Our Story

Ceremony

Family

Soft Launching Hops.ID Sorot Tentang Corona

by - March 07, 2020



Rencana menulis awal Maret jadi tertunda-tunda terus karena berbagai situasi yang menyita, terutama situasi dalam menghadapi wabah virus Novel Corona Covid 19 yang sudah menjadi bencana dunia. Dan, kebetulan saya tinggal di wilayah Depok yang disinyalir ditemukan 2 warganya positif Corona, otomatis kecemasan saya yang semula tidak double jadi berlipat ganda. Virus Novel Corona Covid 19 yang bisa menyebabkan infeksi pernafasan, pneumonia akut, bisa menyebabkan kematian.

Apalagi efek dari itu kemudian terjadi kepanikan masyarakat yang berlebihan dengan memborong tidak hanya masker dan antiseptik, tapi juga bahan sembako. Bayangkan, masker jadi langka, hand sanitizer jad langka. Tidak hanya langka saja, tapi harga jadi melambung diluar batas kemanusiaan. Bahkan empon-empon atau  bahan-bahan jejamuan yang dipercaya bisa  mencegah virus Corona ikut-ikutan  jadi langka dan mahal.

Ini semua sebab apa?

Sebab berita-berita virus Corona yang melambung setiap waktu di berbagai media sosial, media online hingga group-group WA. Sementara masyarakat belum banyak memahami virus berbahaya satu ini. Kurangnya pemahaman dan kepanikan masyarakat lantas digunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, dan ingin mengambil keuntungan dari penderitaan oranglain. Masyarakat pun tidak bisa membedakan mana berita yang benar dan mana yang hoak.

Untuk itu dibutuhkan adanya media online yang menyajikan berita terpercaya, bukan berita-berita hoak yang menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Salah satu media online tersebut baru soft launching tanggal 29 Februari 2020, yang seharusnya saya ulas awal Maret itu. Semoga bukan menjadi kabar yang telat ya, hehehe.

Soft  Launching Hops.ID



Hops.ID  merupakan multi platform yang memiliki komitmen menyajikan berita-berita ringan yang sedang viral dan trending, namun tentu saja bukan hoak. Karena Hops.ID akan menyaring dan menyajikan konten-konten kreatif sebagai sebuah harapan dari terwujudnya demokrasi informasi di Indonesia.

Mengenal Sekilas Tentang Hops.ID
Soft launching tanggal 29 Februari 2020 kemarin di Hotel  Santika Premier, yang dibuka oleh Hadi Suprapto selaku CEO Hops.ID mengatakan bahwa Hops sendiri diartikan sebagai harapan atau lompatan demi masa depan yang lebih baik.

Saya setuju sekali dengan filosofi Hops mengingat banyak media online yang jauh dari harapan dengan menyajikan berita hoak. Hadi juga memberi kabar gembira, Hops.ID akan mengajak pengguna turut mewujudkan harapannya dengan ikut berperan membuat konten atau menulis melalui platform unggahan konten pengguna atau user generated content (UGC). Nah, siap-siap ya, buat kalian yang ingin menyalurkan bakat atau passion menulis, Hops.ID akan membuka peluang buat kalian. Ditunggu saja kabar baiknya dengan sering-sering pantau Hops.ID.

Karena memang Hops media online yang diakui Indonesia melalui konten berita, olahraga, dan seputar gaya hidup serta hiburan yang disebarluaskan melalui media internet, dan mobile platforms. Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia, memajukan dunia melalui tulisan di Indonesia, juga menjadi fasilator bagi penulis-penulis berbakat.

Potong Tumpeng Sebagai Penanda Soft Launching Hops.ID
Dan, sebagai penanda lahirrnya Hops.ID atau sof launching Hops.ID di Indonesia diawali dengan potong tumpeng oleh  Hadi dan semua team Hops.ID. Tumpeng pertama diberikan sang CEO kepada kedua orangtuanya, dan diiringi doa-doa agar Hops.ID tumbuh menjadi media online seperti yang diharapkan yang diaminkan oleh para tamu yang hadir, termasuk saya. Insaallah, jika diberi kesempatan saya akan menjadi salah satu penulis yang siap difasilitasi oleh Hops.ID.

Belajar  dari Corona si Penyakit Mematikan



Selain potong tumpeng, dan menikmati performance Abirama, penyanyi bersuara bagus yang dididik langsung oleh musisi dunia David Foster. Acara soft launching Hops.ID dilanjut dengan diskusi tentang virus Novel Corona Covid 19. Diskusi ini merupakan hasil kerjasama Hops.ID dengan Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia. Cocok banget dengan kondisi saat ini yang memang lagi marak wabah virus Corona.

Seperti yang saya ceritakan di awal artikel bahwa  masyarakat sedang diserang panik akibat wabah virus Corona yang menjadi ancaman, yang efeknya tidak hanya ketakutan akan virus tapi kepanikan yang membuat harga masker, hand sanitizer, rempah-rempah, jad langka dan naik. Ini membuktikan bahaya Corona tidak hanya virusnya saja, tapi juga hoak yang beredar secepat kilat. Berita bohong seputar Corona beredar dimana-mana membuat semua panik berlebihan.

Menghadirkan narasumber dr. Moh Adib Khumaidi SpOT yang memaparkan virus Corona dapat menular melalui:
1. Dropet saluran pernafasan seperti batuk, bersin.
2. Kontak personal yakni dengan berjabat tangan, berpelukan, lantas tangan atau benda yang terkena virus Corona tersentuh ke area mata, hidung,  mulut secara langsung.
3. Terkontaminasi feses.

Beberapa langkah untuk menghindari virus Novel Corona Covid 19:
1. Tidak bersintuhan langsung dengan seseorang yang positif atau suspect virus Corona.
2. Sering cuci tangan dengan sabun anti septik dan air yang mengalir, atau membersihkan tangan dengan hand sanitizer.
3. Bila belum cuci tangan, sebaiknya jangan menyentuh area mata, hidung, dan mulut. Hindari keramaian dan jangan bepergian ke negara-negara yang disinyalir terdapat penderita virus Corona seperti China, Korea, Iran.
4. Mengenakan masker.
5. Hindari kontak dengan hewan, terutama hewan liar.
6. Masak daging sampai benar-benar matang.
7. Perkuat daya tahan tubuh dengan asupan dan suplemen.

Agak sulit memang menghindarri kebiasaan memegang area mata, hidung dan mulut. Karena secara otomatis atau diluar sadar kita sering sekali menyentuh ketiga area tersebut. Maka untuk sementara saya memutuskan untuk menghindari cipika-cipiki, dan mengenakan masker. Karena meski masker seharusnya hanya untuk orang sakit dan tenaga medis, pada kenyataannya orang sakit batuk atau bersih sering seenaknya di depan umum tanpa masker.

Adapun untuk mengenali gejala-gejala terkena virus Novel Corona Covid 19:
Gejala mirip flu, seperti hidung berair, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, lalu disertai demam tinggi. Namun secara umum gejala terkena virus Novel Corona Covid 19 yaitu Demam, Batuk, dan Sesak Nafas. Gejala ini muncul dalam waktu 2-14 hari setelah terpapar virus Corona. Tapi kemarin saya melihat berita terbaru, tenggat waktu inkubasi menjadi 21 hari. Jadi jika setelah 14 penderita virus Corona dikeluarkan dari karantina, maka masih menularkan virusnya. Segera ke dokter jika mengalami salah satu gejala seperti yang disebutkan di atas.

Anti vaksin virus Novel Corona Covid 19 memang belum ditemukan, tapi mari kita bersama berdoa semoga segera ditemukan dan wabah Corona berlalu dari seluruh dunia, aamiin. Tetap waspada dengan berita-berita hoak tentunya, dan ingat penyebar hoak akan mendapatkan hukuman yang sesuai.

You May Also Like

0 komentar