>

Mengapa Ibu Hamil Rawan Wasir

By dunia eni - September 09, 2018



Sumber foto: Unsplash

Ternyata hampir semua ibu hamil mengalami wasir, tentu saja berbeda-beda stadiumnya. Saya termasuk yang mengalami tahap-tahap wasir dari ringan hingga cukup menyakitkan sekali. Riwayat wasir ini setelah saya ingat baik-baik sebenarnya dari pola makan sejak kecil, kemudian dipicu berbagai hal.

Semoga cerita saya ini bisa memberi manfaat:

Pola asupan sejak kecil

Saya ingat betul dahulu ibu tidak rutin memasak sayur, masak seadanya tanpa memikirkan pola asupan yang baik. Kadang ada sayur, kadang hanya lauk saja, begitu juga dengan buah-buahan. Memang kami memiliki kebun yang ada pohon pepaya, nangka, jambu batu, mangga, tetapi bebas dipetik semau-maunya.

Jadi tidak ada spesial menu makan buah dalam keseharian, semau-maunya maksudnya kadang kami petik setengah matang untuk camilan, manisan. Entah, kenapa saya paling suka sekali dengan jambu batu dan kebetulan pohon jambu batu paling banyak di kebun. Hampir setiap hari saya makan jambu batu dan sembelit parah.

Parah sekali sampai saya nangis guling-guling. Saat itu tidak pernah minum obat pencahar, tetapi mengeluarkan BAB dengan paksaan, mirip seperti orang habis lahiran deh, ihiks. Kondisi ini berlangsung hingga saya remaja sering sembelit, karena memang pola makan sehat dalam keluarga tidak kami kenal, yang penting lapar ada makanan.


Salah penanganan sembelit

Sumber foto: Unsplash
Hingga kemudian saya bekerja sembelit tetap menjadi penyakit rutin, padahal saya sudah mulai sadar makanan sehat. Jadilah saya kemana-mana membawa bekal apel dan air putih, telat sedikit saja saya mengasup buah dan air putih maka bahaya sembelit bisa mengancam sewaktu-waktu. Bisa terjadi saat di kantor, di rumah teman, jadi tiba-tiba pengen BAB dan tidak bisa keluar, sakit luarbiasa.

Saya mulai mencoba obat pencahar, dan BAB saya mulai disertai darah sampai saya ceck up ke rumah sakit, namun tidak ditemukan adanya wasir seperti yang dicurigai dokter. Semula saya akan diperiksa lebih lanjut bagian dalam, tapi karena masih gadis saya ketakutan dan memutuskan untuk tidak balik lagi ke rumah sakit tersebut.

Pola hidup sehat saya mulai  kacau lagi ketika saya aktif kegiatan ngebolang ke desa-desa terpencil, ke gunung dan sebagainya. Makan dengan bekal seadanya seperti mie instan, lauk kering-keringan, asupan air putih juga tidak banyak. Akibatnya saya bisa 3-4 hari tidak BAB, badan rasanya tidak nyaman. Tetapi mungkin tidak begitu saya rasakan, duh...parah banget.

Hamil anak pertama : Awal tahu ada wasir

Ketika saya menikah kehidupan mulai normal, beransur penyakit sembelit saya hilang. Tapi ketika hamil  muncul lagi meski tidak parah, namun paska melahirkan anak pertama ternyata saya: PUNYA WASIR. Kaget sekali karena selama ini tidak ada sesuatu yang timbul dari anus seperti kebanyakan ciri-ciri wasir, meski sering sembelit tapi tidak pernah sakit seperti penderita wasir.

Wasir ini kemudian menjadi lumayan menyakitkan sekali setelah pasca melahirkan saya menderita sembelit parah, mungkin akibat trauma lahiran spontan yang prosesnya sangat tidak baik (karena menyedihkan sampai saya jadikan buku riwayat melahirkan anak pertama ini). Bayangkan, saya baru bisa BAB setelah 8 hari, aduhai sekali rasanya hingga saya menangis siang malam. Obat pencahar tidak bisa menolong sama sekali.

Wasir saya berangsur sembuh sendiri, tidak ada penanganan khusus. Hingga hamil anak kedua, ketiga, hanya therapi dan salep-salep yang diresepkan dokter. Alhamdullilah, sembelit tidak ada lagi karena saya sudah benar-benar taubat dalam soal asupan, tobat yang telat ya, ihiks.

Bersyukur meski wasir, saya dapat melahirkan anak-anak dengan proses normal, namun sejak terkena wasir banyak hal yang terenggut dalam diri saya. Saya tidak kuat jalan jauh seperti dulu dengan membawa beban, seperti gendong anak. Kalau dipaksa bisa sakit dan susah jalan, serem kan? Pernah saya mengalami keluar mall besar butuh usaha keras melangkah.

Wasir berangsur membaik ketika pasca melahirkan anak ke tiga

Alhamdullilah, sejak lahir anak ketiga (alm), wasir saya tidak separah sebelumnya yang sampai tidak bisa jalan, berdarah. Bahkan saya kuat jalan jauh,  mengandung anak ke empat tanpa merasakan wasir, melahirkan  juga tidak merasakan wasir, dan ternyata sakitnya jahitan tidak seberapa dibanding wasir. Saya seperti menemukan hidup baru lagi, meski tetap tidak boleh mengangkat berat dan terlalu capek.

Padahal waktu masa kehamilan anak ketiga ini tahap paling parah saya menderita wasir, selain sampai berdarah saat jalan, tidak kuat jalan lama. Pasca melahirkan dua minggu saya kesakitan efek wasir bengkak karena lahiran. Setelah semua terlewati sampai anak ke empat lahir dan besar, wasir seperti lenyap.

Wasir kembali mengganggu saat saya hamil anak ke lima

Namun hamil anak ke lima, masuk semester tiga wasir mulai menggoda saya lagi. Semula saya kuat wara-wiri ini mendadak sakit dan harus banyak istirahat. Alhamdullilah, tidak terlalu parah sekali. Ibu hamil memang rawan wasir, selain efek pola asupan sejak kecil, sembelit karena hormon ibu hamil, tekanan janin yang cukup berat, ini bisa menjadi pemicu utama yang bisa mendatangkan wasir atau membuat wasir lama kumat kembali.

Mau tahu bagaimana saya menghadapi wasir saat hamil, termasuk obatnya? Ditunggu ya sharing saya berikutnya.

  • Share:

You Might Also Like

17 komentar

  1. Semoga semakin membaik ya Mbk Wasirnya, aku paska nikah mulai bagus pola makan cuma kini bandel lagi hiks....

    ReplyDelete
  2. Makasih pengalamannya jadi bisa memperhatikan asupannya supaya gak terkena juga

    ReplyDelete
  3. Ooo jd pola makan yaaa.Alhamdulillah pas hamil gak pernah kena wasir mbak, mungkin krn suka makan sayur. Masalahku lbh ke susah naik BB utk janin krn albumin dan HB kurang hehe.

    ReplyDelete
  4. Alhamdulillah dua kali hamil, tak ada gangguan wasir ataupun pencernaan. Sering bgt sih denger cerita klo wasir menjadi salah satu ketakutan tersendiri bagi bumil

    ReplyDelete
  5. Informatif banget nih Mba Eni...
    Memang ya Ibu hamil kudu waspada sama penyakit yang bisa menghambat persalinan.

    Sehat selalu mba... can't wait lihat adiknya Pendar deh :)

    ReplyDelete
  6. Ternyata pola makan dari kecil pun bisa mempengaruhi ya, Mbak. Semoga godaan wasir lekas pergi. Aamiin

    ReplyDelete
  7. Hamil anak pertama aku juga sembelit mba dan rasanya ampuuun sakit banget, Alhamdulillah suami langsung beliin microlax yg dimasukin lewat anus itu dan itu ampuh bangeeet, Alhamdulillah...

    ReplyDelete
  8. Mbaa, aku baru tahu kalau memamg bumil rentan wasir. Mungkin seperti mba ceritakan kalau ada sejarah kuramg asupan buah dan sayur ya. Dan sejarah lahiran pertama. Moga nanti melahirkan dalam keadaan lancar dan sehat ya mba. Amin

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillaah aku n keluarga suka makan sayur2an yg kaya alan serat. Im sya allah dijauhkan dari penyakit wasit. Wah ternyata bumil rentan terkena wasir ya. Tq infonya buat kita inga2 selalu waspada menjaga kesehatan sejak dini ��

    ReplyDelete
  10. pengalaman yang wajib tahu nih ya. Ternyata asupan makanan memang benar benar perlu diperhatikan ya

    ReplyDelete
  11. Aku juga punya teman kena wasir, kata di sih efek melahirkan, anak dia 5.
    Sampai sekarang masih bermasalah ketika akan BAB, meskipun enggak serius banget sih

    ReplyDelete
  12. Aku juga mbak, wasir parah saat kehamilan pertama, menyiksa sekali, dokter bilang karena ada penekanan juga jadi bikin tambah parah

    ReplyDelete
  13. aku jg jarang makan buah tapi sayur masih suka. Alhamdulillah gak wasiran. Wasir bisa karena banyak duduk jg.

    ReplyDelete
  14. Sehat-sehat bumil, sakit wasir nya semoga berkurang nanti pas persalinan ya..

    ReplyDelete
  15. eduileeeeh wasir, pernah ngalamin waktu mbrojol karena bayiknya gede, nyiksa banget kayak ada yg nempel di belakang heuheuheu alhamdulillah wasirnya gak kenapa2, seminggu setelah mbrojol udah hilang wasirnya

    ReplyDelete