Duniaeni

Duniaeni

Latest Posts

Sunday

Wisata ke Bangkok Hemat Budget Dan Waktu



Wisata ke luar negeri meski masih termasuk wilayah Asia, rasanya bagaimana gitu, hehehe.  Ada atmosfer yang berbeda, karena segala sesuatunya baru dan bukan keseharian yang kita temui. Dalam sebuah perjalanan, pasti akan terasa mengasyikan dan membuat rasa ingin tahu lebih tinggi bila lokasi yang dikunjungi masih asing. Karena itu bagi penghobi wisata, termasuk saya, selalu hunting info lokasi wisata mana yang layak untuk dijadikan destinasi liburan.

Namun karena budget masih standart dan keinginan untuk selalu bisa menghabiskan liburan dengan wisata bersama keluarga, maka mencari lokasi wisata yang hemat budget itu jadi hal penting buat saya. Bagaimana dengan Anda? Buat sebagian orang, wisata dengan low budget pasti masih jadi idola ya.

Maka untuk liburan kali ini, saya mencoba mencari negara Asia yang memiliki destinasi wisata menarik, unik, tetapi budget terjangkau. Cari info sana-sini, akhirnya memutuskan untuk mencoba mengunjungi Bangkok. Kenapa?

Thursday

Keberuntungan Bukan Sesuatu Yang Datang Begitu Saja, Percayalah!


Akhir Tahun 2015: Awal Serius Ngeblog


Membaca tema lomba blog yang diadakan oleh komunitas Warung Blogger, “Best Blogger Moment”. Mari bagikan pengalaman atau momen terbaikmu selama kamu ngeblog. Saya langsung terdiam lama, cukup lama mungkin. Bahkan malam itu saat pertama kali membaca hingga menjelang tidur memikirkan: Momen terbaik apa yang pernah saya lewati selama ngeblog?

Saya ngeblog dari tahun 2010 dengan alamat blog www.cahyakayangan.blogspot.com yang masih gratisan, menulis tentang buku, anak-anak. Hingga akhir tahun 2015 seorang teman, Leyla Hana menyemangati saya untuk ngeblog lebih serius. Sebab, waktu itu saya juga vacum menulis novel, masih asyik mendampingi si bungsu Pendar dari kehamilan hingga kelahirannya. Duka kehilangan anak ke tiga seakan membuat saya takut jauh dari si bungsu. Naif, tapi begitu kenyataan yang saya rasakan.

Didorong oleh permintaan teman-teman di facebook untuk menulis resep-resep MPasi, maka mulailah saya mengaktifkan blog kembali. Memindahkan resep-resep Mpasi dari facebook ke blog, secara sedikit demi sedikit, namun blog belum domain berbayar, masih tetap gratis. Bagi saya menulis adalah keasyikan, bisa menuangkan pikiran dan memberikan manfaat bagi yang membaca.

Spring Bed In The Box: Praktis Dan Berkualitas


Pentingnya Alas Tidur Yang Berkwalitas



Hampir semua orang pernah beli spring bed dong, ini kebutuhan penting yang selalu ada di setiap rumah. Sebenarnya banyak alternatif media untuk tidur selain spring bed, tapi buat saya (mungkin juga sebagian orang kebanyakan), spring bed media buat tidur yang paling nyaman. Nyaman di tubuh karena ketebalannya pas, kelenturannya, secara fisik juga terlihat lebih elegan mengisi kamar kita. Karena tampilannya yang elegan ini, setiap penginapan atau hotel pasti memakai spring bed.

Jadi meski harganya sedikit lebih tinggi dibanding jenis media tidur yang lain, tetap spring bed jadi pilihan. Namun karena spring bed diproduksi oleh berbagai brand, juga dengan harga yang berbeda-beda tentunya. Tidak semua spring bed memiliki kwalitas bagus, kalau dari berbagai keluhan teman-teman yang pakai spring bed, rata-rata kwalitasnya tidak bagus itu; pegasnya mudah dol (kendor) jadi jika dibuat tidur dengan beban tubuh  lumayan, posisi spring bed tidak bagus lagi alias melesak ke bawah. Jadi melengkung deh, kalau dibuat tidur. Kebayang kan, bangun tidur bukanya nyaman tapi badan jadi berasa ngerentek (baca: sakit semua)?

Selain bikin tubuh ngerentek, untuk kesehatan tulang juga tidak bagus. Tidur yang bagus dengan posisi tubuh rata, tidak melengkung. Untuk itu dibutuhkan alas tidur yang berkwalitas, tidak sekedar bagus atau terlihat elegan secara fisik. Bukankah tujuan tidur adalah beristirahat total dari semua kegiatan, sehingga tubuh dapat benar-benar istirahat dan bangun dengan fresh?

Apalagi jika kita memiliki bayi atau anak batita, tidur nyaman dan nyenyak ini amat sangat diperlukan. Jika orang dewasa tidak bisa tidur nyaman akan mempengaruhi kesehatan tubuh dan emosinya, karena capek tapi kurang istirahat. Maka bagi si kecil efek negatif tidak dapat tidur nyenyak akan mempengaruhi perkembangan otak dan tumbuh kembangnya. Karena bagi bayi atau si kecil tidur adalah aktivitas regenerasi sel-sel tubuh dan tumbuh kembang otak berlangsung pada puncaknya.

Tapi, kan tidak semua orang memiliki budget lebih untuk membeli sesuatu yang bagus dengan  harga pasti mahal. Benar juga sih, tahun 2008 saja saya beli spring bed dengan brand lumayan size 180x160 cm seharga 2 juta, kalau tidak salah. Entah, tahun 2017 ini?

Sudah itu rata-rata garansi spring bed hanya 1 tahun, bila rusak pegasnya bisa merusak permukaannya (menjebol kainnya) sehingga berbahaya juga bisa melukai tubuh. Saya punya spring bed yang pegasnya rusak hingga mencuat ke luar, merusak lapisan kainnya hingga robek. Besi pegas bisa mengancam melukai tubuh, tapi karena sudah tidak ada garansi kalau dibetulkan ke tukang servis. Alamak! Biayanya lebih baik buat beli spring bed baru dengan kwalitas biasa sih.

Anak-anak saya sudah bertumbuh dan memiliki kebiasaan seperti anak-anak kebanyakan, lompat-lompat di kasur. Dinasehati (baca: diomelin) seperti apa pun, buat mereka tidak mengalahkan keasyikan lompat-lompat di kasur. Jadi lah, tidak hanya efek bobot tubuh tapi juga efek lompat-lompat membuat spring bed terancam cepat rusak.

Wednesday

Pede Menjadi Ibu


Banyak Wanita Merasa Tidak Pede Menjadi Ibu


Pernah dengar gak sih, ada seseorang  yang merasa tidak percaya diri menjadi ibu? Mungkin kedengarannya lucu, apalagi jika yang  mendengar adalah wanita seusia saya saat ini, yang sudah memiliki 4 anak. Selain lucu, bisa jadi ada yang mencibir :Ih, lebay!

Tapi jangan salah, ini real. Memang dialami para ibu, bahkan juga saya. Ketika awal mengandung, saya berpikir: Mampukah saya menjadi seorang ibu, melahirkan lalu mengasuh anak manusia yang sebelumnya tidak terbayangkan akan seperti apa, bagaimana? Selama sembilan bulan lebih hal ini menjadi pertanyaan-pertanyaan di kepala.

Begitu si kecil lahir, apa yang terjadi? Memang secara alami kita akan menjadi seorang ibu, secara naluriah kita akan belajar bersama si kecil yang terus tumbuh. Namun tetap dalam masa-masa belajar ini butuh info, butuh dukungan, butuh bantuan.

Mungkin kalau dihitung dengan sepuluh jari tidak cukup, berapa ibu muda yang pernah inbox saya dengan pertanyaan-pertanyaan yang nyaris sama itu-itu saja. Pertanyaan yang pernah menghantui pikiran saya:
  • Mba Eni, bayiku baru berusia 3 bulan boleh gak aku gendong 'bekeh' (baca: ke dua kaki dilebarkan)?
  • Mba Eni, gimana ya cara gendong yang benar bayi usia dua bulan. Kalau digendong miring terus tanganku capek, sampai berasa kebas?
  • Mba Eni, bayiku diare. Apa karena lap kain yang buat mengeringkan alat-alat makannya kena bakteri ya?
  • Mba Eni, bayiku selalu merasa gelisah ketika tidur. Sudah dikasih pendingin ruangan kok, rambutnya masih suka basah oleh keringat ya?
  • Mba Eni, anakku bingung puting karena kukasih ASI botol. Aku kerja, Mba. Bagaimana ya, agar bayiku tidak bingung puting?
Banyak lagi pertanyaan lainnya, sama persis ketika awal saya menjadi ibu. Karena tidak pedenya sampai terkena  mitos-mitos yang berkembang di masyarakat. Menjadi ibu, terutama ibu baru harus banyak-banyak mencari info positif agar membuat kita semakin pede menjadi ibu.

Monday

Imunisasi Itu Hak Mutlak Bagi Anak


Tahukah Anda tentang imunisasi?



Rasanya pertanyaan itu terlalu radikal ya, secara gini hari masa kita gak tahu apa itu imunisasi. Bahkan yang melahirkan di kampung pun pasti akan mendapat info tentang imunisasi. Terutama imunisasi dasar yang gratis dari pemerintah, biasa dilakukan di Puskesmas. Jangan menyepelekan mentang-mentang gratis terus gak bagus loh, sebab kita semua masih ingat kan kasus imunisasi palsu di klinik-klinik atau rumah sakit ternama. Imunisasi denga bandrol mulai Rp500.000.

Semahal itu ternyata palsu karena dipasok dari pihak swasta yang mungkin lolos dari perhatian pihak pemerintah. Alhamdullilah, pemerintah segera bertindak terhadap oknum perusak masa depan bangsa. Kenapa disebut merusak masa depan bangsa? Karena imunisasi untuk kesehatan anak.

Imunisasi merupakan salah satu investasi kesehatan paling cost-effective (murah), karena terbukti dapat mencegah dan mengurangi kejadian sakit, cacat, dan kematian akibat penyakit seperti TBC Berat, hepatitis B, polio, campak, difteri, pertusis, tetanus, pneumonia, meningitis, dan penyakiy yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3l) lainnya.

Tapi, kenyataannya Indonesia adalah negara dengan jumlah anak yang tidak diimunisasi atau tidak lengkap imunisasi dasarnya terbanyak ke - 4 di dunia. Ini real, dan sebagai bagian dari masyarakat saya juga mendapati banyak masyarakat di Indonesia yang tidak melakukan imunisasi terhadap anak mereka dengan beragam alasan, diantaranya:
  • Kurang pemahaman tentang pentingnya imunisasi
  • Lupa atau malas mendatangi tempat imunisasi
  • Pemahaman bahwa imunisasi mengandung bahan yang haram (dilarang agama Islam)
  • Terbentur biaya atau masyarakat ekonomi lemah
  • Kecemasan karena informasi yang salah mengenai imunisasi, seperti kasus KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) menyebabkan lumpuh, kematian.


CATEGORIES

>

Pentingnya Membentuk Kebersamaan Dengan Si Kecil

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan Ia akan belajar menemukan cinta dalam ke hidupannya Kata mutiara y...

Cari Artikel

Instagram

Powered by Blogger.