KESEHATAN

PARENTING

REVIEW

Solusi Keuangan Saat Pandemi

by - March 21, 2021

 

Rasanya hampir semua orang mengeluhkan masalah keuangan atau masalah ekonomi saat pandemi ini, karena imbas dari pandemi Covid 19 yang sudah berjalan setahun ini membuat semua sektor perekonomian mengalami penurunan. Banyak tetangga, teman-teman yang mengeluh karena mengalami pemotongan upah kerja, atau gaji.




Seperti yang dialami tetangga yang suaminya bekerja di sebuah restoran besar yang berada di mall, karena efek pandemi menyebabkan mall sepi, daya beli berkurang, dan karyawan diberlakukan jam kerja work from home atau wfh, otomatis gajinya tidak sebesar sebelum pandemi. Tapi mengalami pengurangain sebanyak 40%,  kondisi ini menyebabkan beberapa kebutuhan yang tidak terpenuhi seperti biasanya.

Padahal menurut cerita tetangga saya, dia memiliki beberapa tagihan yang sedang berjalan. Karena kondisi pandemi diluar dugaaan, maka membuat benar-benar bagai berada di ujung tanduk. Tagihan berbaris rapi setiap bulannya, sementara pemasukan mundur teratur.  Hal-hal seperti ini pasti banyak dialami masyarakat sekarang ini.

Sementara saya dan suami yang memiliki usaha menjual buku online skala kecil, terkena imbas juga. Daya beli masyarakat berkurang jauh, jika sebelumnya buku menjadi kebutuhan yang penting untuk bacaan anak-anak. Maka karena pandemi buku-buku menjadi kebutuhan nomor sekian, jadi kami harus pandai-pandai mencari jalan keluar agar bisnis tetap berjalan,dan kebutuhan rumah tetap berjalan dengan baik.

Nah, ketika ada webinar Ngopi Bareng Bang Amar dengan tema Bijak Merencanakan Keuangan yang diselenggarakan bareng komunitas ISB, saya langsung daftar. Secara kondisi pandemi, berubahan pemasukan, kalau kita tidak bijak mengatur keuangan maka bukan mustahil akan mengalami nasib di ujung tanduk.






Bijak Mengelola Keuangan

Mengudang pembicara Aidil Akbar Madjid-Perencanan Keuangan Senior, membuat Ngopi Bareng Bang Amar ini sangat menarik. Apalagi saya sudah beberapa kali pernah menghadiri acara Bang Aidil, penjelasannya tentang keuangan sangat mudah dicerna, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.




Kali ini Bang Aidil memberikan menjelaskan tentang bedanya keuangan keluarga dan keuangan  usaha. Nah, ini yang sebenarnya masih rancu buat saya dan suami karena kami kadang khilaf menyatukan keuangan keluarga dan keuangan usaha, akibatnya memang terasa sekali. Kami jadi tidak tahu laba bersih, kadang modal kehabisan, atau terpakai untuk kebutuhan keluarga, karena keuangan keluarga tidak sehat.

Jika keuangan keluarga sehat, dan benar dalam menggunakannya, maka keamanan keuangan usaha akan terjaga. Tapi tentu saja keuangan usaha juga harus mencukupi segala hal yang mencakup tentang usaha tersebut. Wah, pusing kan, hehehe. Punya usaha memang harus pandai soal keuangan, tidak hanya sekedar pandai startegi pemasarannya.

Supaya tidak khilaf, Bang Aidil memberi point-point antara keuangan keluarga dan keuangan usaha, dan diharapkan kita harus tegas dalam menerapkannya. Tidak sekedar tahu, dan menuliskan point-point tersebut. Untuk itu biar selaras terjaga dengan baik keuangan keluarga dan keuangan usaha, maka perlu diketahui hal-hal berkut ini:

Keuangan Keluarga:

1. Sehat sehat secara keuangan, dalam arti tidak memiliki hutang melebihi penghasilan. Hutang maksimal jangan melebihi dari 30% gaji. Kalau pun memiliki hutang, berhutang yang baik seperti kredit rumah, kredit kendaraan yang bisa dimanfaatkan untuk disewakan, mau pun dipakai usaha lainnya, hutang modal untuk dikelola sebagai usaha.

2. Bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, sering banget kita tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Untuk bisa membedakannya, ketika akan membeli sesuatu atau barang coba dipikirkan, jika tidak ada barang tersebut apakah kita akan mengalami kesulitan?

Atau misalnya saat pandemi ini, apakah penting membeli baju, sementara kita lebih banyak berkegiatan di rumah? Dengan bisa membedakan kebutuhan dan keinginan, maka akan meminimalisir pembelian barang-barang yang tidak perlu, yang hanya membuat pengeluaran kita membengkak.

3. Menabung, ini wajib hukumnya, dan menabung harus didahulukan dari kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan lainnya. Jadi menabung dulu, membayar kewajiban-kewajiban, baru kemudian gaji atau uang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan lain sebagainya.

4. Berinvestasi, setiap keluarga penting memiliki investasi seperti rumah, tanah. Investasi ini untuk menjaga agar keuangan kita stabil jika suatu saat membutuhkan modal atau dana besar.

5. Apabila punya usaha, keuangan terpisah. Nah, ini setelah point-point di atas, maka jangan lupa untuk memisahkan uang usaha agar tidak terpakai.

Keuangan Usaha:

1. Terpisah dari keuangan keluarga, seperti yang diulas di atas bahwa keuangan usaha tidak boleh dicampur dengan keuangan keluarga. Gunakan rekening yang berbeda, dan jangan lupa membuat sistem administrasi yang rapi.

2. Bisa menentukan biaya, ketika kita membuat usaha maka harus bisa menentukan biaya untuk pembelian produk, ekpedisi, karyawan, listrik, dan lain sebagianya.

3. Bisa menentukan harga jual, tentu saja ketika memiliki usaha kita harus bisa menentukan harga jual agar tidak merugi, dan juga harga tetap sesuai dengan pasaran yang berlaku.

4. Bisa membayar cicilan (bila ada), dalam usaha bisa jadi kita memiliki pinjaman, atau kredit untuk keperluan usaha, dan ini jangan sampai terlewat atau diabaikan agar usaha tetap berjalan.

5. Bisa mengatur cash flow keuangan, makanya seorang pembisnis meski kecil-kecilan harus tetap paham mengelola keuangan.

Dan untuk mengetahui semua keuangan kita sehat atau tidak perlu dilakukan financial check up yang meliputi:

1. Hutang

2. Kekayaam bersih dan Networth

3. Dana Darurat

4. Asuransi

5. Investasi

Ayo, sudahkah kalian melakukan financial check up untuk ke lima point di atas? Hati-hati jangan sampai terjadi  hutang melebihi penghasilan, kekayaan bersih ternyata tidak ada, dana darurat terpakai untuk keinginan, asuransi belum ada, dan investasi nilainya lebih kecil dari hutang-hutang yang dimiliki. Kalau hal ini terjadi, kata Bang Aidil berarti kita dalam kondisi bangkrut.

Untuk itu sebagai jaga-jaga mengelola keuangan kita, bisa menggunakan pedoman rumus mengatur keuangan bulanan, yakni:



1. 10% kebaikan, bisa untuk sedekah, membantu oranglain yang membutuhkan, dan lain sebagianya.

2. 20% masa depan, alokasinya untuk tabungan, asuransi, dana darurat.

3. 30% cicilan, membayar tagihan rumah, kendaraan, dan lain sebagainya.

4 40% kebutuhan, untuk kebutuhan sehari-hari, dan lain-lain.

Tapi namanya kehidupan kita pasti akan memiliki hutang atau pun cicilan kredit, agar tidak terjerumus dan menggiring kita pada kondisi  bangkrut atau pailit. Maka perhatikan hutang mana yang baik, dan hutang mana yang buruk. Bang Aidil memberikan point-point hutang yang baik, dan hutang yang harus kita waspadai atau hutang buruk.

Hutang Baik:

1. Hutang untuk pendidikan atau hutang untuk dana pendidikan yang bermanfaat besar di masa depan.

2. Kredit rumah karena nilai properti selalu stabil dan mengalami kenaikan.

3. Berinvestasi, tentu saja dengan memilih investasi yang tepat untuk masa depan.

4. Modal usaha, meminjam modal untuk dikelola sebagai modal usaha atau bisnis. Tentu saja harus waspada untuk meminjam modal di instansi yang tepat dan aman.

Hutang Buruk:

1. Kredit Card, karena kemudahannya untuk berbelanja membuat banyak orang justru khilaf untuk membeli barang berdasarkan keinginan, dan menyebabkan hutang bertumpuk.

2. Kredit barang-barang konsumsi, diantaranya kredit kendaraan pribadi.

3. Kredit barang habis pakai, seperti pakaian, tas untuk bergaya.

Mengulas tentang mengelola keuangan memang bikin mikir banyak ya, ternyata tanpa disadari sudah melakukan hal-hal keliru. Tapi Alhamdullilah, sejak pandemi saya tidak lagi konsumsi fashion karena seperti yang dikatakan Bang Aidil, fashion bukan kebutuhan saat kita hanya banyak di rumah saja. Kalau saya sih setuju, kalau kalian?

Tapi tentu saja kondisi pandemi ini banyak orang yang ingin membuka usaha karena peluang usaha saat pandemi cukup banyak, tapi hati-hati dalam hal meminjam modal usaha meski ini merupakan hutang baik. Salah satunya yang harus diwaspadai dengan meruyaknya pinjaman online.

Hati-hati Pinjaman Online

Ketika akan meminjam online hati-hati, dan perhatikan hal berikut ini:

1. Terpercaya

2. Reputable

3. Terdaftar di JK

4. Ada di Platform  (Google Play)

5. Hati-hati pinjol ilegal

Hal yang harus dipertimbangkan ketika memilih pinjaman:

1. Terpercaya & reputable

2. Terdaftar di OJK

3. Limit relavite besar

4. Cicilan bisa panjang

5. Jaminan

6. Bunga kompetitive

7. Aplikasi (online) di platform (google playstore/ios)

Nah, untuk pinjaman online ini bisa menjadi solusi keuangan saat ini, dimana kita akan mengunakan sebagai modal usaha. Tapi jangan lupa untuk memperhatikan point-point di atas yang sudah dijabarkan oleh Bang Aidil, salah satu pinjaman online yang aman adalah Tunaiku.

Untuk lebih jelasnya mengenai Tunaiku akan saya ulas. So, jangan lupa baca sampai  tuntas ya!

Solusi Keuangan dengan Tunaiku

Dari webinar Ngopi Bareng Amar ini diinfokan bahwa tingkat partisipasi perempuan Indonesia di bidang kewirausahaan tertinggi di Asia Tenggara. Ini benar banget loh, bisa kita lihat banyaknya para wanita, terutama ibu rumah tangga yang berbisnis secara online, termasuk saya ini.



Hanya masih banyak juga yang maju-mundur cantik karena berbagai alasan, diantaranya kurang percaya diri, bingung harus memulai dari mana, dan satu lagi yang tidak kalah penting yakni terbatas atau tidak adanya modal. Seperti yang saya tulis di atas, pinjaman online bisa  menjadi solusi keuangan di saat ini untuk modal membuka usaha. Ingat ya, jangan dibuat hutang buruk seperti pinjam online buat beli barang konsumsi. Ini bakalan menuju kebangkrutan loh!

Karena meruyaknya pinjaman online yang tidak aman, maka Bank Amar memberikan solusi dengan Tunaiku  yang dalam webinar ini akan dijelaskan oleh Ghaida Nuris Tsara selaku Coordinatir Referral Program Tunaiku Amar Bank.  Apa itu Tunaiku?

Tunaiku adalah platform pinjaman online tanpa agunan dari PT Bank Amar Indonesia tbk, yang memberikan solusi financial bagi masyarakat yang kurang terlayani atau belum dilayani Lembaga Keuangan Formal.

Keunggulan Tunaiku:

1. Limit pinjaman cukup besar, yakni Rp 2.000.000- 20.000.000

2. Interest bunga pinjaman 3-4% flat perbulannya

3. Jangka waktu pinjaman mulai 6 hingga 20 bulan

4. Biaya administrasi Rp 540.000 sudah termasuk ke cicilan bulanan

5. Hanya butuh KTP, tanpa jaminan

6. Peminjam mulai usia 21 tahun hingga 55 tahun

Tunaiku sudah menyalurkan dana pinjaman sebesar lebih dari 4,7 triliun untuk membantu kebutuhan produktif, diantaranya:

1. 140.000 customer mernovasi rumah

2. 100.000 customer modal usaha

3. 45.000 customer biaya pendidikan

Tunaiku juga memberi kesempatan bagi kalian untuk menghasilkan uang loh, caranya dengan gabung dalam Referral Program. Apa itu Referral Program?

Program Referral adalah bagian dari progra Tunaiku Amar Bank yang memberikan kesempatan untuk siapa saja agar dapat menjadi pemberi referensi pinjaman Tunaiku.

Agen Referral Tunaiku akan mendapat komisi setiap bulan sesuai dengan skema program Referral yang diikuti. Selain mendapatkan komisi dari Tunaiku, agen Referral juga akan memiliki banyak kenalan baru yaitu para nasabah dan anggota Referral lainnya.

Kewajiban Agen Referral Tunaiku:

1. Menginformasikan Tunaiku secara benar.

2. Membantu proses pendaftaran nasabah jika diperlukan.

3. Tidak berbuat curang atau menyalahgunakan status Referral  seperti: Mengambil ‘uang formulir’, mengatasnamakan Tunaiku, memberikan informasi yang salah mengenai pembayaran, menghilangkan nama Tunaiku dari proses Referral, mengatasnamakan nasabah yang tidak mengajukan aplikasi, dan sebagainya.

4. Apabila Referral memiliki Social Media dengan tujuan untuk mempromosikan kode Referralnya maka format nama Social Media harus: ReferralTunaiku_kode referral.

5. Memberikan edukasi kepada para nasabah terkait pengecekan status pinjaman secara benar.

6. Membantu menginformasikan cara pembayaran cicilan dengan benar.

7. Membantu mengingatkan pembayaran cicilan dengan kesadaran pribadi.

8. Referral BUKAN tim marketing dari Tunaiku, melainkan para pemberi referensi yang terdaftar aktif

Ingin Gabung Referral Program Tunaiku?

So, buat kalian yang mau gabung langsung menjadi Referral Program Tunaiku bisa langsung ke:

Email: admin-referral@amarbank.co.id

Website: https://partner.tunaiku.com

You May Also Like

25 komentar

  1. Antara keuangan keluarga dan keuangan usaha ini memang krusial ya Mbak Eni. Harus hati-hati banget dan tegas.

    ReplyDelete
  2. Pandemi memang bikin kita berbenah dalam hal kesehatan dan keuangan ya. Limit pinjaman Tunaiku besar juga ya mbak sekitar 2-20 juta.

    ReplyDelete
  3. Setuju apalagi seorang ibu, kita harus bisa mengekang keinginan. Jangan dulu foya foya sebelum kebutuhan terpenuhi ya...

    ReplyDelete
  4. Kirain pembicaranya beneran namanya bang amar hehehe...
    Penting banget teliti sebelum pilih pinjaman online, ya

    ReplyDelete
  5. Baguuuus nih isi webinarnya. Cocok utk orang2 yg masih bingung gimana cara handle keuangan.

    Intinya kalo ttg financial management , yg ptg harus disiplin, komitmen, dan niat kuat. Dari awal income masuk, ya itu hrs diatur pertama2 utk zakat, tabungan ato invest duluan. Baru kebutuhan lain. Jgn kebalik. Ato kalo ada hutang, duluin hutang.

    Ada 1 temenku, posisi kerjanya dulu di atas aku. Tp ntah gimana terlibat hutang Ama pinjol ilegal pula. Semua kontak dia, abis dpt SMS cinta dr debt Coll, termasuk aku, Krn namaku ada di kontak hp dia. Ujung2nya ketahuan Ama HRd, dan jd kena warning letter. Krn kalo sampe itu debt Coll DTG ke bank tempat temenku kerja, dan bikin keributan, itu reputasi kantor juga keseret kan . Makanya hrd lgs tegas bgt soal gini.

    Jgn sampe deh kalo berhutang Ama pinjol, pilih yg ilegal. Mending pilih yg udah diawasi oleh OJk kayak TUNAIku gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilema ya Mba, memang dengan kemudahan pinjol ini, dibutuhkan kebijakan super tinggi.

      Keren deh kalau selalu dibarengi dengan acara-acara kayak gini.

      Jadi lebih mengedukasi, agar masyarakat yang menggunakan jasa ini, bisa menggunakannya sebijak mungkin 😊

      Delete
  6. Aku seneng banget kalau ada webinar untuk mengatur keuangan begini. Sekarang masih proses belajar gimana caranya mengatur keuangan. Hihi.

    ReplyDelete
  7. Seorang ibu memang kudu pinter mengelola keuangan.
    Jika terpaksa berhutang, harusnya yg hutang baik dan pilih tempat berhutang yg tidak menjerat. Tunaiku bisa dijadikan pilihan karena produk Bank yang terdaftar di IJK ya.

    ReplyDelete
  8. Seriusan ngeri kalau sampai berurusan ma pinjol ilegal. Saya sih belum pernag melakukan pinjaman. Tetapi, sempat jad kerepotan gara-gara pinjol. Untuk kita yang memang butuh berutang bener-bener harus bijak, ya. Jangan sampai menyusahkan diri sendiri dan orang lain

    ReplyDelete
  9. Di UMKM, masalah keuangan juga mayoritas masih dicampur sama keuangan rumah tangga. Jadi kalau ditanya untungnya berapa, jawabannya "cukup untuk makan sehari-hari". Padahal harus di pisah, ya, seperti yang Mbak Eni bilang.

    ReplyDelete
  10. sejak pandemi dana darurat jadi terpakai mba, ga tau gimana nanti gantiinnya hahaa yg penting jalan dulu aja, soalnya keluarga kami termasuk yang terdampak :(

    ReplyDelete
  11. Pengaturan keuangan yang detil dan teliti membuat kondisi keuangan bisa bagus dan tetap stabil.
    Jika membutuhkan suntikan dana segar, bisa mempercayakan pada lembaga keuangan yang sudah terjamin di OJK dan memiliki track record yang bagus.

    ReplyDelete
  12. Iya bahaya sih kalau menyatukan keuangan keluarga sama bisnis. Khawatirnya uang buat seolah nak kepakai dll. Kudu belajar ilmu gmn cara manajemen keuangan ini saat berbisnis supaya kita tahu beneran untung atau gak dr catatan pemasukan pengeluaran ya

    ReplyDelete
  13. Kondisi pandemi seperi sekarang memang harus ekstra deh mikirin mana yang sesuai kebutuhan atau tidak. Termasuk cek perlu beli baju buat kondangan sementara kita lebih banyak di rumah :)

    ReplyDelete
  14. Hutang buruk itu yaa yang bahaya. Godaan belanja mah ada Aja terus, ga bakal habis, apalagi kalau udah ada dorongan lifestyle.

    Nah pandemi ini tantangan keuangan tinggi juga karena banyak PHK maupun pemotongan gaji

    ReplyDelete
  15. Harus hati-hati ya pinjem uang melalui Pinjol dan harus sesuai kebutuhan juga. Kalo ga penting amat, ga usah pinjem

    ReplyDelete
  16. Kalau mau pinjem uang bisa disesuaikan ya dengan kemampuan ya dan kalau mau pinjam dana harus banget yang sudah terdaftar OJK.

    ReplyDelete
  17. banyak sekali ya mba program yang sudah dilakukan Bank Amar melalui Tunaiku. Bisa dimanfaatkan untuk kepentingan dan hal baik.

    ReplyDelete
  18. Namanya pasangan harus klop dan sejalan dalam urusan apapun terutama keuangan.

    Apalagi kalau punya usaha bersama. Hendaknya kita sama sama mengerti dan paham mana yang butuh dan cuma keinginan semata

    ReplyDelete
  19. pengaturan dan perencanaan keuangan itu memang penting, kita tentunya sudah no argue lah ya efek pandemi semua merasakan, skrg baru kepikiran kan betapa pentingnya yaa kalo aja kmrn2 kita punya pengaturan keuangan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  20. Memang dari diri kita yang harus bisa memisahkan antara kebutuhan dan keinginan ya mba. Jangan sampai terjebak pinjaman yang justru malah untuk kebutuhan konsumtif. Ntar pusing saat masa pengembalian tiba

    ReplyDelete
  21. Banyak usaha yang tutup, banyak juga yang kehilangan pekerjaan pada pandemi saat ini
    Mantap infonya, solusi bagi hanpir semua orang saat ini,

    ReplyDelete
  22. suka sama acara yang seperti ini, sayangnya kemarin kelewatan
    lagi belajar juga buat mengolah keuangan, apalagi kalau pematerinya handal kayak Aidil

    ReplyDelete
  23. Duh, ampuuun. Yg hutang buruk kayaknya perlu diatur2 lagi nih 😩😩

    ReplyDelete