>

Waspadai Batuk Pada Bayi

By dunia eni - March 10, 2019



batuk-pada-bayi

Pernah mengalami Si Kecil batuk?

Si Kecil di sini adalah bayi berusia di bawah  6 bulan hingga 1 tahun. Ternyata harus diwaspadai, benarkah itu hanya sekedar batuk biasa yang akan reda atau hilang oleh ASI dan dijemur matahari pagi atau merupakan indikasi penyakit lain yang perlu ditangani dengan baik dan benar karena dapat membahayakan bayi. Jadi memang penting banget waspadai batuk pada bayi.

Baru seminggu lalu Binar mengalaminya dan sungguh ini membuat saya menangis beberapa hari, perasaan cemas, teringat alm anak ketiga, dan kondisi keuangan yang sedang tidak stabil menjadi satu. Rasanya tidak hanya sedih, tapi juga menyesal  mengapa saya dan suami tidak waspada sejak awal hingga Binar sampai harus bolak-balik lima kali ke rumah sakit untuk ceck up dan fisio therapi, seperti mimpi rasanya.


Binar Tertular Batuk Abang Pendar

Sebenarnya Pendar (4.4 thn) termasuk anak yang memiliki daya tahan tubuh sangat baik karena selain ASInya benar-benar ekslusif, dia mudah makan apa saja tanpa memilih-milih. Tetapi entah kenapa, Kodratullah Pendar batuk sementara orang serumah tidak ada yang batuk. Akhir-akhir ini memang dia selalu diajak berpergian dan main oleh kakaknya,  mungkin terpapar batuk dari orang-orang di luar.

Namanya anak balita batuk ada saja ulahnya, Pendar senang batuk-batuk di depan wajah Binar (4 bulan). Ekspresi Binar yang kaget dan ketakutan bikin Pendar semakin jadi, meski sudah dilarang akan diulang terus. Sementara saya sering wara-wiri ke dapur, ke kamar mandi, keluar, moment itu digunain Pendar buat menggoda adiknya dengan batuk-batuk. Hasilnya?

Tiga hari kemudian Binar tertular batuk, saya dan suami menanggapi dengan biasa saja meski kesal juga sampai tertular batuk. Batuk Binar jenis yang jarang, tetapi kalau batuk suaranya besar dan terdengar kering. Setiap pagi kami menjemur Binar dan Pendar, hingga batuk Pendar tidak lama pun sembuh. Tapi batuk Binar?

Tiga hari batuknya belum ada tanda-tanda reda, saya browsing bahwa batuk pada bayi lebih dari 3 hari harus diperiksakan ke dokter, tetapi suami tidak setuju dan hanya menganjurkan diberi ASI lebih banyak, dijemur, dan kamar diberi uap hangat daun sereh serta parutan bawang merah.

Binar : Setelah Menderita Batuk 6 Hari

Empat  hari, lima hari, belum juga batuk Binar reda. Batuknya tidak sering bahkan cenderung jarang sekali, tapi sekali batuk terdengar keras. Tidak ada pilek, tidak ada demam sama sekali, sehingga kami pikir batuknya biasa saja. Apalagi ritme menyusunya masih bagus, tidurnya juga bagus, tidak terlalu rewel seperti anak sakit.

Tapi pada hari ke lima Binar tampak gelisah tidur malamnya, nafasnya terlihat cepat dan ada ceruk dalam di bawah dadanya, tepat di atas perut. Dia juga mulai tersengal jika menyusu, setiap menyusu cenderung sebentar dilepas, dihisap lalu dilepas lagi. Saya kembali  ingat kejadian 7 tahun silam saat alm anak saya mengalami hal seperti ini, menyusu terputus-putus.

Saya baca kalau kecepatan nafasnya lebih dari 50 kali dalam 1 menit itu tanda-tanda BAHAYA, dan saya sempat menghitung pada hari ke lima nafas binar lebih dari 50 kali, Ya Allah! Besok pagi harus saya bawa ke dokter, kayaknya gak perlu diskusi lagi sama suami. Perasaan saya mulai tidak nyaman.

Hari ke 6 paginya saya memutuskan untuk membawa ke dokter, tapi suami tidak juga memberi respon dan sorenya meski hujan, saya siap-siap berangkat ke dokter anak di Mitra Keluarga Depok. Suami belum juga respon hingga saya pesan taksi online, dia baru siap-siap ikut mengantar.

Suspect Pneumonia

Di Mitra Keluarga pasien bayi dan anak-anak tumpah ruah, rata-rata penyakit batuk terdengar memenuhi lorong rumah sakit. Termasuk para orang dewasa dari customer servis, penjaga toko di pojok rumah sakit, suster, sampai penjaga counter halodoc batuk. Serem juga nih mana saya membawa Pendar yang baru sembuh dari batuk, untung anak ini nurut saya suruh pakai masker dari slayer dari awal datang hingga pulang.

Dokter anak Susi Putri Wihadi ternyata pasiennya banyak sekali, saya mendapat antrian nomor 27, Masyaallah, harus berada berjam-jam diantara orang yang menderita batuk agak serem juga. Hingga akhirnya pukul 9 malam nama Binar dipanggil, kami memasuki ruang periksa yang khas anak-anak.

Binar pun diperiksa, dibuka baju bagian perutnya dan... 

"Kenapa baru dibawa sekarang, Bu? Ini pernafasan bagian kirinya kena peradangan, suspect pneumonia"

Astagfirullah! Saya langsung bengong, hati terasa patah banget. Ini akibat tidak waspadai batuk pada bayi. Terbayang apa yang dirasakan Binar, sedih banget, patah hati rasanya sampai saya menyimpan rasa marah ke suami, kalau saja pada hari ke tiga itu saya bawa ke dokter tanpa diskusi sama suami? Kalau saja... dan di pojok rumah sakit saat antri obat saya meneteskan air mata. Terbayang saldo tabungan, apakah cukup untuk rawat jalan?

Memang sejak awal tahun pengeluaran banyak sekali dan kondisi usaha kami sedang mengalami penurunan. Lalu bagaimanakah kelanjutan pengobatan Binar?  Bagaimana pengobatannya apakah mahal? Baca lanjut artikel saya ya

  • Share:

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ya mba, beberapa waktu lalu dita juga sempat batuk saya pabik, browsing2, jemur, kasih obatbsusah dia ngamuk. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh.

    ReplyDelete
  2. Jadi ikutan waspada juga Mba. Anak bayi saya usia 3 bulan juga ketularan batuk kakaknya

    ReplyDelete
  3. Sabar ya bun, semoga dedeknya cepat sembuh. Lain kali bisa ajak pak su ke dokter biar dokter yang menjelaskan tanda-tanda anak sakit yang harus segera diperiksakan ke dokter. Biasanya kalau mendengar dari ahli, seseorang akan lebih yakin. Semoga rezeki bunda juga dilancarkan ya. Amiiin.

    ReplyDelete
  4. Moga-moga kondisi Binar membaik yaaa...kasihan Binar... Ditunggu kabar Binar berikutnya tentunya dengan kondisi yang membaik

    ReplyDelete