5 Warung Makan Enak & Murah Favorit Saya

by - November 26, 2018




Saya dan suami sebenarnya jarang makan di restoran, kalau sesekali makan di restoran itu karena permintaan anak-anak. Sementara kalau saya dan suami lebih senang mencoba warung makan sederhana, kami cari yang selalu ramai pengunjung, lalu penasaran mencoba rasanya. Segreget apa sih sampai ramai pembelinya, kira-kira begitu yang ada dalam pikiran kami.

Macam-macam sih hasilnya, ada yang ternyata memang citra rasanya greget banget, ada yang biasa saja atau malah tidak enak menurut kami. Kalau kalian termasuk penyuka kulner ala-ala warung makan sederhana, mungkin rekomendasi saya ini bisa dicoba. Dijamin kenyang tapi tidak menguras dompet, soal rasa kalau satu selera dengan kami maka akan balik lagi, hehehe.

1. Minang Sepakat

Dari namanya pasti sudah bisa menebak deh. Iyesss, ini rumah makan padang, banyak banget sebenarnya rumah makan padang. Tetapi yang satu ini sudah di hati sejak tahun 2008 , tepatnya sejak kami pindah rumah dari rumah orangtua untuk ngontrak di Jagakarsa. Seperti biasa pasangan muda anak satu, baru pindah pula, makan beli terus. Nah, Minang Sepakat ini jadi langganan kami.

Jangan dibayangkan seperti rumah makan padang bentuknya, ini semacam kios-kios warung makan di kantin. Letaknya di parkiran ruko Kampung Kandang, Cilandak-Jakarta Selatan, persis di depan toko pakaian muslim Syifa. Kalau jam makan siang antri para pekerja baik laki-laki maupun perempuan.

Menu favorit saya di Minang Sepakat yakni ayam bakar dan jengkol balado, asli endesss banget. Ayam bakarnya empuk, bumbunya mresap sampai ke tulang dan jengkol baladonya...pulen. Bisa dikatakan di warung makan ini pertama kali saya jatuh cinta sama jengkol, hahaha. Untuk harga murah banget, seporsi nasi plus ayam bakar, jengkol balado, lalap-sambal tidak sampai 20 ribu!

2. Pecel Ayam Nasi Uduk

Lokasinya masih di skeitar Minang Sepakat, tetapi pecel ayam nasi uduk adanya malam hari, persis di depan BSM. Di sini selain ayam, ada bebek, tahu-tempa, ati-ampela, tetapi saya dan suami paling favorit sama pecel ayam nasi uduknya, enak banget. Karena nasi uduknya pas banget, terasa santannya, ayamnya empuk tanpa rasa amis, dan sambalnya top. Harganya sekitar Rp 20.000.

Kalau mau makan pecel ayam nasi uduk di sini, jangan datang kemalaman, Karena nasi uduknya cepat habis, berapa kali saya dan suami hanya kebagian nasi biasa. Menurut kami kurang nampol kalau pakai nasi biasa, hehehe.

3. Kangen Kongkow

Warung makan yang konsepnya hommie ini terletak di belakang kampus UI, tepat di sebelah kelurahan Kukusan. Karena dekat kampus harganya jadi cukup bersahabat, tapi soal tempat dan citra rasa makanannya tidak kalah dengan restoran. Saya dan suami paling suka menu Ayam Betutu Bakar yang dibandrol harga 29k. Untuk review lengkapnya bisa baca: Kongkow Murah DiCafe&Delivery Depok.

4. Warung SS Depok

Warung serba sambal ini letaknya di Jalan Raya Margonda Depok, selalu ramai pengunjung sampai pernah saat mau buka puasa di sana, saya dan suami balik pulang. Kenapa? Tidak tahan dengan antriannya yang panjang mengular. Tidak hanya di bulan puasa Ramadan, di hari biasa kalau datang pas jam makan siang full, lebih aman datang pukul 11 siang.

Saya dan suami senang dengan aneka sambalnya yang banyak sekali dan murah-murah harganya. Buat pecinta aneka sambal bisa mampir ke sini, makan ramai-ramai tidak akan menguras isi dompet. Tidak percaya? Baca cerita lengkapnya di Warung SS Depok Bagi Pecinta Sambal

5. Laksa Villa Mutiara

Warung laksa dengan penjual seorang kakek tua ini terletak di dalam Villa Mutiara Cinere, warungnya berupa tenda dengan gerobak laksa. Tapi rasa laksanya cukup endes sekali, satu porsi Rp 10.000 sanggup membuat perut kenyang karena isinya penuh. Sayang, hanya ada pada hari sabtu dan minggu saja

You May Also Like

1 komentar

  1. Yg pernah aku coba cm warung SS. Sisanya blm, tp Minang sepakat Ama yg paksa pernah denger tuh mba... Cm Krn jauuuh bangeeet ini, jd aku blm ada kesempatan nyobain :D.

    Daerah selatan aku hrs akuin, makanannya enak2 siiih. Dulu pas msh tinggal di Bintaro dan setiabudi, duuuh puas kulineran daerah sana :D. Skr udh stay di timur, jd susah kalo kangen kulienr selatan yg jauh lebih endeuus sbnrnya :D

    ReplyDelete