Our Story

Ceremony

Family

Hansaplast : Fakta dan Mitos Perawatan Luka

by - April 15, 2020



Siapa yang pernah mengalami kejadian, ketika terluka karena jatuh langsung mengoleskan luka tersebut dengan ludah?

Entah, kepercayaan dari mana mengoleskan ludah ke luka terbuka konon bisa menyembuhkan luka. Saya pun dulu pernah loh terpengaruh kebiasaan mengoleskan ludah ke luka, kalau ingat jadi merasa bodoh sendiri. Karena ludah mengandung sekitar 600 bakteri yang dapat menyebabkan infeksi, jadi bisa dibayangkan efek dari mengoleskan ludah ke luka yang terbuka.

Makanya anak-anak dulu sering banget mengalami korengan atau luka yang bernanah, padahal semula hanya luka kecil akibat jatuh dari sepeda, atau jatuh saat bermain lari-larian. Selain bernanah, luka jadi melebar dan sulit sembuh. Setelah luka sembuh pun meninggalkan bekas yang dalam hingga dewasa. Hal ini sepertinya karena salah dalam menangani luka ya, luka ringan jadi luka serius.

Waktu kecil adik bungsu saya pernah mengalami kecelakaan ringan, jarinya terkena jeruji jari atau spokes di ban sepeda, langsung jarinya berdarah.  Mungkin karena orangtua saya salah dalam menangani luka tersebut, sehingga jari adik mengalami luka yang bernanah, dan masa penyembuhannya lama sekali.

Bicara tentang luka dan penanganannya memang perlu sekali kita ketahui, apalagi yang masih punya anak kecil seperti saya. Berurusan dengan luka itu hampir setiap hari, ada saja kejadian yang menyebabkan anak-anak terluka ringan. Entah, karena terjatuh saat naik sepeda, terjatuh ketika main lari-larian, bahkan terluka tanpa kita ketahui penyebabnya. Mungkin si Kecil pun tidak menyadari kalau bagian tubuhnya terluka, tahu-tahu tergores atau luka sudah berair.



Kalau salah penanganan dalam mengobati luka tersebut, bukan mustahil terjadi seperti yang saya ceritakan di atas, luka ringan jadi luka bernanah. Makanya beruntung sekali ketika tanggal 11 Maret 2020 saya mendapat undangan dari Halodoc ke acara Hansaplast Indonesia 'Wound Care Talk' #GakPakePerih yang membahas Bagaimana Cara Merawat Luka yang Benar, dengan narasumber dokter Adisaputra - Spesialis Luka, ditemani Tyna Kanna Mirdad, di Eighty Nine Kemang, Jakarta Selatan.


Wound Care Talk: Mitos atau Fakta Perawatan Luka


Acara yang dihadiri mayoritas oleh mama muda, dan banyak juga yang membawa si kecil. Sehingga suasana cukup riuh dan memberi aroma kegembiraan, tapi saya hadir tidak membawa si Kecil. Meski lokasi acara jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, sebab saya ingin fokus mengetahui apa saja mitos dan fakta dalam perawatan luka yang akan dijabarkan oleh dokter Adi.

Rupanya memang 100% mitos jika ludah dipercaya bisa mengobati luka ringan, jangan lagi-lagi deh mengoleskan ludah ke luka saat kita jatuh atau terkena benda tajam. Salah-salah luka kita bisa jadi terinfeksi karena terpapar bakteri. Selain mengoleskan luka dengan ludah, ada banyak lagi loh mitos yang dipercaya oleh masyarakat. Nah, supaya nggak terkena mitos dan salah dalam merawat luka, berikut ini mitos dan fakta dalam merawat luka yang dijabarkan oleh dokter Adi.

Mitos Perawatan Luka:

1. Luka sebaiknya dibiarkan terbuka, dikatakan mitos karena prioritas dalam merawat luka adalah kebersihan dan pelindungan yang selalu terjaga. Itulah sebabnya setelah dibersihkan plester harus selalu ditempelkan di daerah yang terluka. Sehingga kotoran dan bakteri tidak dapat menimbulkan infeksi dan tetap membuat kulit dapat bernapas.
2. Plester adalah tempat berkembangnya bakteri, dikatakan mitos karena menempelkan plester dapat menutup dan melindungi luka. Agar membantu mencegah luka terkontaminasi kuman dan bakteri, dan mengurangi risiko infeksi. Terutama plester yang melindungi luka dari bakteri dan kotoran untuk membantu proses penyembuhan luka secara optimal.
3.Alkohol solusi tepat untuk membersihkan luka, ini mitos karena ketika diaplikasikan pada luka, alkohol memberikan sensasi terbakar, yang mengakibatkan penggunaan ini tidak cocok pada anak-anak dan kulit sensitif.
4. Air laut membantu proses penyembuhan, mitos karena kulit yang lembab akibat terkena air dapat mengakibatkan pembengkakan disekitar luka dan menghambat proses penyembuhan luka, dikatakan mitos karena hal ini memungkinkan bakteri masuk ke dalam luka, sehingga mampu meningkatkan risiko infeksi.

Fakta Perawatan Luka :

1. Tidak boleh menggaruk luka, ini fakta karena ketika menggaruk di atas luka akan membuka luka itu kembali dan memasukkan bakteri ke dalamnya, yang dapat menyebabkan infeksi dan luka membekas.
2. Luka yang proses penyembuhannya lambat menunjukkan permasalahan kesehatan serius lainnya, fakta sebab proses penyembuhan yang lambat bisa menjadi efek samping dari gangguan sistem kekebalan tubuh atau penyakit yang diderita seperti diabetes. Ketika Anda melakukan perawatan luka dan  tidak kunjung sembuh segera ke dokter.

Setelah tahu fakta dan mitos tentang perawatan luka, saya baru sadar sudah terkena semua mitos di atas. Sampai takut kalau terluka diplester, karena khawatir akan menjadi sarang bakteri plesternya. Saya juga pernah terkena mitos tentang alkohol, ketika anak-anak terluka karena jatuh saya guyur alkohol biar kering lukanya, huhuhu. Jadi ibu itu memang harus banyak belajar ya.

Selain fakta dan mitos perawatan luka, ada juga fakta tentang luka yang harus diperhatikan nih. Saya pun tidak ingin terulang seperti dulu, terkena mitos-mitos yang menyesatkan.

Fakta tentang luka:
1. Obat merah tidak menyembuhkan luka
2. Rasa perih atau menyengat tidak  berhubungan dengan efektifitas penyembuhan luka
3. Iodine dan alkohol membuat kulit kering, memperlambat proses epitelisasi
4. Obat merah dapat mencegah bakteri, tapi bukan pembersih luka
Terus bagaimana proses penyembuhan  luka yang benar?

Perawatan Luka #GakPakePerih dengan Hansaplast


Nah, pada acara Wound Care Talk ini dokter Adi menegaskan bahwa perawatan luka agar tidak terjadi infeksi harus dilakukan proses yang benar, yaitu:
1. Bersihkan luka dengan antiseptik
2. Tutup luka dengan plester
3. Bersihkan luka setiap mengganti plester

Paket Perawatan Luka Hansaplast

Tapi nih, kalau anak yang terluka pasti ribet banget jadinya. Terutama saat luka akan dibersihkan, otomatis mereka menangis dan menjerit  takut sakit alias terasa perih. Tidak perlu jauh-jauh mencari contoh, anak-anak saya dari mulai kakaknya sampai adiknya, kalau terluka pasti ketakutan sekali ketika akan  dibersihkan dan diobati.

Ternyata hal yang sama dialami juga oleh Tyna Kanna Mirdad, menantu dari artis cantik Lidya Kandou dan ibu dari dua orang putri. Tyna berbagi cerita kalau anak-anaknya terluka, pasti ketakutan merasa perih ketika akan dibersihkan dan diobati. Tapi kini tidak lagi setelah memakai Hansaplast Spray Antiseptik untuk membersihkan luka, dan ditutup dengan Plester Hansaplast.

Apalagi selain Hansaplast Spray Antiseptik, Plester Hansaplast, ada Wound Care Ointment sebagai  perawatan luka agar semakin cepat dan tidak meninggalkan bekas. Wah, saya sendiri belum tahu Wound Care Ointment dari Hansaplast. Selama ini saya hanya stock Hansaplast Spray Antiseptik dan Plester Hansaplast di rumah, tepatnya sudah setahun saya setia memakai Hansaplast Spray Antiseptik. Biar anak-anak nggak takut perih kalau terluka.

Produk perawatan luka Hansaplast ini direkomendasikan oleh dokter Adi spesialis luka loh, jadi kalau saya langsung yakin bakal stock juga Hansaplast Wound Care Ointment.

Manfaat dan keunggulan paket perawatan luka Hansaplast:


Hansaplast Spray Antiseptik memiliki manfaat sebagai cairan pembersih luka, dengan bahan aktif PolyHexanide/PolyhexaMethylene Biguanide (PHMB). PHMB adalah bahan yang direkomendasikan oleh para profesional / dokter untuk membersihkan luka karena mengandung antiseptik untuk membantu mencegah dan mengatasi infeksi. Ada konsensus pada tahun 2018 tentang PHMB sebagai opsi nomor satu dari pembersih luka. Tidak menyebabkan alergi, mengandung anti-mikroba, gak pake perih, gak berwarna, dan gak berbau.


Hansaplast Spray Antiseptik memiliki keunggulan sebagai berikut:
1.  Pain Free : Cegah infeksi gak pake perih
2. Tidak berwarna dan tidak berbau :  Nyaman digunakan untuk gaya hidup yang modern dan aktif.
3. Aman Digunakan : Tolerabilitas lebih tinggi, efek samping lebih sedikit dibandingkan dengan zat antiseptik lain.

Hansaplast Aqua Protect Plester Kedap Air, untuk plester produk Hansaplast ini terbuat dari bahan yang breathable untuk membantu proses penyembuhan luka, dan memiliki bantalan luka dengan kualitas tinggi. Selain itu Hansaplast Aqua Protect merupakan plester yang kedap air, cocok untuk melindungi luka ketika mandi, berenang, mencuci, dll.



Manfaat Hansaplast Aqua Protect :
1. Plester Hansaplast melindungi luka dari kotoran dan bakteri
2. Mendukung kelembaban
3. Mencegah kontaminasi dari lingkungan
4. Menyerap kotoran luka dan darah
5. Mendukung penyembuhan luka

Wound Care Ointment, memiliki  manfaat mengurangi risiko terjadinya bekas luka, 2x lebih cepat menyembuhkan luka, dapat digunakan pada luka bakar minor dan sunburn, aman digunakan untuk bayi, anak-anak, dan kulit sensitif sekali pun.


Keunggulan Wound Care Ointment:
1. Pain Free : Membantu menyembuhkan luka gak pake perih
2. Tidak berwarna dan tidak berbau:: Tidak menggunakan pewangi, pewarna, pengawet, dan  substansi yang berasal dari hewan (vegan)
3. Nyaman digunakan untuk gaya hidup modern dan aktif
4. Aman digunakan : Tolerabilitas lebih tinggi dalam mendukung penyembuhan luka.

Cara Penggunaan:
1. Gunakan secara teratur hingga luka Anda sembuh total. Salep ini dapat dipergunakan pada luka terbuka berukuran kecil di tahap penyembuhan manapun.
2. Lindungi luka dengan plester Hansaplast.
3. Pastikan ujung tube salep tidak bersentuhan dengan luka.

Jadi banyak banget pengetahuan tentang luka dan perawatan luka dari dokter Adi, yang membuat mata terbuka. Anak saya ada empat dan sering banget ada yang terluka kecil karena keaktifan mereka, jadi ilmu ini bermanfaat banget deh. Tidak lupa, ada sesi tanya jawab juga antara peserta yang datang dan dokter Adi. Banyak banget ibu-ibu yang mengajukan pertanyaan, sampai saya tidak kebagian karena terbatasnya waktu, hehehe.


Selain itu, di akhir acara ditutup dengan workshop melukis bebas di pouch yang diberikan oleh Hansaplast dengan media cat air. Ramai banget ibu-ibu berlomba-lomba melukis di atas pouch, saya pun menyambut senang banget karena hobby melukis, hehehe. Meski tidak jago melukis, tapi rasanya senang bisa melihat karya sendiri dan dipakai sendiri. Duh, kapan-kapan undang saya lagi ya, jika ada acara kesehatan seperti ini.

Pengalaman pakai Hansaplast Spray Antiseptik #GakPakePerih

Percaya atau tidak, sepulang dari acara Hansaplast saya baru mengetahui kalau jari kelingking kaki Binar (16 bulan) terluka kecil dan berair. Ya ampun, sedih banget saya karena kok bisa kecolongan sampai nggak tahu si Kecil terluka. Jadi berair mungkin sudah terkena bakteri karena tidak ditangani dari awal.


Langsung saya semprot  dengan Hansaplast Spray Antiseptik, karena #GakPakePerih Binar santai saja dibersikan dengan Hansaplast Spray Antiseptik sehari tiga kali. Alhamdullilah, hari kedua lukanya membaik dan saya pakaikan Wound Care Ointment supaya lukanya lekas sembuh.

Dan, musibah kembali terjadi kemarin ketika Mba Lintang, putri sulung saya (14 tahun) jari kelingking tangannya terkena tutup kaleng sarden. Lukanya lumayan dalam meski tidak panjang goresannya. Darah keluar cukup banyak, langsung saya semprotkan Hansaplast Spray Antiseptik sampai darahnya tidak keluar lagi, dan katanya sama sekali #GakPakePerih meski lukanya disemprot langsung. Setelah kering saya oleskan Wound Care Ointment, dan tutup dengan plester Hansaplast. Plester harus diganti setiap hari setelah mandi, tadi baru hari kedua lukanya sudah jauh membaik. Moga lekas sembuh total dan tidak meninggalkan bekas.



You May Also Like

21 komentar

  1. Iyaaa dulu sering banget ngobatin luka jatuh dari sepeda dengan ludah haha.. terus pake obat merah perih beneer �� alhamdulillah ada spray ini ya nggak perih. Nggak kabur2an lg pas mau diobatin

    ReplyDelete
  2. ga bikin perih ya? wah aku mau juga buat simpen di rumah. bocah2 suka ujug2 ada aja luka akibat bermain :)

    ReplyDelete
  3. Di rumah juga selalu sedia Hansaplast spray ini mbak. Kalau dipakai buat membersihkan luka anak2 gak perih, beda sama alkohol, jd lebih nyaman gtu buat anak2

    ReplyDelete
  4. Akooo, ngacung dan terak kenceng. Soale dulu diajarin mamaku gtu mak Eniiii hahhaaaa.
    Dan ku praktekan sama anak (duluuuu), sekarang engga donk, kuinfokan malahan sama adekku yang punya anak balita, suruh pake hansaplat sprai yg praktiiis .

    ReplyDelete
  5. Baru tau ada yang spray dan salep. Makin inovatif dan yang penting tidak perih.

    ReplyDelete
  6. aku sering lho ngobatin luka pakai ludah mba hahahah pas SD kalo jatuh akibat olahraga di sekolah... trus musuhan juga sama obat merah, perih tau mba apalagi kalo luka jatuh di dengkul

    ReplyDelete
  7. produk pembersih luka ini begitu inovatif, packing nya praktis dan modern dan yang terpenting ga perih ketika di aplikasikan di tempat yang luka

    ReplyDelete
  8. Wah aku ngalamin banget nih, kalau luka, aku langsung kasih ludah yang berasal dari langit langit mulut. Tapi beneran sembuh lho haha amazing emang.

    ReplyDelete
  9. Huhu berarti selama ini mainsetku masih salah ya mbak. Aku masih menganggap luka yg dibiarkan terbuka itu malah akan bikin lebih cepet sembuh. Kayaknya aku harus sedia ini ah buat jaga-jaga. Karna di rumahku sama sekali belum ada pertolongan pertama utk luka ringan macam ini.

    ReplyDelete
  10. Hansaplast ini sudah ada sejak zaman aku kecil, kalau luka mesti ditutup pakai hansaplast.
    Bahkan sekarang anak-anakku juga kalau luka mesti pakai plesternya hansaplast, jadi di rumah kudu ada.

    ReplyDelete
  11. Aku selama ini masih sering membiarkan luka terbuka dong huhu.. karena masih inget ibu aku bilang, luka dibiarkan terbuka agar cepat kering huhu padahal bahaya ya jika luka terbuka, maka bakteri bisa masuk

    ReplyDelete
  12. Harus sedia selalu nih di rumah ya Mbak Eni trio penyembuh luka biar aman nih kita di rumah, apa kabarmu, Miss yuuuu

    ReplyDelete
  13. Naa itu mba...
    Ternyata ada bbrp mitos soal penyembuhan luka yg aku yakini selama ini...
    Wkwkwkwk...
    Ternyata ih ternyata..
    Thanks insight nya mbaa..
    Jd tahu deh *sambiltepokjidat

    ReplyDelete
  14. Wah ternyata penggunaan alkohol utk memnersihkan luka ternyata malah tdk direkomendasikan ya. bahkan sampe sekarang klo terjadi luka lecet atau habis jatuh, masih srg menggunakan alkohol, rasa perihnya memang bikin meringis.

    ReplyDelete
  15. Harus punya nih set perawatan luka dari hansaplast, sekarang baru punya plesternya aja...

    ReplyDelete
  16. Perawatan luka gini penting untuk disebar luaskan nih, krn gak semua org paham betul bagaimana cara merawat luka. Bahkan suka ada yg anggap enteng. Salah2 malah bs jadi infeksi ya.

    Eh btw Hansaplast ini favorit aku di rumah niy, di rumah juga stock ginian :))

    ReplyDelete
  17. Sama mbak aku pakai Hansaplast ini untuk perawatan nya dirumah mbak aku suka soalnya ini bagus dan aman untuk anak

    ReplyDelete
  18. Aduh saya jadi senyum-senyum sendiri baca kalimat di awal paragraf. Dulu saya juga sempat dikasih tau kalau luka dikasih ludah itu bisa sembuh. Padahal malah sebaliknya ya hihihi

    ReplyDelete
  19. Jadibtau y mba Lakukan perawatan luka dengan membersihkan, lindungi dan sembuhkan luka. Gunakan produk Hansaplast untuk cegah infeksi serta sembuhkan luka

    ReplyDelete
  20. iya banget Bubi dulu mah yah luka tuh sampe nanahan gitu iww banget karena minim info dan kebanyakan kemakan mitos jadilah seputar fakta tentang luka terabaikan

    ReplyDelete
  21. Aku pikir, semakin perih luka karena diobati, semakin cepet nutup lukanya.
    Ternyata salah yaa..
    Kalau ada yang enak, pakai Hansaplast...kenapa pilih yang menyakitkan?
    Sip..sip.

    ReplyDelete