Duniaeni

Latest Posts

Friday, March 24, 2017

Pizza Rasa Otentik Di Eataly Resto

Sumber gambar: Eataly

Pizza Italia dan Pizza ala Amerika

Konon pizza pertama kali disajikan untuk para Uskup di Italia dan menjadi kuliner kebanggaan di Kota Naples Italia. Pizza dimasak dalam oven berbahan bakar kayu pada suhu tertentu, yakni 485 derajat celsius sehingga tingkat kematangannya sangat pas baik pada adonan dasar maupun topping atau fillingnya. Bahkan, seorang teman pernah bercerita kalau pizza Italia yang di Napoli termasuk pizza terenak di dunia, dan masih dimasak dengan kayu bakar hingga kini. Ehmm, kebayang ya aroma kayu bakar, keju, daging, jamur...

Namun, meski pizza asli kuliner dari Italia tapi yang masuk dan menjamur di Indonesia adalah pizza Amerika. Pizza yang masuk pertama kali pada era kepemimpinan Soeharto karena pada era kepimpinan Soekarno, pizza tidak bisa masuk ke Indonesia. Sebab, Soekarno anti Amerika. Pizza yang kemudian menjadi sangat khas di lidah masyarakat Indonesia.

Sebenarnya apa sih, bedanya pizza Italia dan Amerika?

Pizza Italia dengan layer tipis&topping tebal
Ini nih yang perlu diketahui lidah masyarakat kita. Saya termasuk sebagian dari masyarakat Indonesia yang dijejali pizza ala Amerika karena memang sudah ngehits di sini, dan ketika lahir resto-resto ala pizza lainnya ya... rasa-rasanya tidak jauh berbeda. Bahkan pizza ala rumahan yang dibuat ibu-ibu pun berkiblat pada pizza ala Amerika, yakni topping atau fillingnya beraneka macam, ada sosis, ada ayam cincang, ada keju-kejuan, ada sayur-sayuran. Pokoknya kompleks gitu, yang penting enak.

Hal ini bisa kita lihat pizza di resto yang mengklaim pizza ala Amerika, meski namanya pizza beef pasti deh yang disajikan toppingnya itu lebih dari beef, ada sosis ada keju-kejuan. Memang sudah menjadi khas pizza ala Amerika toppingnya mixed up. Sementara pizza Italia itu toppingnya spesifik, sejenis gitu. Selain topping, adonan atau layer pizza Italia dengan pizza ala Amerika berbeda. Pizza Italia layernya lebih tipis (mungkin cenderung tipis sekali ya) dan renyah. Sementara pizza ala Amerika layernya tebel banget, cenderung empuk mirip roti.

Saturday, March 18, 2017

Jangan Cemas Bila ASI Tidak Keluar Begitu Si Kecil Lahir



Cerita Ibu Tentang ASI Yang Tak Kunjung Keluar

Cerita I
Mba, Tolong ASIku belum keluar dari pagi. Si kecil menangis terus, padahal semua hal sudah kulakukan. Minum jamu, makan sayur katuk, daun pepaya, dimassage, tetapi ASI belum keluar juga. Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Masa aku harus menyerah? Aku ingin memberi ASI ekslusif buat bayiku.

Cerita II
Mba, bagaimana ini sudah lebih sehari ASIku tidak keluar sama sekali. Tidak ada tanda-tanda payudaraku bengkak atau keras. Sudah minum jamu pahitan, aneka sayur dan buah, susu. Bayiku setiap menghisap puting terus nangis. Belum lagi pihak orangtua, mertua, maksa suruh kasih susu saja, kalau tidak bahaya bayiku bisa kelaparan. Aku harus menuruti mereka atau bertahan? Kalau bertahan sampai kapan, ini sudah sehari bayiku tidak kena makanan.

Dua cerita di atas hanya sebagian dari curhat puluhan, mungkin lebih ibu yang baru melahirkan, Kebanyakan adalah ibu-ibu yang baru pertama melahirkan. Benarkah  kita harus menyerah saat ASI tidak keluar di hari pertama atau ke dua? Benarkah bayi akan kelaparan dan berbahaya karena tidak mengasup apa-apa pasca dilahirkan ke dunia? Saya jadi teringat peristiwa nyaris sembilan tahun lalu saat melahirkan Pijar, putra ke dua saya.

Tuesday, March 14, 2017

Tips Memelihara Kucing Liar


Salah satu kucing liar di rumah yang kami beri nama Goldie
Sebenarnya saya buka pecinta kucing, tapi dari kecil sudah berada di antara kucing-kucing. Maklum Kakak saya penyuka kucing, bahkan pernah kucing kesayangannya, Coki hilang. Waktu itu saya dan kakak masih SMP, meski kakak laki-laki dia sampai nangis. Intinya Coki harus dicari ke mana pun, jadilah tiga adiknya, termasuk saya disuruh nyari ke seluruh komplek. Namun Coki tidak juga ketemu, kucing belang putih hitam dengan cemong hitam di hidung itu menghilang entah ke mana.

Ini sebenarnya tidak biasa karena Coki sudah lama dipelihara, dari seekor kucing kecil yang ditemukan di selokan jalan hingga menjelma menjadi kucing jantan dewasa. Coki sudah hapal semua jalan di kompleks kami, karena kalau kakak ke warung atau bermain Coki sering ikut. Kakak akhirnya memiliki dugaan Coki diculik penyuka kucing lainnya.

Hingga seminggu kemudian bangkai Coki di temukan di jalan samping kebun kami, terkapar dengan luka macam ditabrak mobil. Kakak saya menangis sejadi-jadinyanya, saya ingat betul Coki diambil, dibungkus kain putih bersih, dikuburkan di kebun samping rumah, ditaburi bunga mawar dan dibacakan doa.

Waktu itu sampai saya yang tidak begitu suka kucing jadi ikutan sedih, ikutan menabur bunga, karena memang Coki sudah begitu familiar di keluarga kami. Ternyata kesedihan kakak saya ini teramat dalam, dia melukis Coki di atas kaca, lukisan yang menggambarkan Coki terbaring dalam keadaan tidak bernyawa. Lukisan itu sampai kini ada di rumah orangtua saya.

Lalu mengapa saya tidak suka kucing?

Priceza: Cara Mudah Mencari Harga Belanja Online Termurah


"Asem! Aku beli tunik di online shop A 220 ribu, ternyata lagi shopping widows ke online shop lain harganya lebih murah."
"Oya, berapa?"
"200 ribu."
"Ya, ampuuun Ela. Cuma beda dua puluh ribu, sewot banget?"
"Aku sering belanja online, Ni. Jadi terasa benar nyeseknya kalau dapat harga lebih mahal."
"Kenapa gak keliling dulu, cari barang yang sama, setelah dapat harga murah, baru deh dibeli biar gak nyesek."
"Males ah, buang-buang waktu dan  kuota. Iya, kalau langsung dapat, kalau gak?"

Sering Dapat Harga Lebih Mahal Di Online Shop

Hampir semua wanita suka shopping (sumber gambar: Hijup)
Ehmmm, di atas adalah percakapan saya dan teman saya, sebut namanya Ela. Wanita satu ini memang kerap belanja online, mungkin sangat mengandalkan sekali dengan kehadiran online shop. Mengapa, apakah karena lapar mata? Tidak bisa melihat display cantik di online shop terus main klak-klik, masuk deh ke keranjang belanja.

Tidak, bukan soal itu. Ritme belanjanya biasa aja kok, sesuai dengan  kebutuhan. Kebetulan dia seorang blogger yang sering hadir dalam sebuah even dan kadang dalam even tersebut terdapat dresscode, karena belum punya warna-warna sesuai yang ditentukan atau memang perlu beberapa baju untuk gonta-ganti, ya belanja dong.

Nah, kebetulan lagi (kebetulan terus ya), teman saya ini lokasi tinggalnya agak jauh dari keramaian, seperti mall, butik fashion, selain juga punya batita yang agak sedikit rempong kalau harus diajak belanja fashion. Maklum, wanita itu (termasuk saya) paling ribet kalau belanja fashion, bukan cuma ribet di harga sih, tetapi cocok atau gak di tubuh, di aura. Bisa berapa stand dikunjungi, berapa baju dicobain, belum tentu sreg. Makanya suami saya suka ngeluh kalau diminta anterin beli baju atau sepatu, hehehehe. Apalagi batita ya, bisa rewel deh pegel diajak keliling dan nungguin ibunya ke luar masuk kamar ganti.

Maka itu belanja di online shop menjadi pilihan yang tepat. Bisa lama-lama memilih modelnya, warnanya, membaca deskripnya, karena cuma mantengin laptop atau hape. Bisa sambil tiduran, sambil menyusui, sambil nemenin  main, dan sambil lainnya. Terus tinggal bayar pakai e-banking atau token, menunggu 2-3 hari wusss..barang sampai rumah dengan manis. Tapi ya, itu kalau mengalami kejadian kayak teman saya ini memang nyesek ya, apalagi kalau belanjanya sering. Dihitung-hitung selisih harga dari online shop A sama B, jangan-jangan kalau dikumpulin  buat beli satu baju, hehehe.

Monday, March 13, 2017

Grand Taman Melati 2 : Apartement Aman , Nyaman, Strategis, Dan Murah Di Depok


"Ni, kalau mau nginap di apartemen atau ada kenalanmu yang masih mahasiswa kuliah di seputaran Depok butuh tempat kost, kabarin ya?"
"Wah, kamu punya apartemen, Win?"
"Iya, punya satu unit aja sih buat inves."

Lalu meluncurlah cerita teman saya, dulu dia membeli satu unit apartemen yang terletak di sekitar Depok seharga 300 juta rupiah dan kini disewakan perbulan seharga 4 juta rupiah. Saat ini satu unit apartemenya harganya nyaris dua kali lipat dari harga awal, WOW! Memang investasi dalam bentuk tanah dan gedung tidak akan mengalami kerugian, tetapi tidak semua akan berkembang secara pesat nilai materinya. Tergantung lokasi, apakah lokasi tersebut strategis, nyaman, aman, menjadi pertimbangan penting.

Menurut teman saya, wilayah Depok itu akan terus berkembang pesat. Terbukti sih, saat saya masih SD wilayah Depok masih terkesan udik. Bahkan dulu, ada olok-olok  'bule Depok' jika ada seseorang yang sok bergaya kebarat-baratan. Ketika SMA saya sering main ke wilayah Depok, di sepanjang Jalan Margonda itu masih banyak kios-kios atau toko-toko kecil, warung-warung tenda kaki lima yang menjajakan makanan jelang malam. Tetapi sekarang?

Begitu kaki memasuki wilayah Depok, sejauh mata memandang terlihat gedung-gedung menjulang. Berbagai macam mall atau pusat perbelanjaan, apartemen, dan Depok sudah menjadi salah satu destinasi wisata kuliner dan shopping bagi masyarakat Depok dan seputarnya. Perkembangan yang diluar dugaan jika mengingat Depok dulu.

Depok Dulu

Kawasan Depok yang masuk wilayah Jawa Barat, di era tahun 1980-an merupakan kawasan pinggiran Jakarta yang sepi, jauh dari hirup pikuk metropolitan. Saya masih ingat betul, pernah melintas jalan yang saat ini menjadi jalan raya, dulu merupakan jalan tanah bebatuan yang terjal. Sehingga mobil yang melintas akan terguncang-guncang hebat. Untuk penumpang yang mudah mabuk darat, bisa dipastikan akan mabuk berat.

Namun, sejak dibangunnya Kampus Terpadu Universitas Indonesia di pertengahan tahun 1980-an, secara perlahan, bertahap kawasan Depok turut menggeliat dengan perubahan yang signifikan dari waktu ke waktu. Wilayah yang dulu perkampungan, banyak lahan kosong, kini telah berubah menjadi kawasan pendidikan, yang tentu saja ditopang dengan kawasan komersial, infrastruktur penunjang di sekitarnya, serta tempat kost bagi para mahasiswa. Sebab kemudian tidak hanya Universitas UI, tetapi juga ada universitas lainnya yang tumbuh di Depok.

Sunday, March 12, 2017

The Clinic Beautylosophy Wujudkan Cantikmu


Beauty Is Pain

Siapa wanita yang tidak ingin cantik?

Jika pertanyaan tersebut dilontarkan, pasti  wanita tidak akan menjawab. Sebab, wanita dilahirkan dengan naluriah ingin cantik. Entah secara fisik cantik atau tidak, tapi wanita memang identik dengan cantik. Bahkan banyak wanita rela melakukan apa pun agar terlihat cantik sehingga kalimat beauty is pain seakan menjadi pembenaran. Pembenaran bahwa jika ingin cantik harus mau sakit atau memang sakit.

Satu cerita yang nyata terjadi, teman saya (wanita pastinya) melakukan operasi rahang dan mengeluh betapa pasca operasi rasanya sakit bukan buatan. Awalnya saya tidak paham, untuk apa operasi rahang. Saya lihat dia biasa-biasa saja, rahanganya terlihat baik-baik saja. Setelah dia bercerita baru saya menyadarinya, setelah operasi wajahnya terlihat lebih cantik. Wajahnya menjadi lebih tirus.

Ada cerita lagi, hal ini dituturkan teman kuliah saya dulu. Kakaknya (lagi-lagi wanita pastinya) melakukan operasi hidung agar lebih mancung, karena memang secara keturunan teman saya ini sekeluarga memiliki hidung yang khas kebanyakan wanita Asia, tulang hidungnya agak rata atau pesek. Mancung harus dibayar hidungnya bengkak dan memar selama berapa waktu, dilarang bersih atau pilek. Pokoknya, totally membuat gak nyaman.

Namun benarkah untuk menjadi cantik harus sakit?

Thursday, March 9, 2017

Yuk, Nikmati Weekend Bersama Keluarga Ke BFF 2017 di Ecopark Ancol Jakarta


Membaca judul di atas pasti timbul pertanyaan, ada apa di Ecopark Ancol Jakarta? Acara BBF itu apa ya? Tanggal berapa? Kok bersama keluarga, apakah acaranya ramah untuk keluarga sehingga bisa mengajak keluarga ke sana?


Yes, satu-satu saya ulas ya hasil press conference bersama Blibli.com kemarin, tanggal 8 Maret 2017, yang menghadirkan CEO Blibli.com dan beberapa peserta yang akan meramaikan BFF. Nah, kok ada Blibli? Itu kan salah satu e-commerce pertama dan terbesar yang merupakan mall online dengan 1 juta lebih produk yang  tentu saja asli dan terseleksi dari 15 kategori untuk memenuhi kebutuhan harian. Selain juga telah dipercaya lebih dari 20.000 brand dan terpilih menjadi patner online secara eksklusif dari brand lokal maupun global.


Press Conference
Bahkan sebagai platform e-commerce lokal, Blibli.com membuat kategori baru 'Galeri Indonesia, sebuah kategori yang khusus ditujukan pada berbagai produk lokal yang unik, menonjolkan kreativitas dan inovatif. Wow, keren banget ya. Saya cukup bangga dengan  apapun yang mendukung produk lokal dengan serius, tidak hanya dalam bentuk wadah untuk memasarkan tapi juga memfasilitasi agar brand lokal terus berkembang dan dikenal masyarakat luas.

Nah, untuk menunjang creativepreneurs lokal, Blibli.com meluncurkan The Big Star Indonesia rangkaian pertama web series competition, di mana para wirausahawan akan diberi kesempatan untuk menampilkan produk, belajar  dari pembimbing ahli, serta pemenang akan mendapat hadiah modal untuk pengembangan usaha. Cakep banget!


" Transaksi e-commerce Indonesia terus tumbuh dan diperkirakan akan mencapai RP144 trilyun di tahun 2018 (versi eMarketer). Kami berharap brand lokal bisa mengambil manfaat dari pertumbuhan tersebut. Dan melalui BFF 2017, Blibli.com ingin konsumen melihat dan merasakan secara langsung kualitas produk dari para brand lokal yang dipasarkan di Blibli.com," jelas Kusumo Martanto, Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com pada press conference.

Wednesday, March 8, 2017

Cantik Gak Harus Sakit Dan Mahal



Seorang istri harus tahu apa yang disukai seorang suami meski tidak  dikatakan atau keluar dari mulut suami.

Waduh, mau bahas apa nih kali ini? Di tulisan Emak Bergaya, Kelar Hidup Lo, yang saya garap bareng Leyla Hana kali ini mau bahas tentang fashion wanita. Seperi biasa ya, komentar yang paling menarik akan mendapat bingkisan dari kita berdua. Seru loh, bingkisan untuk tema fashion wanita ini, salah satu bocorannya...sapa tahu dapat prodak kecantikan. Asyiiiik! Yuk, baca dan kasih komen yang paling cetar di dua tulisan kami ya, yaitu tulisan saya dan Leyla Hana: Emak Modis, Modal Diskon.

Kembali ke topik...
Kalimat itu saya dengar dari radio yang temanya curhat keluarga. Ehm, iya sih kalau diingat suami saya tidak pernah meminta istri harus modis, fashionable, yang lebih sering terdengar adalah masak yang enak, Bu. Rumah yang rapi, Bu Anak-anak diasuh yang baik, Bu. Anak-anak diingatkan selalu belajar dan sholat. Ya, sejenis-jenis itu lah yang justru keluar dari mulut suami. Tetapi itu hal yang sifatnya global bagi keluarga kami, tentu suami punya dong sisi pribadi yang mungkin justru tidak terungkap.

Sisi pribadi rasa dan kesukaannya sebagai suami, tepatnya laki-laki kepada istri atau perempuan. Memang tidak semua suami bisa mengungkapkan perasaan pribadinya, seperti: Bu, aku suka deh kalau kamu pakai rok lebar, di mataku itu cantik sekali.

Kesannya mudah, tetapi pada kenyataannya tidak. Bahkan memuji 'cantik' saja itu seperti bom yang tertahan di kerongkongan. Meski menurut pakar psikologi pernikahan, pujian suami adalah MSG dalam pernikahan atau garam yang bikin sedap. Tanpa pujian wanita sering merasa hambar, haaalah (opo seh). Namun tidak berarti wanita berada di zona aman meski suami (baca: terkesan) santai dan menerima istri apa adanya. Aman dengan membiarkan penampilan apa adanya, cuek dengan kondisi fisiknya, dan semacamnya itu lah.

Yang penting kita sudah menjadi ibu yang baik, sudah memberi suami anak-anak yang sehat, soleh dan soleha, pintar, sudah melayani semua kebutuhan rumah. Ups! Tunggu dulu, kita juga punya kewajiban menyenangkan suami dan membuatnya bangga, selain... menjadi cantik itu hak perempuan berapa pun usia dan profesinya.

Tuesday, March 7, 2017

Belajar Menjahit Dengan Mudah Bagi Pemula


Hasil menjahit perdana saya

Menjahit dengan mesin?

Masih terlintas kenangan 1995 (kalau tidak salah), pokoknya saya masih SMA. Main ke rumah teman di wilayah Kampung Pulo- Mampang, Jakarta Selatan. Dulu, daerah situ banyak terdapat konveksi sehingga ibu-ibu rumah tangga diberdayakan menjadi penjahit. Salah satunya ibu teman saya, beliau seorang janda dengan anak-anak yang masih sekolah.

Saya yang kebetulan lagi main ke rumah teman tersebut, panggil saja namanya Enu, langsung tertarik melihat mesin jahit yang berdiri dengan kokohnya. Seingat saya dulu mesin jahitnya itu  besar, berwarna hitam, berada di atas meja kayu.  Karena tergolong anak yang selalu ingin tahu, saya main ijin pakai mesin jahit itu.

Dasar juga Enu mungkin masih remaja unyu tanpa basa-basi tanya apalah, plus saya juga sok pede. Langsung deh duduk di atas kursi, tanya sedikit sih tentang bagaimana menghidupkan, meletakkan kain yang mau saya jahit. Saat itu saya minta selembar kain perca bekas jahitan ibunya. Pelajaran singkat pun saya dapat dan....wuuuuuuuuuuus! Jrek..Jrek..Jrek...

Huwaaaa, kaki saya main tekan pedal gas jahit, panik. Bunyi mesin makin kuat, kain tertarik gak karuan. Singkat cerita bubar deh acara menjahit, rusak kainnya, dan saya jadi takut banget tuh sama mesin jahit listrik. Apalagi Enu bilang, untung gak kejahit tanganya, gak putus jarumnya, bla bla. Pokoknya saya kayak trauma gitu kalau lihat mesin jahit.

Jangan Cemas Bila ASI Tidak Keluar Begitu Si Kecil Lahir

Cerita Ibu Tentang ASI Yang Tak Kunjung Keluar Cerita I Mba, Tolong ASIku belum keluar dari pagi. Si kecil menangis terus, pada...

Cari Artikel

COMMUNITY

  • Instagram

    Domain Murah

    CATEGORIES

    >

    HEY THERE .....

    Eni Martini

    Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.
    Powered by Blogger.