>

Mengatasi Bengkak Pasca Imunisasi DPT

By duniaeni.com - January 16, 2019

Imunisasi DPT
Pasca Imunisasi

Kemarin tanggal 15 Januari Binar jadwal imunisasi DPT-HB-Hib1 (plus Polio 2), setelah sebelumnya pada bulan Desember 2018 imunisasi BCG (plus Polio). Meski imunisasi ini sering membuat ibu-ibu kawatir anak rewel karena demam, saya santai saja. Karena sudah mengalami 4 anak sebelumnya paska imunisasi DPT tidak terlalu rewel, paling badannya hangat sehari saja. Seingat saya Pendar dan  Pijar bahkan tidak pakai acara minum parasetamol paska imunisasi DPT, hanya ASI demam sudah reda sendiri. Tapi ternyata imunisasi DPT Binar kali ini ada dramanya.

Selesai Imunisasi Tidak Tidur

Kebetulan saat akan imunisasi ada teman yang mau menengok Binar, maka  kami menjadwalkan pulang dari imunisasi akan menerima kedatangan teman tersebut. Alhamdullilah,hampir usia 3 bulan masih saja ada yang mengingat Binar untuk menjenguknya. Selesai imunisasi pukul 12 siang lewat kami buru-buru  pulang untuk mempersiapkan kedatangan sang tamu, karena jarak rumah ke lokasi imunisasi lumayan jauh.

Sampai rumah menyusui Binar, beberes karena ditinggal imunisasi anak-anak membuat ruang tamu berhamburan mainan hehehe. Lalu suami menganjurkan untuk memberikan Binar parasetamol buat jaga-jaga kalau terjadi demam, sebab kita tidak tahu apakah Binar termasuk bayi yang tahan demam atau tidak. Mengingat pengalaman alm anak ke tiga yang tidak kuat demam sehingga kejang, saya pun memutuskan untuk memberikan Binar paraseatmol setelah menyusuinya.

Untuk pertama kalinya Binar kena obat nih, parasetamol saya campur dengan ASI, lalu dengan menggunakan sendok kecil diminumkan ke Binar, berjalan lancar jaya. Lima menit kemudian saya menyusuinya, biasa anak habis paska imunisasi pasti tertidur dan juga kebetulan jam tidur Binar. Tapi lagi mengASIhi  teman yang akan menengok Binar sudah datang, akhirnya kami menerima kedatangan tamu dari Bogor ini dengan senang.

Sepanjang menerima tamu ini Binar bolak-balik  dipangku saya sambil diberi ASI, tertdur sejenak dipindahkan ke kamar bangun lagi, diberi ASI di kamar teridur, saya tinggal ke depan, bangun lagi.  Lalu gantian digendong ayahnya, begitu terus sampai yang menjenguk pamit pulang pecahlah tangis Binar sangat kencang diluar kebiasaannya. Namun saya ingat Binar pernah menangis seperti ini pasca pulang dari rumah sakit karena sakit perut (nanti akan saya ulas ceritanya). Cemas dong saya!


Pantas diajak foto bersama tangisnya sangat keras 

Apa yang sakit, kenapa?

Setahu saya kakak-kakaknya semua diimunisasi, termasuk alm pun baik-baik saja. Rewel hanya sekedarnya, bahkan juga tidak ada demam. Saya raba kening Binar suhunya normal, saya letakkan di tempat tidur setelah dia heboh menjerit dalam gendongan. Saya periksa tubuhnya dari atas ke bawah, sampai saya buka diapersnya, dan...Ya Allah!!


Paha Seputar Area Bekas Suntik DPT Bengkak - Merah - Panas


Imunisasi DPT
Binar seperti kesakitan

Saya kaget luarbiasa melihat tahu-tahu paha kiri Binar yang tadi siang disuntik DPT bengkak, warnanya merah, keras seperti ada abses diseputar area suntikan, dan saat disentuh panas sekali. Namun suhu tubuh Binar tidak demam, masih normal. Panik, saya minta Mba Lintang untuk membuat kompres air hangat, lalu saya kompreskan ke area paha yang bengkak. Binar tetap menangis kencang dengan gerakan tubuh yang frontal. Du, du, du, mana si Ayah baru saja keluar rumah.

Apa saya harus ke dokter?

Pikiran saya seketika jadi kemana-mana,  membayangkan artikel-artikel yang membahas efek imunisasi, mengingat cerita-cerita seramnya. Padahal saya paham kalau imunisasi tidak berbahaya dan wajib buat anak, jika terjadi sesuatu itu efek lain yang didukung kondisi tubuh tengah berdamai dengan imunisasi. Tapi namanya orang cemas, bingung, ya yang aneh-aneh yang ada di kepalanya, ditambah pengalaman alm anak saya pernah kejang saat demam karena sakit bapil, makin jadi rasanya. Fiuuuh.

Jangan lupa baca artike saya: Imunisasi Itu Hak Mutlak Bagi Anak

Alhamdullilah, otak saya masih bisa bekerja. Saat melihat Binar masih menangis kencang, saya mencoba kompres air es. Di lemari es tidak ada air dingin dan batu es, yang ada hanya teh kantung yang beku untuk mengompres wajah Mba Lintang kalau mau tidur, akhirnya saya pakai itu. Kantung teh yang beku saya masukkan ke dalam kain kecil untuk mengompres paha Binar, Alhamdullilah perlahan dia menjadi tenang. Kondisi ini saya manfaatkan untuk menyusuinya, sebab sepanjang dia kejer itu sulit untuk disusui.

Apakah Perlu Ke Dokter Pasca Imunisasi DPT Dengan Kondisi Bengkak?

Sambil menyusui saya amati paha Binar yang terbungkus kain dingin, saya pun meminta Mba Lintang WA dokter yang membantu kelahiran Binar. Dokter Deddy ini selalu baik hati kalau ditanya-tanya via WA, hati saya pun lega ketika dokter Deddy bilang dikompres saja dulu. Saat kondisi hati lega ini, baru pikiran saya normal kembali: Iya, ya... pasca imunisasi DPT memang wajar jika area seputar suntikan bengkak, bahkan bisa beberapa hari. Hal ini bisa sakit, bisa juga tidak terasa sakit.

Selain bengkak anak bisa mengalami demam ringan atau pun tinggi karena sistem imun sedang terbentuk, makanya perlu diberi parasetamol sehabis dimunisasi DPT. Jangan menunggu demam, bahaya jika bayi tidak kuat panas, dan kasian jika menunggu demam akan membuat anak rewel karena tidak nyaman. Binar tidak demam mungkin karena saya prepare minum parasetamol tadi siang.

Saya browsing-browsing di situs yang terpercaya seperti halodoc, ya memang kondisi seperti Binar ini wajar. Perlu dibawa ke dokter dengan catatatan jika bengkak tidak reda dalam beberapa hari dan demam tetap tinggi, anak terus kesakitan. Kompres pun bolak-balik saya ganti, karena tidak ada air es dan es batu, maka kain kecil saya masukkan freezer, hahaha. Buat ganti kompresan dari kantung teh beku.

Bengkak&Panas Hilang Dengan Kompres Air Es


Bengkak berkurang, panas reda, dan permukaan kulit tidak merah lagi
Ketika suami saya pulang, Binar sudah tertidur, saya ceritakan semuanya. Suami hanya memberi tanggapan kalau hal tersebut wajar, seharusnya tadi memang Binar istirahat dengan baik. Saat kami buka kompresannya dan perhatikan seksama. Alhamdullilah bengkaknya hilang, begitu pun saat saya raba suhu panas di area suntikan sudah tidak seperi tadi. Kami melanjutkan untuk mengganti kompresan yang sudah tidak dingin lagi.

Binar terbangun lagi pukul 8 malam, kami memutuskan untuk memberinya parasetamol kembali untuk jaga-jaga. Karena Binar masih agak rewel, hanya mau digendong oleh saya, saya pun terus menyusuinya. ASI itu  bagian dari obat bagi si kecil, ASI seperti cairan ajaib dari ibu untuk anaknya dan saya percaya banget itu sejak awal menyusui.

Pukul 11 malam baru drama berakhir, Binar benar-benar tidur nyenyak. Saya hempaskan tubuh ke tempat tidur, Ya Allah capeknya. Badan terasa pegal-pegal, terutama dibagian lengan dan bahu, tapi semua itu tidak ada apa-apanya dibanding perasaan saya yang tadi sempat dibuat kacau balau, hehehe. Saya tatap wajah Binar dan mengecupnya lembut, asli saya paling cengeng kalau anak kesakitan. Mungkin saya ibu yang galak dan tegas, tapi hati saya cengeng, hehehe.

Pelajaran yang saya dapat dari peristiwa ini:

  1. Jangan menggampangkan segala sesuatu meski sudah pengalaman. Mentang-mentang sudah 4 kali mengimunisasikan anak, saya berpikir pasti juga kayak sebelumnya: demam dikit, rewel dikit atau malah tidak demam sama sekali. Ternyata sikon itu bisa saja bicara lain.
  2. Jangan berpikir yang bukan-bukan saat sikon membutuhkan solusi karena bisa jadi solusi yang diambil salah. Alhamdullilah, saya masih bisa berpikir normal.
  3. Lain kali tanya lebih lengkap efek dari imunisasi ketika mengimunisasikan anak.

Bagaimana besoknya, apakah Binar masih rewel? Apakah bekas suntikannya masih keras dan bengkak? Baca artikel selanjutnya ya, semoga bermanfaat.




  • Share:

You Might Also Like

26 komentar

  1. Tiap anak emang reaksinya beda2 ya Mbak.
    Antibodinya juga gak semua sama ya jadi tetap harus berjaga dan waspada yah.
    Alhamdulillah Adek Binar bisa tidur lelap lagi setelah dikompres dan terus dapat ASI :)

    ReplyDelete
  2. Dikompres pakai air dingin tho mbk? Aku baru tau soal ini mbk. Kirain dikompres pakai air hangat. Mudah2an efek dr imunisasi dpt bisa segera menjauh dr binar. Aamiin

    ReplyDelete
  3. Bersikap tenang dan tidak panik itu sangat membantu ya mba..sehingga bisa mengambil langkah2 yang benar.. Salam sayang utk Dek Binar..

    ReplyDelete
  4. Hoo ternyata bekas suntikan itu bisa menimbulkan efek begitu ya, baru paham aku tuh..
    Dan bener kalau panik semua jadi berantakan kayaknya 😂

    ReplyDelete
  5. Berarti seharusnya kompres dingin ya Mbak? Btw, idem Mbak. Anakku juga suka jarang aku kasih paracetamol abis imunisasi. Karena tipenya kayak anak yang nggak seberapa ngefek kalo abis imunisasi. Tapi kalo sekalinya dia ngerasa nggak nyaman, langsung cepet ambil paracetamol. Kalau sudah nyaman, ya nggak dikasih lagi.

    ReplyDelete
  6. Sejak suami kena serangan jantung dulu, aku selalu nyari info tentang kesehatan di Halodoc. Terutama soal makanan dan diet yang harus dijalankan. Oh sama pantangan makan juga aku nyari di sana, komplit memang.

    ReplyDelete
  7. Wah aku baru tau nih mbak kalo DPT bisa membawa efek bengkak juga. Anak pertamaku alhamdulillah baik2 saja, anak keduaku nih kapan hari lancar juga. Tapi masih 3 bulab dianya haha. Semoga keluarga kita sehat selalu ya mbaa :)

    ReplyDelete
  8. Anak saya kemaren bengkak saat DPT 2 mba, dan kayaknya pengaruh yang suntik juga.
    Anak saya gak bisa diam soalnya pas disuntik, jadinya ya entah gimana2 jadinya bengkak dan nangis jerit2 gak karuan.
    Alhamdulillah sih gak demam kayak kakaknya dulu.

    Anak pertama saya gak kuat DPT biasa, dia demam gak karuan sampai 10 hari baru sembuh,akhirnya DPT berikutnya pakai DSA dan bebas drama demam apalagi bengkak.

    Kayaknya juga keahlian dsa menyuntik lebih baik ketimbang bidan ya.
    Anak pertama saya suntik semua imunisasi si dsa, gak pernah nangis tuh, atau mungkin dia kuat nahan sakit ya.

    Semoga dedek Binar selalu sehat yaaa :)

    ReplyDelete
  9. Wah memang beda ada beda respon ya mba..kedua anak Saya juga termasuk kebal abis di dpt

    ReplyDelete
  10. Aku Alhamdulillaaaah semua anak-anak free drama saat imunisasi mba.. tapi bagus untuk tau pengalaman yang lain yaa

    ReplyDelete
  11. Ya ampyunnn, kenapa ada foto nampang di situ sih mba?. aku ingat ponakanku waktu imunisasi dulu, aku ikut nggak tidur semalaman, ahahah.
    Aku lupa imunisasi apa, kayanya sih DPT

    ReplyDelete
  12. Wah iya ya dampak ketiap anak beda2 dulu si sulung demam habis DPT kalau anak yg selanjutnya sy.malah ga sempat DPT.

    ReplyDelete
  13. Oh malah pakai air es ya. Aku dulu lupa kayaknya kok pake air anget, eh apa pake air alkohol ya? Hmm lupa

    ReplyDelete
  14. Mak ..aku bacanya kebayang gimana paniknya dan akupun ikutan panik, tapi jadi masukan banget nih mak buatku seandainya punya anak nggak boleh panik seandainya area bekas imunisasi bengkak, segera di kompres.

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah qonita kemarin gak begitu bengkak pasca DPT tapi memang saya kompres terus

    ReplyDelete
  16. Tiap anak punya reaksi yang berbeda ya setiap habis suntik imunisasi, kedua anakku juga gak pernah minum paracetamol kl selesai imunisasi.

    ReplyDelete
  17. Waktu2 awal aku juga panik mba bukan hanya benhkak tapi demam juga lsg d bawa k dokter lg ternyata katany reaksi dr imunisasi

    ReplyDelete
  18. Adek Binas semoga sehat ya, makin cerdas sudah imunisasi. Jadi ingat Aisyah bayi dulu suka demam abis suntik imunisasi

    ReplyDelete
  19. Mungkin Mbak Eni bisa beli ice gel kecil2 itu mbak Eni. Sedia selalu di kulkas, jd saat dibutuhkan bisa dipakai langsung buat kompres. Gak hanya buat bekas suntik sih, kali ada anak yg terjatuh. terbentur jd bisa dikompres pakai ice gel yg dimasukkan ke kain.
    Alhamdulillah bengkak Binar dah ilang ya? Sehat2 selalu yaaa

    ReplyDelete
  20. Reaksi setiap anak setelah imunisasi emang beda ya mba. Adik sepupu aku sih langsung ketawa2 aja hehe.

    ReplyDelete
  21. Bengkaknya itu apa bisa karena sering bergesekan dengan baju yang dipakai ya, Mbak? Ah, semoga di tulisan Mbak Eni berikutnya keadaan Binar sudah membaik ya. Terima kaish ya, Mbak, sudah sharing tulisan ini. Pasti banyak yang akan membutuhkan.

    ReplyDelete
  22. dulu, setiap kali habis imunisasi, kami selalu sedia paracetamol untuk jaga-jaga kalo anak demam pasca imunisasi.

    Sehat terus yaa, Binar sayang :*

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah adek binar lebih membaik sekarang semoga ya Bund. Gemes sama adek binar, ak jadi membayangkan kelak kalo abis anak imunisasi harus gimana. Makasih sharingnya bund

    ReplyDelete
  24. Respon tubuh anak memang beda-beda, ya, Mbak saat imunisasi. Meskipun panik sebaiknya kita juga tetap rasional. Semoga Adek Binar lekas membaik bengkaknya, ya... :)

    ReplyDelete
  25. semua itu merupakan pelajaran berharga buat kita sebagai orang tua dan kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil. Terimakasih ya mbak sharingnya semoga adiknya cepat sembuh

    ReplyDelete
  26. Anak saya suntikx tgl 15,baru tau bengkak tgl 24,bekas suntik sdh kering atau tertutup tapi bengkak dan sakit kalau d pegang.
    Apakh ini berbahay...?
    Dan harus bagaimna tindakan kita...?

    ReplyDelete