KESEHATAN

PARENTING

REVIEW

Menjadi Pahlawan Penjaga Ozon

by - February 09, 2021


Bumi memanas, bukan karena erupsi gunung api. Bumi memanas, melainkan karena sudah terlalu banyak menerima radiasi UV yang tidak terpantulkan kembali ke ruang angkasa. Biar pun sinar UV sangat baik untuk kesehatan, utamanya sebagai vitamin D, tapi terlalu berlebihan justru mengancam ekosistem. Tumbuhan dan plankton bisa rusak karenanya. Mari sejenak bertanya pada Ariston Nuos Primo 80-100 L, tentang apa yang harus dilakukan untuk menjadi pahlawan penjaga ozon?

Sama berbahayanya seperti air. Jumlah yang cukup, menyejahterakan makhluk hidup, tapi jika terlalu melimpah seperti banjir misalnya, malah menjadi sumber musibah. Tak perlu sesosok Avatar untuk jadi pengendali air, sebab menyelamatkan bumi adalah tugas mulia manusia, dengan memperbanyak daerah resapan, dan mengontrol buang sampah di sungai jadi kuncinya.

Bumi bukan hanya ditinggali manusia. Makhluk hidup lain, macam hewan dan tumbuhan, juga bergantung hidup dari bumi dan segala ekosistemnya. Kalau bumi memanas, mungkin manusia masih bisa bersembunyi di balik kamar dengan pendingin ruangan, tapi tidak bagi hewan dan tumbuhan. Alam liar yang telah rusak adalah rumah mereka, rumah manusia juga.

Bagaimana mungkin manusia meniadakan mereka, sementara manusia adalah bagian dari ekosistem itu sendiri? Bumi adalah tempat tinggal bersama. Kita saling memakan dan dimakan. Manusia mati dan terurai oleh mikroorganisme. Bagian terkecil itu kemudian jadi makanan bagi organisme kecil lain, sampai selanjutnya terserap oleh tumbuhan.

Tak cuma hewan, tumbuhan adalah makanan manusia juga. Hewan makan tumbuhan, dan manusia memprosesnya dengan bumbu yang didapat dari tumbuhan juga. Siapa bergantung pada siapa sebetulnya? Bisakah kita hidup dengan meniadakan mereka, menenggelamkan rumah mereka, dan menganggap mereka seperti hama?

Berubah Jadi Lebih Baik

Satu fakta kalau lapisan ozon menipis, pertama kali diketahui di tahun 1970-an oleh ilmuwan di Kutub Selatan. Lapisan ozon menipis, bahkan berlubang, sehingga radiasi UV membahayakan planet bumi. Bagaimana itu bisa terjadi? Pemanasan global adalah biang keladinya. Faktor utama pemicu pemanasan global adalah efek rumah kaca.

Terlalu banyak karbondioksida (CO2) yang terperangkap di atmosfer, menghalangi sinar UV yang semestinya terpantul kembali ke ruang angkasa. Selain karena polusi pabrik dan kendaraan berbahan bakar minyak bumi, hutan yang tumbuh menjadi gedung, efek rumah kaca, juga berkat kontribusi penggunaan CFC berlebih.

CFC (chloro fluoro carbon) dan HCFC (hydro chloro fluoro carbon) merupakan senyawa kimia yang sering ditemui pada produk rumahan seperti AC dan kulkas. Bisakah membayangkan, apa jadinya jika setiap rumah memakai produk tersebut lengkap dengan senyawa kimia perusak ozon? Manusia, dengan bodohnya, hanya akan menuju pada kepunahannya sendiri. Sungguh, mengenaskan!

Ada yang memang menganggap pemanasan global itu mitos, walau pada kenyataannya banyak juga yang peduli. Protokol Montreal tahun 1987 menyatakan, bahwa negara-negara di dunia bersepakat melindungi ozon. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita bisa berubah jadi lebih baik yang peduli dengan keselamatan bumi?

Produsen AC dan kulkas yang semula memakai bahan kimia berbahaya bagi ozon tersebut, perlahan beralih memakai bahan kimia ramah lingkungan. Sebagaimana Ariston Nuos Primo 80-100 L, pemanas air heat pump dari Ariston, sudah dilengkapi energi terbarukan memanfaatkan gas ekologis R134A yang memungkinkan heat pump itu mencapai suhu air 55˚C.

Aman untuk Masa Depan

Sejak ditandatanganinya traktat perlindungan ozon, kini CFC dan sejenisnya dilarang didistribusikan dan dipakai kembali. Ini bukan berarti kita tidak bisa lagi menikmati dinginnya AC, segarnya es krim, maupun segarnya mandi air hangat. Ada banyak senyawa kimia pengganti yang tentu saja aman untuk ozon dan urung menyebabkan pemanasan global.

Mandi air hangat misalnya, kita bisa beralih menggunakan teknologi paling mutakhir. Hanya butuh daya listrik 250 Watt, jumlah konsumsi energi ini cukup rendah dan efisien. Ini karena cara kerja pemanas air ini dengan menyerap panas langsung dari luar.

Dilengkapi dengan tangki air bergaransi 5 tahun, kapasitas 80, dan 100 liter air, jumlah ini cukup banyak untuk mandi berkali-kali. Sangat tidak mungkin menghabiskan air sebanyak itu sekaligus bukan? Untuk apa kita memilih produk ramah lingkungan, kalau kita sendiri masih menggunakan air sewenang-wenang? Karena air merupakan bagian dari lingkungan yang harus kita jaga, air merupakan kehidupan bagi  mahluk hidup, termasuk manusia.

Tak seperti CFC yang merusak ozon, bahan refrigerant pada pemanas air cenderung ramah lingkungan. R134A, diistilahkan tetrafloroetana, sifatnya mirip dengan R-12 (diklorodiflorometana) yang merupakan refrigeran haloalkana, yang tidak membuat ozon menipis, dan parahnya, berlubang.

Desain mewah khas Italia karya Umberto Palermo berpadu dengan teknologi baru yang berlapiskan titanium enamel untuk proteksi yang lebih baik. Tiga pilihan mode, yaitu mode green, mode auto, dan mode boost, semuanya mampu bekerja dengan sepanas dan secepat yang kita inginkan.

Jadilah bijak jika ingin berguna bagi keselamatan bumi. Manusia pasti pernah salah dan merugikan. Tapi hebatnya, kita adalah manusia yang bisa menyadari kesalahan dan memperbaikinya. Jadi apa salahnya jika kita beralih pada tekonologi terbarukan yang lebih ramah lingkungan, seperti Ariston Nuos Primo 80-100 L?

Jadi, kapan hendak mulai jadi pahlawan penjaga ozon?


You May Also Like

0 komentar