Latest Posts

Friday, January 20, 2017

DonasiKu Alfamart: Dari Recehan Menjadi penyambung Kehidupan


Berkunjung Ke YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia)  

Tanggal 19 Januari kemarin, saya beruntung mendapat kesempatan gabung bersama beberapa blogger untuk berkunjung ke YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia)  yang berada di Jalan Percetakan Negara IX No.10A. Meski berada di perumahan menyatu dengan rumah-rumah warga sipil, Alhamdullilah tidak kesulitan menemukan karena sopir ojek online cukup paham lokasi jalan.

Sejak awal sih, saya sudah bisa menduga akan bertemu anak-anak penderita  kanker, saya menyiapkan hati agar tidak out of control. Saya tidak mau dong, menangis di hadapan anak-anak yang butuh semangat, butuh aura bahagia. Jika nanti bertemu saya akan tersenyum, bicara tentang hobby mereka, perasaan mereka, dan memeluk mereka.

Thursday, January 19, 2017

Resep Praktis Bakmi Mewah Ala Resto


Mie Addict


Sebenarnya saya tidak terlalu nyandu dengan mie, tapi karena suami penggemar berat mie. Mau tidak mau jadi menular juga, terlebih suami kalau masak mie enak banget. Pedes, seger, yang patut diacungin jempol deh. Bahkan, awal menikah saya dan suami seperti kecanduan mie. Sering banget kalau malam-malam lapar, terus masak mie deh. Mie instan dong? Iyalah, mie yang paling mudah diolah,  murah meriah, dan rasanya itu bisa dikolaborasikan dengan macam-macam.

Mau pedes, tinggal kasih cabe nona banyak. Mau anget-anget nampol, tinggal tambahin merica bubuk, mau muantab kasih aneka sayuran dan temen-temennya. Tetapi gak cuma mie instan aja sih, suami juga suka banget pangsit, bakmi olahan lain yang banyak dijual di kaki lima maupun retoran. Gara-gara suka mie, sampai hunting buat nemuin rasa yang enak.

Berbagai merk mie instan maupun mie yang bisa diolah, baik direbus atau digoreng sudah kami cobain. Tetapi, sayangnya mie-mie instan ini gak bisa dikonsumsi setiap hari, apalagi ketika usia kami juga bertambah. Menjaga kesehatan serta hati-hati, takut anak-anak ikut kecanduan mie instan. Habis, mie-mie instan yang banyak beredar itu rasa MSG nyata sekali, konon mienya juga kurang bagus. Meski rasanya memang enak banget.

Cuma kalau sampai lama gak makan mie serasa ada yang hilang, bukan lebay. Tetapi, memang mie itu dinikmati segala cuaca dan kondisi mendukung. Kalau beli terus di restoran, bisa jebol dong kantong. Secara harga seporsi mie di restoran bisa tiga puluh ribu rupiah belum PPN, dan itu hanya untuk satu orang. Sesekali boleh lah, kalau sering-sering jebol kantong. Karena makan di restoran berarti juga membeli minumnya, total jenderal makan mie berdua saja bisa habis seratus ribu rupiah, weleh.

Selain itu sebagai dua orang sibuk, saya dan suami kadang butuh mengisi perut dengan yang kilat tapi mengenyangkan. Kalau mie instan itu kan, mudah banget masaknya. Cepat mateng meski dicampur dengan sayuran dan teman-temannya, masaknya juga tidak sampai mengotori dapur. Cukup panci  kecil atau wajan, masak air, tinggal mencemplungkan mienya. Bumbunya tinggal syur, beres.

Tuesday, January 17, 2017

Kendalikan Kolesterol Dengan Dukung GERMAS



Sebagian masyarakat Indonesia tentu masih banyak yang belum tahu, apa itu GERMAS? Saya sendiri sebenarnya juga baru tahu kemarin, ketika mendapat undangan dari KEMENKES untuk mengikuti GERMAS. Acaranya harus datang pagi loh, pukul setengah tujuh pagi para blogger yang diundang (termasuk saya), harus sudah berada di lapangan KEMENKES jalan HR.Rasuna Said Blok. X  Kavling 4-9 Jakarta , sementara rumah saya di Depok. 

WOW! Tantangan seru ya, karena dari rumah harus jalan dari pukul setengah enam pagi untuk menuju shelter busway terdekat, yaitu di Ragunan. Kemudian dengan busway lanjut menuju KEMENKES, tetapi asyik banget, karena kita bisa menghirup udara segar di Jakarta. Melewati jalan yang masih lumayan sepi dan agak remang-remang. Suasana yang cuma dinikmati sesaat sih, karena pukul tujuh Jakarta sudah terang dan dipenuhi aneka kendaraan.

Olahraga di Lapangan KEMENKES
Sampai KEMENKES suasana masih segar, angin bertiup cukup kencang, di tepi lapangan sudah banyak berjajar tenda-tenda bazar. Beberapa pegawai KEMENKES sudah berkumpul di lapangan, terdengar musik, ada gerai bakul jamu juga yang bisa dinikmati dengan gratis. Kalau saya, kebetulan dapat segelas jus sayur dimix buah: nanas, sawi, dan jeruk nipis, yang rasanya segar. Jangan bayangin ada rasa sawi yang buat sebagian orang eneg, ini benar-benar seger tanpa aroma sawi.

Sunday, January 15, 2017

Mpasi Praktis Dan Mendukung Daya Tahan Tubuh Bayi Dari Ubi Ungu

Kapan Mpasi Di Berikan?
Kali ini saya akan kembali mengulas tentang Mpasi. Kebetulan di blog duniaeni.com memang cukup banyak mengulas Mpasi putra bungsu saya, Pendar, yang kini sudah berusia 25 bulan. Sudah lewat Mpasi ya, sudah menikmati makan bersama keluarga besar, tapi tetap dengan porsi sesuai usianya.

Mengulas soal Mpasi, sebenarnya kapan sih Mpasi itu bisa diberikan? Tentu semua ibu sudah tahu, pada usia 6 bulan atau kalau dalam versi Mpasi panduan WHO yang lagi ngeboom saat ini, bayi berusia 180 hari sudah siap menerima Mpasi. Sebab pada tahap usia ini, ASI saja sudah tidak cukup memenuhi kebutuhan energi, zat besi, bagi si kecil.

WHO Memang merekomendasikan, standart emas makanan bayi setelah memperoleh kesempatan IMD (inisiasi menyusui dini) dan ASI eksklusif selama 6 bulan, lalu memberikan MPAsi atau makanan pendamping ASI untuk melengkapi kebutuhan energi, zat besi, zinc, vitamin A dan mikronutrien lainnya.

Sunday, January 1, 2017

Jejak 2016: Mewujudkan Resolusi


Hari ini tanggal 1 Januari 2017, hari pertama di tahun 2017. Ternyata ingatan saya semakin bagus, setidaknya saat masih jadi pelajar dan pekerja kantoran, setiap pergantian tahun selalu terjadi kesalahan saat menulis tahun. Namun saat ini sukses langsung tertera tahun 2017, usia ternyata tidak berarti semakin melupa.

Sebenarnya jika pada tahun-tahun lalu saya membuat resolusi maka tahun ini saya tidak membuat resolusi tertulis. Mengapa? Saya hanya ingin tahun ini lebih baik dari tahun kemarin. Untuk menjadi lebih baik ini menjadi PR yang harus mulai saya lakukan hari ini, untuk menjadi penyemangat maka saya ingin mengulas sedikit jejak di tahun 2016. Semoga menjadi manfaat bagi teman yang membaca, atau sedikit menjadi amunisi yang menyemangati langkah ke depan.

Acara Bedah Buku Rainbow Bersama Elexmedia dan Kawan-Kawan  BAW (Hamil Pendar 4 bulan)
Talkshow Rainbow
Saya memiliki blog sejak  tahun 2010 tetapi hanya berisi tulisan seputar dunia kepenulisan, kemudian akhir tahun 2015 seorang teman menyemangati saya untuk mulai ngeblog secara kontinyu, sungguhan. Saat itu saya memiliki seorang bayi yang mulai beranjak usia setahun, Pendar. Memang sejak kehilangan anak ke tiga, untuk anak ke empat ini dunia saya hanya fokus sebagai Ibu, terakhir saya aktif di dunia kepenulisan saat awal hamil Pendar di acara bedah novel saya: Rainbow (sudah cukup lama ya) dan terbitnya Learning To Love.

Learning To Love

Tuesday, December 27, 2016

Dukung Dunia Eksplorasi Anak Untuk Tumbuh Kembangnya


Dunia Eksplorasi
Dunia Eksplorasi Pendar

Untuk seorang ibu pasti akan mengalami masa-masa tumbuh kembang anak, salah satunya adalah masa keingin tahuan anak akan segala hal. Segala hal yang sampai-sampai membuat kita sebagai orangtua merasa cemas, kawatir, emosi, letih. Seperti yang saya alami saat ini, Pendar  yang berusia dua tahun sedang bertumbuh menjadi si ingin tahu. Berbagai  kejadian yang kadang menggegerkan sering membuat saya pontang-panting.

Seperti ketika saya menemukannya asyik menuang sebotol deodoran baby ke pot pohon hingga isi di dalam botol itu habis tanpa sisa. Dalam bahasa yang masih terbata, dia bercerita kalau sedang menyiram bunga. Huhuhu, rasanya benar-benar kesal karena deodoran baby itu baru saya beli. Tetapi melihat ekspresinya, caranya bercerita, kemampuan daya tangkapnya tentang menyiram bunga, membuat saya menyerah untuk meletupkan emosi. Akhirnya cuma bisa tertawa dan mengecup pipinya yang gembul sambil berpesan ABCD.
Atau ketika lipstik matte baru  beli patah dan tahu-tahu dinding ruang tamu penuh lukisan warna maron dari lipstik matte itu. Rasanya nano-nano, tapi Pendar melukis dengan mimik yang serius sambil cerita kalau dia gambar kerbau, kambing, kuda. Yeaah, bentuknya sih cuma garis-garis model benang kusut gitu hihihi.

Pendar 2 tahun
Pernah juga dia asyik menggali tanah dengan tangannya. Otomatis semua tangan, baju, sampai ke rambut blepotan tanah. Mungkin setiap hari tugas saya bolak-balik mencuci tangan Pendar, hingga sering tanpa sadar saya bilang: “Ade, no! Gak boleh itu kotor!” Atau “Ade, Jangan! Nanti tanganmu digigit cacing besaaaaar!” Sehingga sesekali dia takut dan seperti menahan sekuat hati untuk tidak melakukan kesenangannya.

Friday, December 23, 2016

Piknik Ke Mall Nusantara


Stand Provinsi Jambi



Libur telah tiba, pasti setiap keluarga sudah memiliki jadwal liburan jauh hari, ya? Atau karena budget sedang tidak mendukung, Anda tidak memiliki rencana jalan-jalan yang spesial bersama anak-anak. Sebenarnya sih, menurut saya pribadi, membawa anak-anak jalan-jalan tidak harus jauh-jauh seperti ke luar kota, atau menyiapkan budget yang besar. Jika sedang tidak ada budget, saya tidak biasa memaksakan diri. Alhamdullilah, anak-anak mengerti sekali. Mungkin karena sudah terbiasa sejak kecil.

Tetapi bukan berarti, liburan membiarkan anak-anak jenuh di rumah, sama sekali tidak jalan-jalan yang membuat mereka terkesan dan gembira. Apalagi mereka habis mengambil rapot, yang sebelumnya berkutat dalam buku untuk memuaskan hati orangtuanya, yakni dapat nilai rapot bagus hehehe. Saya dan suami kebetulan tidak berpatokan nilai rapot harus bagus, harus memiliki rangking di kelas, dan sejenisnya. Yang terpenting mereka belajar dengan sungguh-sungguh dan gembira. Gak dapat rangking sih keduanya, nilai di rapotnya paling rendah masing-masing sama, 7.8 di satu mata pelajaran.

Oya, balik lagi ke soal liburan. Di Jakarta ini banyak banget lokasi liburan dari yang gratis sampai low budget, dan tetap bernilai edukatif. Saya pernah mengulasnya di blog tempat-tempat piknik tersebut, mungkin bisa jadi ide Anda saat ini sehingga anak-anak tetap bisa menikmati liburan bersama keluarga dengan gembira:

Mewujudkan Premium Bonding Moment Bersama Anak


Mewujudkan Premium Bonding Moment Bagi Ke tiga Anak Saya


Menciptakan kebersamaan dengan anak melalui momen-momen keterikatan yang spesial atau premium bonding moment bersama anak memang tidak mudah . Terutama jika kita sebagai ibu, tidak  hanya seorang ibu rumah tangga. Tetapi, juga memiliki pekerjaan lain, seperti bekerja di kantor, memiliki usaha sendiri. Keterbatasan waktu dan energi tentu mempengaruhi sekali dan ini saya alami.
Saat masih bekerja di kantor harus  berangkat pagi dan pulang malam, beban pekerjaan di kantor, macet di perjalanan, sering membuat saya pulang ke rumah tidak memiliki waktu lagi untuk bercanda atau bercerita bersama si kecil. Hanya hari libur kantor baru bisa menemani si kecil secara total.

Ketika kemudian saya memutuskan bekerja di rumah, yaitu mengelolah toko buku online. Ternyata, tidak seperti yang saya pikirkan bahwa bekerja di rumah akan banyak waktu bersama anak. Tetap tanggungjawab pekerjaan menyita waktu, terlebih kemudian saya masuk ke dunia blogger. Dunia blogger selain menulis, juga hadir dalam even-even undangan dari berbagai brand. Maka tanpa bisa memahami pentingnya premium bonding moment, kita akan kehilangan waktu yang spesial bersama anak.

Kalau dulu saat bekerja di kantor, saya akan memiliki waktu total bersama anak saat libur. Kini dengan bekerja di rumah dan sesekali keluar, saya akhirnya mengambil waktu-waktu tertentu agar bisa bersama anak tidak sekedar bersama. Kebetulan anak saya tiga, usianya 11 tahun, 8 tahun, dan 2 tahun. Saya harus bisa membuat momen kebersamaan yang bisa dinikmati ketiga anak saya.

Sesekali mengajak si bungsu bekerja
Membuat momen kebersamaan yang spesial dengan tiga anak yang usianya berbeda, tentu bukan hal mudah. Selera mereka dipengaruhi faktor usia, kalau saya asyik membacakan buku untuk si delapan tahun dan dua tahun. Sudah pasti yang sebelas tahun akan mengalami perasaan bosan, masa dibacakan buku sudah lewat. Sementara saya ingin bersama-sama dengan ketiga anak saya menikmati momen kebersamaan yang spesial, yang kelak akan menjadi kenangan terindah bagi mereka setelah dewasa.

Ternyata dari beberapa kegiatan bersama yang saya coba ke ke tiga anak saya, nonton film bersama di kamar itu paling menyenangkan mereka. Film yang dipilih film keluarga, persahabatan, baik itu film yang dikemas dalam film kartun maupun tokohnya nyata. Film animal maupun manusia, salah satu film kegemaran ketiga anak saya, yaitu The Chroniccles of Narnia. Biasa acara nonton bersama ini saat malam  liburan atau saat liburan hanya di rumah, setelah selesai nonton semua bisa saling cerita menurut versi masing-masing.

Sehari-hari premium bonding moment lainnya bisa saat makan bersama saling cerita kejadian di sekolah, di tempat les mengaji, atau saat mereka bermain dengan temannya. Nah, sepertinya saya butuh banyak ide untuk mewujudkan momen kebersamaan yang spesial dengan anak ini agar lebih banyak lagi. Makanya ketika mendapat undangan dari KEB ke acara Lotte Choco Pie dengan tema 'Rayakan Indahnya Momen Kebersamaan Yang Spesial di Hari Ibu', saya sangat tertarik dan merasa beruntung bisa hadir.

Lotte Choco Pie Merayakan Indahnya Momen Kebersamaan Yang Spesial Di Hari Ibu


Tanggal 21 Desember 2016 dalam rangka memperingati hari ibu, Lotte Choco Pie, kek vanila dengan isi marshmallow lembut berlapis cokelat premium lezat produksi PT LOTTE Indonesia, mengadakan acara di Hermitage Hotel Jakarta dengan bintang tamu artis cantik yang juga merupakan penulis buku dan inisiator dari Paren Think, Mona Ratuliu, dan artis Maudy Kusnadi.

Oci C. Maharani selaku Brand manager Lotte Indonesia dalam acara ini menjelaskan: “Sesuai  dengan komitmen Lotte Choco Pie yang terus berupaya memberikan inspirasi dalam mempererat kebersamaan keluarga Indonesia dan menciptakan momen keterikatan yang hangat dan berkualitas atau premium bonding moment, berbagai kegiatan telah dilakukan di sepanjang tahun ini. Dan untuk merayakan hari ibu, LOTTE Choco Pie mengajak para ibu Indonesia untuk mengisi momen-momen keterikatan spesial dengan anak melalui upaya mudah dan praktis walau terbentur dengan keterbatasan waktu.”

Keterbatasan waktu ini juga diakui oleh Mona Ratuliu, namun bagaimana pun menjalin interaksi dalam premium bonding moment sangatlah penting untuk dapat memberikan kenyamanan dan memperkuat moment kebersamaan. Dicatat ya, para ibu  yang sibuk  berkarir baik di luar rumah, maupun yang di dalam rumah. Bagaimana pun kita sebagai ibu atau orangtua yang mengusahakan mewujudkan momen kebersamaan itu.

“Para ibu modern tentunya dapat mencoba wujudkan premium bonding moment melalui ide kreatif yang dapat mengundang ketetarikan anak-anak untuk berinteraksi dan lebih terbuka. Beberapa diantaranya adalah dengan membacakan cerita, bermain tebakan seru, hingga membuat makanan atau camilan favorit untuk dinikmati bersama. Lotte Choco Pie seringkali menjadi andalan saya, tidak hanya menikmati langsung, saya juga mengajak anak-anak berkreasi dengan Lotte Choco Pie. Mereka saya ajak memilih bahan seperti buah atau keju da menghiasnya. Hasilnya, selama berkreasi, kami pun asyik mengobrol dan anak-anak senang sekali.” Kata Mona Ratuliu.

Wah, benar sekali. Kegiatan memasak bersama itu di keluarga saya termasuk yang digemari anak-anak, dari yang paling besar sampai yang bungsu semua senang. Mereka bisa bebas bereksplorasi menciptakan menu, tetapi hal ini jarang kami lakukan karena dapur jadi kotor dan berantakan. Saya sudah letih untuk merapikan dapur dan peralatannya. Namun, ide berkreasi dengan Lotte Choco Pie ini simpel tapi mengasyikan. Tidak perlu beberes peralatan dapur dan dapur yang jadi kotor karena masak-masak.

Menghias Lotte Choco Pie bersama anak, pasti seru!
Tetapi anak-anak akan gembira menghias Lotte Choco Pie dengan aneka topping pilihan mereka. Kebetulan di acara ini tersedia booth yang menyediakan bahan-bahan untuk berkreasi bersama Lotte Choco Pie: Ada meses, permen warna-warni, cokelat keping aneka warna, butter full colour, stawberry, dan lain-lain. Tidak hanya anak-anak, saya pun sangat menyukai kegiatan ini. Terlebih setelah dihias, kita bisa menikmati kelezatan Lotte Choco Pie yang dikombinasikan biskuit vanila dan marshmallow yang lembut serta lapisan cokelat premiumnya.

Pasti anak-anak akan menyukai kegiatan baru ini. Anak saya yang pertama dan ke dua bahkan sudah tahu Lotte Choco Pie karena mereka sering beli di toko kecil dekat rumah, toko tersebut menjual Lotte Choco Pie dalam kemasan satuan. Harganya terjangkau dengan uang jajan yang saya berikan kepada anak-anak.

“Momen kebersamaan bersama Eddy merupakan saat yang sangat spesial bagi saya. Oleh karenanya, saya selalu berupaya untuk menghadirkan kegiatan seru bersama Eddy,” kata Maudy Kusnadi.


Kreasi cantik Choco Pie
Tentu semua ibu setuju ya, kebersamaan bersama anak itu sangat spesial, terlebih bagi ibu-ibu bekerja yang sering terbatas waktu dan tenaga. Pulang dari acara yang seru ini, saya sudah bisa membayangkan akan membuat kreasi dari Lotte Choco Pie bersama anak-anak. Tidak sekedar dinikmati langsung keping cokelatnya, tetapi juga dihias, diberi topping cantik, atau dikolaborasikan dengan puding dingin. Sebaiknya nanti saya diskusikan dengan anak-anak, karena diskusi ini akan menciptakan hubungan yang dekat dan hangat.

Saat pulang para blogger mendapat goodiebag berisi Choco Pie yang siap akan kami eksekusi di rumah menjadi camilan menarik bersama anak-anak tercinta.

Emak Blogger KEB

Monday, December 19, 2016

Lipstik Elizabeth Helen Benar-Benar Anti Luntur

Elizabeth Helen
Pasti banya wanita yang mencari lipstik tahan lama alias anti luntur. Sehingga dibuat ngantor, jalan-jalan, icip kuliner sana-sini, tetap aman terjaga warnanya. Sayangnya, meski banyak prodak lipstik yang dikeluarkan, banyak yang tidak tahan lama meski tertulis dengan nyata:  Long Lasting Lipstik.  Ada sih yang tahan lama, tetapi kering di bibir.

Tanggal 10 Desember kemarin saya mendapat undangan dari Blogger Perempuan, untuk datang ke acara Meet & Greet bersama Cinta Laura yang merupakan Brand Ambassador Elizabeth Helen. Sebenarnya saya agak kudet nih sama Elizabeth Helen, makanya bela-belain datang deh. Acara yang diadakan di gerai Watson KOKAS atau Kota Kasablanka, ternyata memperkenalkan berbagai prodak dari brand Elizabeth Helen, terutama lipstiknya.

Baru tahu lah saya, Elizabeth Helen itu memiliki aneka prodak komestik dari eyeliner, mascara, dan lipstik yang berasal dari Arab Saudi, diimpor langsung dari sana loh. Jadi sudah pasti soal halalnya, Insaallah halal 100%. Kita sebagai muslimah penting banget melihat sisi halal sebuah prodak agar memakainya lebih afdol.

Cari Artikel

COMMUNITY

  • Instagram

    Domain Murah

    CATEGORIES

    >

    Mengenal Mpasi versi WHO

    MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

    HEY THERE .....

    Eni Martini

    Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.
    Powered by Blogger.