih keburu untuk ikutan giveaway-nya yaa mbak Eni? Aku udah lama banget nggak baca buku genre seperti ini. Jadi penasaran deh.

    ReplyDelete
  17. Menarik kayaknya nih bukunya

    ReplyDelete
  18. Cerita yg menarik. Semoga dibaca oleh para pasangan yg jatuh cinta beda agama.

    ReplyDelete
  19. Penasaran 'Ketika Embun merindukan Cahaya' �� Ikutan ah giveaway nya siapa tau beruntung heheh. Emang sih judul2 begini membuat keingintahuanku tinggi. Kalau tenang aga kadang agak sensitif ya...

    ReplyDelete
  20. Suka dg ini "Lagi pula bukan tipeku berdiskusi dengan cara menjelek-jelekan keyakinan oranglain. Bukan sifatku yang ingin memaksa oranglain untuk menyetujui pernyataanku, apalagi masalah keyakinan." Aduh, ak penasaran nih pengen banget baca bukunya.

    ReplyDelete
  21. Membaca review novelnya benar-benar bikin penasaran. Tema yang diambil memang banyak yang memakai, tapi ini sepertinya lebih menarik dari yang kebanyakan. Pengin tahu juga tentang kristen ortodox yang menjadi perdiskusian di dalam novelnya.

    Juni Riyanti
    IG @Juni Riyanti

    ReplyDelete
  22. Pengen punya buku ini nih....penasaran dengan agama yg diulas dalam buku ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk ikutan donk Mak Tina, dari kemarin pengen mulu xixixixxixi ^_^v

      Delete
  23. Aku suka banget baca novel dengan latar cerita di luar negeri. Jadi penasaran sama buku ini dan pengen tahu ttg kanada juga..

    ReplyDelete
  24. adik bungsuku hobi baca novel yg temanya berat, buku ini belum boleh buat anak smp ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Blh mba. Insya Allah halal dibaca. Sy prnh dpt email dr pmbaca yg msh Smp.

      Delete
  25. Dulu suka baca buku puitis begini. Jadi penasaran...

    ReplyDelete
  26. Lama gak baca novel euy, tapi jadi kepingin baca novel lagi

    ReplyDelete
  27. Di dalam ulasan di atas disebutkan bahwa banyak diskusi2 yg ditampilkan. Otomatis dengan membaca ini, saya akan mendapatkan banyak manfaat. Bukan sekadar penghibur melainkan juga sebagai penambah ilmu pengetahuan khususnya nilai2 yg terkandung didalamnya. Oleh karena itu dengan membacanya, saya berharap dapat memahami bagaimana cara penulis menjabarkan setiap permasalahan yang sensitif ini (Read. Penjelasan tentang 2 agama).
    Serta Puisi,,, saya penasaran dengan bait-bait puisi yang akan menemani novel Ini.

    Arin gudesma
    IG: @gudesma_arin
    twitter: @gudesmaa21

    ReplyDelete
  28. penasaran cerita lengkapnya, wajib baca nih :)

    ReplyDelete
  29. Seru banget kayanya ceritanya mba. Udah lama ga baca novel, jadi pengen baca lagi setelah baca postinganmu ini.

    ReplyDelete
  30. Baca saran Mbak Eni tentang konflik yang kurang drama keknya karena mbak udah banyak nulis novel penuh drama deh, jadi novel yang ini terasa kurang garam. Eh garam apa drama ya *lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe trm ksh msknnya. Insya Allah bs lbh baik lg k depannya.

      Delete
  31. Trm ksh utk mba Eni yg sdh mereview novel ke2 sy. Sebuah novel sekuel "Embun di Atas Daun Maple."
    .
    Sy sgt senang mbaca respon positif di postingan ini. Sy brharap smg novel ini bs mjd bacaan alternatif mngisi wkt luang utk kgiatan positif.
    Dan selamat utk penerima give away. Smg bukunya bermnfaat.
    .

    ReplyDelete