Mengapa Tidur Berkualitas Sangat Penting?

by - March 05, 2020


Menjalani hidup sehat dengan rajin olahraga dan pola makan sehat, tapi tetap memiliki penyakit yang tidak terduga, percaya atau tidak?



Tidur Larut Sudah Menjadi Gaya Hidup Masyarakat Modern

Sejujurnya awalnya saya tidak percaya, karena kebanyakan orang (termasuk saya) menganggap penyakit datang karena tubuh kita malas bergerak dan makan sembarangan, melupakan hal penting yakni tidur dengan cukup. Dan, menyedihkannya tidur larut sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Kurang keren kalau tidur terlalu cepat, tidur dibawah pukul sepuluh malam seperti jam tidurnya anak-anak.

Hal ini bisa dilihat dari cafe-cafe yang tutup menjelang dini hari, menyuguhkan pemandangan kaum milenial. Entah, sekedar kongkow menikmati kopi, camilan, sambil membahas hal-hal receh, hingga diskusi serius mengenai bisnis. Bahkan beberapa kantor masih aktif meski hari semakin larut. Beberapa kota besar di Indonesia seperti Jakarta sampai dikatakan sebagai kota yang tidak ada matinya karena masyarakatnya beraktivitas nyaris 24 jam.

Selain karena kesibukan yang membuat tidur larut menjadi gaya hidup di masyarakat, banyak juga tidur larut karena sulit tidur. Meski sudah rebahan di tempat tidur, mematikan lampu, menyalakan AC, dan memejamkan mata, tapi tetap sulit tidur. Hal ini saya alami loh, rebahan dari pukul 10 malam dan baru bisa nyenyak menjelang pukul 1 dini hari. Sering paginya terbangun dalam kondisi tubuh terasa pegal, lesu, dan mudah emosi.

Tidur dan Stres Saling Mempengaruhi



Mengapa saat saya terbangun tubuh terasa pegal, lesu dan mudah emosi? Padahal saya bangun tidur, bukan habis mengerjakan sesuatu yang berat.

Ternyata memang tidur dan stres saling mempengaruhi loh, oleh sebab itu kurang tidur akan menyebabkan stres, pola makan dan  pilihan nutrisi menjadi tidak sehat, rusaknya metabolisme tubuh. Tidak hanya ini saja, bahkan banyak efek buruk lainnya bisa ditimbulkan akibat kurang tidur :

1. Penyakit kanker, kardiovaskular, gastrointenstinal, diabetes
2. Naik berat badan
3. Rusak fungsi kekebalan tubuh
4. Keletihan mental dan gangguan psikologi
5. Merusak otak, berkurangnya ingatan
6. Menyusut volume otak

Terjawab sudah mengapa ketika tidur terlalu larut atau kurang tidur, saat terbangun merasakan tubuh pegal, lesu, dan mudah emosi. Ehmmm, ngeri banget ya efek dari kurang tidur? Tidak bisa dianggap ringan, apalagi menjadi gaya hidup. Lalu bagaimana agar kebiasaan tidur larut hilang, dan kita mendapat tidur yang cukup atau berkualitas?

Oya, dalam artikel kali ini saya membahas  kurang tidur,  karena kemarin tanggal 4 Maret 2020 saya hadir dalam acara peluncuran Fitur Sleep & Stress oleh PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia. PT Asuransi Jiwa Generali merupakan bagian dari Generali Group yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 2009.

Selain Edy Tuhirman CEO Generali Indonesia, dr. Andreas Prasadja, Bella Fawzi, sebagai narasumber hadir juga Coach Yoga Anjasmara  yang memberikan tips serta beberapa gerakan yoga yang membuat tubuh rileks dan mudah tidur.

Generali Luncurkan Fitur Sleep & Stress :
Bantu Nasabah Kelola Stress & Optimalkan Produktivitas


Doc : Imawan

Dalam rangka terus berkomitmen memberikan produk dan layanan inovatif untuk meningkatkan hidup banyak orang melalui solusi keuangan terbaik dan perlindungan jiwa serta kesehatan, Generali melalui produknya  fokus mengembangkan produk dan layanannya yang mengedepankan manfaat hidup (life benefit), terutama yang berkaitan erat dengan kesehatan.

Maka sebagai bagian dari komitmen dalam memberikan ragam life benefit bagi nasabah, Genereli meluncurkan  fitur Sleep and Stress, yang akan membantu nasabah mengenali profil tidur, tingkat ketahanan dan toleransi terhadap stres serta potensi gangguan tidur sesuai dengan DNA masing-masing. Saya baru tahu loh, kalau potensi gangguan tidur masing-masing orang itu berbeda dan tergantung DNA.

Fitur Sleep and Stress ini merupakan fitur terbaru dari Generali DNA Journal yang mampu memberikan analisa variasi genetik terhadap kebutuhan nutrisi, senstivitas pada kandungan makanan serta hal-hal umum lainnya yang menyangkut stamina dan kesehatan tubuh. Sehingga  nasabah bisa mengetahui kebutuhan tidurnya, dampak kafein yang diasup, kapan waktu paling mengantuk, kapan waktu paling berenergi. Asyik banget kan? Kalau kita bisa tahu kebutuhan tidur kita, efek dari kafein yang kita asup, sampai kapan kita bisa mengantuk dan kapan kita bisa on. Analisa itu  bisa didapat hanya dengan memberikan sampel air liur.



Edy Turhirman menjelaskan dengan fitur terbaru DNA Journak Sleep and Stress membuat nasabah memiliki lifestyle dan behavior baru yang cocok dengan karakteristik DNA sehingga bisa mengurangi resiko sakit dan lebih  mengoptimalkan produktivitasnya lagi.

Hidup Seimbang dengan Generali DNA Journal

Seperti yang saya tulis di awal artikel bahwa pola makan sehat dan rajin olahraga tidak cukup, jika kurang tidur. Karena kurang tidur bisa menimbulkan banyak efek negatif, diantaranya mudah emosi dan stres. Juga mendatangkan berbagai penyakit yang mematikan seperti kanker, diabetes, satu lagi  yang perlu diketahui kurang tidur menyebabkan tubuh kurang istirahat dan memperbaiki diri. Meski kata dokter Andreas belum ada penelitian secara langsung manfaat tidur, tapi bisa dilihat secara langsung efek dari kurang tidur.

Berdasarkan  hal-hal tersebut mendorong Generali menghadirkan rangkaian ffitur DNA Journal, yang akan mengidentifikasikan karakteristik nasabah melalui 3 DNA Report:

1. Nutrigenomic : Informasi genetik mengenai kebutuhan nutrisi serta sensitivitas terhadap karrbohidrat, kafein, dan vitamin, sehingga nasabah bisa menyesuaikan asupan makanan dan tipe diet yang sesuai.
2. Fitness : Analisa genetik yang menyangkut kebugaran dan pola latihan, seperti identifikasi kekuatan dan ketahanan tubuh dalam olahraga, resiko cedera, dan durasi recovery setelah berolah raga.
3. Sleep & Stress : DNA report yang akan membantu, mengoptimalkan kualitas tidur dan mengetahui ketahhanan terhadap stress.  hasil analisa dan mendiskusikan alternatif solusi terbaik untuk hidup yang lebih sehat. Laporan hasil analisis DNA ini akan dikirimkan dalam bentuk jurnal kesehatan digital yang bersifat personal, dan tentu saja rahasia.

Semua upaya Generali ini seperti yang dikatakan Edy, "Enable people to shape a safer future by caring for their lives and dreams."

Lalu bagaimana agar tidak kurang tidur dan bisa tidur yang berkualitas?



Anjasmara yang kini menjadi coach Yoga memberikan tips yoga sebelum tidur agar bisa tidur nyenyak dan berkualitas, yakni duduk dengan posisi bersila yang benar, dan jangan lupa untuk memberi alas duduk agar nyaman. Kemudian setelah suasana tenang dan fokus mulai tarik nafas dari hidung, buang lewat mulut. Aktivitas yoga menjelang tidur ini bisa dengan diiringi musik yang santai dan aroma therapi agar tubuh dan pikiran semakin rileks. Ketika bangun tidur lakukan hal yang sama, hanya ketika bangun tidur tarik nafas lewat hidung dan dikeluarkan dari hidung juga.

Bagaimana, masih mau tidur larut dan menjadikan begadang sebagai lifestyle? Jangan deh, karena tidur berkualitas itu memang penting banget bagi kesehatan fisik dan psikis kita.

You May Also Like

0 komentar