Duniaeni Blogger

linkedin facebook twitter pinterest instagram youtube
  • Home
  • About
  • Recognition
  • Disclosure
  • Contact
  • Log

 

1 hari di Bandung kemana aja?

Liburan dengan jarak yang lumayan dekat, tapi bisa dibilang agak jauh, yakni Jakarta-Bandung. Ada perasaan sayang gak, kok cuma sehari? Bisa apa saja atau kemana saja nih? Ehmm, sebenarnya pengennya sih staycation meski hanya sehari ya, hehehe. Tapi apa daya kita para emak-emak yang beberapa masih menanggung anak kecil, butuh effort buat pergi menginap, tapi pengen banget liburan buat menghilangkan penat, lelah dan letihnya kehidupan. Tsaaaah!




Makanya emak-emak yang menyatu dalam kelas pratahsin 3 di MAQ ini, yaitu saya, Teteh Ani yang dikenal berbadan model ala catwalk, Mb Tania dengan wajah bak Nia Daniati, Mb Yuni biduan dengan suara mendayunya, Mb Dewi wanita perkasa bersuara lembut yang hobby naik gunung, Mba Erni mama yang jago banget ngebento serta bersuara bagai rayuan pulau kelapa, juga dua senior yang staminanya gak kaleng-kaleng, Bu Eva dan Bu Narti. Serta para anak muda, Tisel yang beraura gebyar, Rima yang diam-diam maut, dan Angel CEO belia penguasa Bedahan yang bersuara 7 oktaf! Wkwkwkwkw

Jadilah kami memutuskan untuk liburan 1 hari di Bandung, yang semula berkhayal ke Pahawang, Pulau Bidadari, Bukit Ibu, dan tetek bengek lainnya. Secara ada yang mabuk laut, oleng lihat samudera membentang, gak bisa jauh dari bocil yang gencar meneror, gak kuat mendaki puncak demi puncak, tremor lutut dan sebagainya. Pokoknya harus adil sesuai PANCASILA sila ke 5, hahaha. Makanya ke Bandung!

Di sini diedit ada Mb Riri (Atasan&kerudung hitam), kita lupa nyelipin foto Ustazah Kiki (hahaha)

Oya, tapi kodratullah, pada perjalanan liburan kali ini Ustazah kita yang gaul, ramah, memiliki senyum segurih keju, Ustazah Kiki, terpaksa gak bisa ikut karena bentrok dengan field trip MAQ kelas anak-anak, kebetulan anak saya, Pendar, ikut acara tersebut. Juga temen motoran saya kembaran Tino Rossi, Mb Riri, karena putranya sakit. Ya Allah, semoga segera diangkat penyakitnya dan dimudahkan dalam penyembuhannya, Aamiin.

1 Hari di Bandung, Kemana Saja Tujuannya?

Atas kesepakatan bersama, mobil yang kita sewa menunggu atau titik kumpul di depan pintu Tol Kukusan, pukul 05.15 WIB. Tapi namanya emak-emak, ada aja yang molor, Rima si pendiam yang ternyata memiliki segorobak rahasia, datang nyaris pukul 6 pagi, yang bikin semobil pada ketar-ketir, wkwkwkw. Sabarrrrr pokoknya kita!


Muka bete nungguin Rima

Alhamdullilah, akhirnya pukul 6 pagi kita semua berangkat menuju Bandung dengan tujuan pertama, D’Pakar. Suasana meledak dengan suara emak-emak biduan karoke, dan jalan lancar, tidak macet seperti biasanya saat weekend menuju Bandung, mungkin karena terdampak kondisi anak Krakatau yang menimbulkan cuaca kurang baik-baik saja, makanya kita semua memakai masker. Begitu pun sampai Bandung ke arah Dago, masih terkendali suasana jalan, meski terlihat banyak orang berkerumun di titik area wisata tertentu. Mungkin masih warga sekitar Bandung ya.

Gokilnya Pepotoan di D’Pakar Dago

Pukul 08.30 WIB kita semua mendarat cantik di D’Pakar Dago, sebuah kafe yang memiliki konsep out door di kawasan Dago Atas, Bandung, dengan pemandangan alam lembah dan pegunungan hijau nan sejuk. Meski matahari cetar membahana, tapi udara dinginnya mencucuk kulit loh. Sayangnya, musim panas jadi banyak rerumputan yang menguning, juga debu tebal yang menyelimuti meja dan kursi. Tebal dan keabuan debunya, hiks.


Suasana D'Pakar Dago-Bandung

Tapi tidak mengurangi keindahan pemandangan, dan keasyikan kita ngobrol, foto-foto maksimal, sampai bikin video seseruan yang gokil banget. Saya memesan baso aci mengikuti ide Teh Ani, urang Sunda yang bilang: “Ke Bandung pesen makanan ya, khas Bandung”

Alhamdullilah, enak terutama kuahnya ya, sama baso acinya yang isi urat muda (kayaknya ya, habis terasa kriuk dan kenyal gitu), minumnya susu jahe hangat. Nyambung gak sih, baso aci sama susu jahe? Tapi berhubung saya lagi flu, jadi kayaknya enak aja sih (maksa). Juga icip-icip pesanan temen-temen mulai dari Batagor, Peyeum, rasanya lumayan. Harganya menurut saya cukup terjangkau. Sejujurnya, saya pengen nyobain bala-bala khas Bandung, tapi takut banget tenggorokan ngadat, jadi sekuat jiwa ditahan.


Baso Aci-Batagor D'Pakar Dago

Saat sesi foto dan video ini, tergokil sih menurut saya. Angel dengan suara toanya mengarahkan emak-emak untuk berpose dalam video, dari mulai lari-lari ala tetetubbies, sampai dadah-dadah kayak mau ditinggal pacar merantau jadi TKI, wkwkwkw. Luarbiasanya, Bu Eva senior yang terlihat berwibawa, tahluk dibawah aba-aba sang sutradara, Angel. Saya yang paling gemes sama pose-pose ikutan bawel ngarahin gaya yang bikin emak-emak pengen mudik gak balik-balik, alias eneg sama komen saya, hahaha.




Ngeborong Camilan di PRIMA RASA

Karena waktu yang tipis, Zuhur kita memutuskan meluncur ke Prima Rasa sambil mencari ide mau makan siang dimana. Ke Prima Rasa untuk membeli oleh-oleh, sebab yang awalnya mau ke Kartikasari, kata Bu Eva, tidak rekomend, terlalu biasa kualitas oleh-olehnya. Ternyata benar dong, di Prima Rasa semua oleh-oleh terasa enak. Bayangin, masuk pintunya langsung tercium aroma keju premium. Kalau gak ingat “this economic”, pengen beli-beli-beli. Akhirnya saya beli satu box Brownies Kukus, satu box kue Mocci kacang wijen, setumpuk Mocci dalam keranjang bambu, Pisang Bolen Keju, sesuai pesanan orang rumah.


Prima Rasa

Sebenarnya pengen nambah Pisang Bolen Cokelat, tapi katanya mateng pukul satu siang. Aduh, kelamaan kan, kita mau maksi sekalian sholat zuhur, dan ke beberapa Lokasi lainnya, sebelum pulang ke Jakarta. Maka setelah selesai belanja dengan antrian mengular, kita langsung cabut ke Rumah Makan Haji Cijantung. Namanya aneh ya, tapi kata Bu Eva enak dan tempatnya asyik buat ghibah, wkwkwkw.

Suasana Rumah Makan Ibu Haji Cijantung Bernuasa Vintage


Rumah Makan Haji Cijantung Bandung

Nama rumah makannya agak gimana gitu, gak estetik, wkwkwk. Penampakan dari depan juga bisa aja, tapi ternyata begitu masuk, suasana vintagenya kental dari hiasan di dinding, dan pernak-pernik jadul. Di dinding dipenuhi barisan perabot jadul yang khas banget, dan ternyata rumah makan sunda ini termasuk legendaris yang terkenal dengan sambal dadak dan kelezatan masakan khas Sundanya. Tapi entah kenapa, banyakan tamunya bule-bule loh.

Kita ditempatkan di ruangan VIP yang menurut saya membosankan, terkesan kosong dan gak bisa cuci mata gitu, hehehe. Saya suka di luar yang kaya akan ornament, dan juga suasana nyaman diiringin dengan live music penyanyi tua membawakan lagu-lagu jadul, Tapi ternyata yang tersisa untuk ramai-ramai hanya VIP, yang lain sudah dipesan para bule.


Ruang VIP, membosankan ornamennya, tapi bebas hahaha-hihihi

Untuk harga makanannya cukup terjangkau, saya memesan nasi tutug oncom dan ayam bakar. Sebenarnya mau nasi liwet, tapi habis dan bisa menunggu 30 menit. Akhirnya nyerah deh makan nasi tutug yang bercitra rasa kencur banget ketimbang oncom. Untuk minumnya teh hangat tawar dikasih free, dan sambil menunggu pesanan serta teman-teman sholat (saya lagi berhalangan), kita ngobrol bocor sana-sini sampai keluar air mata, hahaha.


Nasi Tutug Oncom, Ayam Bakar, Tahu-Tempe, dan Sayur Asam

Untuk rasa makanannya? Lumayan enak, sambalnya cocok di lidah saya karena lebih ke manis dan gurih, pedasnya sedang. Ayam bakarnya bumbu sampai ke tulang, dan nasi tutugnya saya agak kurang cocok ya, soalnya dominan kencur gitu citra rasanya. Tapi secara keseluruhan, menunya cukup otentik dan murah! Kelar ngobrol sampai kram perut, kita pun cabut menuju area shopping, dan Mb Dewi pamit pulang naik travel, karena satu hal dan hal lain.

Shopping di Dama Kara, Mr. Quilting, dan Parfume

Khas baju-baju di Dama Kara ini desainnya simple, sederhana, tapi chic banget deh. Cuttingnya juga jempol, sehingga terlihat berkelas dengan warna-warna dominan kalem. Saya naksir banget sama blazer yang didesain modern kekinian, tapi memiliki potongan yang unik, dibandrol harga nyaris 400 ribu rupiah. Sayang, bahannya saat saya sentuh agak kureng buat saya.

Saya juga jatuh hati sama rok simple banget dengan harga nyaris 600 ribu, ehmmmm…sayang duitnya, jadi saya amati dan ingat buat jahit sendiri aja, wkwkwkwk. Yang belanja di Dama Kara cuma Angel, beli jaket baby doll bahan parasut (kalau gak salah), cocok buat bepergian maupun olahraga lari manja, harganya sekitar 300 ribu.

Setelah menikmati suguhan secangkir kunyit asam yang dingin dan lezat (welcome drink), saya dan Angel menyusul temen-teman yang sudah cabut ke Mr. Quilting. di Mr. Quilting tasnya berbahan parasut dengan model kekinian, di bandrol harga di bawah 200 ribuan, Saya mau yang model sederhana buat ngaji, tapi lagi-lagi mikir: Di rumah  banyak tas keleleran akibat lapar mata, jadi saya tahan. Meski terbayang sampai rumah, karena kayaknya bahannya awet dan cukup murah, 120 ribu.

Di Mr. Quilting yang belanja Mb Tania, beli tas dengan model ABG dan cetar membahana, pink fuchia, tidak ketinggalan Mba Yuni dan Bu Narti. Kemudian lanjut lagi ke Win Parfum. Toko parfum KW-KW gitu, tapi kualitasnya bagus. Keharumannya nyaris mirip dan cukup tahan lama, awalnya jujur saya ragu, hehehe. Sebab pernah beli KW atau oplosan gitu, selain aroma nyegrak dari aslinya, gak tahan lama.

Ternyata setelah lama ngobrol ngalor-ngidul, dan cium sana-sini, saya ikutan jatuh hati sama pilihan Teh Ani, parfum Freedom Musk Santal, yang katanya aromanya twin sama Osma yang merupakan merek wewangian asal Arab Saudi yang viral sebagai oleh-oleh haji atau umrah yang kini hadir resmi di Indonesia. Aromanya khas Timur Tengah, memadukan keharuman tradisional oriental dan modern gitu.

Lucunya nih, gak cuma saya dan Teteh Ani yang beli, tapi menyusul Tisel, Mb Tania dan Mba Erni, bahkan Angel yang semula menunggu di mobil. Begitu kita datang bawa parfum, langsung ngacir masuk Win Parfum buat ikutan beli! Jiyaaaah, kan jadi nungguin lagi deh. Oya, Freedom Musk Santal KW dibandrol harga Rp120.000 buat ukuran 30 ml.

Tujuan Puncak ke Batagor Burangrang


Batagor Burangrang

Selesai urusan dunia parfum, kita mau mampir ke Braga, rencana mau naik transum wara-wiri, terus ngopi sambil menikmati sore, tapi melihat angin bertiup kencang menggugurkan daun-daun. Cuaca makin senja, nyaris pukul 5 sore, akhirnya memutuskan ke Batagor Kahuripan. Eh, ternyata sudah tutup! Alhamdulliah, ada google berjalan, Bu Eva, jadilah kita diarahkan ke Batagor Burangrang. Memang emak-emak itu mirip pemadam kebakaran, PANTANG PULANG SEBELUM PADAM.

Meski harganya termasuk mehong ya, satu isian harganya Rp17.500,menurut saya batagornya enak, tapi kalau untuk isian tahunya sayang deh beli segitu, hehehe. Mending beli batagornya aja, terasa banget ikannya, endues. Bumbunya juga enak, kental banget. Sayangnya, saya pesan yang sepaket isi 10, RP 175.000. Harusnya saya pesan bijian aja deh, beli tanpa tahunya. Karena, namanya tahu, biar tahu enak, ya tetap khas rasa tahu.

Sayonara Bandung!



Matahari semakin ke arah barat, sinarnya jingga di langit, perjalanan bakal Magrib di tol, kita mulai menyetel zikir sore sambil ngobrol panjang lebar di bus sambil menunggu sampai area rest di 80KM. Obrolan pecah lagi, di sini terkuaklah jiwa-jiwa terpendam emak-emak yang ternyata bocor semua, wkwkwkkw.

Ternyata sampai area rest Isya, hingga sekalian sholat Isya, saya dan teman-teman yang berhalangan menunggu diluar masjid setelah buang air kecil, beli minuman. Dan, perjalanan dilanjut lagi, hingga tiba di pintu tol Kukusan nyaris pukul 10 malam.

Alhamdullilah Ala Kuli Hal, segala puji bagi Allah atas semua keadaan. Perjalanan sehari ke Bandung ini membawa makna indah masing-masing, semoga Allah memberikan keberkahan pada silaturahmi kita, Aamiin

 

 

 

 

 

September 08, 2026 12 komentar

Siapa yang suka belanja online sepertti saya, ngacung? Jangan lupa dibaca tuntas ya, karena ada info-info penting tentang belanja online yang bikin mupeng. Apalagi sebentar lagi Oktober, waktunya hunting barang kesukaan di online shop yang  bakal kasih promo terbanyak, siap-siap berhemat dan menabung dulu biar nanti puas belanjanya.

Tahu dong, kalau toko fisik punya event tersendiri untuk meningkatkan penjualannya. Sebut saja seperti Midnight Sale, Buy 1 Get 1, Double Diskon, dan masih banyak lagi. Toko online pun tidak mau kalah. Buktinya, e-commerce berlomba-lomba untuk mengadakan event belanja online.

Penjualan e-commerce meningkat dan pembeli pun bisa belanja sampai puas dengan harga miring saat event berlangsung. Para pembeli juga tidak perlu repot-repot mengantri dan berdesak-desakan dengan orang lain. Cukup modal gadget dan internet saja.
September 25, 2019 2 komentar


Siapa yang sering wara-wiri ke Alfamart, ngacung?

Buat saya Alfamart kadang sudah seperti warung, karena seringnya wara-wiri ke Alfamart. Ada saja yang harus dibeli seperti gula, teh, diapers, camilan anak-anak, sabun pencuci piring, sabun cuci, sabun mandi, dan lain sebagainya. Sampai berasa capek sendiri, karena pernah sehari tiga kali ke Alfamart. Kok, bisa sampai segitunya bolak-balik ke Alfamart?

Begini loh, namanya ibu-ibu punya balita dan bayi, sering mau  belanja apa eh sampai tujuan belanja yang lain. Atau sudah beli gula pasir, lupa kalau teh habis juga. Jadi meski dicatat, ada saja yang terlupa dan harus balik lagi. Meski jarak Alfamart dari rumah tidak jauh, bisa ditempuh dengan jalan kaki (kalau mau sedikit menjalankan hidup sehat),  tapi kalau bolak-balik capek juga. Apalagi sambil gendong bayi, ditambah nenteng belanjaan. Duh!

Kenapa sih ke Alfamart??



Saya sering belanja di Alfamart, pertama memang karena dekat banget sama rumah, kedua lumayan lengkap, kalau di warung ada saja yang nggak ada, seperti snack baby, diapers, minyak goreng merek favorit saya, detergen ukuran 900 gram, sabun pencuci piring yang harganya lebih murah, di Alfa sudah pasti ada. Belum lagi kalau mau ambil uang chas, mau bayar tagihan shopping di online shop, dan lain-lain. Bisa sekalian gitu.

Ketiga suka ada promo-promo murah, kan lumayan meski promo Rp500-Rp1000 kalau belanja banyak, jatuhnya lumayan hemat. Apalagi kalau belanjanya pakai kartu Ponta, pointnya bisa buat belanja lagi. Asal jangan lupa bawa kartunya, apesnya saya sering lupa bawa kartu Ponta, hehehe. Kadang keselip, karena buru-buru jadi malas mencarinya. Harusnya memang disimpan rapi di dompet ya, tapi namanya punya anak kecil, seringnya kartu dibuat mainan dan keselip deh.

Karena ketiga hal itu, mungkin membuat Alfamart banyak dicintai masyarakat sampai membernya mencapai 11 juta lebih! Kok, saya tahu? Tahu dong, karena tanggal 19 Agustus 2019 kemarin saya bersama-sama teman blogger hadir di acara peluncuran aplikasi baru Alfamart, yakni Alfagift 4.0. Nah, kalau Alfagift sudah ada yang tahu belum? Jangan-jangan tahunya baru kartu Ponta aja nih, hehehe.


Apa itu Alfagift 4.0 ?

Alfagift adalahh sebuah platform digital atau aplikasi yang dikeluarkan oleh Alfamart untuk memberikan pengalaman berbelanja yang baru bersama Alfamart. Kerennya tuh, aplikasi satu ini punya fitur yang banyak banget dan fitur-fitur ini diciptakan untuk mempermudah konsumen tentunya.  Alfagift 4.0 ini merupakan penyempurnaan dari Alfagift yang sudah ada sebelumnya.



Karena memang Alfamart ingin memanjakan konsumennya agar lebh dekat lagi, maklum ada 11 juta lebih member. Kalau tidak dimanage dengan baik, dimanjakan sesuai kebutuhannya, bisa-bisa member yang banyak itu berkurang dong. Iya gak, sih? Saya saja kalau jadi member apa gitu, terus ternyata nggak ada yang istimewa, ngapain coba? Mending nggak jadi member, kalian begitu juga nggak?

Dari info yang dipaparkan  Bapak Hans Prawira selaku Presiden Direktur Alfamart saat peluncuran kemarin, tentang keunggulan Alfagift 4.0 ini, saya jadi tahu ada 5 keunggulannya, dan saya sempat mencatatnya ke dalam notes. Buat pembaca artikel saya yang penasaran, bisa langsung baca di bawah ini:



1.  Reccomendation Engine : Fitur ini akan mempermudah kita untuk berbelanja produk yang sering kita beli, Misalnya saya yang biasa beli diapers, sabun pencuci piring, snack baby, maka begitu membuka aplikasi Alfagift produk-produk tersebut muncul tanpa harus kita mencarinya lagi.


2. Personalization Offer : Ini merupakan penawaran spesial atau personal untuk pelanggan tertentu, misalnya saya membeli diapers akan mendapat  penawaran promosi produk bayi lainnya dengan harga promo. Penawaran ini bisa melalui SMS atau berupa voucer yang diberikan melalui aplikasi Alfagift.

3. Now We Are One : Nah, ini yang punya kartu Ponta seperti saya dan sering lupa bawa atau keselip, dengan adanya Alfagift nggak perlu merasa rugi lagi. Buat yang doyan ngumpulin stamp dan sering ilang karena dimainin anak atau lupa, nggak perlu panik lagi. Sebab, fitur ini menyatukan berbagai aplikasi mulai dari kartu Ponta, Alfa Stamp sampai kartu Aku. Sehingga beragam promo, diskon, program loyalty, dan lain-lain bisa ditemukan di aplikasi Alfagift.

4. Alfa Stars : Ini semacam loyalty program dari Alfamart bagi konsumen setianya. Setia di sini tuh yang paling sering belanja di Alfamart (Wah, kayaknya saya potensial sebagai konsumen setia nih, hehehe), dan konsumen setia itu ada level-levelnya dari perunggu hingga platinum, dan tentu saja akan mendapat gift dari Alfamart.


5. Easisest Way to Find Alfamart : Fitur ini semacam petunjuk lokasi Alfamart terdekat dari tempat kita berada. Misalnya saya lagi jalan-jalan ke Bandung dan menginap di sebuah hotel, tiba-tiba butuh minyak telon. Tinggal cari deh di aplikasi, atau misalnya saya baru pindah ke Depok dan butuh Alfamart yang ada ATM, toilet, ini juga bisa diceck melalui fitur ini.


Asyik banget kan, keunggulan dari Alfagift 4.0 ini? Kalau saya langsung jatuh hati dan download, karena selain memiliki 5 keunggulan yang memudahkan konsumen. Saya merasakan banyak manfaat dengan adanya Alfagift 4.0 ini loh, diantaranya:

1. Belanja tanpa harus datang ke Alfamart, karena bisa belanja online di aplikasi dan belanaan akan dikirim langsung ke rumah.
2. Bisa lebih hemat, selain lebih teliti ceck harga yang promo, karena bisa belanja di rumah sambil duduk anteng. Kita bisa mengatur mau belanja berapa, beda kalau langsung datang ke toko. Malas menghitung apa saja yang sudah dibeli dan sering kalap mata lihat kanan-kiri produk melambai-lambai, hehehe. Belum lagi kalau mengajak anak, bisa budget belanja tambah melembung.
3. Kalau ada yang lupa, nggak perlu bolak-balik ke Alfamat, tapi tinggal ceck ulang belanjaan kita. Ingat-ingat apa saja yang belum dibeli, atau bisa melihat dari fitur Personalization Offer.
4. Untuk pembayaran mudah banget, nggak harus ke ATM karena bisa TOP UP isi saldo di aplikasi atau bayar langsung saat barang diantar.

Beneran manjain konsumen kan, bikin saya nggak repot kalau lagi butuh belanja ini-itu. Mau nggak repot kayak saya? Silakan, download langsung aja Alfagift di playstore dan Appstore, dan nikmati berbelanja di Alfamart. Mumpung lagi banyak promo, dan belanja minimal 50ribu free ongkir loh.




August 22, 2019 28 komentar


Bisnis Berdasarkan Passion Akan Kuat Melewati Masa Jatuh Bangun

Sejak era digital merambah Indonesia banyak sekali dimanfaatkan oleh ibu rumah tangga seperti saya untuk mendapatkan penghasilan tambahan, salah satunya dengan bisnis online. Saya mulai bisnis online sekitar tahun 2010. Ternyata sudah lama banget ya, sekitar 9 tahun, tapi bisnis online yang saya jalani mengalami berganti-ganti jenis produk. Semua karena ingin belajar dan coba memahami kebutuhan pasar.

Produk yang saya jual mulai dari buku, sebenarnya  buku ini masih saya jalani juga hingga kini, tetapi tepatnya lebih fokus suami  yang menjalankannya. Lalu perawatan kulit home made yang dibuat oleh para pengerajin di Bali, hingga fashion. Untuk yang terakhir ini selain online, saya juga jual offline di rumah dan di bazar-bazar. Karena memang sebelum menikah saya sudah memiliki bisnis offline bareng dua sahabat saya, Annisa dan Dina. Kebetulan kami sama-sama menyukai dunia fashion.

Bisnis yang berdasarkan passion memang bisa bertahan lama, sekalipun mengalami masa jatuh bangun. Setelah memiliki bisnis fashion hasil kerjasama dengan sahabat saya terhenti karena suatu hal, maka saya mencoba menjalankanya sendiri. Karena rasanya sayang jika tidak diteruskan, tapi fashion yang saya jual mengalami perubahan. Kalau semula menjual aneka fashion, kemudian saya mengkhususkan menjual fashion muslimah mulai dari hijab hingga pakaian muslimah.

Apalagi saat itu sedang booming fashion hijabers yang  dipelopori oleh disainer cantik Dian Pelangi. Wah, semakin senang rasanya saya menjual aneka kebutuhan muslimah sampai sempat ikut belajar tutorial hijab, dan bareng teman-teman mengeluarkan buku tutorial hijab tahun 2013. Tetap ya, tidak jauh-jauh dari buku, memang passion saya buku dan fashion.

June 29, 2019 60 komentar




Siapa yang punya hobby koleksi sepatu?

Dulu saya hobby sekali membeli alas kaki dari aneka macam sandal, sepatu, sampai ada yang rusak tetapi bandrolnya masih utuh alias belum pernah dipakai. Mungkin jumlahnya cukup banyak, terutama jenis sandal atau sepatu yang bahannya mudah terkelupas karena kondisi tempat penyimpanan lembab dan tidak pernah dipakai.

Memang untuk urusan hobby kita sering terjebak membeli bukan karena kebutuhan, tapi karena keinginan atau lapar mata saja. Melihat yang lucu, unik, atau sale, langsung deh keinginan untuk membeli atau memiliki hadir. Bahkan pernah saya mencoba menahan hasrat untuk membeli, begitu sampai rumah jadi terbayang-bayang sampai tidak bisa tidur.

Serius, kejadian seperti ini dulu sering terjadi, sampai tidak jarang saya balik lagi ke tokonya untuk membeli sepatu yang sudah bikin saya jatuh cinta. Kejadian seperti ini buat kalian yang juga hobby sepatu, pernah terjadi gak sih? Kalau pernah, kebayangkan bagaimana rasanya.

Namun sekarang setelah menikah dan memiliki anak, saya mulai membatasi hobby membeli sepatu. Tepatnya menjadi lebih hemat, kecuali memang butuh sekali. Selain membatasi membeli, saya mulai memperhatikan cara merawatnya. Dengan merawat koleksi sepatu ini jadi bikin lebih hemat loh. Sebab, selain karena lembab, jarang dipakai, pernah saya meletakkan boots berbahan kulit asli begitu saja di teras rumah, apa yang terjadi?
July 17, 2018 19 komentar
sumber:rawpixel.com

Untuk melakukan kebaikan, tidak harus terjun ke daerah pedalaman atau masuk ke wilayah perang. Ada banyak hal baik yang bisa kamu lakukan hanya dengan berbekal smartphone. Kebaikan sederhana, namun memberikan banyak manfaat buat sesama. Dan pastinya, membuat smartphone kamu jadi lebih bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga buat orang lain.

Bagi Informasi Lalin ke Sosmed

Memang sih ada banyak aplikasi lalu lintas yang ada di smartphone. Tapi update pandangan mata, walau sedikit saja akan banyak membantu pengguna internet lainnya. Terlebih jika ada informasi penutupan jalan karena acara tertentu, jalur alternatif yang bisa dilalui, terjadinya kecelakaan di satu lokasi.

Informasi seperti ini hanya memakan waktu kurang dari lima menit untuk melakukannya. Namun sangat bermanfaat bagi orang banyak yang ada di sekitarmu.

Update Cuaca


Tidak seperti lalu lintas yang bisa dilihat dengan mudah lewat satelit, cuaca adalah hal yang lebih tidak bisa diprediksi dan diperhitungkan. Prakiraan cuaca hanyalah gambaran umum, namun fakta di lapangan bisa sangat berbeda. Bahkan, beda jarak kurang dari satu kilometer saja sudah berbeda pula cuacanya.

Bagikan informasi cuaca terkini kamu kepada netizen yang lain. Terutama ketika cuaca memburuk, terjadi banjir atau angin kencang. Yang pastinya berguna untuk netizen lain agar tidak melintas di lokasi yang kamu sebutkan untuk menghindari bencana.

Berbagai Pengalaman Lewat Blog

Banyak yang tidak tahu bagaimana cara mengurus SIM atau memperpanjang pajak lima tahunan STNK kendaraan bermotor. Mengapa tidak kamu tuliskan pengalaman itu lewat blog, agar bisa dibaca oleh netizen lain dan memberi pengetahuan kepada mereka.

Selain itu, pengalaman pribadi seperti perjalanan ke sebuah kota, pelayanan sebuah rumah sakit, bagaimana cara membuat paspor, dokter mana yang terbaik di satu tempat dan banyak hal lainnya bisa kamu bagikan di blog.

Asyiknya, selain memberikan pengetahuan kepada orang lain, kamu juga bisa dapat uang dari ngeblog. Yang ini, berbagi kebaikan dan mendapatkan traffic dari tulisanmu. Lumayan kan?

Transfer Pulsa


Teman lagi bokek berat dan nggak bisa beli pulsa, kamu bisa berbagi kebaikan dengan memberinya pulsa. Lewat transfer pulsa Simpati yang mudah, teman yang bokek pun bisa tersenyum bahagia dengan pulsa kiriman kamu.

Untuk melakukan transfer pulsa Simpati, pastikan nomor si teman juga sesama Telkomsel ya. Selain itu, biar pulsanya bisa dipakai, nomor yang dipakai oleh teman kamu sebaiknya dalam kondisi masa aktif, bukan masuk masa tenggang. Karena percuma saja dikirim kalau sedang masa tenggang, baru bisa dipakai nanti kalau nomornya sudah aktif.

Baca juga : Google Dukung UKM Dengan Luncurkan Fitur Gratis

Belikan Paket Internet

Berbagi dengan teman yang sedang bokek nggak cuma lewat makanan dan minuman. Coba deh sesekali belikan paket internet, pasti senyumnya bakal langsung mengembang. Besar kecilnya kamu yang menentukan, kalau belinya pastinya di Traveloka aja ya.

Kalau kamu tidak tahu paket apa yang biasanya dia beli, transfer pulsa Simpati saja dulu, setelah itu biar dia yang memilih paket sesuai dengan kebutuhannya. Caranya bisa kamu lihat di sini. Kalau sedang dijalan atau malas keluar rumah, tinggal pesan melalui Traveloka dan bayar lewat transfer.

Anyway, transfer pulsa Simpati bisa jadi alternatif kado ulang tahun juga loh. Daripada bingung diberi apa yang ia perlukan, transfer pulsa saja yang pastinya ia butuhkan buat berbagai macam keperluan dengan smartphone-nya.

Beberapa contoh di atas hanya sedikit dari berbagai kebaikan yang bisa kamu berikan lewat smartphone. Caranya mudah, sederhana namun sangat berarti bagi penerimanya. Hati pun senang karena bisa melakukan kebaikan, sekecil apapun, selama itu berarti pasti akan memberi manfaat untuk hidupmu.


February 23, 2018 18 komentar
Older Posts

Followers

About Me


Just Married


Tentang Aku

Tentang Eni Martini

Tentang DUNIAENI

Read More

Created with by ThemeXpose