Duniaeni

Duniaeni

Latest Posts

Saturday

Mencegah Alergi Pada Si Kecil




Di artikel sebelumnya saya membahas mengenai kenalitanda-tanda alergi pada si kecil, karena banyak sekali (termasuk saya) yang asal mendiagnosa si kecil alergi ketika mendapati si kecil tidak cocok makan sesuatu, entah tiba-tiba sembelit, diare, mau pun bersin-bersin. Sementara menurut ahli medis yang menangani alergi pada anak, harus dilakukan pemeriksaan bertahap untuk mengetahui benar atau tidaknya alergi.

Tentu saja hal itu dilakukan agar tdak salah diagnosa sehingga anak bukan saja menderita alergi tapi juga bisa jadi kekurangan nutrisi, karena serba dilarang atau tidak diberikan karena kawatir efek alerginya. Apalagi di mayarakat kita banyak sekali anak-anak yang  menderita berbagai jenis alergi, sampai saya sul efek hapal fenomena di mayarakat kalau bisul efek dari alergi telur. Padahal bisa jadi bisulnya karena hal lain yang perlu diobati, bukan sekedar tidak dikasih telur.

Sebenarnya kita bisa melakukan pencegahan dini atau pencegahan semaksimal mungkin agar tidak terjadi alergi pada si kecil. Sebab, kasihan ya melihat si kecil menderita alergi dengan berbagai efek, seperti gangguan kulit, gangguan pernafasan, gangguan pencernaan. Ini tentu bisa mempengaruhi pertumbuhannya.

Seperti di artikel sebelumnya, saya ceritakan anak seorang teman yang menderita bisul-bisul di wajah, tangan, kepala karena alergi. Si kecil jadi  tampak lesu, terganggu dengan kondisi yang dideritanya, mudah tantrum karena mungkin tidak nyaman, atau justru merasakan sakit. Bisa dibayangkan rasanya punya bisul, dan ini ada banyak, huhuhu.

Ibu Butuh Shoppinng&Gaya Untuk Mood Booster



Ibu rumah tangga bagai menteri keuangan

Pernah mendengar gak, rumor yang mengatakan kalau ibu rumah tangga bagaikan seorang menteri keuangan di rumah?


Seandaianya belum pernah mendengar, tapi pasti sebagai ibu rumah tangga menghitung pemasukan, pengeluaran, saldo, itu secara tidak langsung dilakukan setiap bulan, bahkan setiap hari. Bukan saja gaji suami, tapi juga gaji kita sebagai istri jika bekerja atau berpenghasilan, ditotal, dibagi ke pos-pos yang harus dibayar, yang harus disimpan.

Ah, itu sih buat yang punya gaji rutin!

Ups! Jangan salah, berpenghasilan berapa pun suami atau kita sebagai istri, tetap yang namanya menghitung itu dilakukan seorang istri. Suami kadang tahu beres kasih jatah bulanan sekian, dimana mau tidak mau jatah bulanan itu kita bagi ke pos-pos yang sesuai. Istri cerdas, Insaallah memiliki perhitungan yang tepat agar kebutuhan rumah tangga terpenuhi.

Tahu dong status yang ngehit sampai viral di medsos belakangan ini, soal anggaran kebutuhan rumah tangga yang cukup untuk beberapa pos dari menabung, sedekah, jatah orangtua sampai makan sehari-hari, dan beberapa lainnya hanya sebesar dua juta lima ratus rupiah. Berbagai pendapat terpampang nyata antara yang pro dan kontra.

Pro merasa istri nan soleha bisa mengatur uang sedemikian rupa, dua juta lima ratus ribu rupiah bisa cukup selama sebulan, di jaman now gitu loh.  Ngopi saja kabarnya bisa sampai ratusan, hehehe. Sementara yang kontra mencibir mana cukup dengan uang dua juta lima ratus rupiah semua kebutuhan rumah beres-res. Sangking banyak yang pro dan kontra sampai heboh jagat medsos. ini




Padahal, jangan lupa semua perhitungan itu harus dilihat dari lingkungan, situasi, kondisi, contoh kecil saja kebutuhan beras untuk pasangan satu anak kecil, sangat jauh berbeda untuk sebuah keluarga dengan ayah dan ibu ditambah tiga anak besar. Tidak hanya beras, tapi lauk yang merembet kekebutuhan gas, air minum mineral, dan lain-lain. Jadi harusnya tidak ada kontra ya, tidak juga menzholomi yang pengeluaran sebulan tidak cukup dua juta lima ratus rupiah itu karena lebih besar keinginan dari pada kebutuhan.

Kebutuhan setiap keluarga jelas berbeda-beda sesuai situasi dan kondisi seperti yang saya tulis di atas. Eh, jadi membahas panjang lebar, intinya memang peran seorang istri atau ibu dalam rumah tidak ubah seperti bagian keuangan sehingga perekonomian keluarga bisa dikatakan nyaris sepenuhnya ditangan ibu.

Thursday

Tas Fossil Menjadi Bagian Fashion Wanita


Fashion tanpa paduan tas yang sesuai akan terasa kurang

Wanita dan fashion rasanya seperti satu tubuh yang terbelah menjadi dua, meski seolah dua tapi sesungguhnya bagian dari satu. Seperti itu gambaran yang saya perumpamakan karena nyaris hampir semua wanita dalam dirinya tidak terlepas dari fashion, mulai dari pakaian, tas, sepatu. Tentu saja termasuk saya, juga kalian kan?

Pakaian, tas, sepatu, kira-kira mana yang dominan mengisi almari? Kalau saya lebih dominan tas. Mungkin jika tidak dihentikan dengan logika kebutuhan, setiap melihat yang lucu, unik, rasanya akan membeli atau membawa pulang ke rumah. Kejamnya dunia fashion seakan tahu apa isi kepala wanita, selalu ada model terbaru. Selalu akan lahir ke dunia ini aneka disain tas yang menarik.

Namun tetap setiap wanita memiliki brand atau prodak tertentu yang menjadi fanatiknya, yang mugkin saja dipilih setelah shopping beragam brand tas dari yang lokal hingga impor. Soal harga beberapa ada yang memiliki pertimbangan sesuai budget, beberapa ada yang menggunakan berbagai cara agar bisa terpenuhi, seperti sistem kredit.

Bahkan ibu-ibu sampai mengadakan sistem arisan tas branded agar terpenuhi keinginan memiliki tas kesayangannya yang harganya di luar budget. Hitung-hitung seperti membeli secara kredit, namun tidak ada bunga sama sekali, hanya harus sedikit bersabar untuk memiliki tasnya langsung. Sebab arisan sistemnya dikocok biar adil, kalau tidak dikocok? Bisa-bisa ribut main dulu-duluan punya, hehehe.

Friday

Ciri-Ciri Gejala Alergi Pada Anak



Main menduga anak alergi

Rasanya kata 'ALERGI' menjadi begitu familiar disetiap pembicaran para ibu atau komentar ibu yang memiliki bayi maupun anak kecil. Hanya sangking familiarnya para ibu (termasuk saya, hehehe) main bilang 'alergi' jika anak setelah makan atau minum sesuatu kemudian timbul hal tidak seperti biasanya. Entah tiba-tiba si kecil jadi gatal-gatal di kulit, seperti di pipi, tangan. Timbul bisul kecil di sekitar wajah atau anggota tubuh lainnya, jadi batuk pilek, jadi sembelit. Kami meyakini itu bagian dari ciri-ciri gejala alergi pada anak.

Dulu waktu Lintang kecil mengasup sufor merk tertentu dan jadi sembelit, saya langsung bilang; Wah, ini anak saya alergi susu ini. Begitu juga ketika Pijar sering pilek karena terpapar debu, saya vonis anak kedua saya itu alergi debu tanpa memeriksakan ke dokter, benar atau tidaknya yang dialami anak-anak saya itu alergi. Menghindari penyebabnya, beres deh. Pokoknya hal yang tidak wajar setelah mengasup sesuatu kami anggap ciri-ciri gejala alergi pada anak.

Rata-rata sebagian besar ibu-ibu demikian, karena sahabat saya yang memiliki dua anak kecil dengan kasus berbeda, si bungsu kalau minum susu, makan telur, ayam, daging merah, ikan, langsung bisulan di wajah atau tangannya, sampai kasian kalau melihat bisul-bisul itu muncul. Maka si ibu langsung menentukan itu sebagai ciri-ciri gejala alergi pada anak. Memvonis kalau anaknya alergi protein hewani, sampai anaknya hanya diberi sayur, karbo, dan protein nabati tanpa konsultasi dokter.

Buat teman saya yang terpenting kasus bisul anaknya tidak muncul lagi, beres. Anak mau makan, tidak ada efek apa-apa. Begitu juga si kakak yang alergi karbohidrat, jadi makan nasi, makan ubi, singkong, kentang, dan sejenisnya akan menderita flu berkepanjangan, teman saya juga main menduga si kakak alergi karbohidrat. Jadi lah tidak makan karbohidrat, beres.

Benarkah tindakan para ibu ini dalam menangani atau menanggapi ciri-ciri gejala alergi pada anak?

Saturday

Sun Chlorella A Membantu Detokfikasi Alami Dalam Tubuh


Kita tidak tahu bisa saja sayur yang kita makan terkena paparan polusi

Paparan Polusi Sepanjang Waktu

Semakin lama kondisi bumi semakin terancam polusi karena memang perkembangan tehnologi membuat segala macam polusi menyertai. Imbas polusi ini juga mau tidak mau saya rasakan, tidak hanya polusi limbah udara yang hampir tiap hari terkena paparannya. Tetapi juga polusi yang ada di makanan yang kita asup.

Untuk polusi udara, bayangkan jika setiap hari saya menggunakan transportasi motor dengan kira-kira durasi di atas motor 15 menit hingga satu jam, berapa banyak polusi udara yang saya hirup? Polusi debu yang menerpa kulit? Ini berlangsung dari tahun ke tahun, bisa jadi sepanjang hidup polusi menerpa kita.

Untuk makanan, kita tidak tahu ikan laut yang benar-benar aman tanpa polusi logam berat yang terdapat di lautan bebas. Sayur mayur yang terkena polusi anti hama atau polusi lainnya yang bisa saja terkandung di dalam tanah tempatnya tumbuh. Belum lagi kosmetik yang kita gunakan sehari-hari, bisa saja mengandung zat berbahaya atau logam yang berbahaya. Mungkin kadanya tidak banyak sehingga ketika kita mengkonsumsinya tidak terasa, efeknya tidak frontal.

Namun semakin hari tubuh yang mengkonsumsi atau terpapar polusi demikian akan menimbukan efek di kemudian hari. Seperti kita ketahui logam berat, seperti merkuri, timbal dan kadmium, membebani tubuh dan mempengaruhi semua sistem dan jaringan lunak pada tubuh, sehingga menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Masalah yang akan muncul bisa disaat tubuh kita semakin tua atau bahkan muncul secara dini. Contoh kasusnya sudah banyak terjadi anak-anak yang menderita kanker.

Lalu apa solusinya karena bagaimana pun juga polusi di dunia ini sulit dihindari, jaman semakin maju bertanda polusi semakin menguasai bumi. Namun tentu saja kita bisa meringankan efek dari polusi dengan gaya hidup sehat dan pola makan sehat. Untuk pola hidup sehat bisa olahraga dengan rutin, istirahat cukup, mengurangi kegiatan yang tidak banyak bergerak

Sementara untuk pola makan sehat dengan tidak mengkonsumsi makanan junk food atau cepat saji, menghindari minuman yang mengandung alkohol, tidak jajan sembarangan di pinggir jalan, membatasi asupan goreng-gorengan dan yang mengandung kolesterol, perbanyak minum air putih, juga mengasup suplemen yang bagus untuk tubuh.

Untuk suplemen ini banyak dijual bebas dengan aneka ragam brand dari yang ternama hingga yang belum familiar di masyarakat. Untuk itu kita harus pandai dan cermat memilih suplemen yang baik untuk tubuh dan bermanfaat sesuai dengan kebutuhan, sebisa mungkin yang memiliki kandungan alami, misalnya CNI Sun Chlorella A.

Memangnya apa sih Sun Chlorella A?

Friday

7 Tips Jitu Mencegah Agar Tidak Terkena Diabetes


Banyak gerak cegah pola hidup mager (doc : Anik Nuraeni)

Diabetes menjadi momok masyarakat modern


Coba ingat baik-baik atau sebutkan berapa banyak orang yang Anda kenal meninggal karena diabetes?
 Jika pertanyaan ini dilontarkan kepada saya, jawabannya lebih dari hitungan tiga jari. Ini untuk yang saya kenal dan ingat saja, entah kalau yang tidak terlalu kenal dan ingat. Lalu jika ditanya, berapa orang yang menderita diabetes di sekitar Anda? Maka dengan perihatin saya menjawab, cukup banyak dengan kondisi yang berbeda-beda sesuai tingkat keparahannya.

Ada yang sampai menderita kebutaan, sulit berjalan, ejakulasi dini atau impoten, hingga memiliki borok yang sulit sembuh. Diabetes mengubah hidup seseorang yang semula produktif, sukses, optimis, menjadi sosok yang lemah, mudah marah, hingga sampai ada yang menarik diri dari lingkungan sosial. Tidak hanya dirinya yang  menderita, tapi pasangan dan keluarganya akan terimbas efek dari diabetes.

Saya masih ingat, seorang sahabat memiliki ayah yang menderita diabetes. Seorang ayah yang gagah, pengusaha, harus terdampar di kursi roda dengan penglihatan yang mengabur. Tubuhnya yang dulu gagah perlahan kurus kering, emosinya labil, dan sering mengurung diri di kamar. Jika dulu kalau saya dan keluarga kecil saya datang akan disambut gembira, saat ini saya kunjungi ke kamarnya hanya diam. Bahkan  kadang tidak ingin disambangi, kamarnya tertutup rapat.

Dan, satu kisah lagi akibat diabetes...

Seorang teman yang baru memiliki dua orang anak kecil-kecil bercerita sambil menangis, suaminya terkena diabetes. Suami yang belum memasuki usia 40 tahun terancam ejakulasi dini, "Suamiku drop, Ni, bukan sekedar vonis penyakitnya yang ternyata sudah cukup parah, tetapi akibat dari diabetes itu bisa menyebabkan impoten..."

Tuesday

Dynamic Youth Lounge: Tempat Nongkrong dan Diskusi di Jakarta yang Instagramable


Nyaris setiap orang mengutamakan tempat yang instagramable


View jalan raya Gatot Subroto

Mau tidak mau saat ini dunia kerja atau bisnis, dunia sosialisasi, butuh tempat untuk mempertemukan secara nyata, bukan sekedar pertemuan virtual di sosial media. Meski media sosial menjadi gaya hidup yang tren saat ini, tetapi pertemuan nyata atau kopdar tetap menjadi tujuan. Semacam wadah yang menyatukan baik itu pertemuan serius maupun untuk membahas hal-hal sederhana maupun ringan.

Tentu saja tempat pertemuan yang  tidak sekedar bisa  duduk, makan-minum, wifian (dimana-mana sekarang kalau wifi pasti ada), tetapi juga tempat yang nyaman, sesuai dengan passion, strategis, dan berhubung semua hal sekarang diupload atau dishare di medsos, salah satunya yang ngehits adalah instagram. Rasanya segala hal kalau tidak dibagi di sana, terasa belum greget. Terutama yang bekerja di dunia medsos ya, seperti saya yang aktif jadi blogger, sehingga dibutuhkan tempat  instagramable.

Bahkan tempat yang instagramable saat ini menjadi rekomendasi tujuan utama tempat-tempat yang wajib dikunjungi. Bisa jadi soal rasa kuliner yang ditawarkan terabaikan begitu tempat tersebut masuk dalam recomend sebagai tempat yang instagramamble. Tidak percaya?

Saya pernah melihat di sebuah akun instagram seorang teman yang memuat foto-foto sebuah rumah makan yang cantik sekali, sampai mata tidak lelah untuk terus stalking memandang setiap sudut yang tertangkap foto. Setelah puas melihat-lihat saya lanjutkan meluncur ke blog teman tersebut yang mengulas habis tentang rumah makan tersebut. Singkat cerita saya penasaran sekali dan meminta suami mengantarkan ke sana.

Tempatnya memang bagus, setiap sudut yang bisa dijepret hasilnya sangat instagramable, tapi soal kulinernya? Kata suami yang memang bukan jenis manusia senang dengan media sosial cuma komen, "Ini rasanya model warteg." Sementara saya puas-puas saja karena memang tujuannya bukan makan, tapi buat foto-foto, hehehe.

Saturday

Dukung BPK RI Kawal Harta Negara


Sumber gambar: kaskus

Andai Korupsi Tidak Ada

Rasanya kalau ditanya tentang korupsi yang terjadi di Indonesia akan panjang jawabannya, menyerupai dongeng hikayat yang tiada habisnya. Dari pemerintahan dulu dan kini korupsi adalah momok yang menjadi borok negera dan susah usai. Mungkin jika korupsi tidak ada dalam tubuh Indonesia, negara ini sudah gemah rimpah yang sesungguhnya. Tidak sekedar kalimat yang disuarakan tinggal kenangan.

Tidak korupsi perorangan saja yang meruyak ada dimana-mana, namun juga korupsi dalam sebuah instansi pemerintahan maupun swasta. Bahkan yang baru-baru menggegerkan rakyat Indonesia terlibatnya korupsi besar seorang tokoh negara, Wakil Rakyat yang seharusnya menjalankan amanah, justru menenggelamkan amanah tersebut.

Siapa yang tidak kenal Setya Novanto Ketua DPR yang kemudian masuk ke jurang korupsi hingga merugikan negara yang diperkirakan sekitar Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011 hingga 2013. Kalian bisa bayangkan seandainya Rp2,3 triliun diberdayakan untuk rakyat Indonesia atau untuk pembangunan Indonesia? Mungkin, mungkin bisa membangun sekolah-sekolah di perdesaan yang terbengkalai pembangunannya, minim fasilitasnya.

Sangat mungkin juga bisa membantu atau mengentaskan kekurangan gizi anak-anak Indonesia yang banyak terjadi di masyarakat, hingga pada tahun 2016 Indonesia menempati urutan ke -108 di dunia dengan kasus gizi buruk terbanyak. Lahirnya anak-anak gizi buruk ini membuat negara bisa kehilangan anak-anak bangsa yang diharapkan bisa meneruskan kemajuan.

Karena efek kurang gizi yang melahirkan anak-anak stunting atau gizi kronis yang memiliki tubuh lebih kecil dari usainya, membuat anak-anak ini kehilangan kesempatan untuk berprestasi karena pertumbuhan otaknya tidak stabil. Akan jadi apa sebuah negara jika memiliki anak-anak bangsa yang tidak bertumbuh dengan baik?

Atau bisa saja Rp2.3 triliun digunakan untuk biaya pendidikan anak-anak bangsa ke jenjang yang lebih tinggi hingga meneruskan ke luar negeri, bisa membuat anak-anak yang berhenti sekolah karena kendala biaya bisa sekolah kembali, bisa membuat anak-anak berprestasi sekolah di sekolah yang menunjang prestasinya dengan baik. Sehingga akan lahir anak-anak bangsa yang maju sesuai impian bangsa ini.

Rp 2,3 triliun jika digunakan untuk rakyat Indonesia akan banyak kesejahteraan yang tercipta.

CATEGORIES

>

Mengapa Anak GTM?

Hampir Setiap Anak Mengalami Tahap GTM Setiap ibu pasti akan uring-uringan atau bahkan stres bila si kecil mengalami susah mak...

Cari Artikel

Instagram

Twitter

Follow Me

Powered by Blogger.