Friday, October 23, 2015

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade

Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO

Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya berikan Mpasi seperti umumnya yang  booming saat itu, yaitu pure buah-buahan atau karbo. Itu pun sangat terbatas sekali jenisnya. Jadi awal mencoba Mpasi usia 6 bulan, saya beri pure tunggal antara lain: pure tepung beras, tepung kacang hijau, pisang, alpukat, wortel, apel, dan lain-lain Sementara protein hewani, seperti ikan, telur, daging, hati, itu diberikan setelah usia 8-9 bulan ke atas. Dimana saat itu bayi sudah mulai mengenal Mpasi campur, bukan tunggal. Karena info yang saya input, kalau tahap usia dini dikasih protein hewani bisa alergi lah, pencernaan belum kuat lah.

Jangan lupa ya, untuk membaca artikel ini. Penting banget  supaya kita tidak menjadi ortu yang gagap Mengapa Harus Belajar Menjadi Orangtua Baru?

Nah, ketika anak ke-4 lahir ((Pendar), saya baru tahu tentang Mpasi versi WHO ini. Ternyata metode Mpasi yang dulu saya berikan itu kandungannya ngawur (baca: tidak lengkap). Dulu saya membuat Mpasi campur bisa: beras putih, kentang, kacang merah,wortel, hati, ceker...dimasak semua jadi satu. Ngawurnya terjadi double karbo: Beras putih, kentang, lalu double protein hewani: Hati dan ceker ayam. Kadang, tidak lengkap: beras putih,brokoli, wortel, hati ayam. Benerkan, ya jadi ortu harus banyak belajar, apalagi orangtua baru seperti saya saat itu.

Pengenalan keaneka ragamannya pun telat. Saya baru berani memberi bayi telur, daging ikan itu setelah bayi berusia 8 bulan menuju 9 bulan. Karena ngeri alergi, cemas pencernaan belum siap. Padahal bayi sejak awal siap diberikan Mpasi, pengenalan keaneka ragaman menu berguna agar kelak bayi menyukai banyak jenis makanan sehat dan nutrisi yang diasup kandungannya lengkap bagus untuk masa-masa pertumbuhannya yang sangat pesat.

Bayangkan, berapa banyak ketinggalan jenis-jenis makanan sehat itu, mengingat dulu saya memberi Lintang dan Pijar Mpasi full buah dari usia  6 sampai 7 bulan. Dan, protein hewani baru diberikan pada saat usia 8-9 bulan ke atas..du du du du

Maka, dalam waktu sesingkat-singkatnya saya sibuk tanya sana-sini mengenai MPasi versi WHO. Mulai dari teman yang sama-sama punya bayi seumuran, sampai ke HHBF (Homemade Healthy Baby Food) , dan info-info lain via browsing, buku. Jadi dalam Mpasi versi WHO itu bayi diberikan makanan padat atau Mpasi pada usia 180 hari, dengan memberikan segala macam jenis makanan. Wow, saya langsung menghitung dengan teliti. 

Mengapa harus 180 hari? Jawaban ini juga ada di artikel Mengapa Harus Belajar Menjadi Orangtuabaru? yang dijelaskan oleh dokter anak di RSI Bunda Menteng.

Lalu selama 14 hari di awal pemberian Mpasi itu, bayi kita berikan menu tunggal atau menu yang hanya satu jenis, tanpa kombinasi. Saya memberi Pendar di awal Mpasi:

Menu Tunggal Pure Kentang
 Pure pisang pagi hari – pure wortel sore hari dengan takaran 2-3 sendok makan orang dewasa

Reaksi ketika menolak Mpasi
Seterusnya, selama 14 hari saya mengenalkan pure kabocha, kacang hijau, pir, pepaya, kentang, kuning telur ayam kampung&burung puyuh sampai ikan, hati ayam, daging ayam, (daging sapi karena teksturnya lebih keras pada Mpasi 14 hari belum saya kenalkan). Dalam 14 hari ini saya sibuk mengamati, jenis makanan apa yang membuat Pendar alergi.

Reaksi ketika senang menu MPasi
Ternyata Pendar belum cocok pir, karena pir jadi diare sehari 3-4kali. Tapi karena diare disebabkan tidak cocok makanan, maka saya cukup memberinya dengan pure apel hijau dikukus. Alhamdullilah, langsung tidak diare lagi. Tapi, habis diare berganti sembelit selama 3 hari karena Mpasi pure kacang merah...Toweeeng! Saya memberinya pure pepaya, tidak  juga pup. Akhirnya saya memberi sedikit pure pir...langsung lancar deh. Kalau diare pada bayi, jangan langsung memutuskan memberi obat ya, tetapi ceck dulu penyebabnya.

Oya, alergi tidak hanya diare, tapi bisa juga ruam, demam, bisul, sampai sesak napas. Jika alergi gawat, sebaiknya ke dokter. Jika bayi alergi terhadap makanan, maka tunda pemberiannya sampai sebulan kemudian. Coba lagi, dan lihat reaksinya.

Setelah 14 hari masa pengenalan Mpasi tunggal..eng ing eng... Mulailah kita berkreasi Mpasi 4 bintang.

Apa sih Mpasi 4 bintang itu?

Yaitu menu yang mengandung:
-Karbohirat
-Protein hewani
-Protein nabati
-Sayur
Ditambah lemak dari santan atau minyak kelapa, konon ini untuk mengikat semua kandungan nutrisi dalam menu 4 bintang.

Di awal membuat menu Mpasi 4 Bintang.. Wuhaa saya semangat sekali. Asyik saja, karena selama Mpasi menu tunggal saya sudah buktikan Pendar lebih mudah menerima aneka jenis makanan, tidak ada alergi jenis makanan yang berarti.

Resep menu 4 bintang:
Beras putih
Kacang hijau
Brokoli
Tomat
Daging belut
#untuk lemaknya saya pakai sedikit santan

Semua bahan saya masak berdasarkan tingkat lama memasaknya, biasa sayuran dimasukkan terakhir saat Mpasi sudah mau matang. Setelah matang dan agak dingin, saya saring secara manual seperti saat membuat Mpasi menu tunggal. Takaran menu menggunakan gelas pengukur sebanyak 125ml. Alhamdullilah doyan dan habis, tapi kalau si kecil tiba-tiba menolak Mpasi jangan panik, juga jangan memaksa yang justru membuat Anda dan si keci stres. Sebab, Bayi GTM Bukan Alasan Untuk Menyerah Mpasi ASI Homemade hanya ada triknya, dibaca saja artikel tersebut ya. Moga membantu.

Mpasi versi WHO ini selain memenuhi nutrisi bagi bayi, juga membuat kita tidak kesulitan mengolah menu jika nanti bayi sudah boleh mengenal sedikit garam dan gula. Karena menu Mpasi WHO itu bukan sekedar menu milik bayi, tapi menu yang ada di meja makan keluarga. Seperti sayur sop, sayur bayam, ikan goreng, pepes ikan, tempe goreng, dan lain-lain

Berikut ini saya sharing resep Menu Tunggal dan MPasi 4 bintang 

15 comments:

  1. asyik nih makannya pendar, nyam-nyam

    ReplyDelete
  2. Ayuk makan bareng Aisyah @Naqiyyah

    ReplyDelete
  3. Wah, kalau saya rasa makan pear bukan menyebabkan alergi, Mbak. Pear memang mengandung zat yang membuat buang air besar lebih lancar, kemaren pas hamil saya sembelit sampe 7 hari obatnya pear karena pepaya udah gak mempan. Makasi ya udah sharing, kebetulan saya 24 hari lagi MPASI. :)

    ReplyDelete
  4. hahaha..emang kalo ngasih mpasi ini kudu jeli ya Mak, sampe tau kalo di kasih A mencret, eh di kasih B sembelit. Naluri ibu saat itu begitu kuatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba..riweh soalnya kalau bayi kenapa-kenapa hehehe

      Delete
  5. Pernah dengar juga istilah MPASI 4 bintang ini. Harus lebih selektif masak, ga asal aja ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Metode Mpasi terbaru dari WHO, mba, agar kebutuhan nutrisi anak lebih sempurna

      Delete
  6. Anak semakin sehat makan mpasi buatan sendiri ya mba

    ReplyDelete
  7. wah jadi kangen pengen ngasi mpasi #eh

    ReplyDelete
  8. Waah, ilmu baru nih buat aku makasih mbaaa

    ReplyDelete
  9. anak ku mulai makan umur 6 bulan..sih.. tapi syukurnya mau aja.. kecuali telur ayam suka alergi gitu...

    ReplyDelete
  10. Noted.. bentar lg bakal punya baby lagi, tfs mb

    ReplyDelete
  11. Alhamdullilah semuaaa anak2 saya ASI sesuai anjuran WHO ada ASI ekslusif juga😃

    ReplyDelete

Instagram

Domain Murah

CATEGORIES

>

Mengenal Mpasi versi WHO

MPasi WHO Homemade Yuk, Kenalan Dengan Mpasi Versi WHO Untuk Lintang, Pijar, saya belum mengenal Mpasi versi  WHO. Keduanya saya be...

HEY THERE .....

Eni Martini

Penulis novel, bukunya sudah diterbitkan lebih dari 20 judul. Salah satu difilmkan Mplus tahun 2010. Owner di bliblibuku.com, ibu dari 3 anak, penyuka teh hangat-perjalanan, fashion dan ...lifestyle blogger.

COMMUNITY

  • Powered by Blogger.