Duniaeni

Duniaeni

Latest Posts

Saturday

Click To Meet Dan Temukan Agen Asuransi Sesuai Hati


Persepsi Agen Asuransi Di Masyarakat Indonesia

Kalau saya menyebut kata: Asuransi, kira-kira apa yang terlintas dalam benak ? Lalu ketika saya memperkenalkan diri sebagai agen asuransi, bisa dihitung yang menanggapi dengan ramah. Rata-rata mereka pasti akan berpikir: Wah, ntar dikejar-kejar nih! Lalu nyaris jarang yang mau memberikan kartu nama atau nomor  telepon, kecuali beberapa orang yang mungkin sangat membutuhkan asuransi atau sadar asuransi.

Sebenarnya asuransi itu bagus, sadar asuransi itu penting. Terutama buat beberapa hal , seperti butuh investasi dari dana yang kita hasilkan agar bisa dimanfaatkan pada hari tua, atau untuk biaya sekolah anak-anak agar disiapkan jauh-jauh hari. Karena kondisi keuangan atau perencanaan keuangan setiap orang berbeda-beda turun naiknya, dengan memiliki asuransi yang memang dibutuhkan akan sangat membantu suatu saat nanti.

Namun tidak dipungkiri kesadaran pentingnya asuransi di masyarakat kita masih jauh. Masyarakat masih lebih nyaman menabung dengan sistem yang mudah diambil, yang kalau mau dipakai sewaktu-waktu akan mudah prosesnya. Sementara asuransi? Tidak bisa diambil sewaktu-waktu, kalau tiba-tiba kontrak putus karena nasabah tidak mampu bayar (malas bayar) maka dana yang dikembalikan anjlok sangat jauh.

Tidak hanya itu, peran agen dalam mencari nasabah sudah menjadi rahasia umum sangat meresahkan. Cerita dari beberapa teman atau bahkan status di medsos ada yang mengungkapkan bagaimana mereka terganggu dikejar-kejar agen. Intinya persesi yang berkembang di masyarakat Indonesia tentang agen asuransi tidak mengenakan.

Cegah Penyakit Tidak Menular Dengan Makan Buah Dan Sayur


Membaca judul artikel ini, kira-kira apa yang ada dipikiran kalian ya?

Kalau saya langsung penasaran dan nyimak banget, karena bagaimana pun juga buah dan sayur tidak selalu ada di meja makan kita. Rata-rata para ibu kalau ngobrol soal sayur dan buah hampir sama, ada yang anaknya hanya mau buah impor, sementara di tukang sayur lebih sering bawa buah-buahan lokal, seperti nanas, alpukat, pepaya, jeruk, jambu biji. Buah-buah yang kurang diminati anak-anak.

Ada yang karena budged buat  buah yang disukai anak-anak tidak cukup, sebagai contoh saya membeli anggur impor satu wadah kecil yang hanya cukup dikonsumsi 1-2 anak harganya sekitar dua puluhan ribu kalau lagi murah. Sementara jika harga buah impor sedang tinggi bisa mencapai tiga pulu ribu rupiah, dan anak saya di rumah ada tiga. Total satu keluarga lima orang, jika uang sedang pas-pasan membeli buah setiap hari jadi perkara yang tidak mudah.

Lalu sayur-mayur? Banyak anak yang memilih jenis sayur yang disukai, bahkan ada yang menolak sama sekali. Mengapa anak-anak atau  bahkan orang dewasa masih banyak yang kurang menyukai sayur dan buah (terutama buah lokal)?

Ibu harus mulai membiasakan meja makan ada buah dan sayur
"Kebiasaan menyukai atau tidak menyukai sayur dan buah semua berawal dari dapur ibu." Ini ucapan dr. Lily S.Sulistyowati, MM Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dari Kemenkes saat hadir di acara memperingati Hari Buah Sedunia 2017, yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Acara yang menghadirkan tiga narasumber:

  • dr. Lily S.Sulistyowati, MM Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular
  • dr. Fiastuti Witjaksono SpGK
  • Chef Eddriantjhia
Para narasumber

Monday

Resep Bekal Praktis Nugget Saos Asam Manis So Good




Beberapa kali ngobrol dengan ibu-ibu yang sama-sama memiliki anak sekolah, pasti obrolan yang seru adalah membahas 'bekal sekolah'. Ini termasuk susah-susah gampang loh, karena yang jelas harus bersaing dengan jajanan sekolah yang menarik dan menggiurkan. Tetapi belum tentu sehat atau bernutrisi.

Selain itu buat bekal sekolah dituntut harus yang praktis, masaknya gak pakai lama. Secara anak-anak masuk pagi, masih harus menyiapkan sarapan dan ini itu, kalau masaknya pakai lama bisa terlambat ke sekolah. Jadi diskusi bekal sekolah memang jadi gosip hangat kalau pas ketemu ibu-ibu di tukang sayur, dan pilihan mereka rata-rata sama: Lauk siap saji atau siap masak

Memang rata-rata anak-anak menyukai lauk siap saji, tapi ada titik jenuh ketika dari hari ke hari lauknya itu-itu saja. Hasilnya? Bekal sisa ketika mereka pulang sekolah atau paling parah tidak dimakan sama sekali, ini pernah terjadi pada anak saya. Mereka gak bilang, tetapi begitu saya ceck tempat bekalnya: Apa yang saya bawakan utuh. Alasannya? Kenyang di sekolah ada temen yang naktir.

Entah, benar atau tidak tapi rasanya jadi pelajaran buat saya. Memutar ide, bagaimana membuat bekal yang cepat, tapi anak-anak pasti suka. Mentok-mentoknya memang lauk siap saji, tentu dengan kwalitas yang bagus dan terpercaya ya karena banyak banget dijual bebas lauk siap saji. Tinggal ibu pandai-pandai memilih. Kebetulan saya pakai So Good.

Friday

Bahaya Anyang-Anyangan Bagi Wanita


Apa Itu Anyang-Anyangan?

Pernah menderita anyang-anyangan?
Tahu arti anyang-anyangan?

Anyang-anyangan adalah air seni yang dikeluarkan saat buang air kecil sangat sedikit dan disertai rasa sakit atau panas, dengan ritme buang air kecil yang sering.

Sebelumnya saya pernah menulis tentang Cara Mengatasi Anyang-Anyangan Dengan Benar, bukan dengan mitos-mitos yang pernah saya ikuti dulu (sangking putus asanya terserang anyang-anyangan), seperti jempol kaki diikat karet gelang (sampai merah loh), diurut karena dikira turun kandung kemihnya. Peristiwa diurut ini pernah saya alami dengan gaya aneh loh.

Waktu itu pas silaturahmi ke Yogyakarta, ibu saya yang merasa prihatin anaknya selalu diserang anyang-anyangan cerita ke famili. Kebetulan sepupu pasca melahirkan putrinya dan sedang dalam masa perawatan dukun urut spesial wanita pasca melahirkan. Adat di sana wanita pasca melahirkan mendapat perawatan pijat, jamu-jamuan selama 40 hari.

Konon dukun urut spesial ini bisa mengobati area kewanitaan, termasuk wanita yang terkena anyang-anyangan yang katanya kandung kemihnya turun. Maka saya pun diurut dengan ritual pinggang bagian bawah diikat stagen (semacam selendang spesial untuk membebet perut hingga bagian bawah bokong wanita), lalu saya diminta posisi berbaring dan dukun urut itu menarik selendangnya dengan kencang...wuhaaaaa! Kalau ingat gokil banget deh. Usia saya saat diurut itu belum ada dua puluh tahun, wkwkwkkw.

Sempat timbul pertanyaan, mengapa saya yang masih gadis bisa turun kandung kemihnnnya? Lah, mana saya tahu. Pokoknya kalau kurang asupan air dan melakukan kegiatan berat, anyang-anyangan muncul tidak diundang. Di mana saja bisa anyang-anyangan, di sekolah, di rumah, di jalan saat berpergian sampai dewasa anyang-anyangan tetap tidak mau pergi. Ritmenya sering, bukan sekedar kadang-kadang atau waktu tertentu.

Puncaknya bisa terjadi juga saat kemudian saya bekerja, di kantor lagi sibuk-sibuknya terbirit-birit ke toilet, ke pantry buat minum air putih sebanyak-banyaknya, sampai bos saya tahu dan memberi obat gosok hangat untuk dioleskan ke pinggang dan perut. Malu juga kalau inget, sekantor mengetahui penyakit saya itu anyang-anyangan, ihiks.

Alhamdullilah, setelah menikah anyang-anyangan pergi. dan tidak sampai menyebabkan apa-apa. Karena ternyata anyang-anyangan jika diabaikan bisa berbahaya sekali. Bahkan saya pernah membaca anyang-anyangan bisa menyebabkan keguguran, karena penderita tidak menjaga kebersihan organ intimnya dengan baik.

Ngilu membayangkanya, teringat bagaimana saya dulu pun sering menggunakan toilet umum saat melakukan perjalanan. Kadang hanya membasuh dengan tisu tanpa air berhari-hari. Menggunakan underwear bolak-balik karena dalam perjalanan tidak sempat mencuci hingga kering. Namun jangan ditiru, tidak semua keberuntungan bisa terjadi, yakni tidak apa-apa membiarkan anyang-anyangan dan tidak menjaga kebersihan orga intim. Ingat, anyang-anyangan 90% terjadi karena bakteri E.coli yang nyasar ke kandung kemih.

Sunday

Reformasi Koperasi Agar Berperan Dalam Era Milenium


Nostalgia Koperasi

Bicara tentang koperasi, mengingatkan saya pada pembicaraan dengan seorang teman dua bulan lalu. Saat itu saya tengah menghadiri sebuah acara reuni SD. Seorang teman yang dikenal sebagai pengusaha muda, tepatnya teman sebangku saya waktu SD, sebut saja namanya Yunus. Pria berusia jelang 40an ini menceritakan tentang peran sertanya dalam koperasi. Pentingnya koperasi bagi pengusaha kecil atau UKM, peran koperasi dalam mendukung pedagang-pedagang kaki lima, dan banyak lagi. Ajaibnya, hanya satu-dua yang tertarik menyimak, saya sendiri menyimak karena tertarik dengan kalimat: Pentingnya koperasi bagi pengusaha kecil atau UKM.

Apa alasannya koperasi menjadi  begitu penting bagi pengusaha kecil atau UKM? tanya saya, yang dijawab dengan singkat dan padat, bahwa koperasi memberikan pinjaman yang mudah dan pembagian hasil yang tidak menjerat masyarakar kelas bawah. Hal ini tentu saja sudah sering saya dengar, koperasi memberikan bunga yang lebih rendah dari instasi sejenis, namun meski saya termasuk terjun ke dunia UKM belum pernah sekali pun bersinggungan dengan koperasi.

Mungkin bukan saya saja, banyak masyarakat kita yang belum familiar dengan koperasi. Mereka lebih paham instasi pemberian modal lain ketimbang koperasi. Bahkan begitu mendengar koperasi, ingatan saya adalah pelajaran sekolah. Instansi yang tidak asing bagi masyarakat pedesaan. Saya masih ingat ketika ke Yogya, menemani kakek antri di koperasi desa, mengembalikan pinjaman modal untuk pembelian benih padi. Wajah para petani yang ikut antri sumringah semua, panen mereka berhasil. Pengembalian modal dengan sistem cicil dan bunga yang rendah tidak memberatkan sama sekali.

Sampai sekarang koperasi yang terpatri dalam kepala saya adalah instasi simpan pinjam yang sangat familiar dengan masyarakat di desa-desa. Padahal koperasi menurut teman saya tersebut sudah meruyak di kota besar. Sudah merambah para penggiat UKM, tidak sekedar petani, nelayan. Namun buktinya, saya masih gagap ketika ditanya: "Di Depok ada koperasi?" dan browsing untuk menjawab pertanyaan itu.

Ketika tinggal di Jakarta saya pernah tahu dan bersinggungan dengan koperasi hanya dua kali, yaitu koperasi sekolah dan koperasi yang letakknya tidak jauh dari rumah orangtua di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bersinggungan dalam arti pernah datang untuk berbelanja karena rata-rata koperasi merangkap toko alat tulis atau kebutuhan pokok. Jadi mengulas koperasi seperti tengah bernostalgia ke masa kecil.

Sumber gambar: BeritaBojonegoro

Thursday

Cara Mengatasi Anyang-Anyangan Dengan Benar


Pengalaman Saya Dulu Menderita Anyang-Anyangan

Anyang-Anyangan

Siapa yang pernah menderita anyang-anyangan? Rasanya jika pertanyaan ini dilontarkan satu-satu , bukan mustahil hampir setiap orang pernah merasakan penyakit satu ini. Bukan merupakan penyakit yang berbahaya, tetapi rasanya benar-benar amat sangat mengganggu sekali. Terutama jika terjadi di saat kita beraktifitas di luar. Bukan mengada-ada, buat saya menderita anyang-anyangan membuat seolah dunia runtuh.

Mengapa saya bisa mengatakan demikian? Karena saya menderita anyang-anyangan sejak kecil. Ingat betul, sejak saya duduk di bangku sekolah dasar. Seingat saya penyebab anyang-ayangan yang menimpa saya banyak sekali, diantaranya:

  • Banyak beraktifitas seharian atau bermain yang membuat saya letih dan tidak banyak mengasup air putih. Saat kecil hampir setiap hari main lari-larian.
  • Minum air dingin sehabis beraktifitas atau bermain lari-larian
  • Menahan pipis, sementara tidak banyak mengasup air putih karena keasyikan main
  • Anyang-anyangan yang saya derita rasanya kadang saat buang air kecil nyeri dan panas, keluarnya hanya sendikit, kadang hanya rasa tidak nyaman yang membuat serba salah. Perasaan itu disertai rasa ingin buang air kecil terus-menerus sampai letih. Bisa dibayangkan kalau anyang-anyangan ketika mau tidur, dalam perjalanan atau saat di sekolah?
Ketika dewasa anyang-anyangan pun datang saat saya di kantor, karena penyakit anyang-anyangan menyerang saya hingga dewasa. Rasanya sampai mau menangis karena bolak-balik ke kamar mandi, duduk gelisah, Baru dari kamar mandi, kaki masih terasa dingin, baru mau duduk sudah terasa buang air kecil lagi. Begitu buang air kecil hanya keluar berapa tetes dengan rasa tidak nyaman, sementara tugas kantor mengharuskan fokus.

CATEGORIES

>

Pentingnya Membentuk Kebersamaan Dengan Si Kecil

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan Ia akan belajar menemukan cinta dalam ke hidupannya Kata mutiara y...

Cari Artikel

Instagram

Powered by Blogger.